Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
108 Akademi Gujao


__ADS_3

“Apa!! aku masih marah” sahut Azka ketus namun tetap melaksanakan perintah Zhishu membuat si doi terkekeh dari ruang dimensi.


***


Kini Azka mulai berkutat membuat beberapa segel tangan untuk memecahkan formasi Akademi itu di bantu dengan hasil pelatihannya selama ini bersama Xiao Bai saat ada waktu senggang.


Formasi lapisan pertama Azka hanya perlu memecahkan formasi perlindungan tingkat rendah, lalu lapisan kedua mulai tingkat sedang sampai sulit dan Azka masih mampu memecahkannya.


Sekarang Azka sudah memasuki lapisan keempat yang merupakan formasi penyerangan atau bisa di sebut jebakan, kenapa jebakan? karna jika orang itu gagal memecahkannya maka tubuh mereka akan tersedot ke lubang hitam tanpa ujung milik si pembuat formasi.


Azka sendiri tidak ingin mengambil resiko, jadi dia memandangi formasi itu cukup lama tanpa melakukan apapun sampai.


“Xi’er aku baru ingat jika aku baru belajar formasi perlindungan, pertahanan dan kedap suara, namun aku lupa jika aku belum belajar tentang penyerangan” ujar Azka tiba tiba membuat Xiao Bai segera keluar dengan wujud ular merah kecil yang langsung melilit di pergelangan tangan kanan Azka.


Ya dia tahu maksud sebenarnya Azka bukan hanya sekedar curhat tidak penting tentang pencapaiannya, melainkan Azka sedang mencari kata kata yang pas untuk meminta keringanan dan menyuruh Xiao Bai yang memecahkan formasi itu.


Kini tangan Azka sudah mulai bergerak pasrah mengikuti tuntunan Xiao Bai untuk segera memecahkan formasi penyerangan itu, 5 menit berlalu hingga.


Blaarrr!!!!


Akhirnya formasi itu hancur dan langsung menampilkan suasana Akademi yang jauh dari kata mewah, namun sangat menyegarkan mata dengan segala kesederhanaannya.


Rumput hijau terpapar di seluruh permukaan tanah, bayak sekali pohon pohon rindang beserta beberapa bunga, dengan bagunan pavilium pavilium sederhana yang mungkin hanya mampu memuat 5 orang di dalam satu paviliumnya.


Tidak seperti Akademi Seribu Bayangan yang di penuhi pavilium mewah, dan juga tidak seperti Akademi Tian Lu yang di penuhi asrama asrama megah, pemandangan ini lebih mirip ke pemandangan pedesaan yang penuh penghijauan, apalagi hal ini di dukung oleh semilir angin yang terus bertiup membuat Azka betah berlama lama.


“Selamat Datang di Akademi Gujao Tuan Muda” sapa seorang pria paruh baya yang tiba tiba muncul di hadapan Azka sambil membungkuk.


Pria itu berpakaian serba putih layaknya Tabib, dengan rambut bewarna hitam otw putih yang hanya di biarkan tergerai begitu saja.


“Ah iya terimakasih” sahut Azka sambil membungkukkan tubuhnya hormat kepada yang lebih tua.

__ADS_1


“Perkenalkan nama saya adalah Ling San, saya Tabib beserta Guru alchemist disini:” ujar Tabib Ling membuat Azka hanya mengangguk asal saja tanpa memperkenalkan namanya karna si Tabib tidak bertanya.


“Yasudah mari saya antar menuju pavilium milik para Guru untuk membahas niat kedatanganmu disini” lanjutnya lalu berjalan ke arah utara di ikuti Azka dari belakang bersama Xiao Bai yang masih setia melilit di tangannya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, mungkin hanya perlu melewati 7 pavilium lalu mereka akan sampai pada pavilium yang sedikit lebih besar dengan taman yang di kelilingi danau buatan yang indah, hingga tidak membuat Azka tercengang sama sekali akibat dia yang sudah sering melihat pemandangan seperti ini.


Yang membuat Azka sedikit heran adalah kenapa tidak ada satu pun penjaga atau pelayan di Akademi ini.


“Kita sudah sampai, mari masuk dan perkenalkan dirimu serta niat kedatanganmu kemari” ujarnya tetap ramah meski Azka tidak menanggapi apapun selain mengangguk.


Kini mereka berdua mulai memasuki pavilium yang sedikit lebih besar itu hingga sampai di sebuah ruangan luas dengan meja besar yang terdapat di tengah tengah ruangan itu serta beberapa orang yang duduk di kursi yang mengelilingi mejanya.


Apa ini ruang makan?


“Salam kepada Guru Guru Akademi Gujao” salam Azka sambil membungkuk lalu berdiri lagi sebelum di suruh, membuat Tao geleng geleng kepala di dalam ruang dimensi.


Yah sebenarnya Tao dan Zhishu yang saat ini menjadi mentor dadakan untuk menjaga sopan santun Azka yang sangat sulit untuk mengerti zaman kuno ini.


“Mari duduk dulu dan membahas niat kedatanganmu di sini” ujar salah satu laki laki tua yang tidak lain adalah Guru Hwang Min, Guru formasi di sana.


“Terimakasih” sahut Azka lalu segera duduk mengikuti Guru Ling dan berakhir duduk di sebelah Guru Tabib itu.


“Perkenalkan nama saya adalah Azka” ujar Azka tiba tiba memperkenalkan dirinya membuat semua Guru Guru terbelalak kaget.


“Ah Nonaa, bisa tidak kita serius! memperkenalkan diri pada yang lebih tua itu sambil berdiri lalu kembali membungkuk” sahut Tao dari dalam ruang dimensi membuat hati Azka mengeluarkan segala isi kebun binatang.


Oh ayolah, kenapa sesulit ini, yah seharusnya Azka memang benar benar kesulitan karna baru kali ini dia memasuki Akademi dengan sopan santun, tidak seperti sebelumnya yang masuk masuk langsung membantai para spirit beast dan juga Guru formasi di sana.


“Ehem, biar saya ulangi” ujar Azka tiba tiba lalu berdiri membuat semua Guru Guru kembali menatapnya.


“Perkenalkan nama saya adalah Azka dari Benua Tianyu” lanjut Azka sambil membungkuk lalu segera duduk kembali membuat Tao benar benar ingin menyerah.

__ADS_1


“Aah … baiklah Tuan Muda Azk-”


“Saya perempuan” sahut Azka memotong pembicaraan Yao Fan yang tidak lain adalah Guru sastra termuda disana, yah mengingat wajahnya yang tampan mungkin kisaran umurnya baru mencapai 25 sampai 26 tahun, namun tidak tahu dengan umur aslinya.


Kalian sudah tahu bukan jika zaman ini benar benar harus ber hati hati, karna orang orang bahkan lebih tua dari wajahnya, contoh Zhishu.


“A ahh … baiklah Nona Azka sebelumnya perkenalkan dulu, nama saya adalah Yao Fan Guru Sastra di sini, lalu di sebelah kanan saya terdapat Guru Ketrampilan Berpedang Fao Yan, dan di sebelahnya lagi Guru formasi Hwang Min, dan yang terakhir di sebelah Nona Guru Alchemist Ling San” ujar Guru Yao memperkenalkan Guru Guru yang lain yang langsung di ingat ingat dengan baik oleh Azka.


“Salam Guru Yao, Guru Fao, Guru Hwang dan Guru Ling” sahut Azka sambil menundukkan kepalanya mencoba berlaku sopan namun masih terlihat salah di mata Tao.


“Baiklah, mari membahas tentang niat kedatanganmu disini” ujar Guru Hwang membuat Azka kembali mengadahkan kepalanya.


“Saya berniat untuk belajar Berpedang disini” sahut Azka.


“Dari pada berpedang bukan kah lebih baik kamu belajar tentang sopan santun di Guru Yao” sela Guru Fao pria yang sedikit lebih tua dari Guru Yao mungkin hanya selisih 2 tahunan.


Mendengar itu segera Guru Hwang memberikan tatapan menusuk kearah Guru Fao yang memang kadang melupakan sopan santunnya.


Akademi ini sungguh unik, beberapa Guru bukankah seharusnya sudah tua, keriput, berjenggot dan berumur, namun disini terdapat Guru Yao dan Guru Fao yang masih muda dan terbilang cukup tampan, mungkin Guru yang paling tua di sini adalah Guru Hwang si ahli formasi yang kira kira berumur 60 an lalu yang menduduki peringkat kedua dari yang paling tua adalah Guru Ling si Tabib yang berumur sekitar 45 an.


“Maaf” ujar Guru Fao kepadan Guru Hwang.


“Disini semua Murid tidak di perbolehkan memilih kelasnya sendiri, karna di Benua ini mengharuskan semua orang untuk pandai melakukan apapun, jadi kamu harus mengikuti semua kelas yang sudah di tentukan hari pembelajarannya” ujar Guru Hwang menjelaskan membuat Azka kembali mengumpat di dalam hati.


Sepertinya jadwalnya akan padat, lantas bagaimana caranya dia keluar untuk menyelidiki Token Iblis serta keterkaitan Tuan Jovanka penyelamatnya.


Haruskah dia menyesal telah masuk ke sini.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪

__ADS_1


__ADS_2