
“Bodoh!! aku ini GADIS TULEN!!”
***
“APA!!!” teriak Sa Ni bersamaan dengan pak tua Han.
Tunggu dulu pak tua Han?
“AYAHHH!!!!” teriak Sa Ni lagi namun kali ini lebih ngegas dan langsung berlari kepelukan ayahnya yang kini bisa berdiri tegak kembali.
“Oh, kamu sudah selesai” ujar Azka santai lalu kembali duduk di kursinya.
“Mas – Master apa maksudnya ini?” tanya pak tua Han sambil melepaskan pelukannya dengan putrinya.
“Yang mana? yang aku perempuan atau keselamatan mu?” tanya Azka sambil menopang dagunya di pinggiran kursi.
“Keduanya” jawab pak tua Han tegas.
“Bukannya aku sudah bilang, kalau kamu selamat itu tandanya kamu beruntung, dan sistem kekebalan tubuhmu mampu melawan racun ku dengan benar” jawab Azka santai membuat pak tua Han melotot.
Racun apanya!!
“Master tolong berhenti bercanda, yang hamba rasakan itu bukan racun, mana ada racun yang bisa membuat seseorang naik tingkat dengan cepat? hamba yang semula macet di tingkat Kristal tahap Awal bahkan saat ini sudah berada di tingkat Kristal tahap Akhir” tanya pak tua Han membuat anak nya sontak ikutan melotot.
“Jadi itu bukan racun?” gumam Sa Ni reflek membuat Azka menoleh.
“Ah maaf kan mulut hamba yang lancang memotong pembicaraan Master dengan ayah hamba” ujar Sa Ni sambil menunduk membuat Azka tersenyum di balik cadarnya.
See perempuan ini benar benar membuat Azka menyukainya, eits … bukan berarti menyukai dalam artian belok, namun Azka malah ingin menjadi temannya.
“Wah … rupanya racun seperti itu memiliki kegunaan yang baik, lain kali aku harus mencobanya” ujar Azka tanpa memperdulikan raut wajah pak tua Han yang benar benar sedang tidak ingin di ajak bercanda.
“Master … tolonglah jangan bercanda” rengek pak tua Han membuat Azka langsung tertawa.
“Kamu pikir aku akan menyia nyiakan seseorang yang rela mati untuk ku? hei aku ini masih sehat” ujar Azka sambil berdiri dari tempatnya untuk mendekat ke kedua pasangan ayah dan anak itu.
“Yang kamu minum itu bukanlah racun” lanjutnya membuat pak tua Han melotot.
Yah dia memang yakin apa yang dia minum itu bukanlah racun, namun melihat dari bau herbalnya, itu benar benar bahan racun yang sebelumnya Azka jelaskan.
Hanya saja, ada satu bahan lagi yang tidak di mengerti oleh pak tua Han karna belum pernah mencicipinya seumur hidupnya, mungkin jika baunya tidak tertutup aroma mawar hitam dia masih bisa menebaknya.
__ADS_1
“Ja- jadi?” tanya pak tua Han sedikit gugup namun Azka malah mengalihkan perhatiannya ke arah pintu masuk ruangan pak tua Han membuat kedua ayah dan anak itu mengikuti arah pandang Azka.
“Tao ya, apa kamu suka obat baru yang aku buat?” tanya Azka pada seekor macan hitam yang tiba tiba masuk membuat ayah dan anak itu sempat kaget namun langsung memberi salam.
“Salam kepada Binatang Kontrak Master Wu” ujar mereka berdua bersamaan sambil bersujud di hadapan Tao membuat Azka kembali tersenyum.
Mereka berdua bahkan menghormati Binatang Kontraknya yang kini hanya berada pada level 5 akibat pil penyembunyi energy dari Azka.
Sepertinya dia tidak salah mencari bawahan, biarlah Pil Regenerasi dan juga ramuan barunya hilang, yang penting dia mendapat imbalan yang setimpal.
“Bangun lah” ujar Azka mewakili Tao.
“Wah wah … Nona benar benar membuat khasiat Tanduk Rusa menjadi dua kali lipat” sahut Tao membuat pak tua Han dan Sa Ni yang semula akan bangkit sontak kembali jatuh terduduk karna kaget dengan suara merdu Tao.
Oke itu bukan karna merdu.
“I- ini … Bi- Bin-BINATANG LEGENDA!!!” teriak pak tua Han bersamaan dengan Sa Ni membuat Tao kaget sampai hampir terjungkal.
Berbeda halnya dengan Azka yang hanya menjauh karna sudah tahu jika Tao berbicara akan seperti ini reaksinya.
“AKU INI BINATANG ILAHI!!” teriak Tao tak kalah ngegas sambil merubah tubuhnya menjadi pria tampan membuat Azka sontak tertawa cekikikan.
Tao nya bisa tersinggung juga.
“Kenapa mereka norak sekali? aku bahkan malah meledek Bao Yu saat mengatakan dirinya seekor Rubah” bisik Azka pada Tao membuat Tao tersenyum canggung.
“Oh ayolah, mereka berbeda dengan Nona” ujar Tao yang kini ikutan berbisik di telinga Azka.
“Sudah sudah kalian berdua bangun lah!!” perintah Azka membuat keduanya sontak terbangun namun dengan tubuh yang bergetar dan lagi pandangan yang menunduk kebawah.
“Hais mereka benar benar norak” bisik Tao pada Azka membuat Azka menyunggingkan senyum di balik cadarnya.
“Tapi aku menyukainya” balas Azka sukses membuat telinga Tao memerah.
Oh ayolah Azka menyukai bawahannya yang baru bukan dirinya, kenapa harus terbawa perasanan begini.
Tao ganteng!! ayo sadar!!.
“Ehem … aku benar benar menyukai ramuan baru Nona, ternyata jika Tanduk Rusa di satukan dengan air surgawi hasilnya benar benar memukau, yah meski prosesnya sedikit menyakitkan” ujar Tao mengalihkan pembicaraan, namun sepertinya dia salah strategi.
“AIR SURGAWI!! TERIMAKASIH MASTER!!” teriak pak tua Han dan Sa Ni bersamaan dan langsung membungkuk berterimakasih berkali kali membuat Azka tambah pusing.
__ADS_1
Haiss Tao lupa jika dua orang pengikut baru Nonanya itu sangat Norak!!
“Ihhh … kamu sih” ujar Azka pasrah sambil menyenggol lengan Tao.
“Maaf Nona” sahut Tao sambil membungkuk namun segera di hentikan Azka.
“Sudahlah, ini bukanlah sesuatu yang memerlukan kata maaf, ingat kamu itu temanku” ujar Azka membuat Tao menampilkan senyum kecutnya.
Teman ya?
“Pak tua Han, Sa Ni ya sudah cukup! dahi kalian bisa berdarah lagi pula aku memberikan ramuan itu bukan tanpa sebab” ujar Azka membuat kedua ayah dan anak itu langsung berdiri.
“Hamba siap melakukan apapun perintah Master” sahut mereka berdua bersamaan sambil menunduk hormat.
“Bagus, memang itu tujuan ku” ujar Azka membuat dahi pak tua Han mengernyit bingung.
“Mak- maksud Master?”
“Sebelumnya kamu bilang ingin melindungiku bukan? jadi aku tidak memberikan ramuan itu dengan gratis, sebagai gantinya tepatilah janjimu, dan lagi meski tingkat kultivasiku perlu di ragukan namun aku memiliki Tao untuk melindungi kalian” jawab Azka membuat pak tua Han dan anaknya mengangguk mengerti.
“Ta- tapi apa Master ini adalah seorang gadis?” tanya Sa Ni yang mengungkit kembali pertanyaan sebelumnya.
“Maaf atas kelancangannya Master, namun Tuan Tao memanggil Master dengan sebutan Nona, dan lagi sebenarnya apa hubungan Master ini dengan Tuan yang sebelumnya menjual pil pil disini” lanjut Sa Ni membuat Azka menaikkan salah satu alisnya.
“Gadis, apa kamu meragukanku sekarang?”
“Maaf atas kelancangan anak hamba Master!! hamba tidak pernah meragukan Master” ujar pak tua Han meminta maaf dan kembali mengatuk atukkan kepalanya di lantai kayu membuat Azka sedikit kesal.
“Hei hei, apanya yang perlu di ragukan aku ini memang perempuan tau! kalian ini buta atau gimana? wajahku cantik gini” ujar Azka sewot sambil melepaskan cadarnya menunjukkan wajah cantiknya yang kini berhiaskan tatto buatan yang indah.
Sontak kedua ayah dan anak itu menahan nafas mereka secara bersamaan.
Bagaimana bisa ada seseorang secantik ini!!!
“I- ini Dewi” gumam Sa Ni dengan mulut menganga membuat Tao menatapnya risih.
“Nona harap jangan mengumbar kecantikan Nona sembarangan” ujar Tao yang langsung menutupi wajah Azka dengan tubuhnya membuat Azka memandanganya dengan wajah kesal.
“Ishh … memangnya kenapa?” tanya Azka dengan bibir mayun membuat Tao semakin gemas.
‘Aku Cemburu’
__ADS_1
TBC.
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like, komen dan rate 5nya ya guys❤❤ biar author makin semangat ngetiknya💪💪