Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Zhishu Kenapa?


__ADS_3

“Ahhh aku ini bicara apa sih” ujar Azka lalu menendang nendang krikil di depannya untuk mengalihkan perhatiannya.


“Aduh…. heii siapa disana!!!!”


***


Tiba tiba Azka dikagetkan dengan suara berat yang mengadu kesakitan, apa dia terhantam krikil yang tadi dia tendang secara asal.


Buru buru Azka memanjat pohon disampingnya untuk bersembunyi.


Tidak, bukannya dia takut atau apa pun itu, hanya saja dia terlalu malas untuk meladeni apalagi meminta maaf.


Tepat setelah Azka sampai di atas dahan yang paling tinggi seorang pria berhanfu putih keluar dari semak semak, rambut putihnya berkibar tertiup angin, apa itu Zhishu?, jika di lihat dari atas pohon wajah itu tidak terlihat dengan jelas tapi di sekitar area matanya terdapat noda bewarna biru bercampur emas, tunggu dulu mana ada noda punya warna yang terlihat bagus.


Apa itu Eye Shadow? tidak tidak di zaman ini mana ada eye shadow namun yang pasti rambut putihnya sama persis dengan milik Zhishu.


“Bersembunyi di atas pohon heh, turun dan lihat perbuatan mu!!” teriak pria itu dari bawah pohon tempat Azka bersembunyi.


“Suara itu….. ah tidak mungkin Zhishu, memangnya yang punya rambut berwarna putih hanya Zhishu doang” gumam Azka saat mendengar suara tegas pria yang sedang marah marah di bawah sana.


“Hei hei turunlah aku tidak akan memakanmu” ujar pria itu mencoba merayu Azka agar mau turun dari atas pohon.


“Heh aku tidak punya waktu untuk meladeni orang jelek” sahut Azka dengan tidak berperasan pergi meninggalkan pria itu menggunakan jurus meringankan tubuh miliknya yang dia pelajari bersamaan dengan elemen elemennya.


“Ahh jelek!!! nona kau hanya tidak melihat wajah tampan ku dengan jelas” gumam pria itu sambil mengelus dagunya.


Di perjalanan kembali ke goa sesekali Azka berhenti untuk sekedar memetik apel yang terlihat segar, tidak terasa dia sudah menghabiskan 7 buah apel dalam perjalanan kembali.


Sesampainya di depan goa Azka di kejutkan dengan adanya Zhishu di depan pintu goa seperti sedang menunggu seseorang.


“Zhishu kau sedang apa?” tanya Azka yang melihat Zhishu jongkok di depan pintu goa sambil menggambar pola rumit di tanah menggunakan ranting.


“Istri kau sudah kembali!!” teriak Zhishu riang sambil bergegas berdiri lalu menepuk nepuk hanfunya yang kotor terkena tanah.


“Kau menungguku?” tanya Azka sambil memberikan 3 apel di pelukannya untuk Zhishu.


“Apa istri keberatan?” bukannya menjawab malah balik bertanya, ah bocah ini.


“Lain kali tidak perlu menungguku, tidurlah besok kita akan pergi dari hutan ini” jawab Azka lalu pergi meninggalkan Zhishu.

__ADS_1


“Istri!!” panggil Zhishu membuat Azka menghentikan langkah kakinya.


“Zhishu tidak bisa tidur, Zhishu hanya takut kalau suatu saat nanti istri akan meninggalkan Zhishu sendirian” lanjutnya sambil menundukkan kepalanya persis seperti anak anak yang takut kena marah orang tuanya.


“Apa yang membuatmu berfikir aku akan meninggalkanmu?” tanya Azka berbalik menatap Zhishu.


“Zhishu cengeng, Zhishu lemah tidak bisa melindungi istri namun Zhishu ingin terus bersama istri apapun yang terjadi” jawab Zhishu lirih.


“Maka jadilah kuat” ujar Azka lalu pergi meninggalkan Zhishu yang masih terdiam.


Azka berbicara seperti itu semata hanya ingin agar Zhishu tidak terlalu bergantung padanya, dia ingin Zhishu menjadi kuat dan tidak mudah di tindas.


Azka hanya berfikir mungkin keinginan Zhishu untuk terus bersama tidak akan pernah terwujud, suatu saat nanti Azka pasti akan meninggalkan Zhishu untuk kembali pada dunianya, dan pada hari itu dia ingin Zhishu bisa menjaga dirinya sendiri.


……………………..


Keesokan harinya Azka terbangun dari tidurnya akibat suara suara kecil dari Bao Yu yang sedang berbicara dengan Xiao Bai dan Tao.


“Kau lihat, mungkin dia sedang berusaha mengambil hati Tuan” ujar Bao Yu.


“Tidak tidak, sepertinya dia termakan omongan kita semalam” sahut Tao.


“Apa tidak ada kata lain selain kandidat ayah, hey ayolah aku bosan mendengarnya” sahut Bao Yu.


“Kakak bukan kah kau mendukungku untuk secepatnya mencari pendamping untuk ibunda” sahut Xiao Bai tidak terima.


“Tap-”


“BISA DIAM TIDAK!!! KALIAN MENGGANGGU TIDURKU!!!” teriak Azka setengah sadar memotong ucapan Tao.


“Maaf” ujar ketiga binatang kontrak milik Azka bersamaan.


“Kalian ini sedang mebicarakan apasih?” tanya Azka lalu bangkit dari tidurnya sambil mengucek mata kirinya.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan Azka mereka bertiga hanya diam membuat Azka mau tidak mau melihat sendiri apa yang sedang mereka bicarakan.


Alangkah terkejutnya Azka melihat Zhishu sedang memukul mukul pohon mangga di depan goa menggunakan patahan ranting yang terlihat sedikit berat.


“Sudah berapa lama dia melakukan itu?” tanya Azka pada ketiga binatang kontraknya.

__ADS_1


“Mungkin sejak semalam” jawab Bao yu.


“Err… Nona sebenarnya ini ten-”


“Masuk lah keruang dimensi biar aku bicara dengannya” ujar Azka lagi lagi memotong perkataan Tao.


“Baik Nona/Bunda/Tuan” ujar mereka bertiga patuh lalu menghilang dari hadapan Azka begitu saja.


Dengan wajah yang masih kusut akibat baru bangun tidur serta rambut acak acakan Azka pergi menarik tangan Zhishu begitu saja tanpa berkata apapun.


“I- istri kita mau kemana?” tanya Zhishu gugup karna tiba tiba tangan kirinya di tarik Azka begitu saja bahkan tangan kanannya masih menyeret ranting yang dia gunakan untuk memukul pohon mangga sedari tadi.


Azka hanya diam tidak menjawab pertanyaan Zhishu membuat Zhishu juga ikut terdiam.


Ternyata Azka membawa Zhishu kepinggiran sungai yang dia lihat waktu perjalanan ke goa semalam, di sungai itu terdapat air terjun yang mengalir deras, lalu di sekitarnya terdapat beberapa pohon apel yang membuat Azka semakin suka dengan tempat itu.


Azka mendudukkan dirinya di atas bebatuan sungai lalu menarik Zhishu agar duduk disampingnya, kaki mereka berdua di biarkan menjuntai beritu saja terkena aliran sungai.


Azka masih terdiam lalu mengambil tas ranselnya yang sebelumnya ikut terlempar bersamanya saat pertama kali sampai di dunia ini, Azka mengambil kedua telapak tangan Zhishu dan membuang ranting yang masih Zhishu bawa bersamanya.


Melihat kedua telapak tangan Zhishu yang memar bahkan tangan kanannya sampai mengeluarkan darah membuat Azka menghembuskan nafasnya kasar, benar dugaannya kalau Zhishu terlalu keras berlatih semalaman tanpa tidur.


Azka mengambil peralatan medisnya lalu mengeluarkan kasa melumurinya dengan alcohol, perlahan Azka membersihkan darah di tangan Zhishu menggunakan kasa itu membuat Zhishu sesekali mendesis perih.


“Kau tau alsanku lebih memilih mengajarimu memakai pistol dari pada pedang?” tanya Azka sambil mulai mengolesi luka Zhishu dengan betadine.


Zhishu hanya diam tidak berani menjawab.


“Mungkin ini terdengar sedikit lucu, aku hanya tidak ingin membuat mu terluka dengan berpedang jadi aku mengajarimu menembak menggunakan pistol untuk menghindari resiko tersayat pedang ataupun tangan lecet seperti ini” lanjut Azka sambil melilit pergelangan tangan kanan Zhishu menggunakan perban.


“Aku tahu jika ingin menjadi kuat maka harus berani terluka, namun aku benar benar tidak ingin membuat mu terluka, jadi jangan terlalu memaksakan dirimu aku akan mengajarimu secara perlahan, ah dan juga nanti aku akan menyuruh Xiao Bai untuk mengompres pergelangan tangan kirimu yang memar” ujar Azka panjang lebar menasihati Zhishu sambil nemasukkan peralatan medisnya kembali ke dalam tas ransel.


Entah kenapa jauh di lubuk hatinya dia tidak ingin melihat pria idiot itu terluka dia bahkan menjaga Zhishu layaknya benda berharga.


“Zhishu mencintai Istri” sahut zhishu tiba tiba melenceng dari pembahasan, sukses membuat Azka menjatuhkan tas ransel nya.


TBC.


Jangan lupa tinggalkan jejak😊

__ADS_1


__ADS_2