
“I ituu…Cambuk Curah Hujan!!” teriak Xiao Bai sambil menunjuk cambuk yang sedang melayang di atas tubuh Azka.
***
“Cambuk curah hujan” beo Azka sambil mendonggak menatap bingung ke arah cambuk yang masih asyik berputar putar di atas tubuhnya.
“Arghhh sial sekali bagaimana aku bisa mengatai cambuk curah hujan dengan sebutan jelek” sahut Tao meratapi nasibnya yang sungguh sial.
“Istri jangan dekati cambuk itu, nanti istri bisa terluka untuk yang kedua kalinya” ujar Zhishu sambil menarik Azka agar menjauh dari tempat cambuk itu berputar putar namun hal yang mengejutkan cambuk itu tetap mengikuti kemanapun Azka pergi.
“Sudah berhenti jangan menghindar lagi, cambuk itu sudah resmi mengakui bunda sebagai Tuannya, ini sebuah keberuntungan” sahut Xiao Bai yang membuat Zhishu berhenti dari acara tarik menarik Azka.
“Dan sialnya cambuk itu sedikit pendendam, dia tidak akan melepaskan orang yang dia anggap musuh” ujar Tao sambil memakan pil menyembuhan untuk menyembuhkan luka lebam akibat kemarahan cambuk itu, lalu membuang nafasnya pasrah.
“Dan aku telah mengejeknya, dia tidak akan melepaskan ku huhuhuhu Nona tolonglah kucing kecil ini” lanjut Tao merengek seperti anak kecil, sangat tidak cocok dengan wajah sangarnya.
“Sudah cukup!! kauu cambuk sialan beraninya menyayat lengan berharga ku!!” teriak Azka yang sudah pulih dari kebingungannya.
Dengan kasar Azka mengambil cambuk itu, seketika cambuk itu menyusut dan berubah menjadi sekeras pedang bewarna hijau dengan kombinasi hitam dan emas di gagangnya.
“Wahhh ternyata bisa begini!!!” teriak Azka kesenangan sambil loncat loncat bahagia melupakan kemarahannya.
“Bentuknya keren gak jadi marah deh” lanjut Azka sambil memasukkan cambuk curah hujan kedalam ruang dimensi.
“Jika cambuk curah hujan tidak akan pernah melepaskan musuhnya lalu bagaimana dengan musuhku?” tanya Azka.
“Bunda tidak perlu khawatir, musuh tuannya adalah musuhnya juga” jawab Xiao Bai senang, hahahaha bundanya menemukan harta karun.
"Wah wah tidak sia sia aku menuruti Tao untuk berjalan jalan di hutan" gumam Azka merasa beruntung
“Dan kini aku menyesal" sahut Tao meratapi nasibnya.
“Ohh ayolah Nona, cambuk mu itu sedikit dendam denganku kenapa tidak membuangnya saja” lanjut Tao mengusulkan ide busuknya karna merasa di rugikan.
“Enak saja, itu kan salah kamu makanya jadi hewan itu jangan melihat barang dari luarnya saja” ujar Azka menyalahkan Tao.
“Rasakan itu paman, masih untung cambuk itu tidak membelah mu seperti membelah langit” sahut Xiao Bai mengejek Tao.
“Loh emang bisa?” tanya Azka.
“Bisa, keunggulan senjata cambuk curah hujan adalah dapat membelah langit jadi bunda harus sedikit berhati hati saat menggunakannya, dulu cambuk curah hujan pernah menjalin kontrak dengan seorang Master, waktu itu terjadi perang besar dan master itu menggunakan cambuk curah hujan untuk mengakhiri perang dengan membelah langit sampai keluar badai hebat 7 hari 7 malam, bukan kah itu keren” jawab Xiao Bai panjang lebar.
“Jika langit terbelah bukan kah itu terlalu mustahil?” tanya Azka tidak percaya dengan ucapan Xiao Bai.
__ADS_1
“Ohh ayolah ibunda, membelah langit hanya perumpamaan yang melebih lebihkan, arti sesungguhnya adalah menciptakan gemuruh di langit seperti akan terjadi hujan besar maka dari itu cambuk ini di sebut cambuk curah hujan” jawab Xiao Bai.
“Aaahhh” gumam Azka sambil manggut manggut mulai faham dengan penjelasan Xiao Bai.
“Nona tidak bisakah kita beristirahat sedikit lebih lama, rasa cambukan itu masih melekat di tubuhku meski sudah memakan pil penyembuhan” sahut Tao.
“Kamu istirahat saja bersama Xiao Bai, aku ada sedikit perlu dengan Zhishu” ujar Azka yang di angguki kedua binatang kontrak nya lalu menarik Zhishu keluar dari goa.
Azka membawa Zhishu menjauh dari goa untuk mengajari Zhishu cara menembak, Azka mencari tempat yang strategis dengan pohon yang berjajar rapi agar bisa di gunakan menjadi target.
Setelah menemukan tempat yang pas Azka mulai mengeluarkan 2 pistol Glock miliknya dari ruang dimensi.
“Istri benda apa itu?” tanya Zhishu penasaran dengan benda aneh di tangan Azka.
“Zhishu apa kau ingin melindungiku?” bukannya menjawab Azka malah balik bertanya.
“Iya istri” jawab Zhishu langsung tanpa berpikir.
“Sebelum melindungiku kau harus mampu melindungi diri sendiri terlebih dahulu jadi aku akan mengajarimu menggunakan benda ini” ujar Azka sambil mengacungkan pistol di tangan kirinya.
“Cara menggunakannya hampir sama dengan memanah, namun hasilnya akan lebih akurat jika menggunakan ini” lanjut Azka menjelaskan cara menggunakan pistol.
“Kau lihat ini”
Dorr….
“Hebat bukan?” tanya Azka setelah memperlihatkan pada Zhishu cara kerja pistol di tangannya.
“Woaahh benda ajaib apa itu istri?” tanya Zhishu dengan mata berbinar.
“Ini namanya pistol, sebelum menembaknya kau harus fokus pada target lalu tarik pelatuknya, faham!!” jawab Azka.
“Zhishu akan berusaha” ujar Zhishu dengan semangat mengambil pistol di tangan kanan Azka.
Zhishu mulai melakukan persis dengan arahan dari Azka lalu membidik salah satu pohon di depannya.
Dorrrrr….
Sayang sekali peluru itu meleset membuat Zhishu harus mengulanginya sampai benar benar bisa, tidak terasa 2 jam berlalu Zhishu mulai bisa mengenai target nya membuat Azka sendiri sedikit kaget dengan kemampuan Zhishu yang cepat tanggap.
Apa dia benar benar idiot.
Setelah berlatih 3 jam lamanya serta menghabiskan 40 peluru miliknya Azka segera mengajak Zhishu kembali ke goa untuk beristirahat namun sempat mampir ke sungai terlebih dahulu untuk sekedar membersihkan diri.
__ADS_1
Sesampainya di goa Azka di kejutkan dengan Bao Yu yang tengah memimpin gosip bersama Xiao Bai dan Tao, mereka bertiga membentuk lingkaran kecil untuk saling beradu argument.
“Dasar tukang gosip” cibir Azka saat melihat Bao Yu dengan penuh semangat menceritakan informasi yang dia dapat saat mngunjungi Kerajaan Timur yang sudah rata dengan tanah.
“Tuan aku sudah kembali” sahut Bao Yu tanpa memperdulikan cibiran Azka sebelumnya.
“Jadi berita apa yang kau bawa?” tanya Azka sambil duduk di tengah tengah Tao dan Bao Yu di ikuti Zhishu yang mengeser posisi Tao agar tidak berdekatan dengan Azka.
“Nona tidak akan percaya dengan apa yang dikatakan Bao Yu” sahut Tao menambah rasa penasaran di benak Azka.
Kali ini dia benar benar takut jadi buronan, bukannya apa apa dia hanya berfikir di zaman Modern pasti saat ini dia tengah menjadi buronan karna wajahnya terlihat oleh beberapa pasukan militer saat pengejaran, ya masa di zaman ini dia mau jadi buronan juga.
“Tuan kau harus percaya sepertinya ada orang yang berusaha membantumu” ujar Bao Yu.
“Kerajaan Timur telah rata dengan tanah” sahut Tao membuat Azka menganga.
“Hah kok bisa!!” ujar Azka tidak percaya.
“Bukan kah kejadian ini sama persis dengan keluarga Feng, awalnya bunda yang membuat kekacauan lalu orang misterius itu yang membereskannya, aku berani bertaruh jika kejadian ini bukan hanya kebetulan” sahut Xiao Bai yakin dengan pemikirannya.
“Kau ini mengejek ku ya” ujar Azka sedikit meninggikan intonasinya membuat nyali Xiao Bai menciut.
“Aku itu bukannya tidak mau membereskannya, namun otak jenius ku ini menyuruh untuk merampok kediamannya terlebih dahulu baru di hancurkan, kan sayang jika hartanya tidak di ambil, namun manusia misterius sialan itu mendahuluiku” lanjut Azka sambil memaki orang yang membereskan setiap kekacauan yang dia buat.
Xiao bai “…………..”
‘Nona apa kau selalu seperti itu_-’ batin Tao yang sudah pasti di dengar Azka namun dia hanya acuh tidak menjawab.
“Tuan berhenti membuat dirimu terlihat seperti wanita serakah” sahut Bao yu yang merasa Tuannya ini kadang kadang melenceng dari sifat aslinya.
“Memangnya kenapa aku hanya bertindak sesuka ku, jika kalian menganggap ku serakah biarkan saja itukan pemikiran kalian” ujar Azka acuh tak acuh membuat yang lain hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
Bao yu sedikit merasa di rugikan disini jika Tuannya di pandang serakah oleh Zhishu ataupun yang lainnya, pasalnya dia tahu persis bagaiman sifat tuannya, Azka adalah sosok yang tidak begitu memperdulikan harta maupun penampilan, entahlah mungkin kali ini dia sedang ingin mengalihkan perhatiannya dari masalah utamanya.
“Jadi apa aku sudah jadi buronan?” lanjut Azka menanyakan kekhawatirannya.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak😊