
“Untuk kenal atau bukannya seharusnya Nona mengenalnya karna Dewa Perang bilang tubuh itu milik keluarga Nona”
BRAKKK!!!
DAMN IT!! kali ini Azka benar benar membenci otak pintar nya.
...🐣🐣🐣...
Malam itu suasana ruang dimensi menjadi sangat mencekam, setelah mendapat pengakuan dari si Cicak Azka pergi ke dalam kamar di ruang dimensi dan menenggelamkan dirinya dalam pengaruh alkohol yang berada di dalam lemari peninggalan tuan sebelumnya.
Mungkin jika di lihat dari segi umur Azka belum boleh menyentuhnya, namun hati Azka begitu hancur, tebakannya mungkin bisa saja meleset tapi dia paham betul karna Hyunjin adalah keluarga satu satunya yang dia punya.
"Haaahhhh Oppaa hikss.... Oppaaa" racau Azka di sela sela mabuknya.
Melihat itu Tao langsung bergegas keluar dari ruang dimensi untuk mencari Zhishu sebelum Azka kehilangan kesadaran, jika itu terjadi bisa bisa mereka akan terkunci sampai Azka sadar kembali.
Sedangkan Xiao Bai kini mendesak Xi Long dan Cicak itu untuk informasi lain lebih lanjut, dia tahu ibundanya sedang terpuruk akibat cerita si Cicak yang terpotong sebelum mengetahui dengan jelas tubuh siapa yang akhirnya di tempati Dewa Perang, masa dia bilang.
'Setelah Tuan pergi menemui tubuh baru entah kenapa tiba tiba sebuah asap hitam menyedot ku membuat ku berada di ruang hampa selama 10 tahun lamanya, dan saat itulah aku sadar jika kontrakku ternyata di putus secara sepihak oleh Tuan' sudah setelah itu dia kembali menjadi telur dan di temukan di pelelangan tadi malam.
Setelah mendengar itu ibundanya berjalan linglung menuju kamar.
"Haaahhhh kenapa di saat seperti ini ayahanda dan kakak sedang tidak ada di tempat" ujar Xiao Bai dengan helaan nafas panjangnya.
"Maaf kan aku, aku benar benar tidak tahu nama dan juga wajah yang di tempati Tuan" Sahut si Cicak yang kini sadar jika ceritanya telah membuat Azka menjadi terpuruk.
"Memangnya siapa keluarga Nona yang hari itu sedang di rawat di rumah sakit?" Lanjut si Cicak menanyakan pertanyaan yang sedari tadi membuatnya penasaran.
"Itu... Hyunjin kakak nya ibunda" jawab Xiao Bai pelan.
"APAA!! HYUNJIN !!! NA HYUNJIN" teriak si Cicak bersamaan dengan Xi Long membuat Xiao Bai terkejut bukan main.
"Apa ini Kerberus, bagaimana bisa Hyunjin ikut ke zaman modern, dan lagi kakak? Bagaimana bisa anak tunggal memiliki kakak?" lanjut si Cicak yang kali ini menatap Xi Long.
"Bukankah aku sudah bilang, Nona itu anak tunggal, lalu Hyunjin? Wahhhh .... aku benar benar baru tahu loh" sahut Xi Long yang merasa tidak tahu apapun.
"Memangnya siapa itu Hyunjin? Xiao Bai kira dia beneran kakak kandung ibunda?" Tanya Xiao Bai.
"Haaah, dia itu sama sepertimu" jawab Xi Long sambil menunjuk Xiao Bai.
__ADS_1
"Aku?, maksudnya Seekor Naga?" Tanya Xiao Bai lagi memastikan.
"Benar, naga kecil yang di kontrak Master Na setelah Bao Yu" jawab Xi Long pasti.
"HA HAHAHAHAHAHAAHAHAHAHAHAHA"
Mendengar suara tawa nyaring itu sontak ketiga binatang beda spesies itu berdiri mencari sumber suara.
"IBUNDA!!!!" teriak Xiao Bai yang kini mendapati Azka pingsan di halaman.
Mungkin saja Azka mendengar percakapan mereka dan membuatnya syok hingga pingsan, apalagi waktu itu Azka sedang mabuk akibat minum alkohol.
Sedari tadi Azka memang ingin pingsan dan melupakan apa yang terjadi hari ini, namun dengan bantuan alkohol pun dia tak kunjung kehilangan kesadaran, akhirnya dia turun kebawah untuk menjernihkan pikiran, namun Malah mendengarkan kenyataan lain yang membodohinya, haah... hilang sudah kesadarannya.
"Tidak ...tidak ibunda bangun" racau Xiao Bai sambil terus menggoyang tubuh Azka.
"Xi Long tolong susul paman Tao, kenapa dia lama sekali" lanjut Xiao Bai yang di balas gelengan oleh Xi Long.
"Tidak bisa, di saat Nona hilang kesadaran maka ruang dimensi otomatis terkunci, yang di luar tidak bisa masuk dan yang di dalam pun tidak bisa keluar" sahut Xi Long yang membuat Xiao Bai menghela nafas panjang.
"Sudahlah lebih baik kita pindahkan saja Nona kedalam kamar terlebih dahulu" lanjut Xi Long sambil menggendong Azka ke kamar di ikuti Xiao Bai dan si Cicak di belakang.
"Jika ibunda sadar nanti, bagaimana cara kalian menjelaskan nya? aduhh ... kenapa di saat seperti ini tidak ada satupun orang dewasa yang bisa menenangkan ibunda" eluh Xiao Bai membuat Xi Long memicingkan sebelah alisnya.
"Tidak tidak, hanya saja kamu tidak akan berguna, di saat saat seperti ini mungkin ayahanda atau kakak lebih berguna" jawab Xiao Bai membuat Xi Long keluar sambil ngedumel di ikuti si Cicak yang memiliki banyak sekali pertanyaan di hatinya.
Namun tidak lama setelah itu tiba tiba Xi Long di kejutkan dengan instingnya yang membuatnya dengan cepat berlari ke arah gazebo.
"Oi Kerberuss .... kenapa tiba tiba lari!!! " teriak si Cicak sambil terus berusaha mengikuti Xi Long.
"Kekuatan ini, akhirnya Tuan Muda menggunakannya!!" Sahut Xi Long sambil terus berlari sampai berpapasan dengan Zhishu bersama Tao yang juga sedang berlari namun dengan arah yang berlawanan.
"Ternyata kamu .... Tuan Muda!!!" Teriak Xi Long sambil tiba tiba membalik arah nya membuat si Cicak berusaha menghindar agar tidak terinjak.
Tanpa menghiraukan perkataan Xi Long, Zhishu dan Tao masih terus berlari menuju kamar Azka dan segera mendapati Xiao Bai yang sedang menangis di samping kasur queen size milik Azka.
Melihat itu Zhishu merasa khawatir sekaligus lega melihat calon istrinya yang hanya pingsan tanpa sedikitpun luka di tubuhnya.
"Ayahanda!!!" Teriak Xiao Bai sambil berlari kepelukan Zhishu.
__ADS_1
"Bagaimana bisa ayahanda masuk kesini sedangkan ibunda sedang tidak sadarkan diri?" lanjut Xiao Bai menanyakan hal yang tidak mungkin terjadi.
"Itu kemampuan ku, ayahanda pikir itu cuma pajangan, tapi melihat itu bekerja ternyata sangat berguna" jawab Zhishu sambil membelai Surai Azka yang tak kunjung sadar.
"BENAR BUKAN, KAMU MEMANG TUAN MUDA!!" teriak Xi Long yang baru menyusul sambil menunjuk Zhishu yang kini tersenyum kecut.
Apa sekarang sudah waktunya? Mungkin selama ini Zhishu menyembunyikan identitas aslinya karena banyak sekali orang yang menghindarinya, hanya karna larangan yang bahkan Zhishu pun tidak tahu larangan apa itu, tapi membuat banyak orang waspada, mungkin mereka takut, jika mereka terlibat mereka juga akan terkena akibatnya.
Apalagi larangan itu merupakan hukuman atas kelahirannya yang tidak pernah boleh terjadi.
Haaahhhh .... hubungan terlarang, kenapa juga mereka harus di hukum hanya karna saling mencintai, bukankah itu sangat tidak adil, jika ingin menyalahkan mereka karna sudah jatuh cinta maka salahkan juga takdir yang sudah membuat mereka saling bertemu.
"Kerberus ku pikir cukup untuk berpura pura tidak mengenalmu" sahut Zhishu membuat Xiao Bai dan si Cicak tertegun.
"Jadi ... apa mungkin ayahanda adalah putra dari Dewa Kegelapan?" Tanya Xiao Bai hati hati yang hanya di balas anggukan oleh Zhishu.
Dengan cepat Xiao Bai turun dari gendongan Zhishu lalu bersujud seraya berkata.
"Ayahanda tolong jangan membenci ibunda, kumohon ... ibunda bahkan tidak bisa mengingat masa kecilnya, namun aku Xiao Bai penjaga pedang Dewi Perang mampu menjamin jika Dewi tidak mungkin mengadukan hubungan antara kedua orang tua ayahanda kepada Kaisar Dewa"
Mendengar itu sontak Zhishu menghentikan belaian tangannya pada rambut Azka.
"Maksudnya, kenapa membawa bawa Dewi Perang?" Tanya Zhishu yang di angguki oleh Tao.
Tao sendiri terlihat bingung, dia tidak mengerti kemana arah pembicaraan mereka yang sebenarnya, namun sepertinya sekarang ada hubungan nya dengan Nonanya yang berhasil mengontrak pedang milik Dewi Perang.
"Cukup Xiao Bai, biar aku yang menjelaskannya" sela Xi Long membuat Xiao Bai dan yang lain menatapnya dengan tatapan 'memangnya kamu tahu apa'.
"Haaahhh .... aku ini tahu banyak Karna aku juga hadir di sana waktu kemalangan itu terjadi, jadi bukankah sudah tugas ku untuk menjelaskan kesalah pahaman ini" lanjut Xi Long menjelaskan di sertai helaan nafas panjangnya.
"Jadi atas dasar apa kami bisa mempercayaimu yang berada pada pihak kaisar iblis?"
.
.
.
.
__ADS_1
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪