TEROR

TEROR
|102| MINUM


__ADS_3

Sinar mentari pagi mampu membangunkan seorang gadis yang baru saja tertidur 4 jam yang lalu.


"Nggh..." lenguh Echa ketika mentari itu mampu membangunkan dirinya dari mimpi indah.


"Jam 7," ucap Echa ketika menatap jam dinding yang terpajang di dinding kamarnya.


Matanya terasa berat ketika ingin bangun dari tempat tidurnya, tapi dia harus membuat sarapan untuk dirinya dan Bara. Mau tak mau Echa harus bangun.


Echa melangkahkan kaki menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya sambil membawa handuk, untuk membersihkan tubuhnya.


15 menit telah berlalu, Echa keluar dari kamar mandi dengan baju yang sudah melekat ditubuhnya. Dia melangkahkan kakinya ke kamar Bara.


Cklek..


Berantkan. Pemandangan pertama yang Echa lihat saat membuka pintu kamar Bara. Laptop yang masih menyala, buku dan alat tulis yang berserakan dimana-mana.


"Ya ampun, ini kamar atau apa?" gumam Echa sambil membereskan kamar Bara. Sedangkan si pemilik kamar masih tertidur dengan pulas.


"Kakak." panggil Echa sambil mematikan laptop yang berada di samping Bara.


"Hm..." gumam Bara sembari menggenggam tangan Echa yang sedang mematikan laptop, tanpa membuka matanya.


"Kak, lepasin. Caca mau bikin sarapan dulu," ucap Echa ketika Bara malah menggenggam tangannya.


"Nanti aja, bikin yang gampang." ujar Bara sambil menarik tangan Echa agar duduk disampingnya.


"Kakak, bangun." ucap Echa yang tidak mau duduk disamping Bara.


"Sebentar aja," ujar Bara meraih pinggang Echa agar duduk disampingnya.


Mau tak mau Echa harus duduk disamping Bara, dia disuguhkan lagi dengan manjanya Bara yang sudah kumat.


"Kak, Caca harus beres-beres dulu, berantakan gini kamar kakak." ucap Echa sambil merapikan rambut Bara.


"Gampang, nanti aja." ujar Bara.


"Kakak gak ada kelas?" tanya Echa.


"Gak ada." jawab Bara yang masih melingkarkan tangannya di pinggang Echa.


"Udah, lepasin. Kasian Bunda sama Ayah belum tidur." ucap Echa sambil melepaskan tangan Bara yang melingkar di pinggangnya.


"Hm..." gumam Bara ketika Echa sudah berdiri dari tempat tidurnya.

__ADS_1


"Bangun, mandi sana." ucap Echa sembari menyimpan laptop Bara di atas meja.


"Nanti," ujar Bara yang menutup tubuhnya dengan selimut ketika Echa membuka gorden kamar Bara.


"Kak, jangan nanti-nanti..." ucap Echa yang langsung disanggah oleh Bara.


"5 menit lagi." ujar Bara tanpa membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


Echa melangkahkan kakinya keluar dari kamar Bara menuju dapur untuk membuat sarapan, tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Masak apa ya?" tanya Echa pada dirinya sendiri ketika melihat bahan makanan yang ada di dalam kulkas.


"Sereal aja biar gak ribet." jawab Echa sambil membawa kotak sereal dan susu.


Saat Echa ingin menuangkan susu, tiba-tiba saja ponselnya berdering menampilkan tulisan Ibu.Tanpa berpikir panjang lagi, Echa langsung mengangkat sambungan telpon dari Roslyn.


"Halo Ca, kamu sama Bara baik-baik aja kan?" tanya Roslyn ketika Echa sudah mengangkat sambungan telponnya.


"Baik-baik aja, Bu." jawab Echa.


"Syukurlah kalau baik-baik aja, Ibu khawatir kamu sama Bara kenapa-kenapa," ucap Roslyn.


"Emangnya kenapa Bu?" tanya Echa bingung dengan perkataan yang dilontarkan oleh Roslyn.


"Enggak, ibu cuman takut ada orang yang mau celakain kamu sama Bara." jawab Roslyn.


"Yaudah kalau kamu baik-baik aja, Aira udah baikan?" tanya Roslyn.


"Udah, Bu. Tapi kenapa Aira gak inget apa-apa? Terus dia juga bilang dibawa pergi?" tanya Echa bingung dengan apa yang telah terjadi kepada Aira.


Roslyn menceritakan semuanya kepada Echa, tentang dia, teman-temannya Echa dan Qiara yang pergi ke alam gaib untuk membebaskan Aira.Roslyn menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat sedikitpun.


"Ibu gak apa-apa kan?" tanya Echa ketika sudah mendengarkan cerita dari Roslyn.


"Enggak apa-apa, buktinya Ibu ceritanya panjang lebar kayak gini ke kamu." jawab Roslyn sambil tersenyum manis dibalik sambungan telponnya.


"Ibu kenapa gak kasih tau Caca?" tanya Echa.


"Kalau ibu kasih tau kamu, kamu pasti bakalan pulang kesini. Sedangkan disana Bara butuh kamu," jawab Roslyn.


Echa tidak menjawab perkataan Roslyn, apa yang dikatakan oleh ibunya itu memang benar.


"Ibu tutup telponnya dulu ya, ada kerjaan. Kamu jaga diri baik-baik," ucap Roslyn ketika Echa tidak menjawab perkataannya.

__ADS_1


"Iya, Bu. Ibu juga jaga kesehatan ya" ujar Echa sambil tersenyum.


Setelah mendapat jawaban dari Echa, Roslyn langsung menutup sambungan telponnya.


Echa menyimpan ponselnya kedalam saku celana, dia membawa dua mangkuk sereal untuk dirinya dan Bara yang masih belum keluar dari dalam kamar.


Setelah menyimpan mangkuk di atas meja makan, Echa melangkahkan kakinya menuju kamar Bara.


Saat Echa membuka pintu kamar Bara, dia tidak melihat keberadaan Bara. namun, Echa mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi.


Echa tidak langsung beranjak pergi, dia membereskan tempat tidur Bara yang masih berantakan.


Cklek..


Pintu kamar mandi tiba-tiba saja terbuka, menampilkan Bara yang sudah mengunakan baju ditubuhnya sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk.


"Caca bikin sereal, lagi males masak yang berat-berat." ucap Echa ketika melihat Bara keluar dari kamar mandi.


"Udah sarapannya?" tanya Bara yang masih mengeringkan rambut menggunakan handuk.


"Belum, nungguin kakak." jawab Echa.


"Yaudah ayo sarapan." ajak Bara sambil melemparkan handuknya ke sembarang arah.


"Bara Gatramana. Handuknya simpen yang bener, sayang." ucap Echa dengan tatapan tajam. Sedangkan Bara yang mendengar perkataan itu hanya cengengesan dan mengambil handuk untuk di simpan pada tempatnya.


Jika Echa sudah memanggil namanya, dia benar-benar sudah kesal dengan tingkahnya.


"Udah kan disimpen yang bener, sekarang tinggal sarapan. Jangan marah-marah, masih pagi" ucap Bara sambil tersenyum kearah Echa yang sedang memasang raut wajah kesal.


"Masih sakit?" tanya Bara mengelus lembut dahi Echa yang sempat terluka.


"Enggak." jawab Echa singkat sambil melangkahkan kakinya menuju meja makan, diikuti Bara dibelakangnya.


Setelah sampai di meja makan, mereka langsung duduk di tempatnya masing-masing. Bara mengambil air putih yang berada di samping sereal miliknya.


Ganteng banget. ucap Echa dalam hati, ketika melihat Bara yang sedang meminum air putih.


Kenapa cuman minum aja harus ganteng kayak gini? tanya Echa dalam hati.



"Kakak tau, kakak ganteng." ucap Bara ketika melihat Echa yang terus menatapnya.

__ADS_1


Echa yang mendapat perkataan seperti itu hanya tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya dari Bara.


"Ternyata kakak ganteng juga ya." ujar Echa. Bara hanya tersenyum tipis mendapat perkataan seperti itu dari Echa.


__ADS_2