Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno
Akademi


__ADS_3

“Oh iya kamu belajar berenang dari mana?” tanya Azka merasa heran dengan kemampuan berenang Zhishu sebelumnya, ah dia pikir Zhishu hanya bisa menggoda wanita saja ternyata juga bisa berenang toh.


Lain halnya dengan Azka yang sedang terheran heran, sebaliknya Zhishu sedang berusaha keras memutar otak untuk mencari alasan yang tepat.


***


“Dulu ibunda Zhishu pernah mengajari Zhishu berenang beberapa kali, tapi karna Zhishu sudah lama tidak berenang jadinya Zhishu sedikit takut tenggelam” Jawab Zhishu panjang lebar.


“Oh” sahut Azka singkat membuat Zhishu melongo tidak percaya.


Dia fikir Azka akan bertanya lebih jauh, atau mungkin mengorek tentang informasinya sedikit demi sedikit, bukan kah celah yang di buka Zhishu lumayan jelas tapi kenapa Azka tidak mau menggali lebih dalam.


Bayangkan saja orang idiot yang bisa berenang dengan lincah layaknya professional, bukankah hal itu perlu di pertanyakan, apalagi alasan yang diberikan Zhishu hanya pernah di ajari beberapa kali.


“Apa istri tidak ingin menanyakan sesuatu?” tanya Zhishu.


“Tidak! pergilah mandi aku akan memasakkan sesuatu untuk sarapan” jawab Azka yang di angguki Zhishu.


Dengan ragu Zhishu berjalan menuju ujung sungai yang jauh dari air terjun untuk mandi, sikap acuh Azka membuatnya lebih tertarik untuk meluluhkan hatinya.


“Tao keluarlah jaga Zhishu” ujar Azka memerintah Tao untuk keluar dari ruang dimensi.


“Baik Nona” sahut Tao patuh lalu keluar dari ruang dimensi menggunakan wujud manusianya.


Kini Azka beralih menggendong ranselnya lalu masuk kedalam ruang dimensi untuk sekedar mandi, setelah mandi Azka mengajak Bao yu untuk menemaninya memasak.


“Apa Tuan percaya begitu saja dengan alasan Zhishu?” tanya Bao Yu sambil memotong beberapa sayuran.


“Anggap saja begitu” jawab Azka acuh.


“Bukankah Tuan orang yang pintar?” tanya Bao Yu lagi.


“Tidak!!, aku orang jenius” jawab Azka sambil memasukkan sayuran yang telah di potong potong Bao Yu ke dalam panci besar, kali ini Azka akan memasak sup daging rusa untuk sarapannya.


“Baiklah baiklah, jika Tuan jenius apa Tuan tidak merasa Zhishu telah membohongimu?” tanya Bao Yu, dia benar benar waspada dengan sosok Zhishu yang dengan mudahnya dapat membohongi Tuannya bahkan tidak sekali dua kali.


“Yu’er kau tahu sudah berapa kali Zhishu berbohong pada kita?” tanya Azka namun hanya di jawab gelengan kepala oleh Bao Yu.


“Sedari awal kita bertemu dengannya dia sudah berbohong pada saat itu juga, jadi bayangkan sudah berapa kali Zhishu mengungkapkan kebohongannya kepada kita, namun aku diam bukan berarti aku percaya begitu saja, aku hanya berfikir mungkin belum saat nya Zhishu mengatakan yang sebenarnya kepada kita” lanjut Azka membuat Bao Yu terdiam memikirkan sesuatu.


“Jadi maksud tuan Zhishu belum sepenuhnya percaya kepada kita?" tanya Bao Yu menyimpulkan penjelasan Azka.


“Entahlah, bisa jadi identitasnya sangat berbahaya jika di ketahui orang lain sehingga dia menutupinya, apalagi dengan kita yang berada disekitarnya bisa bisa membuat musuhnya berbalik mengincar kita, jadi secara tidak langsung Zhishu menutupi identitasnya juga karna tidak ingin kita terlibat, itu saja” sahut Azka membuat Bao Yu khawatir.

__ADS_1


“Jika Tuan sudah tahu identitas Zhishu kemungkinan berbahaya lalu kenapa Tuan masih ingin membawanya bersama?” tanya Bao Yu.


“Hanya ingin” jawab Azka asal membuat Bao Yu menggerutu tidak jelas.


Dilain tempat Zhishu yang sudah selesai dengan mandinya pun beranjak pergi menemui Azka, namun kini langkahnya terhenti akibat cegatan Tao di bawah pohon.


“Tao kau disini” ujar Zhishu riang khas anak anak.


“Zhishu, apa kau benar benar Zhishu?” tanya Tao dengan wajah serius membuatnya terlihat bertambah sangar.


“Maksudnya?” tanya Zhishu balik sambil memiringkan kepalanya.


“Aku tidak tahu kenapa Nona begitu memperdulikan mu, namun aku hanya berharap kalau kau memang hanya seorang Zhishu tidak lebih, ingat!! sekali saja kau mengecewakan Nona akan aku pastikan makam mu tersedia saat itu juga” jawab Tao lalu pergi meninggalkan Zhishu yang masih terdiam.


“Ya, aku juga berharap kalau aku hanyalah Zhishu si bocah idiot” gumam Zhishu yang bahkan tidak terdengar siapapun.


“Paman di sebelah sini!!” teriak Xiao Bai sambil melambai lambaikan tangannya ke arah Tao yang sedang menuju ke arahnya dengan Zhishu yang mngekorinya di belakang.


Ternyata saat Tao dan Zhishu kembali disana sudah terdapat Azka, Xiao Bai, Bao Yu dan beberapa hidangan sup untuk mereka sarapan.


Suasana pagi menjelang siang ini terlihat sedikit canggung, tidak ada yang berani membuka suara bahkan sehabis makan sekalipun, semua orang larut dengan pemikirannya masing masing.


“Ada yang tahu dimana letak benua Xifang?” tanya Azka membuka pembicaraan.


“Xi’er bukankah kau tahu dimana letak benua Xifang, sebelum itu kau yang memberitahuku letak lembah kehidupan?” tanya Azka kepada Xiao Bai yang sekarang terlihat pucat.


“Itu… bunda Xiao Bai hanya tahu kalau lembah kehidupan berada di benua Xifang namun Xiao Bai tidak tahu lokasi tepatnya” jawab Xiao Bai sedikit menutupi rasa gugupnya.


Sebenarnya ini ada apa sih?


“Benarkah?” tanya Azka sambil menatap Bao Yu sinis, sedangkan yang di tatap hanya menautkan jari jari kecilnya tanpa perduli.


“Apa yang sudah Bao Yu katakana pada kalian?” tanya Azka lagi.


“Mak- maksudnya?” tanya Xiao Bai gugup.


“Sudahlah, terserah kalian mau menjawabnya atau tidak, yang pasti aku akan mencarinya sendiri” jawab Azka.


“Kenapa istri ingin mencari lembah kehidupan?” tanya Zhishu sedikit penasaran.


“Hanya ingin” jawab Azka acuh tak acuh.


Sebenarnya sebelum rombongan mereka berlima memasuki istana Kerajaan Timur, Bao Yu lebih dahulu memperingati Xiao Bai dan juga Tao untuk tidak menjawab atau mengungkit apapun yang berhubungan dengan lembah kehidupan yang sedang dicari Tuannya, cukup sekali saja dia kecolongan saat pertama kali Azka menanyakan perihal pemilik ruang dimensi sebelumnya.

__ADS_1


Jika di tanya alasan kenapa Bao Yu menyembunyikan lembah kehidupan kepada Azka, maka jawabannya Bao yu tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya.


“Bao Yu keinginanku untuk belajar berpedang apa kau sudah punya ide?” tanya Azka mengalihkan pembicaran sebelumnya membuat ketiga binatang kontraknya menghembuskan nafas lega.


“Ada Tuan, aku berencana untuk mendaftarkan mu di akademi” jawab Bao yu penuh semangat.


“Akademi??, apa itu semacam sekolah?” tanya Azka.


“Benar Nona, jadi kami bertiga sudah memilihkan beberapa Akademi yang cocok untuk Nona” jawab Bao yu.


“Tidak tidak, aku akan memilihnya sendiri, jadi sebutkan saja nama Akademi dan beberapa keunggulannya padaku” sahut Azka.


“Baik nona, jadi di benua Tianyu ini terdapat 6 akademi tiga diantaranya adalah akademi terbesar di benua Tianyu,


1 Akademi Pedang Ilahi


2 Akademi Pedang Bulan


3 Akademi Puncak Bambu


Ketiga Akademi itu merupakan Akademi terbesar dan menghasilkan banyak kultivator serta alchemist hebat jadi kami bertiga menyarankan Nona untuk memasuki salah satu dari ketiga akademi itu, lalu


4 Akademi Matahari


5 Akademi Bulan kembar


Kedua Akademi itu merupakan Akademi kelas menengah, meski tidak sehebat ketiga Akademi teratas namun dua Akademi ini masih cukup baik jika dibandingkan dengan


6 Akademi Seribu Bayangan


Menurut rumor Akademi Seribu Bayangan merupakan akademi termiskin dari keenam Akademi di benua Tianyu ini, bahkan letak Akademinya sendiri berada di tengah hutan pinus kerajaan barat, namun meski begitu para Tetua di sana sangat di hormati oleh Tetua dari kelima Akademi di atasnya” jelas Tao panjang lebar membuat Zhishu menguap bosan namun tidak dengan Azka yang sedari tadi memperhatikan.


“Baiklah ayo kita pergi” ujar Azka tiba tiba membuat mata sayu Zhishu terbelalak seketika.


Kenapa cepat sekali memutuskan dimana tempat dia belajar berpedang.


“Kemana?” tanya Xiao Bai.


“Ke Akademi Seribu Bayangan” jawab Azka santai.


“APA!!!!” teriak ketiga binatang kontrak Azka secara bersamaan.


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak😊


__ADS_2