Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
7 Zhishu


__ADS_3

Azka dengan cekatan menaiki punggung Tao lalu melanjutkan perjalanannya menuju desa.


***


Dengan adanya Tao bersama Azka mampu membuat spirit beast maupun binatang legenda tidak berani mendekat, jadi Azka benar benar memanfaatkan keadaan untuk membabat habis tanaman herbal lalu melemparkan asal ke dalam ruang dimensi, Tao semakin kagum dengan Tuannya yang mempunyai ruang dimensi, awalnya Tao mengira Azka punya cincin ruang namun jika di perhatikan lagi di kesepuluh jari Azka tidak ada cincin jadi Tao yakin kalau itu adalah ruang dimensi.


Sedangkan di dalam ruang dimensi Bao Yu dan Xiao Bai benar benar kewalahan dengan tingkah Tuannya yang melempar banyak tanaman herbal, sepertinya mereka berdua butuh tenaga bantuan untuk menanam ulang herbal herbal langka ini.


“Tuan bisakah kau berhenti melemparkan tanaman herbal ini, aku dan Xiao Bai benar benar kewalahan” protes Bao Yu dengan nafas tersenggal senggal.


“Benar ibunda, buat apa sih herbal banyak banyak kan disini juga ada” sahut Xiao Bai lalu meneguk air kolam yang sebenarnya adalah air surgawi namun Azka tidak tahu.


“Tidak bisa!! sekarang kita ini miskin, aku hanya punya beberapa kartu yang mungkin tidak berguna di dunia ini, uang cash ku sudah aku berikan ke nenek penjual gelang semuanya jadi kita perlu banyak tanaman herbal untuk membuat pil” ujar Azka panjang lebar.


“Tuan bicara dengan siapa?” tanya Tao yang tidak mengerti arah pembicaraan Tuannya.


“Dengan anak anak ku” jawab Azka enteng yang membuat fikiran Tao traveling kemana mana.


“Tuan sebenarnya kita ini kaya, kita punya banyak koin emas, emas batangan maupun batu spiritual di lantai 4” ujar Bao Yu sedikit pelan takut dengan temperamen Tuannya.


“Apa kau bilang keluar kau Bao Yu!!!!” teriak Azka geram kenapa tidak bilang dari tadi coba.


“Ampun Tuan!!! Tuan tidak bertanya makanya aku gak ngasih tau” rengek Bao Yu membuat Xiao Bai terkekeh geli.


“Mampus kau kak” ledek Xiao Bai.


Tanpa basa basi Azka langsung menarik Bao Yu dari ruang dimensi lalu menjewer telinganya.


“Ampun Tuan, aku benar benar lupa memberitahu Tuan tentang koin koin itu, ku kira Tuan sudah tau” rengek Bao Yu mencoba membela diri sendiri.


“Kau kan tahu aku terlalu malas berkeliling istana” ujar Azka melepaskan jewerannya di telinga Bao Yu.


Sedangkan di ruang dimensi Xiao Bai sudah sakit perut karna terlalu banyak tertawa.


“Salam hormat yang rendah ini terhadap yang mulia rubah berekor Sembilan” sahut Tao tiba tiba lalu bersujud di hadapan Azka dan Bao Yu.


Seketika perdebatan Azka dan Bao Yu terhenti begitu pula tawa Xiao Bai.

__ADS_1


“Aku tidak menyangka ternyata kau seterkenal itu Bao Yu, bahkan Tao bisa mengenali wujud manusia mu” ujar Azka sontak Bao Yu membusungkan dadanya bangga.


“Dan kau Tao tidak usah merendah, Bao Yu itu teman mu, ada lagi Xiao Bai di dalam ruang dimensi nanti akan aku perkenalkan” lanjut Azka.


“Terimakasih Tuan” ujar Tao ternyata anak anak yang di maksud tuannya adalah binatang ilahi.


“En, di depan sana sudah lapisan ke 3 Bao Yu kembalilah, dan kau Tao kecilkan tubuhmu biar aku bisa menggendongmu” ujar Azka.


“Baik Tuan” jawab Tao lalu mengecil seukuran kucing dewasa.


“Tuan aku juga ingin di gendong” rengek Bao Yu sambil mengayun ayunkan kedua tangan Azka.


“Aku gak mau jadi perhatian warga nantinya kalau aku bawa rubah berekor Sembilan” ujar Azka lalu menggedong Tao, sedangkan Tao tertegun pertama kali melihat binatang ilahi merengek.


Dan pada akhirnya Bao Yu mengalah untuk masuk kedalam ruang dimensi, sedangkan Azka dan Tao melanjutan perjalanan, Azka sudah tidak mengambil tanaman herbal lagi karna sudah kaya. di jalan Azka bertemu dengan beberapa kultivator dan alchemist ada yang sedang mencari tanaman herbal ada yang sedang bertarung dengan spirit beast namun Azka tidak menghiraukan kegiatan mereka bahkan dia tidak ada niatan buat membantu.


Seharusnya Azka di curigai karna keluar dari arah lapisan ke empat dalam keadaan selamat, namun berkat aktingnya yang berkata kalau dia tidak masuk ke lapisan ke empat melainkan tertidur di ujung lapisan ke tiga, karna hari masih pagi jadi orang orang percaya begitu saja,


Sesampainya di pintu masuk desa Azka melepaskan jubahnya agar tidak menjadi pusat perhatian, sekarang terpampanglah wajah cantik azka yang polos tanpa riasan wajah karna memang tidak punya, rambutnya yang bewarna hitam panjang dia kucir kuda begitu saja tanpa perhiasan atau sekedar jepit rambut.


“Tuan hamba kira anda laki laki” ujar Tao di gendongan Azka, meskipun Azka memakai hanfu laki laki namun mata Tao masih jernih untuk membedakan mana laki laki dan perempuan.


“Kenapa? sekarang kau menyesal jadi binatang kontrak ku?” tanya Azka di sertai tatapan tajam nya.


“Hahahaha tentu saja tidak, kalau anda wanita kan hamba bisa memanggil dengan sebutan Nona” jawab Tao sambil tertawa garing.


“Tidak perlu, aku tidak pernah mempermasalahkan nama panggilan kau bisa memanggilku sesukamu asalkan tidak aneh aneh, dan perkenalkan namaku adalah Jovanka Azkiya biasa di panggil Azka” ujar Azka memperkenalkan diri.


“Baik Nona Azka, tapi Nona sekedar saran gunakan cadar atau apapun untuk menutupi separuh wajah anda atau kita akan mendapat banyak lamaran nantinya karna kecantikan milik anda” ujar Tao masih mengagumi kecantikan Azka.


“Kau terlalu berlebihan namun aku akan menggunakan saranmu” ujar Azka lalu mengambil selendang bewarna hitam di ruang dimensinya karna tidak ada cadar.


“Oh iya satu lagi, jangan terlalu formal jika berbicara dengan ku lagi pula kita adalah teman yang nantinya anak ku akan memanggilmu paman” lanjut Azka lalu menggunakan selendang untuk menutupi area hidung sampai dagu lalu mengikatnya kebelakang.


“Baik tuan” jawab Tao senang, dalam hati dia merasa hangat karna tuannya menganggapnya teman.


Setelah menggunakan selendang Azka melanjutkan perjalanannya menuju pasar untuk sekedar membeli cadar juga beberapa daging serta beberapa sayuran untuk persediaan karna semua persediaan daging buruan Azka sudah habis, setelah itu Azka mencari penginapan.

__ADS_1


Di perjalanan Azka melihat kerumunan sekitar 7 orang menggunakan baju pengawal yang sedang mengolok ngolok entah apa di tengah tengah, karna penasaran akhirnya Azka naik ke atas atap rumah orang melihat benda apa yang sedang di olok olok orang orang itu.


“Dasar monster berwajah jelek, ini balasanya karna kau berani menggoda kakak ku” teriak bocah laki laki kira kira berusia 13 tahun, kalau di lihat dari pakaian nya sepertinya dia dari golongan bangsawan, di sebelahya terdapat wanita cantik tapi masih cantikan azka kira kira umurnya sebaya dengan azka atau lebih tua di juga memakai baju mewah serta riasan agak tebal.


“Betul itu, sudah jelek, idiot berani beraninya menggoda Nona kami yang cantik” ujar pria paruh baya yang dari penampilannya seperti pengawal keluarga bangsawan.


“Tidak bukan Zhishu, Zhishu tidak tau apa itu menggoda tapi Zishu tidak pernah mendekati Nona An Ran” sahut lelaki yang di ikat di tengah tengah.


Setelah di perhatikan ternyata laki laki dewasa umurnya sekitar 18 belas an atau lebih dia menggenakan topeng menutupi wajahnya dari dahi sampai dagu namun hanya setengahnya saja, jika di perhatikan lagi dia sedikit tampan hanya saja ada topeng yang menghalagi ketampanannya, dia sedang di ikat di tengah tengah menggunakan tali di kedua tangannya.


“Jadi kau fikir Nona kami yang menggodamu, mana mungkin Nona kami menggoda monster jelek sepertimu” sahut pengawal yang lain.


“Beraninya kau menuduhku menggodamu, pengawal tendang monster itu” terak wanita yang di sebelah bocah berumur 13 tahun itu dengan geram.


Mendengar perintah dari Nona mereka, akhirnya para pengawal itu mulai menendangi laki laki bernama Zhishu itu.


“Tidak!! tolong berhenti Zhishu benar benar tidak melakukannya” teriak Zhishu sambil menghalangi tendangan dengan kedua tangannya.


Dari sini Azka faham mungkin laki laki bernama Zhishu itu mengalami keterbelakangan mental atau idiot karna sikap nya yang seperti anak kecil polos yang bahkan tidak tahu apa itu menggoda.


Jadi bisa di simpulkan kalau Zhishu di tuduh menggoda wanita bangsawan itu lalu adik dari wanita itu tidak terima sehingga dia menyuruh para pengawalnya untuk mengikat Zhishu lalu memukulinya.


Ahh dunia ini memang keras, Azka sedikit tidak tega.


“Bao Yu keluarlah!!”


.


.


.


.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊❤

__ADS_1


__ADS_2