TEROR

TEROR
|76| MARAH


__ADS_3

Echa sedang berada di kamar Aira yang terus saja memeluknya sejak Echa datang ke kamarnya.


"Kak Caca gak bakalan pergi lagi kan?" Tanya Aira sambil memeluk Echa.


"Engga sayang, kakak disini." Jawab Echa mengelus lembut kepala Aira.


"Kak, Aira gak mau dibawa pergi lagi." Ucap Aira menatap mata Echa.


"Aira dibawa pergi kemana?" Tanya Echa penasaran.


"Aira pergi ketempat gelap, dia bilang 'kamu adalah sasaran yang tepat.' Aira takut." Jawab Aira.


"Aira tau siapa yang bilang itu?" Tanya Echa sambil mengelus kepala Aira yang suhu tubuhnya masih panas.


"Dia punya muka yang banyak, bisa jadi kak Caca, kakak, Kak Nathan, Kak Azka, sama semua orang yang Aira kenal." Jawab Aira.


Itu sama kayak yang dimimpi Caca. Ucap Echa dalam hati ketika mendengar perkataan Aira.


"Sebelumnya Aira pernah dibawa kan? Aira tau siapa yang bawa Aira sebelumnya?" Tanya Echa.


"Masih sama, dia bisa berubah-ubah." Jawab Aira memeluk Echa erat.


"Aira tidur ya udah malem." Ucap Echa mengelus rambut Aira, Echa tidak ingin membahas lebih jauh lagi ketika kondisi Aira masih dalam ketakutan seperti ini.


Aira menganggukkan kepalanya sebagai jawaban sambil memeluk Echa dan memejamkan matanya untuk menjemput alam mimpinya.


...----------------...


10 menit telah berlalu, Aira sudah tertidur pulas terlihat dari nafasnya yang teratur, Echa yang melihat Aira sudah tertidur itu perlahan bangkit dari tempat tidur.


Echa melangkahkan kakinya keluar untuk bertemu dengan Bara yang sejak tadi sama sekali tidak berbicara padanya.


Dia melihat Bara yang sedang duduk di ruang tamu berkutat dengan laptop dan beberapa buku yang berserakan.


"Kak, udah makan?" Tanya Echa yang berada di ujung anak tangga.


"Udah." Jawab Bara tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.


"Bunda sama Tante Helen udah pulang?" Tanya Echa.

__ADS_1


"Belum." Jawab Bara singkat.


Tadi sore bunda An pamit untuk pergi ke kantor bersama dengan Helena.


Echa tau Bara belum makan sejak tadi siang, Bunda An pun memberitahu padanya sebelum pergi bahwa Bara tidak makan siang. Tanpa berpikir panjang dia melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membuat nasi goreng.


...----------------...


5 menit telah berlalu Echa sudah selesai memasak nasi goreng, dia melangkahkan kakinya untuk duduk disamping Bara.


"Kak, makan dulu." Ucap Echa sambil memberikan suapan kepada Bara, namun Bara tidak membuka mulutnya, dia masih menatap layar laptop dan menutup mulutnya.


"Kak." Panggil Echa yang sejak tadi menunggu Bara membuka mulutnya. Bara tetap pada pendiriannya, dia tidak ingin membuka mulutnya itu.


"Soal yang tadi siang, itu gak seperti yang.." ucap Echa yang langsung di timpah oleh Bara.


"Kakak liat sendiri, gak perlu ada yang dijelasin." ujar Bara tanpa menatap Echa.


"Kak, yang kakak liat bukan gitu." ucap Echa.


"Kalau mau sama yang dulu bilang, jangan mau dua-duanya." ujar Bara tanpa melihat kearah Echa.


"Ca, kakak liat sama mata kepala kakak sendiri, gak perlu lagi dijelasin dua kali." ujar Bara menatap kearah Echa dengan tatapan dingin.


"Dengerin Caca dulu.." ucap Bara yang dipotong lagi oleh Bara.


"Udah, kakak capek mau tidur." ujar Bara sambil menutup layar laptopnya.


"Kalau kakak gak mau dengerin Caca gak apa-apa, isi dulu perutnya nanti kakak sakit." ucap Echa mencekal tangan Bara untuk tidak pergi.


"Udah kenyang." ujar Bara.


"Kak, makan. Sedikit aja, satu sendok." ucap Echa yang memberi suapan kepada Bara. Sedangkan Bara yang mendapat perkataan seperti itu membuka mulut dan menerima suapan itu sambil berlalu pergi menuju kamarnya.


"Besok pagi-pagi harus kerumah Kak Tiara. Kalau kakak gak bangun Caca berangkat sendiri." ujar Echa ketika melihat Bara melangkahkan kakinya menuju kamar.


Echa menghela nafasnya panjang ketika Bara tidak memberi jawaban dari perkataannya itu.


"Huft.. Algi selalu aja cari celah buat bikin masalah." ucap Echa pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Echa membereskan buku yang berserakan milik Bara di ruang tamu. Setelah membereskan buku itu Echa angsung melangkahkan kakinya menuju kamar Bara untuk menyimpan buku miliknya.


Sesampainya dikamar Bara, Echa melihat Bara yang sudah tertidur di sofa. Echa melangkahkan kakinya untuk menyimpan buku di meja sambil memberi selimut kepada Bara.


Echa mengecup singkat kening Bara sambil mengelus lembut pipinya dan tersenyum manis saat memandang seseorang yang selama ini selalu menjadi bagian terpenting dalam hidupnya.


"Caca tau kakak marah banget sama Caca, tapi yang kakak liat gak seperti yang kakak pikirin, Algi sendiri yang tiba-tiba ngasih pertanyaan kayak gitu ke Caca, Caca juga gak tau kalau Algi ngasih pertanyaan itu tepat banget sama datangnya kakak. Mungkin itu yang Algi mau." Ucap Echa yang masih mengelus lembut pipi Bara.


"Kakak cuman bakalan dengerin Caca pas lagi tidur, gak tau di dengerin atau enggak tapi Caca udah jelasin semuanya." Ujar Echa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Selamat malam, mimpi indah." sambung Echa sambil mengecup singkat kening Bara.


Namun saat Echa melangkahkan kakinya menuju tempat tidur tiba-tiba saja tangannya dicekal oleh Bara.


Hingga dirinya jatuh diatas tubuh Bara. Echa menatap wajah Bara yang berada dibawahnya.


"Maafin kakak." ucap Bara menatap mata Echa.


Sedangkan Echa masih belum menjawab perkataam dari Bara, dia masih diam mematung menatap kearahnya. Ini sangat tiba-tiba bagi Echa, bahkan dia masih mencerna apa yang baru saja bara katakan meskipun hanya dua kata.


"Love you." ucap Bara sambil meniup mata Echa yang sama sekali tidak berkedip.


Saat Echa ingin menjawab perkataan Bara tiba-tiba saja ada seseorang yang berteriak nama Bara dari lantai bawah.


"Baraaa!!" Teriak Bunda An. Echa yang mendengar teriakan itu langsung bangun dari atas tubuh Bara.


"Turun dulu gih." ucap Echa sambil melihat kearah Bara yang sedang memejamkan mata saat Bunda An berteriak memanggil namanya.


Bara yang mendengar namanya di panggil seperti itu langsung bangun dari tidurnya dan melangkahkan kaki keluar dari kamarnya.


"Jangan tidur dulu." ucap Bara yang berada diambang pintu kamarnya.


"Iya kak." ujar Echa sambil tersenyum manis.


Rayhan



Keyla dan Kayla

__ADS_1



__ADS_2