Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
84 Kata Hati


__ADS_3

“Yah sepertinya aku tidak di anggap disini” gumam Ketua Akademi meratapi nasibnya yang terabaikan.


“Bisa diam tidak!! aku sedang berfikir!!!”


***


“Maaf” ujar Zhishu dan Haechan bersamaan membuat Azka gemas sendiri.


“Ah iya, Tetua ketiga bukankah kamu penguasa Dataran Dong Fang? berarti Benua Tengah juga berada dalam kekuasaan mu?” tanya Azka blak blakkan kepada Haechan membuat Ketua Akademi sontak membelalakkan matanya terkejut sedangkan Zhishu dia hanya mendengus kesal karna Azka mengajak saingannya berbicara.


“Itu memang benar” jawab Haechan santai membuat Ketua Akademi serasa kehilangan separuh nyawanya.


Brukkk……


“Guru!!” teriak Azka saat mendapati Ketua Akademi jatuh terduduk.


‘Kejutan apa lagi ini, muridku seorang alchemist dengan elemen ganda serta memiliki binatang legenda bersamannya, lalu ini….. Akademi ini sungguh penuh kejutan’ batin Ketua Akademi.


“Guru, apa ada yang sakit? atau kamu belum makan?” tanya Azka beruntun namun tak kunjung mendapat jawaban.


‘Jika Chan’er adalah pemimpin dari Dataran Dong Fang yang doyan melakukan perjalanan berarti…… astagaa!!! aku pernah menjewer telinganya, memukul kepalanya, serta menyentil dahinya!!! mati lah aku!!’ batin Ketua Akademi lalu pingsan.


“Guru guru” panggil Azka sambil menggoyang goyangkan tubuh Ketua Akademi yang tergeletak di atas rerumputan.


“Biarkan saja, dia mungkin terkejut dengan kenyataan bahwa aku adalah Pemimpin dari Dataran Dong Fang” ujar Haechan santai membuat Azka mengerutkan dahinya.


“Jadi guru tidak tahu apapun?” tanya Azka lagi memastikan.


“Tidak, jangan bahas lagi biarkan saja pak tua itu tahu lagi pula dia pasti hanya pura pura pingsan mengingat perlakuannya yang sering menjewer telingaku” jawab Haechan tak kalah blak blakkan membuat Ketua Akademi mengumpat di dalam hati.


‘Sial ketahuan!!’


“Ah…” gumam Azka pelan.


“Jadi yang kamu tanya kan tadi benar adanya namun Benua Tengah tidak berada dalam kekuasaan ku karna orang2 disana telah berhianat dan menyerang balik markas milikku jadi orang orang itu telah mengangkat pemimpin mereka sendiri dan itu adalah Kaisar Iblis dari Kerajaan Iblis” jawab Haechan melanjutkan jawabannya tadi.


“Kaisar Iblis” gumam Azka pelan sembari memikirkan apa langkahnya untuk mengintrogasi Fang Lian terlebih dahulu sudah benar.


“Istri apa kamu benar benar masih mencari letak lembah kehidupan itu?” tanya Zhishu sewot dia sedikit kecewa dengan Azka yang masih mencari jalan untuk kembali dan akhirnya meninggalkan Zhishu sendirian bersama cintanya.


“Apa Bao Yu juga memberitahumu tentang hal ini?” bukannya menjawab Azka malah kembali bertanya dengan tatapan menelisisik.


“Itu tidak penting, tidak bisakah kamu berhenti mencari jalan pulang dan tinggal disini bersama ku, Tao dan anak anak” jawab Zhishu dengan nada normal bukan lagi kekanak kanakan, dia bahkan melupakan kalau saat ini masih ada Ketua Akademi yang hanya berpura pura pingsan.


“Entahlah, aku hanya mengikuti kata hati ku” ujar Azka jujur.


Ya Azka hanya mengikuti kata hatinya untuk terus mencari lembah kehidupan namun dengan tujuan yang berbeda.


Jika dulu tujuan Azka untuk pulang maka sekarang tujuannya hanya untuk memastikan apa jalan pulang untuknya benar benar ada.


Lantas apa sekarang dia berniat untuk tetap tinggal dan meninggalkan kakak tercintanya di dunia modern, entahlah saat ini di fikiran Azka hanya ada mencari lembah kehidupan serta seperti apa bentuk lembah itu hingga mampu membuat nya kembali ke duniannya.

__ADS_1


“Kau mau kemana?” tanya Azka saat Zhishu hendak beranjak pergi meninggalkan pavilium Atas Awan.


Tumben tumbenan anak ini mau meninggalkan Azka hanya berduaan dengan Haechan, ah ralat bertigaan karna masih ada Ketua Akademi yang pura pura pingsan.


“Mengikuti kata hatiku” jawab Zhishu membalik ucapan Azka lalu segera melesat pergi membuat Azka hanya mampu tersenyum masam.


“Err…. Nona anu itu…. itu… ck anu…”


“Katakan saja apa yang ingin kamu katakan” sahut Azka memotong perkataan Haechan yang kebanyakan anu itu.


“Emm sebenarnya aku ingin bertanya apa sekarang kamu sedang bertengkar dengan Zhishu?” tanya Haechan was was.


“Apa hubungannya denganmu?” bukannya menjawab Azka malah balik bertanya dengan nada songongnya.


“Tidak ada” jawab Haechan dengan senyum mengembang di bibirnya.


Hehehehe Haechan merasa punya peluang jika saat ini Azka memang benar sedang bertengkar dengan Zhishu.


Tidak, dia tidak penasaran apa yang mereka ributkan atau apa yang di maksud dari jalan pulang, dia hanya berfikir mungkin Azka berasal dari dataran tetangga hingga sedikit sulit mencari jalan pulang.


Tapi yang terpenting saat ini adalah peluang.


“Er.. Nona mari mencari tempat lain untuk membahas Kerajaan Iblis, meski Kerajaan Iblis tidak berada di bawah kekuasaan ku namun setidaknya aku masih punya sedikit informasi tentang Kerajaan itu” ujar Haechan berniat melakukan pendekatan dengan Azka.


Orang ketiga mah gitu, ada peluang dikit langsung aja gas poll….. hehehehe maf ya Haechan ganteng author bikin kamu jadi pelakor di sini.


“Apa kamu punya informasi tentang anggota inti dari kerajaan kegelapan?” tanya Azka yang hanya di jawab anggukan oleh Haechan.


Setidaknya Azka bisa memanfaat kan kebucinan Haechan untuk kepentingannya sendiri dari pada dia harus capek capek mencari serta mengintrogasi Fang Lian yang juga belum tentu berjalan dengan lancar.


“Ikut saja” ajak Haechan lalu segera pergi di ikuti Azka dari belakang.


‘Zhishu maaf harus mengatakannya, tapi kali ini kamu kalah’


Berbeda halnya dengan Haechan yang sedang berusaha mencari peluang untuk menghancurkan hubungan Azka dan Zhishu kini di lain tempat tepatnya jauh di Hutan Kematian lapisan kesembilan terdapat Zhishu Bao Yu dan Xiao Bai yang sedang berbincang.


Mereka bertiga sengaja meninggalkan Tao untuk berjaga jaga jika seandainya Azka butuh banTuan, atau Haechan melakukan hal yang iya iya kepada Azka hingga membuat Tao harus turun tangan.


“Kenapa harus di sini?” tanya Bao Yu yang dibawa Zhishu berteleport bersama Xiao Bai.


“Hanya ini tempat teraman dan tentu saja jauh dari jangkauan istri” jawab Zhishu yakin membuat Bao Yu mengangguk faham.


“Apa yang tadi itu benar!! ibunda masih mencari letak lembah kehidupan dan bahkan sudah mencari informasi tentang Kerajaan Iblis yang mempunyai token untuk masuk?” tanya Xiao Bai lagi memastikan.


“Sejujurnya aku sedikit kecewa, tapi apa ada cara lain agar istri mau tinggal disini sedikit lebih lama lagi sampai aku mampu menaklukkan hatinya hingga tidak pernah terbesit lagi fikiran untuk pergi?” tanya Zhishu.


Egois memang, dia menahan Azka hanya untuk kepentingan hati serta hidupnya tapi itulah cinta, Zhishu hanya ingin Azka selalu di sisinya meski harus membuat Azka kehilangan sosok kakak yang dia tinggalkan di zaman modern.


Tapi setidaknya Zhishu akan menggantikan sosok Hyunjin dengan dirinya, Hyunjin tidak akan marah bukan.


“Setelah aku fikir fikir mungkin cara ini akan berhasil” jawab Bao Yu dengan pose berfikir yang imut.

__ADS_1


“Apa?!” tanya Zhishu dan Xiao Bai bersamaan.


“Alasan tersegelnya ingatan masa kecil Tuan” jawab Bao Yu pasti membuat Bao Yu serta Zhishu mengernyitkan dahi mereka.


“Gimana maksudnya? apa sekarang kakak ingin kita membocorkan tentang ingatan bunda yang tersegel?” tanya Xiao Bai beruntun.


“Apa ada cara lain?” Bukannya menjawab Bao Yu malah balik bertanya namun tidak kunjung mendapat jawaban.


“Coba fikir baik baik, jika seandainya Tuan tahu ingatannya tersegel, maka dia akan mencari cara untuk menatasinya serta mencari penyebabnya bukan kah dengan cara itu setidaknya Tuan bisa bertahan disini setikit lebih lama” lanjut Bao Yu.


“Tidak tidak, hal itu malah akan membuat istri tergesa gesa kembali untuk menanyakan hal ini kepada Hyunjin, bukankah itu artinya ada hubungannya di masa depan” sela Zhishu tidak setuju dengan Bao Yu.


“Ayahanda benar”


“Tidak kalian berdua salah!!” sahut Bao Yu.


“Kalian fikir kenapa jiwa serta raga Tuan bisa terlempar ke zaman ini, apa karna iseng? atau dewa salah kirim? oh ayolah berfikirlah yang benar!!” lanjut Bao Yu membuat fikiran Zhishu dan Xiao Bai traveling kemana mana.


“Jangan bilang ibunda punya kaitan dengan zaman ini? atau lebih parahnya lagi yang menyegel ingatan bunda adalah orang dari zaman ini? lantas apa tujuannya? apa itu artinya bunda memang berasal dari sini?” tanya Xiao Bai beruntun membuat Zhishu menyadari sesuatu.


“Bao Yu apa sebenarnya yang sedang kamu coba sembunyikan dari kami?” bukannya menanyakan perihal Azka Zhishu malah bertanya tentang Bao Yu.


“Hah maksudnya?” tanya Xiao Bai serta Bao Yu bersamaan.


“Mungkin ini karna Xi’er masih kecil jadi dia tidak menyadarinya tapi kamu jelas tidak bisa menipuku” jawab Zhishu namun masih tidak menjawab kebingungan Xiao Bai.


Sedangkan Bao Yu percayalah dia benar benar menahan laju jantungnya yang sedang party di dalam sana.


“Kenapa sepertinya kamu tahu semua hal hal yang menimpa istri baik itu masa lalu atau masa depan, apa masih ada cerita lain yang belum kamu ceritakan?, lantas siapa kamu sebenarnya hingga mengetahui hal itu?”


🐣🐣🐣


BONUS PICT🥳🥳🥳



Sumber pinterst


Foto imut Xiao Bai yang sedang dalam mode anak bai baik.


Hehehe anggap saja rambutnya merah, oke👌✌


Xiao Bai naga merah (Api) binatang kontrak yang sudah di anggap anak sendiri oleh Azka (jadi kaya iklan kecap) ehem… intinya tidak ada yang di sembunyikan dari bocah itu selain kenyataan dari dia yang menjadi penjaga pedang naga biru milik Dewi Perang.


Apa benar Xiao Bai belum pernah melihat sosok Dewi Perang sebelumnya? atau itu hanya akal akalannya saja?


Mau tahu? hohoho ikutin terus Terlempar Ke Zaman Kuno, dan dapat kan jawabannya di chapter chapter yang selanjutnya.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys😊❤.

__ADS_1


__ADS_2