
Seketika sepupu nya Zhishu mengangguk antusias membuat seluruh keluarga Feng mengeram marah.
“Akan aku bunuh anak sialan itu!!!” ucap Tetua keluarga Feng sambil mencengkram pendangnya.
***
Perjalanan dari Desa perbatasan hutan kematian menuju ibukota kira kira memerlukan waktu 7 jam jika menggunakan kereta tanpa istirahat, sedangkah Azka sudah 5 jam lamanya berdiam diri di kereta bersama Zhishu.
Suasana di kereta benar benar sepi bahkan Tao hanya diam dan fokus menjadi kusir.
Zhishu? laki laki itu sudah tertidur 3 jam yang lalu.
Azka berencana mengembalikan zhishu kepada keluarganya lagi pula azka berniat berpetualang mencari lembah kehidupan tidak mungkin kan dia membawa Zhishu bersamanya, jadi jalan terbaik adalah mengembalikan nya kepada keluarganya.
“Ugnhh, apa sudah sampai?” tanya Zhishu sedikit serak khas orang bangun tidur.
“2 jam lagi kita akan sampai” jawab Azka singkat.
“Istri, kita akan kemana?” tanya Zhishu polos.
“Dari tadi kau kemana? kenapa sekarang baru tanya? kalau seandainya aku membawamu keakhirat bagaimana ha? apa kau tidak takut?” tanya Azka beruntun.
“Kenapa Zhishu harus takut? kan Zhishu pernah berkata akan mengikuti istri kemanapun istri pergi” jawab Zhishu sambil memiringkan kepalanya.
Ah… imutnya Azka yakin wajah dibalik topeng itu tidaklah buruk melainkan sebaliknya.
“Pokoknya lain kali kau harus waspada, bagaimana kalau ada orang jahat yang akan memanfaatkan mu atau menculik mu atau berencana membunuhmu” nasihat Azka panjang lebar.
“Itu tidak mungkin terjadi, kan ada istri yang selalu melindungi Zhishu” ujar zhishu sambil memegang tangan azka.
Tao yang sedari tadi mendengar percakapan di dalam kereta berfikir kalau hari ini Nonanya sedikit banyak bicara, apa ini karna Zhishu? entahlah yang penting Tao merasa senang karna Nonanya tidak sedingin biasanya.
“Zhishu sebenarnya kau itu siapa?” tanya Azka tiba tiba melenceng dari pembahasan.
“Zhishu ya Zhishu, suami nya istri” jawab Zhishu lalu tersenyum lebar namun sayang hanya terlihat setengah.
__ADS_1
“Sudahlah aku terlalu banyak berfikir” ujar Azka lalu melepaskan tangannya dari pegangan Zhishu.
“Kamu tinggal dimana?” lanjut Azka.
“Di kediaman Mentri Kiri, apa istri benar benar akan membawa Zhishu pulang? apa Zhishu tidak boleh mengikuti istri saja? bagaimana kalau nanti bibi Feng mengikat Zhishu lalu memukuli Zhishu lagi? paman juga sepertinya sangat membenci Zhishu, Zhishu takut jika Zhishu pulang paman akan mencambuk Zhishu, Zhishu ikut istri saja ya? boleh kan? ” tanya Zhishu beruntun.
Azka hanya diam saja tidak menjawab membuat Zhishu ikut terdiam memandangi Azka yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
‘Sebenarnya sekeras apa kehidupan yang kau alami di kediaman Mentri Kiri sampai membuatmu seperti ini’ batin Azka.
‘Ibunda apa tidak sebaiknya kita membawa paman Zhishu, sebenarnya Xiao Bai sedikit kesal dengan paman Zhishu karna sudah mengaku ngaku jadi ayah Xiao Bai, tapi Xiao Bai lebih tidak ingin menunggalkan paman Zhishu’ ujar Xiao Bai mencoba membatin Azka.
‘Entahlah’ sahut Azka singkat lalu mematikan komunikasinya dengan Xiao Bai.
Bao Yu sendiri sedari tadi hanya diam, sebenarnya sifat Bao Yu sangat terbalik dengan Xiao Bai, Xiao Bai anak yang sedikit hyperaktif, banyak bicara, riang, mudah bergaul, hanya saja bocah itu punya sedikit kekurangan dengan sifat iblis kecil, penindas orang yang levelnya masih dibawahnya, contoh Tao.
Sedangkan Bao Yu sifatnya sedikit tertutup, dia hanya banyak bicara dengan orang tertentu, agak tidak berperasaan alias acuh pada orang yang menurutnya tidak penting yaa 11 12 lah sama Azka, oh iya dan jangan lupakan sifat sombongnya yang melebihi Azka, bocah itu benar benar narsis.
🐣🐣🐣
“Zhishu, apa kau percaya padaku?” tanya Azka sambil mengangkat dagu Zhishu.
“Apa istri serius ingin meninggalkan Zhishu?” tanya Zhishu kembali dengan raut muka ingin menangis.
Azka tidak menjawab dia hanya tersenyum di balik selendangnya lalu menggandeng Zhishu menuju kediaman Mentri Kiri.
“Aku ingin bertemu Mentri Kiri” ujar Azka acuh kepada penjaga gerbang.
Penjaga itu sedikit kaget dengan suara milik Azka, dia kira Azka laki laki penjaga itu pun beralih melihat Zhishu yang sedang tertunduk pun menyunggingkan senyumnya lalu menyuruh rekannya untuk memberitahukan kedatangan Azka serta Zhishu.
“Silahkan tunggu sebentar Nona Muda” ujar penjaga gerbang itu.
Tidak lama kemudian rekan penjaga itu kembali lalu mengawal Azka serta Zhishu menuju aula kediaman Mentri Kiri sesampainya disana Azka langsung di sambut dengan pedang yang mengarah tepat ke dada kanan Zhishu segera Azka menghentikan pedang itu menggunakan sulur tanaman rambat elemen tumbuhan miliknya, sepertinya keluarga ini ingin membunuh Zhishu secara perlahan.
Di dalam aula terdapat 3 kakek tua dan 2 nenek nenek mereka adalah para Tetua di kediaman ini, lalu ada Mentri Kiri serta Nyonya Feng, di sebelah Nyonya Feng ada 2 pria seumuran dengan Zhishu, salah satu di antara mereka terlihat cacat pasti itu sepupu Zhishu yang di habisi Azka sebelumnya lalu satu gadis yang kira kira lebih muda 1 tahun dari Azka.
__ADS_1
“Beraninya kau menghalangi pedangku!!!!” teriak pria paruh baya pelaku lempar pedang yang di yakini Azka adalah Mentri Kiri alias paman Zhishu.
Azka hanya tersenyum di balik selendangnya lalu membakar pedang itu menjadi abu menggunakan api murninya.
“Ya Dewa!!, itu adalah bakat ganda tidak salah lagi itu api murni!!! mohon maafkan mulut anak hamba yang keterlaluan Master” teriak salah satu kakek tua lalu membungkuk di hadapan Azka di ikuti Tetua yang lainnya.
Sedangkan Mentri Kiri serta Nyonya Feng hanya menganga melihat Azka.
Sepupu Zhishu yang cacat sudah gemeteran semenjak Azka memasuki aula di tambah Azka menghanguskan pedang ayahnya mungkin sekarang dia ingin kencing di celana.
Bagaimana tidak pedang Mentri Feng merupakan pedang api yang di murnikan selama 1000 tahun menggunakan inti api gunung merapi namun Azka bisa menghanguskannya dengan mudah bukankah itu monster.
“Ada apa gerangan master hebat mengunjungi kediaman kumuh Mentri ini?” tanya Mentri Kiri hati hati dia sudah melupakan keberadaan Zhishu.
“Hahahaha keluarga ini benar benar tidak sopan, bukankah kalian seharusnya menyuruhku duduk terlebih dahulu” ujar Azka dingin mengejek keluarga Feng.
Keluarga Feng sebenarnya merasa geram harga diri mereka seketika anjlok ditambah yang melakukan hal ini kepada mereka ternyata seorang perempuan, ingin rasanya mereka menghabisi Azka namun mereka sadar kalau kemampuan Azka berada di atasnya.
Awalnya mereka meremehkan Azka karna tingkat kultivasinya masih berada di tingkat emas sedangkan keluarga mereka rata rata berada di tingkat berlian sampai Kristal, namun melihat Azka bisa menghanguskan pedang Mentri Kiri dengan mudah membuat nyali mereka menciut.
Buru buru salah satu Tetua Keluarga Feng mempersilahkan Azka duduk namun mengabaikan keberadaan Zhishu, mereka fikir setelah urusan mereka dengan Azka selesai mereka bisa melanjutkan menghabisi Zhishu setelah ini.
Hanya saja mereka tidak tahu niat Azka yang sebenarnya.
.
.
.
.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪
__ADS_1