Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
148 Utusan


__ADS_3

“Emang isinya binatang terbang kok” sahut Xi Long yang langsung menghentikan pertikaian mereka berdua.


“Loh kok tau?”


...***...


“Kan saudaranya” jawab Xi Long enteng lalu segera menarik Azka beserta Bao Yu untuk turun kebawah.


“Berarti Kastanya tinggi dong?” tanya Azka lagi.


Entah kenapa kali ini Azka agak banyak bicara, tidak seperti biasanya.


Yah … setidaknya Azka perlu tahu apa yang harus dia waspadai.


“Yah … masih di bawah aku lah” jawab Xi Long sombong membuat Bao Yu mengeluarkan ekspresi ingin muntah.


“Songong nya ngalahin papi Suho” cibir Azka namun tak di hiraukan sama sekali oleh Xi Long karna tidak tahu siapa itu Suho.


“Cih cuman binatang penjaga alam bawah aja sombong banget” sahut Tao yang sempat mendengar perkataan Xi Long karna posisinya yang sudah dekat.


“Setuju, Xiao Bai yang keturunan Naga aja gak sombong kaya Xi Long” sahut Xiao Bai yang langsung dapat pelototan dari Xi Long karna memanggilnya tanpa embel embel paman.


“Bukan sombongnya, tapi aku merasa bangga jadi binatang peliharaannya Dewa Kematian yang agung” jelas Xi Long yang kini sudah duduk melingkar bareng Azka dan yang lainnya.


“Cuma Dewa Kematian? huh masih kalah jauh sama Xiao Bai yang setia sama Yang Mulia Dewi Perang” sahut Xiao Bai yang lagi lagi julid in omongan Xi Long.


“Ribut banget sih kalian! aku yang pernah jadi binatang kontrak Manusia terkuat bahkan hampir menentang langit aja gak norak kaya kalian” kali ini Bao Yu yang ikut ikutan sewot membuat Xiao Bai dan Xi Long terdiam karna hal itu memang benar adanya.


Kalau begini kan Azka jadi bingung sendiri, orang orang mah biasa nya ghibahin artis, lah ini mereka ghibahnya level nekat coy.


Masa Dewa di ghibahin, kalo kena marah Dewa Kematian terus di ajak ketemuan, kelar hidup mereka.


Tapi Azka tidak terlalu memusingkannya, hanya saja Azka sedikit penasaran dengan Tuan yang di maksud Bao Yu, kira kira sekuat apa dia sampai hampir menentang langit.


“Kira kira kalau Dewi Perang berantem sama Dewa Kematian yang bakalan menang siapa?”

__ADS_1


Kan si Azka malah ngomporin.


“YA DEWI PERANG LAH!!” jawab Bao Yu, Xiao Bai dan juga Tao bersamaan membuat Xi Long misuh misuh.


“Dewa Kematian kan nolep, jadi pasti kalah” lanjut Bao Yu membuat Azka memelototinya.


“Heh bahasanya!! siapa yang ngajarin?” tanya Azka.


“Tuan” jawab Bao Yu singkat.


Tanpa berniat memperpanjang Azka hanya ngedumel pelan dengan hati yang terus terusan memaki Bao Yu, namun hal itu tidak berlangsung lama karna Azka tiba tiba berdiri sambil mengacungkan cambuk curah hujan miliknya yang sedang dalam mode pedang.


“Siapa disana!!” teriak Azka membuat para binatang kontraknya beserta Xi Long bersiap melawan.


“Ibunda ada apa ini?” tanya Xiao Bai panik.


“Sial!! apa ada orang kenapa aku tidak bisa merasakannya” sahut Bao Yu yang sudah bersiap dengan pusaran angin di tangannya.


“Kau benar, sepertinya dia musuh yang kuat” sahut Xi Long saat melihat 2 orang dengan pakaian aneh mendekat kearah mereka.


Tidak berhenti di sana Tao juga segera merubah bentuknya menjadi manusia lalu berdiri di samping Azka dengan bongkahan es tajam di kedua tangannya.


“Dua Binatang Ilahi keturunan langsung, satu Monster Binatang Ilahi (Spirit Beast yang memulai pelatihannya sendiri sampai menjadi Binatang Ilahi) dan satu lagi Binatang Iblis penjaga alam bawah, wah … Dewi ini benar benar beruntung” ujar salah satu dari mereka yang mendatangi Azka.


“Dewi apa hah!! apa tujuan kalian?!” teriak Azka sambil menodongkan cambuk curah hujan di tangannya membuat seseorang yang di yakini Azka sebagai wanita dan laki laki tua itu terkekeh.


Yah postur tubuh serta suara mereka benar benar mencerminkan dua orang tua.


“Cambuk Curah Hujan huh … tidak buruk” ujar si wanita membuat Azka mengeram.


DUARR …..


Karna terlampau kesal akhirnya Azka mengayunkan cambuknya dengan kasar hingga membuat ledakkan hebat yang mengakibatkan pohon pohon di sekitar nya terbelah.


‘Shit!! kekuatan cambuk ini benar benar mengerikan, jika sering di gunakan maka tenaga dalamku yang cuman sedikit ini bisa terkuras’ batin Azka merutuki kelemahan para senjata hebat miliknya yang membutuhkan banyak tenaga dalam saat di gunakan.

__ADS_1


“Hei hei hei santai … watak kalian berdua benar benar mirip, sangat keras … padahal kita berdua kemari bukan untuk bertengkar” ujar si laki laki mebuat Azka terdiam namun tidak mengendurkan kewaspadaannya.


Kalian berdua? siapa dengan siapa?.


“Sebenarnya Pengadilan Surgawi mengirim kami berdua untuk menangkap Rubah di belakangmu itu” lanjutnya membuat Tao dan juga Xiao Bai segera menghalangi Bao Yu dari arah pandang mereka yang mengaku ngaku sebagai utusan pengadilan surgawi.


“Huh sudah kuduga, seseorang yang bahkan auranya tidak bisa di deteksi oleh mata Binatang Iblis hanya orang orang dari Pengadilan Surgawi” ujar Bao Yu santai membuat Azka membelalak.


Oh ayolah dia ini mau di tangkap, bagaimana bisa sikapnya hanya biasa biasa saja dan bahkan tidak merasa khawatir sedikitpun.


Berbeda halnya dengan Azka yang semakin meninggikan kewaspadaannya setelah mendengar tujuan mereka.


“Aku tidak percaya, Bao Yu bahkan tidak melakukan kesalahan” elak Azka membuat dua orang tua itu lagi lagi tertawa.


“Sekedar informasi Rubah milikmu itu telah melanggar aturan Surga dengan mencuri Informasi tentang keturunan campuran Dewa dan Iblis hingga membuat penjaga Istana Xiliang (istana yang di bentuk untuk mengumpulkan informasi serta laporan laporan penting di langit) harus bekerja dua kali” jelas wanita itu panjang lebar membuat Bao Yu mendecih.


“Hei hei aku ini tidak mencuri, aku kan hanya meminjam nya sebentar dan lagi sudah aku kembalikan ketempat semula tuh” elak Bao Yu membuat Azka sedikit mengundurkan langkahnya.


“TETAP SAJA ITU NAMANYA PELANGGARAN!!!” teriak wanita tua itu membuat tekanan besar untuk Azka dan yang lainnya hingga memaksa mereka membungkuk.


‘Sial!! kekuatan para Dewa benar benar menakjubkan’


“Psstt Bao Yu, mau kamu salah atau pun benar cepat masuk kedalam ruang dimensi biar aku yang menghadapi mereka” bisik Azka membuat Bao Yu menyunggingkan senyumnya.


Bahkan Azka saja kalah dengan tekanannya bagaimana bisa dia masih mengkhawatirkan seekor Rubah yang hanya berstatus sebagai binatang kontraknya.


“Cepatlah!! aku hampir tidak bisa menahannya” lanjut Azka dengan wajah yang sudah di penuhi keringat akibat menahan tekanan besar dari utusan Pengadilan Surgawi.


Cih … mau memaksa Azka membungkuk!! mimpi sana!!


“HENTIKAN!! bukankah kalian ingin menangkap ku?”


“BAO YU!!/KAKAK!!!”


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2