TEROR

TEROR
|99| GUA


__ADS_3

"Qiara janji. Qiara gak bakalan takut, Aira harus bisa pulang." ucap Qiara sambil tersenyum.


Qiara. Anak kecil berusia 7 tahun ini mempunyai pendirian yang kuat. Dia akan melakukan sesuai dengan apa yang diucapkannya. Shiren tahu itu dari tatapan matanya.


"Yaudah kita masuk kedalam." ajak Shiren sambil menuntun Qiara untuk masuk kedalam.


Qiara dan Shiren akan menjadi kunci untuk membuka penjara gaib yang mengurung Aira. Mereka melangkahkan kakinya menuju kearah pintu gerbang dengan cahaya berwarna hijau yang tidak jauh dari tempat Shireen dan Qiara berdiri.


Pintu yang terlihat mengerikan tanpa ukiran itu terbuka lebar ketika Shiren dan Qiara sudah berada di hadapannya.


Kriett..


Suara dari pintu yang terbuka lebar mampu membuat Shiren dan Qiara bergidik ngeri. Namun mereka tepis semua keraguan dan ketakutan dalam dirinya untuk membawa Aira pergi dari tempat terkutuk ini.


Mereka berdua melangkahkan kakinya masuk kedalam dengan kaki yang saling beriringan dan genggaman tangan yang kuat, takut jika terjadi sesuatu yang menimpa mereka berdua.


Shiren dan Qiara harus bisa melewati beberapa sosok yang sedang memejamkan matanya. Tak sedikit sosok mengerikan dengan wajah hancur dengan tubuh dipenuhi luka-luka.



Pemandangan pertama yang Shiren lihat adalah seperti gua yang di tempati oleh raksasa besar di negeri dongeng.


Qiara menatap kearah Shiren dengan suara yang pelan agar tidak di denger oleh mereka yang tak kasat mata "Kak, Qiara takut."


"Jangan takut, anggap aja mereka itu raksasa terus kita putri dalam kisah dongeng." ucap Shiren sambil tersenyum menenangkan gadis berusia 7 tahun.


"Aira pasti ketakutan ya kak?" tanya Qiara ketika mengingat tentang Aira yang di kurung di dalam penjara alam gaib ini. Shiren hanya bisa menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, dia tidak tahu harus menjawab apa.


Jika shiren menjawab Aira tidak takut, itu hal yang tidak mungkin karena dia juga takut sendiri ketika melihat banyak sosok dengan wajah yang mengerikan. Jika shiren menjawab Aira takut, dia tidak ingin Qiara lebih dominan dengan rasa takut dalam dirinya.


Mereka melangkahkan kaki dengan cara mengendap-endap takut akan ada yang terbangun atau mengetahui ada manusia yang masuk ke alam mereka.


"Aku merasakan ada bau manusia disini," gumam salah satu sosok berwajah mengerikan, bertubuh tinggi dan berbulu lebat dengan mata yang mengamati setiap inci dunianya ini.

__ADS_1



Shiren yang mendengar perkataan itu langsung bersembunyi di tempat gelap sambil menahan nafas bersama dengan Qiara yang bersembunyi di belakangnya.


"Tidak ada.." gumam sosok yang hampir mirip seperti genderuwo.


Shiren menggenggam tangan Qiara untuk segera pergi dari tempat gelap ini, dia takut akan ada penjaga yang lewat tempatnya bersembunyi.


Duk.. Duk.. Duk..


Benar saja dugaan Shiren tentang penjaga yang akan datang, tepat berada di belakang Qiara, sosok mengerikan sedang mengendus adanya jiwa yang masih hidup.


Qiara yang melihat sosok penjaga berada di depan wajahnya dengan gerakan cepat langsung menutup hidung dan menahan nafas, begitupun dengan Shiren.



Mereka harus menahan nafas sampai sosok mengerikan yang berada di hadapannya ini pergi.


"Tadi, aku mencium manusia." ucap salah satu sosok berwujud genderuwo yang tadi sempat mencium adanya jiwa manusia.


Sosok penjaga itu tidak terlalu memusingkan hal yang membuatnya semakin berpikir ingin turun ke bumi lagi. Dia sudah tenang di alam nya ini, dia tidak ingin kembali terikat dengan perjanjian yang bisa membuatnya tercekik.


Shiren dan Qiara sudah tidak bisa menahan nafas lagi lebih lama, yang bisa mereka lakukan saat ini hanyalah berdoa kepada Tuhan.


Tuhan, tolongin Shiren sama Qiara. ucap Shiren dalam hati, dia sudah tidak bisa lagi menahan nafasnya lebih lama.


Sosok yang berada dihadapan Qiara dan Shiren langsung melangkahkan kakinya pergi, melewati jiwa manusia yang memang ada didekatnya.


"Hufttt.." Shiren dan Qiara menghirup udara sebanyak-banyaknya sambil terus melangkahkan kaki sesuai dengan arahan dari Shila.


...----------------...


15 menit telah berlalu, mereka berdua masih belum menemukan dimana tempat Aira.

__ADS_1


"Kak, Aira dimana?" tanya Qiara sambil melihat sekeliling penjara gaib dari tempatnya bersembunyi.


"Kakak juga gak tau, kita cari aja" jawab Shiren yang juga bingung dimana keberadaan Aira.


"Jalan ke depan buntu, jalan samping kiri buntu juga, jalan samping kanan kita bakalan ketempat ini lagi" ucap Qiara yang memberitahu tempat gaib ini.


Shiren kaget mendengar perkataan Qiara yang tahu tentang jalan di alam gaib, padahal dia baru pertama kali melakukan perjalanan seperti ini. Namun, bukan saat yang tepat jika harus bertanya panjang lebar, yang shiren pikirkan saat ini adalah Aira.


Shila, jam berapa sekarang? tanya Shiren dalam hati untuk berkomunikasi dengan Shila.


"00.10, waktu kalian tinggal 10 menit lagi." jawab Shila yang menggema di telinga Shiren dan Qiara.


Shiren hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dia kembali melangkahkan kaki untuk mencari Aira bersama dengan Qiara yang terus menggenggam tangannya erat.


"Kakak harus kemana lagi cari Aira?" tanya Shiren yang tidak tahu harus mencari Aira kemana lagi, mereka sudah menyusuri alam gaib ini tanpa ada yang terlewat, namun Aira masih belum ditemukan.


"Dia menyembunyikan Aira kak." jawab Qiara sambil menatap kearah Shiren yang sudah pasrah dengan semuanya.


"Dimana?" tanya Shiren sambil menatap kearah Qiara.


Qiara tidak menjawab perkataan Shiren, dia menuntun Shiren agar mengikutinya. Bahkan setiap langkah yang diambil oleh Qiara tepat dan sama sekali tidak meleset sedikitpun. Tidak ada sosok yang menyadari mereka ada disebelahnya.


"Waktu kalian 7 menit lagi." ucap Shila.


Shiren tidak tahu harus bagaimana, dia hanya mengikuti Qiara, anak kecil yang sedang menuntun dirinya itu terus melangkahkan kaki dengan gerakan yang agak cepat. Untung saja Shiren masih bisa mengimbangi langkah kecil yang diambil oleh Qiara.


Qiara berhenti tepat disalah satu penjara yang terlihat kosong, tidak ada apapun didalamnya hanya ada sebuah kalung yang tergeletak.


"Aira ada disini." ucap Qiara sambil menatap kearah depan yang menurut Shiren tidak ada apapun.


Shiren mengernyitkan dahinya "Dimana? Disini gak ada siapa-siapa."


Dia hanya melihat tempat kosong.

__ADS_1


Qiara yang mendapat perkataan seperti itu menyuruh Shiren agar mensejajarkan tubuhnya dengan Qiara. Tanpa berpikir panjang Shiren yang mendapat isyarat seperti itu langsung mensejajarkan tubuhnya.Qiara menutup kedua mata Shiren dan membukanya secara perlahan.


__ADS_2