Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Firasat Bao Yu


__ADS_3

“Aku berencana mempermalukan dia di istana Kerajaan Barat agar di tonton semua orang bahkan kaisar dan para pangeran sekalipun, bukan kah itu menyenangkan?”


“Kau memang paling bisa di andalkan”


***


“Bukan kah ini bagus, aku sudah menyuruh Hao Cun dan yang lainnya untuk menghabisi pria idot itu lalu kita berdua akan menghabisi yang perempuan” lanjut Fang Lian dengan senyum lebar yang senantiasa terpatri di wajahnya.


“Ah kak bagaimana dengan kakimu?” tanya Fang Yin mengalihkan pembicaraan.


“Gadis sialan itu mematahkan kaki ku, untungnya guru Alchemist bisa menyembuhkanku” jawab Fang Lian ketus layaknya orang yang sedang memendam amarah.


“Apa perlu kita menyuruh ayah untuk meringkus gadis itu?” tanya Fang Yin ikut kesal.


“Sebaiknya jangan, di belakangnya terdapat Ketua Akademi jadi kita tidak bisa berlaku seenaknya” jawab Fang Lian.


“Baiklah, mungkin mempermalukan dia sudah lebih dari cukup, lagi pula kakak benar benar sudah menyuruh senior Hao Cun dan yang lainnya kan?” tanya Fang Yin lagi memastikan.


“Adik kau tenang saja mereka bertiga bisa di andalkan, apalagi hanya menyingkirkan bocah idiot ayolah bukankah itu terlalu mudah” jawab Fang Lian lalu mengajak adiknya kembali ke asrama.


Dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata dan telinga yang sedari tadi melihat dan mendengar apa yang mereke bicarakan.


“Ini tidak baik”


Kita kembali kepada Azka yang kini tengah menatap kebingungan kearah Zhishu yang sedang memilah rumput ilalang dan mengangkat batu batu besar sambil menggumamkan nama Tao berulangkali.


“Kau ini sedang apa sih?” tanya Azka yang mulai pusing melihat tingkah aneh Zhishu yang sedang kebingungan mencari sesuatu namun bibirnya menggumamkan nama Tao berulang kali.


“Istri, Tao menghilang” jawab Zhishu sambil terus memilah rumput ilalang yang panjangnya sebatas lutut, saat ini posisinya jauh di pinggiran arena pertandingan.


“Lalu apa hubungannya dengan yang kau lakukan saat ini?” tanya Azka gemas sendiri lalu menarik Zhishu agar duduk bersantai di atas rerumputan bersamanya.


“Tadi Tao bilang ke Zhishu mau buang air kecil, tapi ini sudah sangat lama dan dia masih belum kembali jadi Zhishu mencarinya di sekitar sini takutnya badan Tao yang kecil tertutup rerumputan jadi tersesat” jawab Zhishu panjang lebar dengan wajah serius membuat Azka menahan tawanya.


“Kau ini bagaimana sih, Tao itu binatang pintar ya gak mungkin lah tersesat, sudahlah tunggu beberapa saat lagi, mungkin sebentar lag-”


Bruk….


Belum juga Azka meneruskan perkataannya tiba tiba saja Tao sudah kembali dan langsung melompat ke pelukan Azka.


“Kau ini dari mana saja sih” omel Azka kepada Tao yang sekarang sedang menjilati kuku kuku kecilnya.


“Tadi aku buang air di bawah pohon terus aku mendengar percakapan wanita dengan tubuh penuh emas bersama kakaknya sedang merencanakan sesuatu” jelas Tao kepada Azka.


“Memangnya perempuan itu merencanakan apa?” tanya Azka sedikit kepo, dia sendiri juga sebenarnya mengkhawatirkan Zhishu yang akan dia tinggalkan di akademi bersama Xiao Bai.


“Aku hanya mendegarkan mereka berencana menghabisi Zhishu dan juga mempermalukan entah siapa aku tidak tahu, aku hanya mendengarkan sebagian” jawab Tao menceritakan apa yang tadi dia curi dengar waktu buang air kecil.


“Meski aku percaya dengan kemampuan Xi’er namun aku tetap tidak bisa meninggalkan Zhishu begitu saja” sahut Azka berfikir keras bagaimana caranya agar membuat Zhishu tetap aman.


“Lantas apa rencana Nona? dan juga aku benar benar yakin kalau orang yang ingin mereka permalukan adalah Nona sendiri” tanya Tao yang kini merasa sedikit gusar.


Awalnya Azka berencana meninggalkan Zhishu bersama Tao tapi Azka membutuhkan Tao untuk memperlancar perjalanan saat melewati hutan pinus jadilah dia menyuruh Xiao Bai untuk menjaga Zhishu.


Namun Azka berfikir kembali jika Xiao Bai yang menjaga Zhishu pergerakannya pasti sedikit sulit karna Zhishu tahunya Xiao Bai sedang di rumahnya teman Tao, dan parahnya jika tikus tikus (Teman teman Fang Lian) itu berencana membully Zhishu, yang pasti Xiao Bai akan sedikit sulit untuk menyelesaikan mereka semua tanpa menunjukkan wujudnya.

__ADS_1


Ini sulit.


“Aku akan membawa Zhishu tapi aku akan meninggalkannya di penginapan ibukota bersamamu” putus Azka final yang di angguki dengan patuh oleh Tao.


“Masalah Zhishu selesai, namun masalah Nona yang akan di permalukan bagaimana?” tanya Tao yang kini mengkhawatirkan nonanya, ya meskipun Nonanya ini hebat dan kadang urat malunya suka putus, tetap saja dia mengkhawatirkan Nonanya jika sampai di permalukan di hadapan Kaisar.


“Hehehe biarkan saja mereka melakukan apa yang mereka suka, kita lihat saja pada akhirnya siapa yang akan malu” jawab Azka sambil menyunggingkan senyum lebarnya di balik cadar.


Sedangkan Zhishu yang jadi bahan pembicaran sedang menjalankan acting dengan pura pura IQ nya tidak sampai akan pembicaraan Azka dan Tao sehingga dia hanya memainkan anak rambut Azka dengan bosan.


Namun jauh di lubuk hatinya merasa menghangat akibat Azka yang selalu mengutamakan keselamatannya.


“Tidak terasa besok sudah berangkat ke istana, ah otak cantik ku ini benar benar membutuhkan istirahat” ujar Azka lalu berbaring di atas rerumputan menggunakan paha Zhishu sebagai bantalnya, sedangkan Tao dia pamit pergi karna tidak ingin menjadi obat nyamuk.


Suasana sore hari di akademi benar benar menyejukkan mata, membuat Azka ingin mengistirahatkan otaknya yang beberapa hari ini dipaksa berfikir keras akibat cek coknya dengan Zhishu, apa lagi selama tiga hari ini Azka berlatih pedang tanpa henti bersama Ketua Akademi.


“Bangunkan aku saat malam tiba” pinta Azka lalu memejamkan matanya untuk berselancar kealam mimpi, berharap memimpikan kakaknya yang sudah hampir satu bulan ini dia tinggalkan di zaman modern.


Zhishu menghela nafasnya kasar, ingin rasanya dia cepat cepat membongkar identitasnya di depan Azka agar tidak terus menerus menjadi beban untuk Azka.


Namun Zhishu takut, dia takut kalau seandainya Azka bakal kecewa dan pergi meninggalkannya akibat kebohongannya selama ini, dia takut Azka terluka setelah tahu identitasnya yang bisa membahayakannya sewaktu waktu.


Dengan lembut tangan Zhishu terulur untuk mngelus dahi Azka yang sedikit berkerut tanda kalau tidurnya sedikit tidak nyaman, setelah itu Zhishu beralih mengelus rambut Azka sayang.


“Sekarang aku benar benar berharap kalau aku hanyalah Zhishu” gumam Zhishu lalu mengecup kening Azka lama, menyalurkan rasa sayang yang selama ini dia pendam.


Tanpa membangunkan Azka Zhishu beralih menggendong Azka ala bridal style menuju pavilium khusus lalu membaringkannya di kamar sang gadis.


Zhishu tidak perlu takut jika seandainya Azka akan terbangun di tengah tengah perjalanannya menuju pavilium karna dia tahu persis kebiasaan tidur Azka yang tidak akan bangun meski gempa bumi terjadi.


Keesokan harinya manahari bersinar dengan terang, seakan bersemangat menyambut hari hari panjang, lain halnya dengan Azka yang terbangun dengan wajah Blank_- penuh tanda tanya.


Sekiranya pertanyaan pertanyaan di atas lah yang sekarang memenuhi benak Azka.


“Paman Zhishu yang menggendong bunda sampai ke kamar” sahut Xiao Bai yang tiba tiba keluar dari ruang dimensi menggunakan wujud manusianya, lalu naik ke atas pengkuan Azka untuk bermanja manja ria bersama bundanya.


“Kok aku tidak sadar?” tanya Azka sambil mengelus punggung Xiao Bai sayang.


“Bahkan kebakaran pun tidak akan mampu membuat bunda terbangun dari tidur pulasmu, apalagi hanya di gendong” jawab Xiao Bai lalu terkekeh mengingat bundanya yang pernah terjatuh dari atas pohon saat tidur namun bukannya terbangun tidurnya malah semakin nyenyak.


“Terserah kau mau makan apa biar aku buatkan?” tanya Azka mengalihkan pembicaraan agar Xiao Bai tidak semakin menistakannya.


“Err bunda sebenarnya persediaan daging kita telah habis” jawab Xiao Bai sambil menyenderkan kepalanya di tubuh Azka.


“Bukan masalah buruk, setelah mandi aku akan beli beberapa daging di toko akademi sekarang turunlah” ujar Azka namun bukannya turun Xiao Bai malah mengeratkan pelukannya kepada Azka.


“Hei ada apa dengan mu hari ini?” tanya Azka saat melihat Xiao Bai yang begitu menempelinya.


“Xiao Bai hanya rindu tidur bersama bunda” jawab Xiao Bai dengan nada imutnya membuat Azka gemas sendiri.


“Baiklah, setelah acara penjamuan ini selesai aku akan mengajakmu tidur bersama” ujar Azka membuat Xiao Bai tersenyum senang.


“Ibunda memang yang terbaik!!!” teriak Xiao Bai lalu mencium pipi Azka sekilas membuat Azka terkekeh pelan.


Karna tidak tahan dengan keimutan Xiao Bai akhirnya Azka menggendongnya menuju ruang dimensi, lalu menyuruhnya bermain bersama Tao selagi dia berendam di kolam air surgawi.

__ADS_1


“Tuan!!” panggil Bao Yu setelah Azka selesai mandi dan berganti pakaian.


Hari ini Azka memakai hanfu laki laki bewarna hitam polos dengan kombinasi warna putih di bagian kerah dan lipatan pergelangan tangannya, terlihat simple namun jika di perhatikan lagi hanfu yang di pakai Azka memiliki harga yang fantastis tentunya.


“Hmm” sahut Azka sambil mengikat tinggi tinggi rambut panjangnya menggunkan pita bewarna putih.


“Entah kenapa aku punya firasat hal besar akan terjadi, sebaiknya tuan berhati hati, ah dan juga jangan gunakan cambuk curah hujan maupun pedang naga untuk saat ini” nasihat Bao Yu yang sedikit mengkhawatirkan perjalanan tuannya saat ini.


Sebelumnya firasat Bao Yu tidak pernah melenceng dari perkiraan, sedangkan saat ini Bao yu hanya merasakan hal besar akan terjadi bahkan dia tidak tahu hal itu baik atau buruk untuk tuannya, makanya kali ini dia sedikit khawatir.


“Baiklah, aku akan memilih pedang di lantai 5 sebagai senjata” ujar Azka yang di angguki Bao Yu lalu pergi menuju lantai 5 dengan cepat.


Setibanya di lantai 5 istana ruang dimensi Azka mencari pedang yang berpenampilan simple agar tidak terlihat begitu mencolok, dan pada akhirnya pilihannya jatuh pada pedang dengan gagang bewarna hitam polos dan sarung pedangnya yang bewarna putih dengan ukiran tanaman rambat.


“Hehehe sangat pas dengan hanfu yang aku gunakan” guamam Azka sambil memakai cadarnya yang bewarna putih lalu membawa pedang itu keluar dari ruang dimensi bersamanya.


Setelah keluar dari ruang dimensi Azka berencana untuk membeli beberapa bahan makanan namun dia urungkan ketika melihat gurunya tiba tiba masuk kedalam paviliumnya dengan penampilan yang sudah rapi.


Untung saja Azka sudah mengenakan cadar.


“Muridku, dimana Zhishu?” tanya Ketua Akademi yang tidak mendapatkan Zhishu di sekitar Azka.


“Salam guru, mungkin dia masih membersihkan diri” jawab Azka setelah memberi penghormatan kepada gurunya.


“Bersiaplah, kita akan berangkat sekarang dan juga jangan risaukan masalah makanan karna akademi telah menyiapkan” ujar Ketua Akademi.


“Baik guru, ah iya aku berencana mengajak Zhishu bersamaku namun akan meninggalkannya di penginapan ibukota apa guru menyetujuinya?” tanya Azka mengutarakan niatnya.


“Kenapa tiba tiba berubah fikiran?” tanya Ketua Akademi kembali.


“Sebenarnya aku sedikit gelisah jika meninggalkannya sendiri”


“Ah baiklah, aku akan menunggu kalian berdua di gerbang, jadi bersiap lah”


“Terimakasih guru”


Setelah kepergian Ketua Akademi akhirnya Azka tidak jadi membeli bahan makanan, kini dia beralih mengetuk pintu Zhishu.


“Kau sudah bangun?” tanya Azka yang di jawab dengan membukanya pintu kamar di sertai Zhishu yang keluar dengan penampilannya yang menurut Azka sedikit tampan.


Ingat hanya sedikit.


Zhisu menggunakan Hanfu bewarna hijau dengan sulaman bambu bewarna emas di bawahnya, rambut panjangnya kali ini hanya dia biarkan tergerai begitu saja membuatnya terlihat 2X lipat lebih tampan.


“Jangan gerai rambut mu” perintah Azka dengan ketus.


“Kenapa?” tanya Zhishu penasaran, apa ada yang salah.


“Tidak ada, hanya saja kau terlihat jelek” jawab Azka sambil mengalihkan pandangannya, sangat kentara jika sedang berbohong.


“Apapun keinginan istri” ujar Zhishu dengan senyuman yang mengembang di wajah tampannya, lalu mengikat rambut panjangnya menggunakan pita bewarna hijau.


‘Apa dia sedang cemburu jika perempuan lain melihat ketampananku’ batin Zhishu dengan hati yang penuh bunga bunga bermekaran.


‘Ah senangnya’

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊


__ADS_2