
“Benar ayahanda, namun apa yang akan kita lakukan agar Master Hebat itu mau bekerjasama dengan Kerajaan Timur?” tanya Putri Mahkota.
“Dengan cara pernikahan” jawab Kaisar Tang mantap
***
Kita kembali kepada Azka.
Di dalam tandu yang Azka dan rombongannya tumpangi terjadi kesunyian parah, tidak ada yang memulai pembicaraan, sedangkan Azka sendiri sedari masuk ke dalam tandu sudah menahan mual karna tidak terbiasa dengan goyangan tandu yang di naikinya.
“Nona apa tidak apa apa membawa kita semua menuju istana?” tanya Tao yang sedari tadi merasa gelisah.
“Entahlah apa kau punya rencana? firasatku sedikit buruk” jawab Azka yang memang sedari tadi merasa ada yang salah.
“Bagaimana kalau aku pergi saja jika nanti nona butuh bantuan tinggal memanggilku” ujar Tao memberi usulan kepada Azka.
“Baiklah ajak Bao yu serta Xiao bai juga, langsung masuk ke kamar jangan kemana mana, aku akan mencari alasan” sahut Azka yang di angguki ketiga binatang kontraknya.
‘Kamar’ yang dimaksud Azka adalah Ruang Dimensi.
Azka yang sudah tidak tahan ingin mengeluarkan isi perutnya pun berteriak.
“Berhenti!!!” seketika tandu yang dinaiki Azka beserta rombongan nya pun berhenti.
Secepat kilat Azka berlari ke pinggir jalan dan memuntahkan semua sarapan yang di makannya tadi pagi.
Hoekkk…..Hoeekkk.
“Istrii!!!” teriak Zhishu panik berlari menuju Azka lalu memijit pelan tengkuk Azka, begitupun dengan ketiga binatang kontraknya, Tao dengan panik mengipasi Azka, Xiao bai yang langsung menyediakan sebotol air surgawi untuk Azka sedangkan Bao yu dia sedang sakit perut karna menahan tawa, dia tahu persis kenapa Tuannya mual.
“Hah…hahh… terkutuklah tandu sialan yang membuatku mual” ujar Azka sambil ngos ngosan seperti habis lari mathon, lalu dengan cekatan mengambil meminum air yang di berikan Xiao bai.
“Apa istri hamil?”
Byurrrr…….
Pertanyaan polos Zhishu sontak membuat Azka menyemburkan air yang hampir menyentuh tenggorokannya.
Bao yu sudah tidak tahan lagi akhirnya melepaskan tawa membahananya, sedangkan Tao dan Xiao bai menepuk dahinya bersamaan.
“Hamil ndasmu!!!” maki Azka kepada Zhishu, sedangkan yang di maki hanya nyengir kuda menampilkan deretan giginya yang rapi pura pura tak bersalah.
Lain halnya dengan rombongan Jendral yang sedang ketakutan melihat Azka muntah muntah mereka fikir Azka akan murka menyalahkan mereka semua.
Setelah dirasa lebih baik Azka beralih menatap dua kuda yang di tumpangi Jendral beserta baawahannya.
“Mmm- Ma Master Hebat apa kau baik baik saja?” tanya Jendral gugup karna merasa di tatap tajam oleh Azka padahal mah Azka natap tunggangannya.
__ADS_1
“Biar aku menaiki kudamu atau ku bakar tandu sialanmu itu” ujar Azka sambil menunjuk tandu yang tadi di tumpanginya.
“Bb-baik Master” sahut Jendral gugup lalu bergegas turun dari kudanya di ikuti bawahannya.
“Tao pulang lah dulu bawa anak anak, aku akan ke istana bersama Zhishu” ujar Azka yang di angguki Tao.
Sepeninggalan ke tiga binatang kontraknya Azka beralih menatap Zhishu.
“Apa kau bisa berkuda?” tanya Azka yang di balas gelengan kepala oleh Zhishu.
Azka hanya menghela nafasnya pasrah, lalu bergegas menaiki kuda milik Jendral dan menarik Zhishu agar duduk di belakangnya.
“Jendral kau pimpin jalan, kalau bisa yang cepat ya” perintah Azka pada Jendral.
“Baik Master” jawab Jendral patuh lalu menaiki kuda bawahannya.
“Zhishu pegangan yang erat” ujar Azka sambil membimbing tangan Zhishu untuk berpegangan pada ujung hanfunya.
“Ayo” lanjut Azka.
Kuda yang dinaiki Jendral pun melaju kencang dengan cekatan Azka memacu kudanya mengikuti laju Jendral, di perjalanan tangan Zhishu mulai nakal memeluk pinggang Azka, Azka yang sedang fokus melajukan kudanya pun tidak menghiraukan Zhishu.
Sebenarnya ini kali pertama Azka menaiki kuda makanya dia sangat fokus, dia hanya memraktekkan apa yang dia lihat di drama, meski sedikit kikuk dan takut jatuh namun Azka harus bisa karna takut menjatuhkan citranya yang jenius bisa segalanya, dan yah hanya dia yang bisa di andalkan saat ini.
Hanya butuh sepuluh menit dengan kecepatan Jendral perang akhirnya kuda Azka dan juga Jendral memasuki gerbang istana sedangkan rombongan yang lain masih tertinggal jauh di belakang.
“Zhishu sebentar lagi kita sampai namun aku benar benar tidak tau cara menghentikan kuda ini” ujar Azka mulai panik karna tidak tahu cara menghentikan kudanya.
“ZHISHUU!!!!” teriak Azka panik membuat Zhishu reflek menarik kekang kuda yang berada di tangan Azka, dan kuda itu pun berhenti.
Semudah itu?
“Huh syukurlah” ujar Azka sambil membuang nafas, gak jadi malu deh.
“Kenapa istri berteriak?” tanya Zhishu masih dengan tangan memegang kekang kuda, kini mereka berdua tampak seperti sepasang kekasih yang sedang jalan jalan dengan menaiki kuda.
“Kau tidak mendengar ucapan ku tadi?” tanya Azka kembali sambil menepuk punggung tangan Zhishu, segera Zhishu melepaskan kedua tangannya.
“Err… itu tadi kudanya sangat cepat sehingga Zhishu tidak bisa mendengar apapun” jawab Zhishu sedikit kikuk mencari alasan.
“Ohh… bisa turun gak?” tanya Azka.
“Bisa” jawab Zhishu riang sambil turun dari atas kuda lalu menarik tangan Azka pelan.
Azka yang tidak siap akan tarikan Zhishu pun terjatuh kedalam pelukan Zhishu.
‘Hmmm aroma cendana yang menenangkan’ batin Azka lalu dengan cepat melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Seketika keadaan canggung menyelimuti mereka berdua.
“Mari masuk ke aula Master, kaisar sudah menunggu disana” ajak Jendral membuat suasana canggung antara Azka dan Zhishu buyar.
“Ah baiklah” ujar Azka.
Mereka bertiga pun berjalan menuju aula istana, sesampainya disana Azka berdecak kagum akan pemandangan di depannya.
‘Ahh jadi seperti ini ya suasana di istana zaman dulu’ batin Azka sambil melihat lihat seluruh interior aula.
“Selamat datang di Istana Kerajaan Timur Master Hebat” ujar kaisar Tang sambil berdiri dari tempat duduknya di ikuti semua orang yang ada di dalam istana.
Kaisar Tang hanya mengajak semua istri beserta anaknya dan beberapa Pengawal untuk mennyambut Azka.
“Salam hormat Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Permaisuri, Yang Mulia Selir, Yang Mulia Putra Mahkota, Yang Mulia Putri Mahkota, Yang Mulia Pangeran Dan Yang Mulia Tuan Putri semoga hidup selama sepuluh ribu tahun” ujar Jendral sambil bersujud di hadapan Kaisar Tang.
‘Busyett panjang amat salam nya’ batin Azka ingin tertawa.
“Bangunlah Jendral” sahut Kaisar Tang.
“Terimakasih Yang Mulia” ujar Jendral lalu melotot ke arah Azka dan juga Zhishu seakan akan berkata ‘cepat bersujud’.
Azka yang tidak faham dengan arti tatapan Jendral malah melotot balik.
“Beraninya kau tidak memberi salam kepada Yang Mulia!!” teriak Selir Yang kepada Azka dan Zhishu.
Azka hanya menatap Selir itu datar, sebenarnya Azka terlalu malas untuk sekedar memberi salam kepada Kaisar Tang apalagi mengucap salam yang amat sangat panjang seperti Jendral tadi, dihh ogah.
Lalu Zhishu? dia hanya ikut ikutan, lagi pula pangkatnya lebih tinggi dari pada Kaisar Tang.
“Ahh tidak apa apa, mungkin Master Hebat tid-”
“Langsung saja, kenapa kau mencariku?” tanya Azka to the point memotong perkataan kaisar.
“Beraninya kau memotong perkataan Kaisar!!!”
.
.
.
.
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak, vote, like, ⭐5, dan komen.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca😊.
Salam dari “Terlempar Ke Zaman Kuno”