Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
130 Sikap Aneh


__ADS_3

“Belajar membaca!!” teriak Azka dengan nada ketus membuat Xiao Bai tertawa menyedihkan.


“Xiao Bai harap ibunda segera mengingatnya”


***


“Astaga!! jalan masuk Ruang Dimensi sudah di tutup” gumam Xiao Bai sambil menjambak rambut kecilnya.


Yah dia baru ingat kalau hanya dia yang saat ini berada di luar Ruang Dimensi, dan lagi tadi setlah Bao Yu masuk Azka menutup aksesnya.


Dengan cepat Xiao Bai merubah wujudnya menjadi ular kecil lalu segera mengikuti langkah Azka sebelum tertinggal cukup jauh.


Sedangkan Azka sendiri kini hanya bolak balik di depan pintu aula sampai membuat penjaga di sana bingung dengan sendirinya namun enggan menegur.


Yah … mereka tidak ingin nasibnya sama dengan Putri Zhang Ru Yi yang saat ini tengah menjalankan hukuman 100 cambukan.


“Nona Azka!!”


Gubrakk …


“Haiss … ngagetin tau gak!!” maki Azka pada Zhao yang tiba tiba muncul bersama beberapa rombongannya.


“Ma- maaf” ujar Zhao gugup sampai mengeluarkan keringat dingin membuat Azka tersentak kaget.


“Yyaa … aku hanya jatuh bukan mati, kenapa kamu sampai berkeringat gitu?” tanya Azka sambil mengibas ngibaskan hanfunya yang kotor terkena tanah.


“Biar aku bantu” sela Yanran lalu berlari mendekati Azka membuat Azka sontak berteriak.


“Stooppp!!” teriak Azka sambil menyodorkan tangannya.


“Ini … sebenarnya apa yang aku lewatkan?” tanya Azka sambil menatap rombongannya yang tengah memalingkan wajahnya dengan perasaan takut.


Bahkan Ketua Akademi dan para Tetua yang sebelumnya merundungnya, ikut ikutan seperti yang lain.


“Ah Guru … bisa beri aku bocoran sedikit, kenapa mereka bersikap seperti ini?” tanya Azka sambil menarik narik lengan hanfu Guru Hwang yang kini tak kalah berkeringat dingin.


‘Xiao Bai fikir paman Haechan telah melakukan sesuatu pada mereka saat ibunda tidak ada’ sahut Xiao Bai yang tiba tiba berbicara lewat telepati dengan Azka.


“Ah iya, Haechan sialan itu” gumam Azka sambil melihat kearah pergelangan tangannya yang kini sudah ada ular kecil Xiao Bai yang melilitnya.


“Apa Haechan bilang sesuatu? iya benar ini pasti ulah si sialan itu” maki Azka lalu menggulung lengan hanfunya membuat Guru Hwang bersiap menahan tangan muridnya.

__ADS_1


“No- Nona Pemimpin mau kemana?” tanya Guru Hwang gugup membuat Azka langsung menghentikan aktivitasnya.


“Nona pemimpin?” tanya Azka dengan ekspresi terkejut yang sangat kentara.


“Be- benar” jawab Guru Hwang gugup membuat Azka membuang nafasnya kasar.


“Jangan memanggilku seperti itu!!!” teriak Azka membuat semua orang semakin di buat gemetaran.


“Haiss … Ketua Shen tolonglah suruh mereka agar tidak seperti ini, aku hanya murid biasa yang sedang sial karna bertemu Haechan sebelumnya” rengek Azka membuat Ketua Akademi menunduk.


Oh ayolah, di perlakukan seperti itu membuat Azka benar benar kesal.


“Aihh terserah!! Guru Yao!!” teriak Azka membuat semua orang menyingkir menyisahkan Guru Yao yang tengah gemetaran di tengah tengah.


“Sa- saya Nona” ujar Guru Yao sambil mengacungkan tangannya dengan perlahan.


“Panggil Azka saja” sahut Azka lalu segera menyeret Guru Yao membuat semua orang menahan nafas merasa kasihan dengan Guru muda itu.


“Oh tidak … Nona Azka memegang tangan Guru Yao, apa Tuan Pemimpin akan murka?” tanya Zhao dengan logat lebaynya membuat suasana semakin runyam.


“Cih gadis itu benar benar mempersulit Guru di Akademi kita” ujar Tetua Gu sinis membuat Ketua Akademi sontak memelototinya.


“Lebih baik jaga bicaramu jika ingin berumur panjang” sahut Ketua Akademi sinis lalu segera beranjak pergi di ikuti rombongan yang lain.


Yah … akibat ulah Putri Zhang Yu Ri Kaisar Zhang benar benar marah hingga menghukum cambuk putri satu satunya itu, tidak berhenti di situ Kaisar Zhang bahkan berencana meminta maaf secara langsung kepada Azka.


Hal itu di dukung oleh para Pengeran dan juga Permaisuri, mereka benar benar tidak ingin kehilangan hubungan dekat dengan Pemimpin Dataran yang menurut mereka sangat bijaksana.


Apa lagi sekarang karna bertemu dengan Azka, Rombongan Akademi semakin di buat ketakutan, mereka takut jika saja mereka membuat sebuah kesalahan yang tidak di sengaja, hingga membuat Azka marah dan berakhir Haechan lah yang akan turun tangan.


Namun hal itu semakin membuat Tetua Gu membenci Azka.


Bagaimana bisa ada seseorang yang seberuntung itu hingga di perebutkan pria berkedudukan tinggi.


Sangat membuat iri bukan.


Entah lah, namun Azka malah menganggap hal itu sebuah kemalangan, Azka tidak ingin memiliki kehidupan yang rumit, dia juga tidak ingin di kenal banyak orang.


Kehidupan sebelumnya sudah cukup membuatnya terkenal saat menjadi buronan, jadi sekarang dia tidak ingin mengulanginya, lebih baik hidup di tengah hutan yang menurutnya penuh kedamaian, daripada hidup di tengah tengah banyak orang dengan berbagai emosi yang pastinya membuat sesak, namun lagi lagi takdir belum mengizinkan.


Dia harus kembali kezamannya demi Hyunjin, namun sepertinya jalan kembalinya sedikit rumit hingga membuatnya harus berkelana kesana kemari sampai membuat dirinya di kenal banyak orang.

__ADS_1


Apalagi jika dulunya dia masih bisa menyembunyikan wajah, kini akibat Kerajaan Iblis yang megincarnya dia harus membukanya.


“Guru aku punya sesuatu yang harus di diskusikan dengan Guru” ujar Azka yang telah sukses membawa Guru Yao ke paviliumnya untuk melakukan misi pembelajaran Membaca untuk pemula.


“No- Nona ada perlu apa?” tanya Guru Yao yang kini kembali menyeka keringat dingin yang terus mengalir dari dahinya.


“Panggil Azka saja” sahut Azka sambil menunjukkan buku asal yang baru saja dia curi dari perpustakaan kerajaan sebelum kesini.


“Kenapa Nona memberi saya buku tentang kehamilan?” tanya Guru Yao membuat Azka melotot.


“Ha!!! apa ini artinya Nona Azka sedang mengandung!! apa itu anak tunangan Nona? atau Tuan Pemimpin?” tanya Guru Yao panik membuat Azka tak kalah panik untuk segera menutup mulut Gurunya itu.


Oh My Ghost!! dia salah ambil buku!!


“Aduhh … Guru salah paham, aku dengan Zhishu belum sampai ke tahap sana, dan lagi Haechan? wahh … jangankan bersentuhan, melihat wajahnya saja sudah membuat emosiku memuncak” ujar Azka yang terus terusan membungkam mulut Guru Yao, namun kini dia mulai melepaskannya dengan perlahan setelah melihat terdiamnya Gurunya itu.


“Jika begitu, maka Nona seharusnya Mencari Guru Ling untuk memeriksa kandungan” ujar Guru Yao membuat Azka sontak menepuk dahi kasar.


“Guru tolong jangan salah paham” sahut Azka sambil beranjak dari duduknya membuat Guru Yao ikutan berdiri.


“Tidak tidak, Nona tidak perlu sungkan anak siapapun itu saya akan merahasiakannya demi kebaikan Nona” selah Guru Yao lalu segera berlari keluar membuat Azka panik dan reflek membekukan pintu Pavilium membuat langkah Guru Yao terhenti.


“No- Nona, bu- bukannya ele-men kamu adalah tan- tanaman?” tanya Guru Yao dengan tangan gemetaran menunjuk kearah pintu yang membeku.


“Err … itu aku memiliki keduanya” jawab Azka membuat Guru Yao mematung.


Sesuai pemikirannya, Azka benar benar tidak sesederhana kelihatannya.


Yah … Guru Yao sudah mulai curiga saat Azka mampu memecahkan Formasi yang di buat Guru Hwang, lalu melihat pakaian, gaya bicara, serta sikapnya, apa lagi dia memiliki banyak barang berharga semakin membuat Guru Yao curiga namun enggan berfikiran buruk.


Di tambah lagi setelah mendengar pernyataan Haechan Guru Yao benar benar mengenggap Azka istimewa hingga mampu memikat hati seorang Pemimpin sebuah Dataran.


Dan yah, punya Elemen ganda benar benar menunjukkan kalau Azka tidak sesederhana kelihatannya.


“Anu … Guru sebenarnya, aku tidak seperti itu, ini … aishhh gimana ya ngomongnya” ujar Azka bingung saat mendapati Guru Yao yang terdiam di tempatnya.


Mau bagaimana lagi, elemen Guru Yao adalah Tanaman, jadi dia tidak bisa mencairkan pintu beku di depannya.


“Dia tidak bisa membaca”


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2