Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
95 Si Pelaku


__ADS_3

“Tentu saja senang!! jika Zhishu tidak ada aku jadi bisa bebas membuat diriku sendiri sebagai umpan untuk si pelaku peledakkan”


“APA!!!”


***


Mendengar niat terselubung dari Azka yang menurut mereka sangat gila, sontak ketiganya berteriak histeris membuat Azka terkekeh pelan karna ketiganya yang sangat kompak.


“Kenapa? ada yang salah?” tanya Azka enteng membuat Xiao Bai geregetan.


“Tuan, kamu tidak lupa bukan kalau Pemimpin Kerajaan Anyelir ada bekerja sama dengan orang besar di Benua Tengah?” bukannya menjawab Bao Yu malah balik bertanya.


“Dan orang besar di Benua Tengah siapa lagi coba kalau bukan Kaisar Iblis” sahut Xiao Bai menebak dengan sangat benar.


“Oh ayolah Nona … jika musuh kali ini adalah sekumpulan lebah kecil yang tingkat kultivasinya hanya mencapai tingkat Master itu tidak masalah, namun kali ini Kaisar Iblis!! hei … kita bahkan tidak tahu seberapa besar kekuatan di belakangnya, kami hanya tidak ingin Nona kenapa napa” sahut Tao panjang kali lebar.


“Itu benar!!” ujar Xiao Bai dan Bao Yu bersamaan membenarkan sahutan Tao.


“Ya!! kalian meremehkan kekuatan ku? lagi pula apa gunanya kalian?” tanya Azka beruntun.


“Er … sebenarnya ini bukan masalah besar, tapi tetap saja kita khawatir karna ibunda sering bermain main meski dalam keadaan serius seperti ini” jawab Xiao Bai.


“Hei yang benar saja, kapan aku pernah bermain main” elak Azka tidak terima.


“Jika Nona lupa, Nona pernah berperang sambil menyanyi” sahut Tao mengingatkan Azka pada chapter (Ini Perang!!).


“Lalu saat kita hampir di rampok di perbatasan Kerajaan Barat, bunda malah dengan santai menanggapi ‘Aku sedang tidak ingin dirampok’ mana ada orang yang mau di rampok, yang benar saja!!” sahut Xiao Bai mengingatkan Azka pada chapter (Di Rampok).


“Dan lagi saat Tuan di tuduh membunuh Fang Yin di kompetisi, Tuan malah menanggapinya dengan alasan gak ada akhlak, ‘Aku hanya iseng membuatnya pingsan agar kapok’ apa itu yang di sebut serius” sahut Bao Yu semakin memojokkan Azka dengan mengingatkan tingkah bar barnya di masa lalu (kalo yang ini di chapter Kompetisi II).


“Dan lagi wak-”


“Sudah cukup, baiklah baiklah aku mengalah, kali ini bakalan serius” sahut Azka memotong ucapan Xiao Bai yang hendak membeberkan aib dirinya di masa lalu.


“Janji loh, pokoknya harus janji” ujar Xiao Bai dengan semangat yang di angguki Azka dengan semangat pula.


“Jadi apa rencana Tuan?” tanya Bao Yu yang kini duduk bersila di atas lantai kayu rumah kosong itu, yang langsung di ikuti Azka dan yang lainnya.


Capek berdiri euy.


“Kita akan melakukan penyergapan” jawab Azka pasti membuat banyak tanda tanya muncul di kepala ketiga binatang kontraknya.


“Penyergapan!” beo mereka bertiga bersamaan.


🌚🌚🌚

__ADS_1


Tidak terasa matahari yang bersinar dengan sangat terik kini sudah berganti menjadi rembulan, yang artinya rencana Azka akan segera dimulai.


Azka sendiri sudah bersiap duduk lesehan di tanah depan rumah kosong, dengan tangan yang tidak henti hentinya mencorat coret gambar manusia yang hasilnya malah hancur jadi gambar organ dalam seperti, jantung, lambung, hati, usus, cilok, batagor.


Eh gak deng, salah cilok sama batagor gak termasuk.


Gini nih kalo cewek yang lebih sering membunuh sedari kecil untuk bertahan hidup, dari pada belajar gambar di sekolah, bisanya ya cuma gambar yang horror horror begitu, dan bukan gambar pemandangan atau gak gambar ayam lah minimal layaknya anak kecil pada umumnya.


“Lama banget astaga!! kaki gua kesemutan woy!!” teriak Azka yang mulai kesel akibat sudah menunggu terlalu lama, hingga membuat bahasa asalnya keluar.


Bayangkan saja Azka sudah menunggu dari jam 5 sore sampai hampir jam 11 malem, sebenarnya salah Azka sendiri sih yang emang terlampau semangat sampai sampai baru jam 5 sore sudah mulai.


“Serius, mau ngambek aja sama pelakunya” gumam Azka sambil mencorat coret hasil gambarannya lalu membuang ranting kecil yang sebelumnya dia pakai untuk menggambar.


“Tuan aku sudah menyuruh paman Tao dan Xiao Bai untuk mengawasi tempat tempat yang mungkin akan terjadi ledakkan” ujar Bao Yu yang tiba tiba muncul didepan Azka menggunakan wujud bocahnya.


“Bagus, aku harap pelaku itu kesini aja biar aku gak susah susah nyamperin dia” sahut Azka membuat Bao Yu geleng geleng kepala.


Nonanya ini benar benar menantang maut, bayangkan saja disaat kalian belum tahu seberapa besar kekuatan musuh yang akan datang dan kalian hanya menanggapinya dengan santuy tanpa tahu keberuntungan atau mala petaka yang akan menyapa kalian nanti.


“Yu’er di ruang dimensi ada kartu UNO gak? serius aku bosan” lanjut Azka yang kini memasang wajah memelas membuat Bao Yu ingin muntah karna tidak tahan dengan wajah psiko Azka yang kini memelas kepadanya.


“Kenapa Tuan tidak memakai cadar?” bukannya menjawab Bao Yu malah balik bertanya tentang penampilan Azka yang kini terbuka.


“Memangnya kenapa? disini kan sepi, kau tahu … sebenarnya aku tidak begitu suka memakai cadar, ah … itu benar benar membuatku kegerahan dan susah makan, tapi apa boleh buat, ada hati yang harus kujaga” jawab Azka dengan akhiran yang terkesan pembucin ulung.


“Kamu menemukan sesuatu?” tanya Azka tiba tiba memotong ucapan Bao Yu membuat Bao Yu mendengus kesal.


‘Benar Nona’


Ah … rupanya Azka sedang berbicara dengan Tao lewat telepati ikatan binatang kontrak.


‘Terjadi ledakkan baru di depan gerbang Istana Kerajaan Anyelir, namun aku belum tahu penyebabnya’ lanjut Tao memberi informasi kepada Azka, Bao Yu, dan Xiao Bai yang sedang mengawasi di perbatasan.


‘Paman Xiao Bai akan segera kesana’ sahut Xiao Bai.


‘Nona, Nona!! kamu mendengarku?’ tanya Tao yang tak kunjung mendapat sahutan dari Azka.


Azka sendiri tepat saat mendengar ‘terjadi ledakkan baru di depan gerbang istana’ pun langsung berlari bersama Bao Yu menggunakan jurus Qiqong nya tanpa memperdulikan ucapan Tao yang selanjutnya.


‘Aishh … noonaaa!!!’ teriak Tao dengan keras yang mengakibatkan dengungan di kepala Azka serta yang lain.


‘Paman diamlah!! aku dan Nona akan segera sampai’ jawab Bao Yu membuat Tao merasa lega.


Tidak berselang lama, kini Azka dan Bao Yu sudah sampai di depan gerbang Istana Kerajaan Anyelir yang sudah hancur berantakan, namun tidak ada tanda tanda manusia lain selain Tao yang sedang berjongkok sambil menguap, serta Xiao Bai yang sepertinya baru sampai.

__ADS_1


Terlihat dari nafasnya yang masih belum beraturan.


“Dimana pelakunya?” tanya Azka tiba tiba.


“Ah Nona kamu mengagetkanku” bukannya menjawab Tao malah mngeluh sambil mengelus dada bidangnya.


Tanpa menghiraukan Tao, segera Azka berlari menghampiri bekas ledakkan yang tidak jauh berada di samping Tao, bisa di pastikan Azka akan menemukan sesuatu karna bekas itu benar benar masih baru dan belum tercemar sesuatu.


Azka melihat bekas ledakkan baru itu dengan teliti, memastikan apa ada bubuk mesiu yang tertinggal, atau limpahan tenaga QI yang artinya seseorang habis bertarung.


Tapi kemungkinan kedua kayaknya gak masuk akal deh, mana ada kultivator hebat bertarung setiap hari, gak capek apa?


“Ini bukan bubuk mesiu, bukan juga limpahan QI, ini …” gumam Azka pelan lalu melihat Xiao Bai yang masih menetralkan deru nafasnya.


“Xi’er, lihat bekas ini bukankah sama dengan elemen api milikmu?” tanya Azka kepada Xiao Bai yang kini mendekatinya untuk melihat langsung bekas ledakkan itu.


“Ibunda benar!! hanya saja ini sedikit lebih kuat, jadi pelakunya adalah binatang ilahi?” tanya Xiao Bai tidak percaya membuat Bao Yu menaikkan sebelah alisnya memikirkan sesuatu.


“Tidak kamu salah, yang punya elemen dengan aura seperti itu bukan hanya binatang ilahi garis keturunan, karna semua binatang yang berasal dari dunia atas juga punya aura itu, termasuk dirimu yang punya garis keturunan naga dari dunia atas” jawab Bao Yu yang tidak setuju dengan asumsi Xiao Bai.


“Tunggu dulu!! bukankah seharusnya ada penjaga? lantas dimana mereka?” sela Azka tanpa memperdulikan Bao Yu yang kini berdebat dengan Xiao Bai.


“Itu sebenarnya, eumm jadi awalnya aku melihat 10 penjaga yang sedang fokus pada tugas mereka, tapi setelah itu aku melihat ada sekelebat bayangan lalu disusul suara ledakkan, dan tiba tiba sudah jadi seperti ini, 7 penjaga yang hilang serta sisa 3 nya mati gosong dan akhinya aku membawanya ketepi pohon itu” jawab Tao menjelaskan kejadian itu sambil menunjuk tumpukan mayat gosong di bawah pohon yang hampir tidak terlihat akibat warna mereka yang menyerupai gelapnya malam.


“Kemana arah bayangan itu pergi?” tanya Azka lagi to the poin tanpa memperdulikan Bao Yu yang masih berdebat dengan Xiao Bai tentang binatang ilahi.


“Selatan” jawab Tao pasti.


Segera Azka berlari kearah selatan, mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru arah di ikuti Tao dari belakang.


Sampai akhirnya Azka memukan sesuatu yang janggal, yakni dua pohon besar yang saling berhimpitan tanpa adanya cela.


Dan anehnya lagi, pohon itu merupakan pohon apel dengan pohon mangga yang gak mungkin akur.


Dengan langkah pelan akhirnya Azka mendekati pohon itu, dan melihat sebenarnya apa yang ada di balik pohon itu.


“Nona … ini!!”


“ANJ*NG BERKEPALA TIGA!!!”


🐣🐣🐣


Ehem, btw yang belum mampir ke "Young Mother X Mafia (Time Travel Komandan Jung Haera)" skuyy buruan mampir💃💃


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪


__ADS_2