Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Pembalasan Untuk Para Penghianat


__ADS_3

“Uhuk uhukk… maaf membuat suasana romantis kalian terganggu” ujar Tetua Akademi sembari terbatuk kecil membuat Azka malu setengah mati.


Sedangkan Zhishu dia sedang memaki Tetua pertama di dalam hati karna sudah tersadar di waktu yang tidak tepat.


***


“Emmm ituu anuu”


“Ah iya aku baru ingat kalau aku tidak melihat apapun” ujar Tetua pertama sambil tersenyum cengengesan, berharap alasan tidak masuk akalnya mampu membuat suasana canggung ini musnah.


“Ehem Tetua tadi terkena racun teratai hitam, beruntung racun itu belum tersebar luas jadi aku masih bisa mengatasinya” sahut Azka mengalihkan pembicaraan lalu memberikan pil pemulihan tingkat tinggi kepada Tetua pertama.


“Ah terimakasih, Akademi ini sungguh beruntung karna telah memiliki mu sebagai Murid” ujar Tetua pertama lalu memakan pil pemberian Azka.


“Mungkin sekitar 5 sampai 10 menit lagi tubuh Tetua akan pulih kembali, setelah itu pergilah ke halaman Akademi kita akan mengadakan pesta” ujar Azka lalu mengajak Zhishu pergi sebelum Tetua bertanya lagi.


Setelah Azka menyembuhkan racun yang menyerang Tetua pertama, Azka segera menyuruh beberapa pekerja yang berlalu lalang untuk menjalankan rencana nya serta menyuruh semua orang untuk berkumpul di halaman Akademi.


Azka sendiri segera mengambil meja besar dari ruang dimensi lalu meletakkannya di halaman Akademi lalu menaruh beberapa buah buahan serta daging bakar yang sebelumnya sudah di masak Bao Yu atas arahannya di atas meja.


Bahkan penjaga gerbang dan beberapa juru masak pun ikut andil dengan memeras beberapa apel serta buah buahan lain menggunakan tenaga dalamnya untuk di jadikan jus, yah kalian tahu sendiri kan kalau di zaman kuno begini mana ada blender dan semacamnya.


Tidak lupa Azka juga memerintah Tao untuk membuat gumpalan es untuk di jadikan es batu dan juga beberapa es hancur untuk dia jadikan es serut.


“Istri apa benda cair seperti ini bisa di minum?” tanya Zhishu sambil meneliti jus apel di tangannya.


“Kau suka apel bukan?” bukannya menjawab Azka malah balik bertanya.


“Itu benar!! ah istri memang perhatian” jawab Zhishu sambil mengedipkan sebelah matanya membuat pekerja lain sedikit malu dengan percakapan mesra keduanya.


“Minum lah pasti kau ketagihan” ujar Azka membuat Zhishu mengerutkan dahinya.


“Tapi ini dingin” sahut Zhishu.


“Jika dingin rasanya akan lebih nikmat, ayo cobalah” ujar Azka membuat Zhishu dengan pelan meminum jus apel di tangannya.


Meski sedikit ragu tapi Zhishu telah siap jika nanti rasanya akan pahit, sedil, ataupun asam.


Glek….glekk….


“Bagaimana?” tanya Azka penasaran melihat ekspresi Zhishu yang sulit di jelaskan.


Glekk…gleekkk…glekkk…


Bukannya menjawab Zhishu malah terlihat bersemangat untuk menghabiskan semua jus apel yang telah susah payah di peras para pekerja membuat Azka hanya terkekeh pelan.


“Tolong peras lebih banyak lagi buah apelnya” perintah Azka yang di laksanakan oleh para pekerja itu.


“Dan kamu Zhishu, berhenti meminum jus itu jangan berlebihan karna apapun yang di lakukan dengan berlebihan itu tidak baik” lanjut Azka menasehati Zhishu lalu mengambil gelas jus apel yang akan menyentuh bibirnya.


“Ishh.... tapi jika Zhishu mencintai istri dengan berlebihan maka hasilnya akan lebih baik” sahut Zhishu sambil mempout kan bibirnya kesal membuat Azka entah harus gemas atau malu akan ucapan Zhishu yang blak blakkan.


“Nona kami sudah melakukannya” ujar penjaga gerbang yang tiba tiba menghadap Azka membuat pekerja lain kini menatap mereka.


“Bagus, kita gunakan mereka sebentar lagi” jawab Azka lalu menyuruh penjaga gerbang itu untuk ikut membantu pekerja yang lainnya.


Tidak lama setelah itu rombongan Akademi yang tadi Azka suruh berkumpul telah datang, bahkan Tetua pertama juga berada di depan bersama Ketua Akademi.


“Aiyya Muridku kenapa harus repot repot melakukan hal ini” ujar Ketua Akademi sambil berlari mendekati Azka dan Zhishu.


“Salam Guru/ salam Ketua” salam Azka, Zhishu dan para pekerja bersamaan.

__ADS_1


“Hei tidak perlu sungkan lanjutkan kegiatan kalian” ujar Ketua Akademi lalu menyuruh Murid Murid serta para pekerja untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan Azka.


Emang dasar, tuan rumah mah bebas dia bahkan tidak perlu bertanya kepada si pembuat terlebih dahulu.


Awalnya beberapa Murid serta pekerja sedikit aneh dengan minuman di depan mereka, bahkan para pekerja yang membuatnya pun sedikit ragu namuan mengingat Zhishu tadi meminumnya dengan lahap akhirnya para pekerja itu mengawalinya.


“Wahh minuman buatan Nona Azka memang yang terbaik” ujar salah satu penjaga gerbang setelah menghabiskan satu gelas jus mangga di campur madu yang penjaga itu ambil dari sarang lebah depan Akademi atas suruhan Azka.


“Apa ini buatan Nona Azka?” tanya salah satu Murid Akademi lalu segera meneguk minuman minuman itu hingga habis di ikuti yang lainnya.


Heh dengar yang buat Azka aja langsung gercep.


Melihat itu Azka hanya terkekeh pelan lalu bertanya pada gurunya yang sedang menikmati es serut.


“Guru kira kira ada berapa Murid dan pekerja yang gugur?” tanya Azka sambil menyendokkan es serut ke dalam mulut Zhishu untuk mencicip kannya.


Dan tentu saja hal itu di terima Zhishu dengan hati yang berbunga bunga.


“Kita kehilangan sekitar 170 Murid serta 15 pekerja” jawab Ketua Akademi dengan tatapan sendu.


“Guru jangan bersedih, mereka meninggal karna menegakkan keadilan, lalu apa guru sudah melaksanakan saran dari ku?” tanya Azka lagi setelah menenangkan Ketua Akademi.


“Ah untuk hal itu aku sudah menyiapkan banyak koin emas serta beberapa bahan makanan untuk keluarga mereka” jawab Ketua Akademi kembali bersemangat.


“Bagus” gumam Azka pelan lalu mengambil gelas kosong dan sendok untuk dia ketuk agar berbunyi.


Ting…. ting…. ting….


“Ehem… untuk para petinggi, Murid Murid serta para pekerja silahkan nikmati waktu kalian karna hari ini kita akan mengadakan pesta atas kemenangan yang kita peroleh” ujar Azka dengan keras dan langsung dapat sorakan bahagia dari seluruh penghuni Akademi.


“Hehehe untuk merayakan kemenangan ini aku sudah menyiapkan sesuatu yang akan membuat hati kalian senang sekaligus lega” lanjut Azka membuat semua orang bertanya tanya.


“Bawa mereka masuk!!” perintah Azka.


Lalu tidak berselang lama masuklah beberapa pekerja dengan masing masing orang membawa satu human yang telah di ikat dengan kencang di tengah tengah target panahan.


Tepat saat para pekerja itu selesai menaruh target target panahan itu agak jauh dari lokasi pesta mereka segera menghampiri Azka sambil membawa busur dan panah untuk di berikan kepada Azka, meninggalkan tatapan orang orang yang kini penasaran dengan kejutan yang di berikan Azka.


“Jal*ng sialan!!! lepaskan kami!!!” teriak Mo Lan dengan keras ingin lepas dari ikatan yang di ikat para pekerja, dan jangan lupakan ikatan itu masih terbuat dari tanaman rambat petir membuat Mo Lan harus berfikir 2 kali untuk memberontak.


Tanpa mengiraukan makian Mo Lan Azka malah mengambil busur dan panah yang telah di siapkan para pekerja lalu segera membidikkan panahannya tepat ke arah jantung Mo Lan membuat Mo Lan gelagapan di buatnya.


Sontak semua orang menahan nafas, apa Azka ini bermaksud membunuh Mo Lan di hadapan semua orang.


Srettt…. Claappp…..


Anak panah itu menancap dengan sempurna tepat di samping tubuh Mo Lan atau di sebut dengan tepat sasaran, karna memang tujuan Azka yang sebenarnya adalah target kayu itu dan bukannya tubuh Mo Lan.


Azka hanya ingin membuat Mo Lan merasakan betapa sakitnya saat antara hidup dan matinya berada di tangan si pemanah.


“Sialan!!! lepaskan kami!!!” teriak Guru Ma si guru alchemist yang telah sadar dengan keadaannya yang sama persis dengan Mo Lan.


Kini semua penghianat Akademi itu berteriak minta di lepaskan karna bagaimanapun mereka masih waras untuk tidak diam saja saat dirinya akan di jadikan target panahan.


“Mu Muridku, ini apa?” tanya Ketua Akademi gugup, dia masih tercengang dengan perlakuan Muridnya yang terbilang sangat kejam terhadap para penghianat Akademi itu.


“Hanya ingin membuat kalian semua menikmati pesta ini sambil belajar memanah” jawab Azka santai membuat para penghianat itu menahan nafas mereka ketakutan.


“Ta- tapi ka- kalau anak panah itu meleset bagaimana?” tanya Qi Xuan gugup bercampur gelisah karna sedari tadi Hao Cun serta Tian Ba selalu meneriaki namanya untuk meminta tolong dan meminta maaf.


“Ya mereka mati” jawab Azka enteng membuat semua mata para penghianat itu membola tidak percaya.

__ADS_1


Bagaimana bisa Azka membicarakan tentang hidup dan mati seseorang dengan begitu mudah, kini para penghianat Akademi itu menyesal sebesar besarnya karna telah berurusan dengan Azka yang kejam.


“Ta- tapi ini” sahut Qi Xuan masih ingin protes sedangkan Murid lain sudah menyiapkan ancang ancang mereka untuk menembakkan anak panah mereka kepada para penghianat itu.


Karna menurut Murid Murid Akademi, para penghianat itulah yang menyebabkan mereka kehilangan teman teman mereka saat di peperangan.


“Kenapa? kamu keberatan? kematian terlalu mudah bagi mereka, jadi biarkan mereka semua merasakan dulu bagaimana rasanya tidak hidup dan tidak mati ah atau itu berarti kehidupan mereka berada di tangan kalian, bukankah itu menyenangkan?” tanya Azka beruntun sembari menjelaskan tujuannya.


“Tidak Nona!! ini pantas untuk mereka dapatkan” teriak salah satu Murid yang membenarkan kata kata Azka dan langsung di setujui yang lainnya begitupun dengan Ketua Akademi serta Tetua pertama.


Melihat itu Qi Xuan hanya menghela nafasnya kasar, di satu sisi dia sedikit merasa kasihan dengan nasib mantan teman temannya, namun di satu sisi Qi Xuan merasa memang itu sepantasnya untuk mereka dapatkan atas perbuatan keji mereka sendiri.


“Baiklah jika memang ini yang seharusnya terjadi maka akan terjadi” ujar Qi Xuan final lalu meluncurkan anak panahnya tepat di sebelah kanan dekat leher Tian Ba.


Sontak Tian Ba langsung menahan nafasnya serta menutup kedua matanya syok!!! lagi lagi dia merasa berada di antara hidup dan mati setelah di gantung Azka dengan posisi terbalik.


Melihat itu kini semua penghuni Akademi berbondong bondong untuk melayangkan anak panah mereka kepada papan target untuk meluapkan emosi mereka atas terbunuhnya teman rekan ataupun sahabat mereka.


Azka sendiri kini dia beralih menyendokkan es serut kedalam mulutnya dengan susah payah akibat menggunakan cadar, karna menurutnya dari pada membuat Zhishu uring uringan lebih baik memakan hidangan sedikit susah karna terhalang cadar.


Meski begitu hati Azka tetap puas karna berkan ide liciknya kini semua orang dapat melampiaskan kemarahan yang tidak seharusnya mereka pendam dan akan menjadi iblis bayang bayang.


“Istri idemu benar benar mengesankan, ah kamu memang selalu menepati ucapanmu” bisik Zhishu di telinga Azka membuat senyum Azka mengembang.


Sedangkan di lain tempat, Bao Yu, Xiao Bai dan Tao kini sedang berkumpul di halaman ruang dimensi untuk membicarakan rumor yang baru saja di dengar Tao saat berbincang dengan para spirit beast sebelum kesini.


“Apa paman yakin rumor itu benar?” tanya Xiao Bai memastikan.


“Kalian meragukanku?” tanya Tao tidak terima.


“Tentu saja, sebelumnya kan berita berita yang kamu bawa isinya hanya sebatas rumor palsu” jawab Bao Yu pedas membuat Tao menghela nafasnya kasar.


“Jika biasanya aku mendapat informasi dari para warga dan masyarakat, kini masalahnya aku mendapat informasi itu dari para spirit beast dan mereka adalah sumber terpecaya bagi binatang seperti aku” ujar Tao final membuat kedua bola mata Bao Yu dan Xiao Bai membola.


“Jadi Benua Xifang benar benar di landa badai petir dalam semalaman penuh, ah aku tidak yakin jika ini adalah ulah kemarahan Dewa” sahut Bao Yu membuat Xiao Bai dan Tao bertanya tanya.


“Lantas jika bukan maka itu ulah siapa?” tanya Tao penasaran.


“Kalian pasti pernah dengar bukan tentang Iblis setengah Dewa yang jika sedang marah atau emosi akan berdampak pada keseimbangan alam?” tanya Bao Yu.


“Ya Xiao Bai pernah dengar, atau jangan jangan itu ulah dia, wah wah jika benar seperti itu pasti Iblis setengah Dewa telah muncul kembali, ah Xiao Bai jadi ingin bertemu dengannya” jawab Xiao Bai penuh semangat membuat Bao Yu memincingkan sebelah alisnya.


“Kenapa? apa dia juga adalah idolamu?” tanya Tao yang merasa jengah dengan idola Xiao Bai yang tercecer dimana mana.


“Tentu saja!!! Xiao Bai kan memang selalu mengidolakan orang orang kuat” jawab Xiao Bai semangat.


“Tidak!!! jangan lebih baik kita menghindar serta berusaha sebaik mungkin agar kita dan Tuan tidak akan pernah bertemu dengannya” sahut Bao Yu tidak setuju.


“Hah kenapa?” tanya Xiao Bai.


“Bao Yu benar, kamu tidak ingat ya jika Iblis setengah Dewa punya larangan besar yang berpengaruh pada kehidupannya serta keseimbangan dunia jadi sebelum kita tahu larangan apa itu bukankah lebih baik untuk tidak pernah bertemu” jawab Tao yang mengerti tentang larangan serta akibat jika melanggar namun masih tidak tahu larangan jenis apa itu,


“Tao benar, pokoknya kita harus berusaha untuk menjauhkan Tuan dari Iblis setengah Dewa itu” sahut Bao Yu yang langsung di angguki Tao dan Xiao Bai.


“Ada gitu ya blasteran Surga-Neraka” sahut Azka yang tiba tiba muncul di hadapan mereka bertiga sontak membuat ketiganya terpanjat kaget.


“Nona/ Bunda/ Tuan!!!”


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😁.

__ADS_1


__ADS_2