
Aku duduk di jendela yang ada di kamarku. Mataku yang sembab berwarna abu - abu menatap puluhan pohon rindang di depanku. Kaki kananku terbalut perban, walau hanya luka kecil. Aku memutar badan dan berdiri di sampibg jendela. Mataku menyapu seluruh inci kamarku yang di balut warna hitam - putih. Pelayan masuk ke kamarku lalu menaruh cemilan soreku.
'' Crèmes Pistachio dan Flavoured Tea. Saya taruh di atas meja anda Nona ''
'' Terimakasih. ''
Si pelayan pun meningalkan kamarku. Aku menatap flavoured tea dengan tatapan nanar. Aku menheruput teh itu. Setelah itu aku memandang lagi ke luar jendela. Lalu mengalihkan pandanganku ke tanganku yang di hiasi oleh baju lengan panjang. Aku mengulung sedikit bajuku. Memandang nanar 6 bekas luka gores di dekat nadi.
Sudah berkali-kali aku berusaha melarikan diri dari kewajibanku. Namun itu semua sia-sia. Berapa kalipun aku berusaha bunuh diri nyawaku tidak akan terambil oleh malaikat pencabut nyawa.
TENG! TENG! TENG!
Jam 17.00, waktunya untuk berangkat sekolah. Aku sekolah sore bisa di bilang. Dan kali ini aku pindah dari sekolah lamaku ke sekolah baruku. Sekolahku adalah sekolah khusus angota kerajaan. Yah saatnya mandi lalu berangkat.
Setelah ritual seperti biasa, mobil sudah menunggu di luar istanah. Aku berjalan santai sambil menghampiri mobil. Di dalam maobi sudah ada Arabela Vannilla Alice ( anak pertama ), Beatrix Vannessa Alice ( anak ke dua ) dan Derothy Vannelica Alice ( anak ke empat ). Lima menit di dalam mobil hanya di penuhi gelak tawa dari Arabela, Beatrix dan Derothy. Sedangkan aku hanya menatap jendela mobil.
Setelah sampai sekolah kami menuju kelas masing - masing. Arabela dan Beatrix berada di kelas yang sama yaitu kelas 11-4, Derothy berada di kelas 8-6 dan aku berada di kelas Sepecial 10. Kelasku hanya berisi para bangsawan yang kepintaranya di atas rata-rata. Aku tahu, aku hanya murid pindahan. Namun langsung menjadi salah satu murid sepesial. Aku masuk kelas lalu memperkenalkan diri.
'' Namaku Claude Athanasia Vanialya Vannellica Alice. Salam kenal ''
__ADS_1
'' Baiklah anak-anak. Ada yang ingin bertanya pada Claude? ''
''Saya. Namaku Posen Hidiandra. Apa Claude pernah meraih juara di olimpiade? ''
'' Pernah ''
'' Apa? ''
'' Juara 1 olimpiade Matematika, juara 1 olimpiade Sains, juara 1 olimpiade IPA, juara 1 olimpiade Sejarah. Dan masih banyak. ''
'' Baiklah Claude silahkan duduk di samping Glory Abelya. Abel tolong angkat tanganmu ''
Seorang anak berambut merah dengan mata pink mengangkat tangannya. Aku berjalan ke arahnya. Setelah duduk di sampingnya aku pun habya memandang papan tulis. Namun beberapa kali aku menyahut singkat ucapannya. Jam pelajaran pertama selesai. Aku mendapat informasi dari Abel, katanya jam ke 2 nanti adalah pelajaran khusus di laboratorium. Aku pun pergi bersama Abel ke laboratorium ( sebenarnya Abel yang menyeretku ke laboratorium ).
Tiga menit kemudian. Setelah aku melakukan pertolongan pertama, aku pun melanjutkan pelajaran. Setelah selesai pelajaran jam ke 2 selesai, Posen menghampiriku lalu minta maaf. Aku hanya ber-hm ria. Jam sekolah berakhir pada jam 20.30. Aku pulang duluan, karena 2 kakakku dan adikku masih mengikuti klub masing-masing.
Setelah membersihkan diri, aku menghadap ayahhanda. Beliau memangilku. Kata beliau ada sesuatu yang akan beliau katakan. Aku memakai baju putih dengan rok hitam. Aku menghampiri ayahhanda yang ada di tahtanya.
'' Claude Athanasia Vanniallya Vannelica Alice kau tahu kenapa ayah memangilmu? ''
__ADS_1
'' Mohon maaf. Saya tidak tahu. ''
'' Jadi, berapa umurmu sekarang? ''
'' 14 tahun ayah ''
''Umur yang pas kan istriku? ''
'' Benar suamiku. Memang sudah waktunya ''
'' Claude ''
'' Ya ayahhanda? ''
'' Kami melakukan perjanjian dengan kerajaan HIDIANDRA. Mereka memimtamu untuk menjadi menantu mereka. Ayah yakin kamu lah yang paling tepat untuk membentuk keluarga dengan kerajaan HIDIANDRA. Ayah percaya padamu bahwa kamu pasti menerimanya. ''
'' Saya... Saya meminta waktu untuk berfikir ''
'' Baiklah. Ayah beri kau waktu tujuh hari. Jangan lupakan itu. Jikalau kau masih belum memutudka setelah tujuh hari, maka ayah angap kau menerima pertunangan itu. ''
__ADS_1
'' Baiklah. Saya undur diri ''
Aku berjalan cepat ke kamarku. ' ini adalah jam dimana dia datang! ' batinku. Saat aku membuka pintu kamar, aku menemukan sebuah amplop hitam yang di hiasi duri berwarna hijau. Aku membuka amplop itu. Aku was-was saat membacanya.