
Jadi Azka ingin tahu apa benar di zaman ini ada bubuk mesiu, atau siapa sebenarnya orang di balik itu, atau malah ada penyebab lain yang tidak di mengerti Azka.
***
“Jadi Prajurit yang kamu temui itu bukan habis dari perang besar, melainkan para prajurit hebat itu bertugas untuk mengawal Yang Mulia saat melakukan perjalanan ke Benua Tengah setiap tanggal 19 di setiap bulannya” lanjut Prajurit Fu mulai mengajari Azka si Prajurit abal abal yang sedang menyamar.
“Ah … begitu, pantas saja aku bertemu mereka disana, tapi mengapa harus ke Benua tengah?” tanya Azka yang mulai mengarang cerita pertemuan.
“Aku tidak tahu pastinya kenapa Yang Mulia sering ke Benua Tengah, tapi menurut rumor yang mulia sedang bekerja sama dengan orang besar disana” jawab Prajurit Fu yang semakin mendekati pada masalah utama yang masih berputar putar di kepala Azka.
“Tapi untuk apa Yang Mulia mencari Prajurit tambahan di perjalanan?” tanya Azka lagi.
“Itu sih hal umum, Yang Mulia memang sering mengambil tambahan Prajurit di perjalanan, mau itu dari kalangan atas atau bawah, mengingat banyak Prajurit yang meninggal saat jaga malam, mungkin Yang Mulia sedang kekurangan Prajurit” jawab Prajurit Fu membuat Azka semakin tidak sabar untuk tahu kebenarannya.
“Meninggal? kenapa? apa yang terjadi pada mereka?”
“Entahlah, mereka tiba tiba di temukan meninggal dengan tubuh gosong serta bekas ledakkan di sekitarnya, namun itu hanya beberapa, untuk yang lainnya mereka semua hilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, maka dari itu banyak Prajurit yang lebih memilih kabur dari pada harus jaga malam, hingga akhirnya Yang Mulia memutuskan untuk mencari Prajurit tambahan sebagai Penjaga di malam hari” jawab Prajurit Fu panjang lebar.
Sekarang Azka tahu kapan waktu ledakkan itu terjadi, dan Azka tentu saja tidak akan diam saja.
‘Jangan bilang ibunda akan menyamar menjadi penjaga malam di Istana ini untuk mengetahui penyebab dari ledakkan itu?’ tanya Xiao Bai dari ruang dimensi membuat senyum Azka terbit di balik helm perang miliknya.
“Kenapa diam saja? apa kamu takut di suruh jaga malam? sayangnya kamu tidak boleh membantah perintah Yang Mulia atau kepala mu akan di penggal, itulah hal wajib yang harus kamu ketahui” lanjut Prajurit Fu yang menanyakan tentang terdiamnya Azka.
“Bagaimana ini? jadi aku akan benar benar mati jika tidak mematuhi perintah?” tanya Azka sok panik membuat Prajurit Fu terkekeh.
“Tenang saja, aku suka prajurit muda dengan penuh keingin tahuan sepertimu, jadi aku akan mencari kan mu alasan agar tidak di suruh jaga malam” jawab Prajurit Fu sambil menepuk nepuk pundak Azka membuat Azka merasa jengkel.
“Terimakasih Prajurit Fu, aku harus segera menata barang barang ku sebelum Kepala Prajurit mencariku” ujar Azka sambil membungkuk lalu berdiri kembali.
“Baiklah jika butuh bantuan jangan sungkan sungkan mencariku” sahut Prajurit Fu yang langsung di angguki dengan semangat oleh Azka.
Setelah itu Azka benar benar memasuki Istana Kerajaan Anyelir, namun bukannya ke Pavilium khusus Prajurit Azka malah langsung menaiki pohon apel di dekat taman belakang istana lalu segera pergi ke ruang dimensi.
“Nona akhirnya kamu memikirkan nyawa mu sendiri” ujar Tao yang menyambut kedatangan Azka dengan penuh suka cita.
__ADS_1
Sudah cukup jantungnya berdebar akibat Azka yang nekat menyamar masuk ke kandang singa, untung tidak ketahuan, di tambah lagi asumsi Xiao Bai yang mengatakan kalau Azka berencana untuk menyamar sebagai penjaga malam di sana.
“Tentu saja, nyawaku ini cuma satu jadi harus benar benar menghemat” jawab Azka sambil melepaskan helm perang itu dari kepalanya.
“Jadi ibunda tidak benar benar melakukan jaga malam kan?” tanya Xiao Bai lagi memastikan.
“Tentu saja harus tetap melakukannya” jawab Azka semangat sambil meminta tolong Zhishu untuk melepaskan baju armor di tubuhnya.
“Ah, ternyata memang benar” gumam Tao yang terdengar oleh Xiao Bai dan juga Bao Yu.
“Paman tenang saja, Tuan pasti punya rencana” sahut Bao Yu menenangkan Tao.
Sedangkan Xiao Bai, dia hanya diam dan mengalihkan pandangannya ke arah ibu dan ayahnya.
“Lantas apa rencana istri selanjutnya?” tanya Zhishu sambil mulai melepaskan satu persatu baju armor dari tubuh Azka hingga menyisahkan hanfu yang Azka kenakan sebelumnya.
“Rencanaku adalah, mari berteleport kembali ke rumah kosong” jawab Azka yang langsung di angguki yang lain dengan semangat.
Akhirnya mereka bisa kembali.
“Apa kita akan langsung ke Benua Tengah?” tanya Tao tiba tiba yang sudah tidak sabar untuk pergi dari tempat laknat penuh kehancuran ini.
“Tidak, aku mengajak kalian kembali bukan hanya karna iseng, melainkan untuk menunggu malam tiba dan kita semua akan berjaga” jawab Azka enteng membuat ketiba binatang kontraknya mengeluh.
“Huft … apa Nona benar benar penasaran tentang bekas ledakkan itu?” tanya Tao.
“Kau benar, di zaman ini aku penasaran apa benar ledakkan itu berasal dari bubuk mesiu? lantas bagaimana bisa ada bubuk mesiu di sini, atau jangan jangan ada yang melintasi waktu sama sepertiku dan mengacaukan tempat ini” jawab Azka dengan pose berfikir serius membuat wajahnya bertambah 3 kali lipat lebih cantik.
“Bisa saja ini terjadi karna pertarungan antar kultivator hebat” sahut Bao Yu mengeluarkan asumsinya yang sama persis dengan pemikiran Azka yang sebelumnya.
“Atau ini ulah spirit beast api yang mengamuk” sahut Xiao Bai yang langsung dapat jitakan dari Bao Yu.
“Xi’er, di tempat ini tidak ada spirit beast karna jauh dari area hutan” sahut Tao yang langsung d angguki oleh Bao Yu.
“Iya, iya Xiao Bai kan cuma ngarang” ujar Xiao Bai dengan cegiran khas miliknya.
__ADS_1
“Apa ada masalah?” tanya Azka kepada Zhishu yang sedari tadi terdiam, semenjak mereka sampai di rumah kosong itu.
“Bukan masalah besar, tapi sepertinya aku harus segera pergi” jawab Zhishu membuat dahi Azka mengkerut.
Tumben tumbenan Zhishu ada kerjaan, biasanya juga nyuruh Jingmi atau Shuwan dan Minghao.
“Sepertinya keadaan ini serius sampai kamu harus turun tangan” ujar Azka yang langsung di angguki oleh Zhishu.
“Tidak apa, pergilah tapi kamu harus berhati hati dan harus kembali tanpa ada lecet sedikitpun, bahkan jika itu adalah gigitan serangga” lanjutnya membuat Zhishu tersenyum lebar merasa di khawatirkan.
“Istri tenang saja, lebih baik istri tidak melakukan hal hal aneh yang membahayakan atau aku akan menghukummu” sahut Zhishu lalu mencium kening Azka lama.
“Ayahanda jangan khawatir, kami pasti akan selalu menjaga ibunda jadi ayahanda bisa melakukan tugas dengan tenang” sahut Xiao Bai sambil memeluk kaki Zhishu.
“Baiklah, kalian jaga istri dengan baik, aku pergi dulu” ujar Zhishu lalu segera melesat pergi meninggalkan Azka yang sedang berjoget joget senang dengan ketiga binatang kontraknya yang kini menatapnya penuh kecurigaan.
“Kenapa Tuan merasa senang di tinggalkan Master Zhu?” tanya Bao Yu sambil memincingkan sebelah alisnya.
“Tentu saja senang!! jika Zhishu tidak ada aku jadi bisa bebas membuat diriku sendiri sebagai umpan untuk si pelaku peledakkan”
“APA!!!”
🐣🐣🐣
Anyeong hello para Readers yang author sayangi, btw author bikin novel baru yeay🥳🥳🥳
genrenya masih sama Time Travel, Action, Romace cuman latar tempatnya berbeda,
Kalo yang “Terlempar ke zaman kuno” latarnya Kerajaan, maka latar kali ini Zaman Modern guys.
Yuk langsung cek aja di lapak author, mohon dukungannya ya guys🙏🙏
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪