Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Akademi Seribu Bayangan


__ADS_3

“Ingatkan aku untuk membungkam mulut pak tua itu selamanya” gumam Azka sambil menatap tajam kakek tua itu.


***


“Xu Jing kau punya masalah apa dengan kedua murid bertalenta itu!!!” bentak Tetua pertama yang tadi memarahi Xu Jing si kakek tua yang ternyata guru Formasi.


“Apa kalian percaya begitu saja dengan mereka berdua, si wanita sok misterius dan pria idiot itu, lagi pula mereka memasuki Akademi kita tanpa terluka sedikitpun dan itu artinya mereka menggunakan spirit beast yang bisa terbang” elak Xu jing.


“Kau gila!!! sebulan yang lalu aku sudah mengarahkan Elang Api untuk berjaga jaga di udara jika ada yang ingin melalui Hutan Pinus dengan terbang” sahut Tetua kedua.


“Apa!!! Elang Api tingkat Delapan yang baru di jinakkan Ketua!!” teriak Guru Xu tidak percaya jika Ketua Akademi akan melepaskan Spirit Beast tingkat tinggi nya untuk menjaga udara.


“Dan kau pasti tahu artinya itu kan?” tanya Tetua pertama.


“Ya, itu mustahil jika mereka berdua dapat melewati Hutan Pinus dengan cara menaiki Spirit Beast terbang, dan kini aku semakin percaya jika kedua orang itu telah menggunakan ilmu terlarang untuk melawan beberapa spirit beast yang di temui nya di Hutan Pinus” jawab Guru Xu yakin.


“Terserah!! kau gila, jika terjadi apa apa tanggung sendiri” sahut Tetua kedua lalu mengajak Tetua pertama untuk fokus ke arah pertandingan.


Kita kembali kepada Azka yang kini menarik Zhishu untuk bersembunyi di belakangnya lalu mengambil kembali cambuknya dari ruang dimensi.


“Istri maaf kan Zhishu, ini semua salah Zhishu” ujar Zhishu tiba tiba membuat Azka mengalihkan perhatiannya dari ketiga spirit beast tingkat 7 yang menatap mereka berdua lapar.


“Kamu ini bicara apasih, jelas jelas aku yang membawamu kesini” sahut Azka bersiap mengayunkan cambuk curah hujan miliknya.


“Kakek tua itu adalah guru Xu dan guru Xu itu teman baiknya Paman Feng” ujar Zhishu sambil meremas kuat busur di tangannya.


“Wahh ini semakin menarik, dunia ini benar benar sempit” sahut Azka yang awalnya kaget kini menjadi bersemangat untuk benar benar membungkam mulut kakek tua itu selamanya.


Hahahaha kini Azka tahu kenapa kakek tua itu terlihat mempersulit dirinya dan Zhishu.


Baiklah jika sudah begini maka Azka akan memberikan kakek tua itu kebaikan yang sedikit kejam, karna Azka telah menandai semua yang berhubungan dengan keluarga Feng adalah hama yang perlu di basmi.


“Istri maaf” ujar Zhishu dengan nada memelas.


“Tenang saja aku pernah membunuh spirit beast yang lebih kuat dari ini” sahut Azka mengingat di pernah membunuh srigala tingkat 10 di hutan kematian untuk dia jadikan makanan.


Tepat saat Azka akan mengayunkan cambuknya tiba tiba seorang kakek tua berbaju putih mendarat ketengah tengah Azka dan para spirit beast.


Kenapa author menyebutnya mendarat? karna kakek tua itu datang dengan cara terbang, apa dia bidadari? tapi bukankah bidadari itu perempuan cantik tidak kakek tua bau tanah.


Azka menatap bingung kearah kakek tua itu yang sedang melambaikan tangannya dan tiba tiba para spirit beast itu kembali kekandang mereka.


“Kakek tua kamu bisa terbang?” tanya Azka dengan penuh binar, Azka tercengang dengan kemampuan kakek tua itu yang bisa terbang layaknya superman.


‘Ah Tuan, berhenti menjatuhkan citramu!!! semua orang yang mempunyai elemen angin dapat melakukannya, Tuan saja yang malas belajar’ sahut Bao yu dari ruang dimensi yang tentunya hanya dapat di dengar Azka.


Ah sekarang Azka mengerti.


“Salam hormat Ketua Akademi” teriak para penonton sambil membungkukkan tubuh mereka.


“Bangunlah” sahut kakek tua yang tadi mendarat di tengah tengah arena.


Dengan patuh para penonton alias murid murid, para guru dan beberapa Tetua berdiri kembali.


“Jadi apa kau ingin tahu?” tanya Ketua Akademi kepada Azka.


“Tidak jadi, aku sudah tahu” jawab Azka singkat.

__ADS_1


“Secepat itu?”


“Ya, dan juga terimakasih atas bantuanmu, tapi sebenarnya aku bisa menghadapinya sendiri” ujar Azka angkuh.


“Hahahahaha lihat sikap arogan mu itu membuatku menyukaimu” sahut ketua Akademi dengan wajah sumringah.


“Hiiihh apa kakek seorang pedofil?” tanya Azka was was sambil menatap Ketua akademi sengit.


“Pedofil apa?, aku menyukai sikapmu jadi aku berencana mengangkat mu menjadi murid ku” ujar Ketua Akademi yang tidak memahami ucapan Azka, lalu menyampaikan niatnya.


“Ahhh…. tapi sayangnya aku tidak tertarik” jawab Azka acuh tak acuh.


“Ohh ayolah, untuk pertama kalinya kakek tua ini pada akhirnya mau mengangkat seorang murid namun di tolak mentah mentah, apa itu tidak terlalu kejam” rengek Ketua Akademi mencoba merayu Azka


Tawaran Ketua Akademi sontak membuat seluruh penonton kaget bukan main, bagaimana tidak Ketua Akademi yang tidak pernah mengangkat seorang murid kini sedang menerengek kepada Azka untuk di jadikan murid pertamanya.


“Tidak tidak, aku ingin mencari guru yang bisa mengajariku berpedang” sahut Azka santai sambil memasukkan kembali cambuknya kedalam ruang dimensi.


“Hahahahaha gadis sebenarnya kakek ini adalah seorang beast tamer (Pejinak Binatang) level 8 dan seseorang yang mahir dalam berpedang” ujar Ketua Akademi membanggakan diri.


“Kau yakin mahir dalam berpedang dengan tulang keroposmu itu” sahut Azka pedas membuat Ketua Akademi makin menginginkan Azka untuk menjadi muridnya.


Ketua akademi hanya diam tidak membalas ucapan pedas Azka, hal itu mampu membuat para penonton berbisik bisik tentang sikap Azka yang terlalu arogan.


“Tapi jika dilihat dari jabatanmu yang menjadi Ketua Akademi sepertinya aku tidak perlu ragu” lanjut Azka membuat Ketua Akademi yang semula diam kini wajahnya menjadi secerah matahari.


“Gadis, perkataanmu tidak bisa ditarik lagi loh” sahut Ketua Akademi senang.


“Aku tidak pernah mengingkari ucapanku, namun aku memiliki tiga syarat untuk ini” ujar Azka mencoba menawar.


“Maaf menyela Ketua Akademi, wanita licik itu pasti hanya ingin memanfaatkan Ketua saja, mohon untuk di pertimbangkan” sahut guru Xu menyela.


Tentusaja kecuali Azka dan Zhishu, Azka yang tingkat kultivasinya baru mencapai ranah emas tingkat akhir pun menahan sekuat tenaga agar tidak terduduk lemas namun dia masih sempat sempatnya menyuruh Xiao Bai membuatkan formasi pelindung untuk Zhishu.


Merasa sudah tidak kuat lagi akhirnya Azka menarik ujung hanfu ketua akademi agar menghentikan perbuatannya dan itu berhasil.


“Jadi apa syaratmu?” tanya Ketua Akademi ramah kepada Azka tanpa mengiraukan orang orang yang sedang berebut oksigen akibat ulahnya.


“Yang pertama, jika kakek ingin mengangkatku sebagai murid maka kakek harus mengangkat Zhishu juga sebagai murid mu” jawab Azka santai membuat semua orang menatapnya tidak percaya termasuk Zhishu.


Yang benar saja Ketua Akademi disuruh mengambil murid idiot si sampah kultivasi.


“Baik, lalu apa persyaratanmu selanjutnya?” tanya Ketua Akademi.


Kini para penonton benar benar tidak percaya, bagaimana bisa Ketua Akademi mengiyakan begitu saja.


“Jangan jauhkan aku dengan Zhishu” jawab Azka.


Perkataan Azka sukses membuat pipi Zhishu merona sedangkan Ketua Akademi menatap Azka lekat lekat, apa calon muridnya ini mencintai pria idiot itu.


“Ah sesuai keninginan mu, lalu” jawaban Ketua Akademi sukses membuat Zhishu ingin loncat loncat saat itu juga, namun di urungkan akibat menjaga citranya yang sebenarnya sudah hancur.


“Ketua jangan dengarkan ****** kecil itu!!!! dia pasti telah melakukan hal tidak senonoh dengan pria idiot itu hingga tidak ingin di jauhhh- Akkhhhhhh”


Ucapan guru Xu terpotong akibat tusukan aksesoris rambut berbentuk runcing yang bertengger manis di tenggorokan nya membuat guru Xu menghembuskan nafas terakhir.


Semua orang menatap Zhishu yang semula rambut putihnya di ikat tinggi menjadi tergerai indah akibat aksesoris rambutnya yang berpindah tempat ke tenggorokan guru Xu, ah salah maksudnya mendiang guru Xu.

__ADS_1


Kini semua orang beralih menatap Azka horror, ya Azka si pelaku pelemparan aksesoris rambut yang berujung maut, tidak ada yang berani memulai pembicaraan hingga.


“Itu syarat ku yang ketiga” ujar Azka dingin.


“Salam hormat murid ini kepada guru” lanjut Azka sambil membungkuk di hadapan Ketua Akademi di ikuti Zhishu yang masih ling lung.


Ketua Akademi benar benar tidak menyangka dengan keberanian Azka membunuh orang di hari pertamanya masuk Akademi dan itu adalah seorang guru formasi!!!


Yang lebih mencengangkan lagi adalah tidak ada orang yang menyadari pergerakan Azka saat akan melemparkan aksesoris rambut itu, bayangkan betapa cepat dan tangkasnya muridnya ini.


“Hahahahahahaha kau begitu berani murid ku, bangunlah” ujar Ketua Akademi di sela sela tawanya membuat para penonton menelan salivanya susah payah.


“Terimakasih atas pujiannya” sahut Azka tersenyum manis di balik cadarnya lalu kembali berdiri tegak di ikuti Zhishu.


“Apa ada yang menantang keputusan ku?” tanya Ketua Akademi dengan tatapan tajam yang menusuk.


Jika begitu siapa yang akan berani membantahnya, namun ada beberapa murid yang menatap Azka dan Zhishu tidak suka mungkin mereka adalah murid murid guru Xu yang tidak terima atas kematian gurunya.


Ah…. mungkin kedepannya hidup Azka dan Zhishu bakalan sedikit tidak tenang.


“Penjaga bawa mayat guru Xu kepada keluarganya lalu untuk Tetua pertama tolong antarkan kedua murid ku menuju kamar khusus” ujar Ketua Akademi memerintahkan beberapa Penjaga dan Tetua pertama.


“Murid ku aku harus menyebutmu bagaimana?” tanya Ketua Akademi sebelum Tetua pertama menghampiri Azka.


“Panggil saja aku Azka, dan dia Zhishu salam kenal guru” jawab Azka sambil menunjuk Zhishu di sebelahnya.


“Ah baiklah, namaku Shi Nam Jin panggil aku guru Shi, hari sudah malam sebaiknya kalian berdua beristirahat” ujar Ketua Akademi ramah.


“Baik guru Shi” jawab Azka dan Zhishu bersamaan.


“Mari” ajak Tetua pertama mempersilahkan Azka dan Zhishu namun sebelum itu Azka memanggil kucingnya terlebih dahulu.


“Tao!!!” teriak Azka di susul tabrakan kencang dari Tao yang langsung melompat ke pelukan Azka.


“Ayo” ajak Azka setelah mendapatkan kucingnya kembali.


Kepergian Azka dan Zhishu membuat kerumunan penonton itu membuyarkan dirinya untuk kembali ke asramanya masing masing.


Di perjalanan menuju kamar khusus Tetua pertama mengajak Azka dan Zhishu berbincang bincang dengan ramah.


“Perkenalkan namaku adalah Han Su Kai Tetua pertama Akademi Seribu Bayangan, kalian bisa memanggilku tetua Han” ujar Tetua Han memperkenalkan diri.


“Ah salam kenal Tetua Han” sahut Azka ramah di ikuti senyum tulus dari Zhishu.


“Besok siang kalian berdua bisa menemui Ketua Akademi ke pavilium atas awan untuk menguji bakat serta menentukan kelas” ujar Tetua Han saat Azka dan Zhishu sudah sampai di depan kamar khusus.


Jika asrama milik para murid hanya menyerupai satu kamar yang berisikan 5 ranjang untuk berbagi kamar, maka kamar khusus berupa satu pavilium yang berisikan 3 kamar dengan 3 ranjang lalu satu dapur dan ruang makan, kamar mandi sudah termasuk di dalam kamar.


“Baik tetua” ujar Azka dan Zhishu bersamaan lalu Tetua Han segera pergi meninggalkan mereka berdua untuk beristirahat.


“Aku tidak menyangka jika bangunan sebesar ini ternyata ada beberapa paviliumnya juga” sahut Tao yang sedari tadi diam.


“Yah kau benar” jawab Azka lalu mengajak Zhishu memasuki pavilium.


Sedangkan di tempat lain terdapat beberapa murid yang sedang mengobrol seperti merencanakan sesuatu.


“Ayo lenyap kan pria idiot itu terlebih dahulu”

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawand😊


__ADS_2