TEROR

TEROR
|98| MENJEMPUT


__ADS_3

SHIREN POV


Roslyn menatap kearah Shila, Qiara, Devan, Shiren, Gavin, Mutiara dan Alvero. "Siap?"


Mereka semua menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, sekarang pukul 23.50. Satu jam yang lalu Roslyn meminta bantuan kepada teman-teman Echa untuk bisa datang kerumahnya. Mau tidak mau, sibuk atau pun tidak mereka harus datang.


Roslyn tidak menjelaskan apapun, dia hanya berbicara "Ini demi keselamatan Aira." Kepada teman-temannya Echa. Mungkin ini salah satu alasan kenapa Qiara dibawa pergi olehnya dan jika bertanya kenapa Echa tidak ikut dalam perjalanan kali ini? Karena dia harus menjaga keluarga Bara ketika ada sesuatu yang terjadi.


Rasanya tidak enak jika Echa tidak ada disamping Bara di saat Bara membutuhkan seseorang yang mampu menguatkannya dalam keadaan yang lemah.


"Bu, Caca manggil Shila terus, Shila harus kesana." ucap Shila khawatir sambil melihat kearah Roslyn.


Roslyn memang tidak mempunyai kemampuan untuk melihat mereka yang tak kasat mata, tapi dia meminta kepada Shiren untuk membuka mata batinnya meskipun tidak total, risiko yang diambil oleh Roslyn untuk membuka mata batin akan sangat membahayakan dirinya, namun Roslyn akan melakukan apapun untuk keselamatan keluarganya. Hanya dengan ini Aira bisa selamat.


"Jangan. Biarin aja, kalau kamu kesana, mereka bakalan terus bergantung sama kamu. Suatu saat kamu pasti akan pergi dari sini, biarkan mereka yang menyelesaikan masalahnya sendiri. Anggap saja ini latihan jika kamu sudah pergi." ujar Roslyn ketika melihat Shila yang tampak gelisah saat mendengar suara Echa memenuhi pendengarannya.


Shila hanya diam, dia juga tidak bisa membantah perkataan Roslyn, dia tahu apa yang akan Roslyn lakukan. Pergi ke alam gaib untuk menjemput Aira yang sedang di kurung dalam penjara gaib.


Beberapa hari kebelakang, Shila selalu melihat keadaan Aira dari kejauhan maupun dari dekat dan puncak dari parahnya Aira ketika 1 hari sebelum Aira masuk rumah sakit, dia melihat ada seseorang di dalam tubuh Aira.


Shila melihat jiwa yang ada di dalam tubuh Aira itu bukan jiwanya Aira, melainkan sosok wanita yang sangat dia kenali namun Shila seolah dibuat lupa dengan namanya.


Perempuan yang ada di dalam tubuh Aira memliki kekuatan besar dalam dirinya, dia mampu menutup mata Echa dan yang lainnya agar tidak terlihat. Bahkan perempuan itu mampu membuat jarak antara dirinya, Echa dan teman-teman Echa.


Shila ingin sekali memberitahu semuanya kepada Echa apa yang sedang dialami olehnya beberapa hari kebelakang. Tapi, dia sama sekali tidak bisa mendekat kearah Echa atau bahkan kearah teman-temannya, ada sesuatu yang membuat Shila terlempar jauh ketika akan mendekat kearah Echa.


Meskipun Shila pergi untuk bertemu dengan Echa yang memanggil namanya, dia tetap tidak akan bisa menembus dinding yang di gunakan oleh sosok perempuan misterius.


"Kita mau kemana, Bu?" tanya Shiren penasaran ketika Roslyn tiba-tiba saja menyuruhnya untuk menyiapkan beberapa lilin yang sudah menyala dan disimpan di hadapan mereka.


"Menjemput Aira." jawab Roslyn sambil menatap kearah Shiren.

__ADS_1


"Kenapa sama Aira?" tanya Alvero bingung dengan perkataan Roslyn.


"Ini bukan waktunya, sebelum Aira benar-benar pergi." jawab Roslyn sambil memejamkan matanya. "Ikutin sesuai sama yang ibu bilang tadi, kalian sudah paham tentang perjalanan seperti ini sebelumnya, Shiren jangan lepasin Qiara."


Dulu, yang pergi ke alam gaib Shiren dan Echa tapi kali ini Qiara yang akan menggantikan Echa. Meskipun ini sangat berisiko bagi Qiara, namun Roslyn sudah menemukan solusinya.


Roslyn adalah anak keturunan dari pewaris ilmu hitam, jadi dia tau semua tentang hal-hal yang seperti ini, sayangnya dia terlahir sebagai anak yang malah akan menghancurkan penerus ilmu hitam generasi pertama.


"Kita mulai, sebelum jam dua belas lebih dua puluh menit, kamu harus sudah ada di dalam tubuh kamu bersama dengan Qiara, waktu kamu 30 menit kurang." ucap Roslyn yang masih memejamkan matanya sambil mengucapkan beberapa mantra untuk membuka portal ke alam gaib dengan bantuan dari aura yang dimiliki oleh Mutiara dan Alvero.


Gabungan kekuatan dan aura yang dimiliki oleh Mutiara dan Alvero mampu membuka sekaligus menghalangi beberapa mahluk yang berada di alam gaib agar tidak masuk ke dunia. Begitupun sebaliknya, mahluk yang sedang dalam masa hukuman, mereka tidak akan bisa masuk ke alam gaib.


Gavin dan Devan akan menjadi energi bagi Shila agar bisa melihat dimana keberadaan Shiren dan dimana keberadaan Aira melalui pantulan cermin.


Shiren melihat cahaya berwarna biru keluar dari dalam tubuh Mutiara dan Alvero. Cahaya itu sama percis dengan permata yang ada di dalam tubuh Bara.


Perlahan cahaya itu membentuk sebuah pintu gerbang dengan ukiran yang sangat indah namun terlihat mencekam dan mengerikan.


Anak kecil berusia 7 tahun ini harus melakukan hal yang belum waktunya. 7 harus menjelajah dunia gaib meskipun dibawah bimbingan yang berpengalaman namun tetap saja dia harus bisa menentukan mana yang baik untuk dirinya dan untuk orang lain.


Jika sudah berada di alam gaib tidak akan ada pilihan yang menguntungkan, semuanya sangat rugi, makan dari itu kita harus pintar dalam memilih yang tepat.


"Pejamkan mata kalian." ucap Roslyn.


Semua orang yang ada di sana memejamkan matanya sesuai dengan yang diperintahkan oleh Roslyn.


Shiren dan Qiara saling menggenggam tangannya satu sama lain, sampai merasakan tubuhnya seolah ditarik secara paksa dari atas kepala.


"Aaaaaaa!!" teriak mereka berdua ketika tubuhnya melayang di udara.


Dugh..

__ADS_1


Mereka berdua jatuh terduduk di atas tanah.


"Kakak.." panggil Qiara ketika genggaman tangannya terlepas dari Shiren. Ditambah dia melihat gundukan tanah kuburan di depan, samping dan belakang dirinya.



"Kakak disini." sahut Shiren memberi tahu keberadaannya yang hanya terhalang oleh dua batu nisan. "Yuk berdiri." Shiren menggenggam tangan Qiara dan melangkahkan kakinya untuk mencari sebuah gerbang berwarna hijau untuk bisa mencari keberadaan Aira.


"Hei, siapa kalian?!" ucap salah satu sosok tertua yang sedang duduk di tepi pohon beringin.


"Tahan nafas." ucap Shila yang suaranya menggema di pendengaran Shiren dan Qiara. Mereka yang mendapat arahan seperti itu dari Shila langsung menahan nafasnya.


Shila akan menjadi petunjuk arah untuk Shiren dan Qiara, dia pun menjadi jembatan bagi Shiren agar bisa melewati beberapa mahluk tak kasat mata. Karena Shila sudah sangat kenal dengan banyak sosok yang ada di alam gaib.


"Maaf kek, mereka teman Shila, izinkan mereka untuk masuk kedalam sebentar." sapa Shila dengan suara menggema di lahan yang sangat luas.


"Shila, kemana saja kamu? Apa kau baik-baik saja?" tanya sosok kakek tua itu ketika mendengar suara Shila yang menggema.


"Shila baik Kek, nanti saja ceritanya, teman Shila tidak memiliki waktu yang banyak untuk mengunjungi saudaranya." jawab Shila ketika melihat Shiren dan Qiara yang sudah tidak bisa menahan nafas lebih lama lagi.


"Baik, silahkan masuk, lewat sebelah kanan." ucap sosok kakek tua mempersilahkan kepada Shiren dan Qiara untuk masuk kedalam, Shiren menganggukkan kepalanya dan langsung melangkah menuju jalan yang sudah di arahkan oleh kakek tua tadi.


Shiren dan Qiara langsung menghirup udara sebanyak-banyaknya ketika sudah aman dari pantauan mereka yang tak kasat mata.


"Apa Qiara bakalan lihat yang lebih serem lagi dari kakek tadi?" tanya Qiara ketika melihat sosok kakek tua tadi terlihat mengerikan tubuh kurus, rambut putih, kantung mata yang kendur dan hanya tersisa beberapa gigi saja.


Shiren mensejajarkan tubuhnya dengan Qiara, dia tersenyum manis sambil mengelus lembut rambut Qiara. "Di dalam banyak yang lebih serem lagi, Qiara gak perlu takut. Qiara harus berani, mereka gak bakalan deketin Qiara kalau Qiara gak takut. Tapi, kalau Qiara takut mereka bakalan ngejar Qiara dan kita gak bakalan berhasil jemput Aira di dalam."


"Berarti Qiara harus kuat ya. Qiara gak boleh takut biar Qiara bisa jemput Aira. Iya kan kak?" tanya Qiara dengan wajah yang menggemaskan.


"Iya, Qiara gak boleh takut sama sekali. Kalau takut, Qiara bisa pegang tangan kakak yang kuat jangan sampai teriak." jawab Shiren yang kini sudah berdiri.

__ADS_1


Mereka harus segera mencari pintu itu agar bisa mengeluarkan Aira dari dalam penjara gaib.


__ADS_2