Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
125 Kerajaan Bulan


__ADS_3

“Jadi jika aku keluar dari Kerajaan ini kamu tidak akan membuntutiku bukan?” tanya Azka yang kini sudah memahami cara bermain Haechan.


“Apa kamu berniat melakukannya?”


***


“Tentu saja” jawab Azka santai membuat wajah Haechan menggelap.


“Mari lanjutkan perjalanan” ujar Haechan melenceng dari pembicaraan membuat semua orang kembali ketunggangan mereka dengan hati yang was was.


Suasana hati Pemimpin mereka sedang tidak bagus.


Azka sendiri tidak merasa bersalah atau apapun, lagi pula dia tidak menyukai Haechan dan tentu saja dia tahu kalau Haechan pasti tidak bersungguh sungguh dengan perkataannya, jadi Azka hanya menganggap semuanya candaan.


Tidak terasa 1 jam telah berlalu kini rombongan Akademi Gujao di tambah dengan Haechan yang menaiki kuda liar sudah sampai di depan gerbang Kerajaan Bulan.


Kerajaan yang masih berdiri kokoh walau menentang Kerajaan Iblis.


Sebelumnya di perjalanan Azka sudah mengetahui asal usul Kerajaan beserta Akademi yang kini menjadi tempatnya belajar.


Dulu sebelum Benua Tengah melakukan pemberontakan, Haechan sempat melawan dan di bantu oleh sekutu yang menentang sistem bangsawan yang akan di terapkan di Benua itu.


Sistem bangsawan merupakan sistem yang mengharuskan para rakyat biasa mau mendedikasikan seluruh hidupnya pada para bangsawan, sistem itu juga sangat sangat tidak adil, dimana jika seorang bangsawan melanggar hukum maka mereka akan di permudah namun jika rakyat biasa yang melanggar hukum mereka akan di hukum mati.


Tidak berhenti di situ, sistem bangsawan juga memperbolehkan mereka para bangsawan melakukan semua yang mereka mau dengan bebas, bahkan jika itu membunuh orang dari kalangan rakyat biasa.


Hal ini benar benar menuai banyaknya hujatan serta kesenangan dari berbagai pihak yang merasa untung atau rugi dari sistem itu, hanya saja semua mata Kerajaan Iblis telah tertutup jadi mereka hanya mendengarkan yang kuat dan meninggalkan yang lemah.


Disinilah Kerajaan Bulan mulai beraksi, sebenarnya bukan karna Kerajaan nya tergolong miskin atau apa, hanya saja mereka tidak tahan dengan situasi ini, jadilah Kerajaan ini merelakan semua harta serta kekuatan mereka untuk membantu Haechan, namun sayang sungguh sayang Haechan masih kalah dengan kekuatan Kaisar Iblis.


Akibat dari kekalahan itu, selain Haechan Kerajaan Bulan beserta isinya juga menerima banyak hal buruk, beruntung Pemimpin Kerajaan itu memiliki sifat merakyat yang artinya sangat peduli dengan rakyatnya.


Sebenarnya semua Kaisar merakyat sih, hanya saja cuma para bangsawan yang mereka anggap sebagai rakyat, dan rakyat biasa mereka anggap sebagai babunya.


Hanya Kaisar Kerajaan Bulan lah yang mampu memperlakukan rakyat mereka dengan adil hingga membuat mereka semua rukun dan tidak memandang jabatan.

__ADS_1


Kerajaan Iblis sendiri setelah menuai kemenangan benar benar membuat Sistem Bangsawan menjadi nyata!! banyak dari rakyat biasa yang mulai dibunuh, namun mereka yang mau berpartisipasi menjadi budak dan meningkatkan kultivasi mereka pasti akan diberi kemudahan berupa bantuan Koin Emas setiap bulannya dari Kerajaan.


Itu lah sebabnya di Benua Tengah bahkan tukang parkir kuda pun memiliki Kultivasi tinggi sekaligus uang yang cukup untuk membeli kebutuhan mereka.


Sedangkan Kerajaan Bulan, mulai terlihat kesulitan dari segi keuangan, proses jual beli bahkan sampai hak keistimewaan mereka tidak dapat, itulah sebabnya mereka selalu ada di urutan terakhir soal kekayaan dan kultivasi, namun akan menjadi urutan pertama soal tata krama.


Haechan sendiri sebagai Pemimpin, sering mengutus orang untuk membantu keuangan mereka hingga Kerajaan Bulan masih bisa bertahan sampai sejauh ini.


Hebat bukan, Kerajaan Bulan yang lokasinya paling dekat dengan Kerajaan Iblis malah menentangnya.


“Kira kira apa benar Kaisar Iblis melakukan hal itu semata hanya karna orang yang dia cintai, tapi kenapa dia malah membunuhnya?” gumam Azka pelan sampai tidak menyadari bahwa rombongannya kini sudah turun dari tunggangannya masing masing dan bersiap untuk masuk kedalam.


“Apa kamu akan terus diam disini?” tanya Haechan yang tiba tiba sudah berada di samping Azka membuat Azka tersentak kaget dan langsung melihat sekeliling yang ternyata hanya tinggal dirinya lah yang masih berada di punggung Tao.


“Ah maaf” ujar Azka lalu segera turun.


Melihat itu segera Haechan berniat untuk membantu Azka namun segera ditepis dengan kasar olehnya.


“Nona, semakin kamu menolakku maka aku akan semakin bersemangat untuk mengejarmu” ujar Haechan membuat Azka bergidik ngeri.


“Bawa Macan itu bersamamu karna sepertinya aku tidak akan bisa selalu berada disisimu saat kamu dalam bahaya” ujar Haechan membuat Azka tersenyum.


Tidak, bukannya Azka tersenyum karna Haechan memperhatikannya, melainkan.


“Bagus lah, jika begitu mata ku tidak perlu merasa sakit lagi saat melihatmu” sahut Azka angkuh lalu segera menyuruh Tao untuk menyusut menjadi kucing dan segera melompat kepundak Azka.


Mendengar itu, bukannya marah Haechan justru bersemangat memperlihatkan perjungan cintanya kepada Azka.


“Ah … penolakan mu benar benar semakin membuatku tertarik” ujar Haechan membuat Azka muak.


“Chan …” panggil Azka dengan nada lembut membuat Haechan merasa di atas awan.


“Kenapa? apa sekarang kamu sudah jatuh cinta denganku?” tanya Haechan beruntun membuat semua rombongan Azka beserta para penjaga gerbang menatap interaksi mereka berdua dengan suasana hati yang berbeda beda.


Yah baru kali ini mereka melihat Pemimpinnya sampai mengemis cinta pada seorang gadis.

__ADS_1


Apalagi gadis itu benar benar tidak menunjukkan minatnya bahkan saat sudah mengetahui identitas Haechan yang sebenarnya.


“Prestasi mu sangat tinggi dalam hal membuat orang kesal, mungkin kamu bisa masuk neraka lewat jalur prestasi jika kamu ingin mencobanya” ujar Azka lalu segera menjauh dari Haechan membuat Haechan terkekeh.


“Apa itu sebuah pujian?” tanya Haechan sambil berlari menyusul Azka.


Bocah itu masih belum menyerah, mungkin kata penolakan Azka kurang pedas.


“SALAM HORMAT KEPADA YANG MULIA PEMIMPIN DATARAN DONG FANG” salam semua anggota Kerajaan membuat Azka tertegun.


Biasanya tamu yang akan memberi salam, tapi sekarang kenapa si Tuan rumah yang harus memberi salam.


“Bangunlah” ujar Haechan dengan suara tegasnya membuat Azka menganga.


Dia kira bocah ini hanya bisa berkata secara halus dan juga merengek, siapa yang tahu jika seorang Hua Haechan juga mampu memiliki Aura yang hanya sedikit lebih lemah dari Zhishu pas lagi kalem.


“SALAM KAISAR ZHANG, PERMAISURI ZHANG, PUTRA MAHKOTA ZHANG, PUTRI ZHANG, PANGERAN ZHANG DAN SELIR ZHANG” salam para rombongan Akademi Gujao bersamaan tanpa Azka yang sangat membeci situasi ini.


Salam mereka benar benar kepanjangan!! dan apa ini, semuanya Zhang!! kenapa tidak disingkat saja coba, benar benar membuang suara.


“Ahahaha bangunlah tidak perlu begitu sopan Ketua Shen, kalian dari Akademi Gujao sudah merupakan keluarga bagi Kerajaan kami” ujar Kaisar Zhang dengan ramah.


“Terimakasih atas sambutan dari Keluarga Kerajaan bagi rombongan kecil kami, dan juga hal ini merupakan sebuah anugrah karna kita berkesempatan untuk bertemu secara langsung dengan Pemimpin Hua” ujar Ketua Akademi tak kalah ramah.


“Baiklah, mari Pemimpin Hua, dan para anggota Akademi kita akan makan bersama setelah itu para pelayan akan mengantarkan kalian ke Pavilium yang telah disiapkan sebelum Penjamuan” ujar Kaisar lalu mempersilahkan Haechan untuk berjalan terlebih dahulu.


Haechan sendiri dengan santainya menggandeng tangan Azka membuat keluarga Kerajaan menganga karna baru melihat pemandangan seperti ini.


“Ehem … maaf Kaisar Zhang, apa boleh saya langsung kepavilium saja?” tanya Azka yang tiba tiba berbalik kearah Kaisar Zhang sambil membungkuk membuat Haechan segera menariknya untuk berdiri lagi.


“Apa calon istriku ini kelelahan?”


“CALON ISTRI?!!!”


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2