Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
120 Sikap Aneh Zhishu


__ADS_3

“Dimana? siapa? beraninya dia menindas istriku!!” teriak Zhishu sambil berdiri dari duduknya membuat Azka dan para penghuni ruang dimensi lainnya menjatuhkan rahangnya.


‘Zhishu kamu melamun?’


***


“Tidak, Zhishu tidak melamun” jawab Zhishu cepat membuat Azka mengernyitkan dahinya memikirkan hal apa yang membuat Zhishu tidak fokus.


Azka sendiri tidak memperdulikan semua ocehan para Petinggi serta Guru Guru yang sedang membahas tentang perjalanan mereka.


“Jadi ayahanda tau bukan ibunda tadi sedang di pojokkan, oh ayolah buat kakek tua itu meninggal ayahanda” rengek Xiao Bai membuat Zhishu semakin linglung.


Siapa yang memojokkan Azka?


Hal apa yang membuat Azka di pojokkan?


Bagaimana bisa Azka di pojokkan begitu saja?


Aisshh kini Zhishu benar benar menyesal karna terlalu memikirkan perkataan Jingmi tadi.


“Tentu saja Master Zhu tidak melamun, tadi aku melihat dia mengepalkan tangannya sambil menggertakkan gigi giginya, sudah pasti Master Zhu marah karna Tetua itu menyuruh Nona untuk membuka cadarnya di hadapan banyak orang” sahut Tao panjang lebar membuat Zhishu mengeraskan rahangnya.


“Siapa yang menyuruh istri melakukan hal hal seperti itu?!” tanya Zhishu dengan nada yang di tekan membuat rahang semua penghuni ruang dimensi jatuh secara bersamaan.


Jadi Zhishu benar benar melamun.


‘Lupakan!!’ sahut Azka dari luar lalu memutuskan koneksinya secara sepihak dan meninggalkan suasana ruang dimensi yang saat ini benar benar canggung.


Tao Be Like “Apa aku salah bicara?”


Kini Azka kembali memperhatikan perkumpulan orang orang menjengkelkan yang ternyata sudah selesai.


“Silahkan berkemas, kami akan menunggu kalian di gerbang utama” ujar Ketua Akademi menutup pembicaraan.


“Kami undur diri” ujar semua Murid dan Guru bersamaan kecuali Azka yang hanya ikut ikutan membungkuk lalu segera pergi membuntuti Guru Hwang dari belakang.


Di perjalanan kembali semua orang terdiam, Azka sendiri tidak begitu memikirkannya dia lebih memikirkan sikap aneh Zhishu.


Apa jangan jangan Zhishu punya wanita lain?


Tidak tidak, Zhishu seperti itu mulai dari pertemuan para Petinggi.

__ADS_1


Jadi wanita itu pastilah baru muncul dan membuat Zhishu tergoda, sedangkan di dalam pertemuan hanya ada dua wanita.


Apa itu Tetua Gu? atau Murid perempuan di sebelahnya?


“Ah … apasih yang aku pikirkan” gumam Azka sambil memukul kepalanya sendiri, dia benar benar terlalu banyak berfikir.


Brukkk!!!


“Ah Guru … kenapa kamu berhenti tiba tiba!!” maki Azka sambil mengelus dahinya tanpa memperdulikan imagenya sama sekali.


Percayalah, seseorang yang jarang melamun seperti Zhishu namun tiba tiba melamun kira kira apa yang membuatnya seperti itu?


“Wahh … aku benar benar masih penasaran, bagaimana bisa kamu sudah memiliki tunangan?” tanya Guru Hwang sambil membalikkan tubuhnya di ikuti yang lain termasuk Guru Fao yang sudah bisa berjalan sendiri setelah memakan pil penyembuhan.


Yah meskipun masih meninggalkan bekas luka, tapi setidaknya dia masih mampu berjalan.


“Ah … itu aku sudah memilikinya dari sebelum aku kesini” jawab Azka sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


“Wahh itu benar benar kejutan!! dan tentu saja membuat ku patah hati” sahut Guru Yao membuat Azka di tatap menusuk oleh Murid perempuan yang tadi di sebelahnya.


Mungkin Murid itu menyukai Guru Yao, dan Tetua Gu menyukai Guru Fao.


“Guru, kamu bercanda!!” ujar Azka membuat Guru Guru yang lain langsung tertawa kecuali Guru Fao yang masih terdiam dengan wajah datarnya.


“Hahahahaha jangan dengarkan bocah tengik ini, dia memang selalu begitu” ujar Guru Ling membuat Murid lain mengerti sesuatu.


Ternyata Murid baru seperti Azka cepat akur dengan para Guru, jadi mereka tidak bisa meremehkan kekuatannya begitu saja.


Yah karna awalnya mereka fikir Azka termasuk Murid yang suka di tindas akibat perlakuan Guru Fao sebelumnya yang menindas Azka.


“Sudah lah, kemas barang barang untuk 7 hari kedepan, untuk bahan makanan jangan khawatir Akademi sudah menyiapkan, dan lagi kita akan berada di perjalanan selama satu hari satu malam jadi persiap kan dirimu” ujar Guru Fao tiba tiba membuat semua orang memandangnya kecuali Azka yang hanya mengangguk ngangguk saja.


“Kenapa Guru memberitahunya lagi, bukankah tadi sudah di bicarakan oleh para Petinggi?” tanya Murid perempuan Guru Ling yang tadi di sebelah Azka.


Murid itu adalah Yanran, Shi Yanran anak dari desa yang merupakan Alchemist tingkat 5 yang mampu membuat pil dengan kemurnian tingkat 50.


Masih kalah jauh dengan Azka yang sudah mencapai tingkat 10 yang artinya mampu membuat pil dengan kemurnian tingkat 100.


“Hanya mengingatkan” jawab Guru Fao lalu bergegas pergi meninggalkan mereka untuk segera sampai di pavilium.


Ternyata Guru Fao menyadari Azka yang melamun.

__ADS_1


“Guru saya pamit undur diri, pavilium saya cukup jauh, takutnya nanti terlambat” ujar Azka sambil membungkuk lalu segera pergi menuju paviliumnya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, kini Azka sudah sampai di atas pohon dekat gerbang utama untuk duduk bersantai sambil memakan buah cery dan menunggu orang orang sampai disana.


Sebenarnya Azka tidak kembali ke pavilium, buat apa pegal pegal kesana Azka saja sudah membawa barang barangnya yang always stay berada di ruang dimensi, ehem kecuali Kasur yang emang sering di pindah2.


“Kenapa tidak ada tandu?” gumam Azka sambil melihat ke arah gerbang utama, yang hanya ada para Petinggi yang sedang berkumpul di sana.


“Karna Akademi ini tidak memilikinya” ujar Bao Yu yang tiba tiba keluar menggunakan wujud bocahnya.


Untung pohon ini terbilang cukup lebat jadi dia tidak perlu takut jika seandainya ada orang lain yang melihat kemunculan tiba tiba dari seorang Bao Yu.


“Bagaimana bisa? lalu kita akan kesana menaiki apa? apa itu kereta, atau minimal menunggangi kuda lah?” tanya Azka kebingungan.


“Bisanya orang orang Benua Tengah akan menaiki Spirit Beast mereka untuk melakukan perjalanan, Tuan bisa memilih mau mengajak aku, Xi’er, Paman Tao, atau si anj*ng berkepala tiga itu” jawab Bao Yu membuat Azka mengangguk mengerti.


Benua Tengah benar benar menarik!! jadi secara tidak langsung di Benua ini orang orangnya memiliki Spirit Beast sendiri.


“Bao Yu, apa kita masih memiliki Pil penyembunyi Aura? jika masih berikan kepada Tao” ujar Azka yang langsung di laksana oleh Bao Yu.


“Huaaa Xi’er tidak setuju!!” teriak Xiao Bai yang tiba tiba keluar menggunakan wujud bocahnya juga.


Kali ini Azka sedikit takut jika akan ada orang yang melihat, lihat saja bocah ini datang datang langsung berteriak membuat Azka kewalahan untuk menyuruhnya diam.


Dan benar saja Ketua Akademi sedang celingukan kesana kemari, mungkin dia mencari asal sumber suara dari Xiao Bai.


“Shhuutt … Xi’er jangan keras keras, lagi pula jika aku mengajak seekor Rubah bukankah hal itu akan menjadi pusat perhatian, apalagi kalau seekor Naga, jadi aku memilih Tao saja” ujar Azka membuat Xiao Bai segera diam.


“Baiklah alasan diterima, tapi untuk ibunda yang tiba tiba mematikan komunikasi Xiao Bai benar benar tidak bisa menerima itu, lagi pula Ayahanda masih diam saja dengan ekspresi yang menjengkelkan jadi Xiao Bai akan mengikuti ibunda sebagai kompensasi” ujar Xiao Bai lalu segera merubah dirinya menjadi gelang berbentuk lilitan ular bewarna merah di tangan kiri Azka tanpa menunggu persetujun Azka terlebih dahulu.


Sedangkan di ruang dimensi, alasan Zhishu masih terdiam adalah dia masih bingung memilih antara harus tinggal di sini.


Atau pulang sebentar untuk mengikuti saran Jingmi.


🐣🐣🐣


Ehem Guys maaf ya hari ini double up lagi🙏, dua hari kemarin author gak up lagi maaf🙏, sebenarnya alasannya sepele banget, author gak punya kuota😅, kuotanya abis pas malem malem jadi mager buat beli😅😅, terus besoknya mau beli mamah aku udah koar koar aja minta temenin kepasar terus udah gitu di suruh nyambang adek aku yang di pondok, jadi ga sempet beli karna malem nya hujan, dan pagi ini baru beli maaf ya🙏.


Hari ini upnya malem karna sekalian mau kasih triple up, chapter yang satunya lagi masih otewe, di tunggu ya😊🙏 dan juga terimakasih buat kalian yang masih stay nunggu😊👌.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2