Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Perang!!!


__ADS_3

“Aku akan membuat mereka merasakan bagaimana rasanya jika dunia ini terbalik” jawab Azka di sertai senyum manisnya yang tidak tertutup cadar membuat Zhishu ingin mengecupnya saat ini juga.


***


Detik telah berubah menjadi menit dan menit telah berubah menjadi jam, tidak terasa hari penyambutan peperangan telah tiba.


Menurut Azka timing peperangan ini sedikit tidak pas karna di mulai pada malam hari, kalian tahu kan jika di zaman ini lampu belum ada, orang orang hanya menggunakan lilin untuk penerangan.


Untungnya sedikit banyak murid murid yang punya elemen api bersamanya, jadilah sekarang halaman di depan gerbang Akademi sudah seperti pasar malam yang terangnya minta ampun.


Malam ini semua orang sudah berada di posisi nya masing masing, Azka tampak cantik dengan balutan baju armor di tubuhnya serta pedang hitam putih yang sudah siaga berada di tangannya, ah bagaikan dewi perang yang turun dari langit untuk membantu kekacauan dunia, sayangnya wajah cantiknya itu tertutup cadar bewarna hitam yang menjuntai sampai rahangnya.


Di bagian depan tepatnya depan gerbang Akademi Azka memimpin 166 pasukan dengan 25 spirit beast bersamanya, 10 spirit beast tingkat tinggi serta 15 tambahan dari murid murid senior yang menjadi kelompoknya.


Di samping Azka terdapat Zhishu yang sudah siap dengan baju armor serta Busur panah phoenix es bersamanya, pandangan Zhishu juga tidak henti hentinya menatap wajah Azka kagum, yah meski wajah gadisnya tertutup cadar namun menurut Zhishu itu sia sia karna kecantikan Azka masih terlihat sempurna di matanya.


“Ham-hamba sudah menuruti perintah Nona” ujar seorang Penjaga gerbang yang menghampiri Azka dengan wajah sedikit gugup.


“Bagus bagaimana kabar mereka?” tanya Azka di sertai senyum mengerikan di balik cadarnya membuat orang orang di sekitarnya merasakan atmosfir yang yang sangat dingin.


“Untuk Mo Lan dia sedari tadi tidak henti hentinya mengumpat sembari berteriak teriak akan membunuh Nona, dan untuk yang lainnya mereka hanya diam dengan mulut yang berkomat kamit entah mengucapkan apa” jawab Penjaga gerbang itu membuat Zhishu yang berada di samping Azka sedikit kebingungan, sebenarnya apa yang sedang di rencanakan istrinya ini.


“Tapi Nona bukan kah tanaman rambat petir terlalu berharga jika hanya di peruntukkan mengikat para penghianat itu, ah maaf kan hamba hanya saja bukan kah lebih baik kita gunakan tamanan itu sebagai senjata agar lebih berguna” ujar Penjaga gerbang itu membuat Zhishu langsung membalik badannya melihat apa yang sudah di lakukan istrinya dengan membalik dunia.


Dan alangkah terkejutnya Zhishu mendapati keenam penghianat Akademi yang kini sedang di gantung Azka dengan posisi terbalik di atas tiang Akademi yang tinggi nya bahkan melebihi tinggi bagunan akademi membuat tubuh mereka ter ekspos dari sudut manapun.


Bahkan Azka tidak memberi kelonggaran pada Mo Lan yang notabenya adalah wanita dan tetap saja dia menggantung tubuh gadis itu dengan posisi terbalik hingga membuat hanfunya tersingkap dan terlihatlah pemandangan indah dari tubuh Mo Lan.


Tapi tenang Azka tidak sekejam itu kok, dia masih memiliki hati nurani untuk menyangkutkan beberapa helaian hanfu Mo Lan pada duri tanaman rambat yang dia pakai untuk mengikat mereka, alhasil hanfu itu hanya tersingkap sebatas lututnya saja, Azka sudah baik bukan.


“Istri benar benar menepati ucapannya yang akan membuat mereka merasakan bagaimana rasanya dunia menjadi terbalik” gumam Zhishu pelan yang tentunya tidak terdengar oleh Azka.


“Mau berapa lama lagi kamu memandangi kaki Mo Lan Ha!!” teriak Azka membuat Zhishu terlonjak kaget lalu segera membalik tubuhnya kembali.


“Istri kamu salah paham, aku tidak melihat apapun tadi mata ku sedikit kelilipan” ujar Zhishu membela diri, namun pembelaannya semakin membuat Azka ingin menjambak prianya sekarang juga.


“Kelilipan ya, baiklah makan tuh kelilipan” ujar Azka sambil meniup segenggam tanah yang baru saja dia ambil tanpa sepengetahuan Zhishu.


Dan yap berterbangan lah tanah tanah itu di hadapan Zhishu, sukses membuat mata Zhishu kelilipan stadium akhir.


“Istri kau sangat mengerikan jika sedang cemburu” sahut Zhishu sambil mengucek kasar matanya, membuat Azka tertawa keras mengejek Zhishu.


“Pstt pstt melihat Nona Azka tertawa entah kenapa aku merasa wajah di balik cadar itu adalah kecantikan mematikan bukannya buruk rupa perusak mata” bisik murid senior A yang berada di belakang Zhishu kepada teman di sebelahnya.


“Entahlah sedari awal aku juga merasa begitu, namun aku termakan omongan Fang Yin dan Fang Lian yang mengatakan kalau Nona Azka adalah itik buruk rupa karna itu dia menutup wajahnya” sahut murid B yang dia ajak bicara murid A sembari berbisik juga.


“Jika benar wajah di balik cadar itu adalah kecantikan betapa beruntungnya Zhishu bisa bertunangan dengan Nona Azka, bayangkan bukan hanya cantik Nona Azka juga pandai bela diri dan berpedang dengan tingkat kultivasi yang masih di bawah standar, lalu jangan lupakan otak jeniusnya” sahut murid C yang ikut ikutan nimbrung.

__ADS_1


“Aku berani bertaruh jika wajah Nona Azka yang sebenarnya adalah kecantikan yang sempurna, oh ayolah lihat saja mata elang dengan tatapan tajam yang terasa menenggelamkan itu, bahkan alis Nona Azka seakan akan di ukir secara khusus oleh sang pencipta” sahut murid A yang di angguki murid B dan murid C.


Zhishu, sesorang yang sedari tadi merasa panas dalam akibat mendengar gosipan ketiga murid Akademi di belakangnya menahan keinginannya untuk menendang murid murid itu sampai ke akhirat.


Berani sekali membicarakan wajah cantik istrinya.


“Ehem ehem” deheman sok cool Penjaga gerbang sukses membuat murid murid itu terdiam serta Azka yang teringat tentang usulan Penjaga gerbang itu.


“Tanaman rambat petir itu susah di hancurkan, dan juga jika para penghianat itu mencoba memberontak maka tanaman rambat itu akan menyengat kulitnya, ah rasanya pasti sangat sakit, maka dari itu aku berbaik hati mengikat mereka menggunakan tanaman berharga itu” sahut Azka sambil membayangkan Mo Lan atau yang lainnya berteriak kesakitan dan itu sangat menyenangkan menurut Azka.


Glekk….


‘Baik dari mananya? oh ayo lah Nona ini kenapa bisa terlihat semenakutkan itu, beruntung aku berada di pihaknya jika tidak entah bencana apa yang akan menimpaku’ batin Penjaga gerbang menelan air salivanya susah payah.


“Lagi pula aku punya banyak tanaman seperti itu, apa kamu mau satu?” tanya Azka membuat Penjaga itu langsung menggelengkan kepalanya lalu pamit pergi meninggalkan kelompok Azka.


Kini Azka hanya menghembuskan nafasnya pasrah menunggu peperangan akan datang, dia sendiri benar benar tidak menyangaka akan berperang sungguhan dengan keadaan tidak ada CCTV, walkie talkie, alat peledak, senapan laras panjang, atau minimal granat lah, ini dia benar benar berperang manual menggunakan pedang dan anak panah saja T_T.


“Apa masih sakit?” tanya Azka sembari membantu meniup pelan kelopak mata Zhishu yang kini memerah akibat terlalu keras saat mengucek.


“Tenang saja ini tidak sesakit hati Zhishu saat melihat istri salah paham” jawab Zhishu membuat Azka langsung menjitak sayang kepala Zhishu.


“Masih sempat sempatnya membual, dasar penggoda wanita ulung” ujar Azka sambil meniup tangannya yang sedikit panas akibat menjitak kepala Zhishu sedikit keras.


“Zhishu bukan penggoda wanita, tapi Zhishu hanya menggoda calon istri Zhishu” ujar Zhishu dengan wajah memelas mengelus kepalanya membuat perut Azka mual.


Sedangkan para pasukan Azka di belakang benar benar merasa menjadi obat nyamuk melihat keromantisan dua insan di depannya ini yang sialnya tidak tahu tempat kapan harus bermesraan.


‘Bunda bersiap lah pasukan Jendral sudah hampir sampai’ ujar Xiao Bai yang tiba tiba mentelepati Azka membuat Azka langsung memerintah Bao Yu agar segera membuat ilusi dan juga langsung menyuruh para pasukannya untuk siaga.


“Zhishu matamu bagaimana?” tanya Azka khawatir dengan tingkahnya sendiri.


“Hanya kelilipan tidak akan membuat mata Zhishu buta, jangan khawatir” jawab Zhishu sembari menyiapkan panahannya.


Benar saja tidak lama setelah itu terlihat beberapa cahaya obor serta di susul ratusan prajurit yang menggunakan baju armor, beberapa di antaranya menunggangi kuda dan ada juga yang menunggangi spirit beast mereka, jika di lihat mungkin hanya spirit beast level rendah dengan tingkatan 3 sampai 4.


Langsung saja para pasukan yang di pimpin Azka segera bersiap, ada yang juga menaiki spirit beast mereka ada yang mulai mengasah pedangnya bahkan ada juga yang mengisi perutnya agar nanti tidak kelaparan saat menyerang.


Azka sendiri tidak bersama Tao, karna Tao dia suruh untuk mengawasi Qi Xuan dan juga membantunya, siapa tahu tiba tiba dia nyeleneh gak jelas atau lebih parah ingin gantung diri setelah melihat banyaknya pasukan Jendral Fang.


Kita beralih pada Bao Yu yang sekarang sudah menyelesaikan ilusi buatannya sehingga banyak pasukan Jendral Fang yang sudah mulai terjatuh ke dalam parit dengan keadaan masih belum sadar apa yang menimpa mereka.


Bao Yu sendiri melakukan tugasnya tanpa ada satupun yang mengetahui keberadaannya, Bao Yu telah merubah wujudnya menjadi rubah yang ukuranya sangat kecil, mungkin hanya akan terlihat seperti bulu ayam yang berterbangan karna saking kecilnya wujud Bao Yu.


“Nona tebakanmu benar, yang menyerang dari arah depan hanya seperempat pasukan saja dan yang lainnya bisa di pastikan akan menyerang dari arah lain beruntung kita sudah membagi kelompok” ujar salah satu murid yang berada di atas tubuh laba laba hitam.


“Parit parit itu mungkin hanya akan bertahan setengah jam, cepat suruh orang orang yang mempunya elemen api untuk segera membakar mereka” perintah Azka dengan nada tegasnya layaknya Komandan Tentara.

__ADS_1


“Baik Nona” jawab salah satu murid dengan patuh lalu mulai melaksanakan perintah sesuai arahan yang di katakana Azka sebelumnya.


Di tempat lain, kelompok Ketua Akademi serta yang lainnya juga melaksanakan tugas mereka dengan baik sesuai rencana.


Tepat 28 menit berlalu teriakan kesakitan serta bau daging gosong langsung menyeruak memasuki indra penciuman semua orang, demi keselamatan si pembakar Azka sengaja memajukan waktu pembakaran 2 menit sebelum ilusi yang di buat Bao Yu menghilang.


Dan gotcha!!!, ini sedikit melebihi ekspektasi Azka karna lebih dari setengah pasukan Jendral Fang telah terjatuh kedalam parit buatan Tao dan teman temannya, jika di hitung kini mungkin tinggal 4000 an lebih pasukan Jendral Fang yang tersisa.


“Bajing*n siapa yang telah membocorkan rencanaku!!!” teriak Jendral Fang yang berada di barisan paling belakang lalu segera menyuruh pasukannya untuk menyerang Akademi seribu bayangan.


“Serang!!!!”


Kini pertumpahan darah sudah tidak bisa terelakkan lagi, dengan cepat Azka menyebetkan pedang nya kekiri kekanan untuk menebas kepala kepala lawannya serta menusuk tepat ke jantung para prajurit yang tingkatannya masih di bawah Azka.


Sedangkan Zhishu dia yang menjadi petarung jarak jauh dengan cekatan memuntahkan puluhan anak panah hingga membuat beberapa pasukan Jendral Fang mati membeku, tidak berhenti di situ diam diam Zhishu memperkuat formasi yang di buat Xiao Bai untuk melindungi sang gadis agar tidak terluka.


Di tempat lain tepatnya di belakang gedung Akademi, Ketua Akademi sedang berhadapan dengan Mentri Pangan yang ternyata juga ikut berperang, dan lebih parahnya lagi Mentri Pangan melihat pemandangan indah cucu perempuannya yang sedang bergelantungan bebas dengan tubuh terbalik di atas tiang tinggi Akademi, ah dan jangan lupakan beberapa kilatan petir yang menyengat tubuh cucunya saat cucunya itu mencoba memberontak mencari bantuan.


“Oyy Mo Nan, tulang tua mu itu sangat tidak pantas untuk di ajak berperang seperti anak muda” sahut Ketua Akademi mencoba memancing emosi Mentri Pangan Mo Nan kakek dari Mo Lan.


“Diam kau Ketua sialan!!! kau apakan cucuku ha!!” teriak Mentri Pangan sembari terus terusan menebas menusuk mencoba menyerang Ketua Akademi tepat di titik titik vital namun berhasil di hindari oleh Ketua Akademi.


“Ah Mo Lan aku hanya membuatnya terbang bebas di angkasa, bukan kah itu menyenangkan” sahut Ketua Akademi lalu mulai menyabet perut Mentri Pangan yang kelihangan fokusnya karana teriakan Mo Lan.


Salah satu tujuan Azka tidak membungkam mulut para penghianat itu agar teriakan mereka mampu mengalihkan fokus keluarganya yang sedang ikut andil dalam peperangan.


Dan berhasil!!!


Lalu di bagian samping Akademi Qi Xuan dengan lincah melawan pasukan Jendral Fang yang di pimpin oleh tangan kanan si Jendral Fang, Tian Mu ayah dari Tian Ba, dan yah Tian Mu tidak henti hentinya memaki Qi Xuan saat melihat tubuh anaknya yang bergelantungan bebas di udara dengan mulut yang tidak henti hentinya berkomat kamit menyebut nyebut nama ayahnya agar segera membebaskannya.


Sayangnya sang ayah mengira anaknya sedang memakinya yang telah melibatkannya dengan rencana Jendral membuat Tian Mu sendiri berhenti melihat ke arah anaknya karna takut kena semprot anaknya.


Ini nih ciri ciri ayah ayah takut anak.


Sebenarnya Tian Ba hanyalah anak anak dengan jiwa bebas tanpa kekangan orang tua, namun saat Tian Ba berkata pada ayahnya tentang perasaan sukanya pada Fang Yin membuat otak licik sang ayah keluar untuk melibatkan anaknya kedalam rencan Jendral Fang agar dia dapat naik jabatan, dan sang anak mau saja karna di kasih iming iming bisa berdekatan dengan Fang Yin.


Kita kembali kepada Azka yang kini telah dekat dengan posisi Jendral Fang yang tingkat kultivasinya jauh di atas Azka.


“Hai Jendral kolot kita bertemu lagi” sapa Azka sembari mengganti pedangnya yang sudah patah dengan cambuk curah hujan, akibat sudah terlalu banyak menggelindingkan kepala orang membuat pedang itu sedikit terkoyak dan akhirnya patah.


“Beraninya kau memanggilku kolot!!!” teriak Jendral Fang lalu tanpa di duga melemparkan belati perak tepat ke leher Azka yang sedang mengayunkan cambuknya ke arah prajurit yang mencoba menghalanginya untuk sampai ke tempat Jendral Fang.


“Istri awass!!!!”


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawand😊.

__ADS_1


__ADS_2