TEROR

TEROR
|48| LUKA


__ADS_3

Echa POV


Keadaan Aira sudah baik-baik saja, dokter dan perawat yang memeriksa Aira memberikan suntikan penenang kepadanya, Aira terus saja meronta ketika perawat menganti infusannya sehingga jarum yang masuk di tangannya mengeluarkan banyak darah.


"Kak Caca.." panggil Aira dengan suara lemah.


"Iya, kenapa? Ada yang sakit?" Tanya Echa sambil menggenggam tangan Aira.


"Kakak mana?" Tanya Aira menatap kearah Echa dengan tatapan sayu.


"Kak Bara keluar dulu sebentar, gak lama." Jawab Echa tersenyum manis.


"Kak Bara baik-baik aja kan?" Tanya Aira.


"Aira jangan khawatir ya, Kak Bara bakalan baik-baik aja, sekarang Aira istirahat, nanti kak Caca bangunin kalau ada kak Bara." Jawab Echa sambil mengelus rambut Aira. Aira hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan memejamkan matanya.


Echa yang melihat Aira yang sudah memejamkan matanya itu menatap kearah pintu, sudah hampir 1 jam Bara belum juga kembali, Echa sangat khawatir dengan keadaan Bara, dia takut terjadi yang tidak-tidak kepada Bara.


Tak lama kemudian pintu ruangan Aira terbuka, langsung menampilkan Bara. Echa yang melihat itu langsung berlari kearah Bara dan menghambur kepelukannya. Bara yang mendapat pelukan tiba-tiba seperti itu dari Echa langsung memegang dinding.


"Ca.." panggil Bara ketika Echa memeluk dirinya sangat erat, Bara mencoba untuk tidak merasakan sakit di punggungnya.


"Kakak kemana aja? Caca takut kakak kenapa-kenapa." ucap Echa sambil menatap wajah Bara tanpa melepas pelukannya.


Bara hanya tersenyum manis kearah Echa, dia tidak bisa menjelaskannya sekarang, tubuhnya terasa sakit dan linu karena ulah Hans.


"Kakak luka? Sakit? Kenapa bisa jadi kayak gini?" Tanya Echa bertubi-tubi ketika melihat luka yang ada di bahu dan di tangan Bara.


"Sakit.." Jawab Bara ketika Echa melihat tangannya yang masih berdarah akibat pecahan kaca.


"Duduk dulu, Caca obatin." ucap Echa yang melangkahkan kaki untuk mengambil kotak P3K dalam tas nya. Sedangkan Bara langsung duduk di sofa, menyadarkan punggungnya secara perlahan sambil sedikit meringgis kesakitan.


"Kenapa bisa gini?" Tanya Echa kini berada di hadapan Bara untuk mengobati lukanya.


"Kena kaca." Jawab Bara sambil memejamkan matanya, merasakan perih ketika Echa mengobati lukanya.


"Iya, Caca tau, tapi kenapa bisa kayak gini? Awalnya gimana?" Tanya Echa yang sedang mengobati luka Bara dengan telaten.


"Nanti kakak ceritain." Jawab Bara.

__ADS_1


"Kenapa nanti?" Tanya Echa penasaran.


"Sekarang masih sakit." Jawab Bara tersenyum kearah Echa.


"Aira udah bangun?" Tanya Bara sambil melihat kearah Aira yang sedang tertidur pulas karena efek dari obat tidur yang baru saja Echa berikan.


*Udah, dari tadi nanyain kakak terus." Jawab Echa. Bara hanya menghela nafasnya sebagai jawaban.


"Udah." Ucap Echa yang telah selesai membersihkan luka yang ada di tubuh Bara.


"Kak.." panggil Echa sambil menatap kearah Bara yang sedang memejamkan matanya, menyandarkan kepala di sandaran sofa.


"Hm?" sahut Bara tanpa membuka matanya.


"Caca mau keruangan bunda dulu." ucap Echa. Bara yang mendengar perkataan itu langsung membuka matanya.


"Kakak anterin." ujar Bara.


"Tapi, Aira disini sendiri kak, nanti takut kenapa-kenapa." ucap Echa sambil menatap kearah Aira yang sedang tertidur.


Bara langsung menatap kearah Aira, dia langsung membuka ponselnya untuk menelpon seseorang.


"Aira udah sadar?" Tanya Alvero yang berada dibalik sambungan telpon.


"Udah." Jawab Bara singkat.


"Oke, gue kesana sama Tiara." ucap Alvero yang langsung memutuskan sambungan telponnya tanpa menunggu jawaban dari Bara.


"Kak Vero masih disini?" Tanya Echa.


"Masih." Jawab Bara kembali memakai jaket kesayangannya.


"Kakak ada kelas kan sekarang?" Tanya Echa.


"Iya." Jawab Bara.


"Ini udah jam 9 kak, gak bakalan kesiangan?" Tanya Echa sambil menatap kearah jam dinding.


"Nanti udah nganterin Caca, kakak langsung berangkat." Jawab Bara.

__ADS_1


Cklek


Pintu ruangan Aira terbuka lebar menampilkan Alvero dan Mutiara yang masuk kedalam ruangan tersebut.


"Gimana keadaan Aira?" Tanya Mutiara to the point.


"Udah baik-baik aja kak. Lagi tidur." Jawab Echa sambil menatap kearah Aira yang sedang memejamkan matanya.


"Ayo." Ajak Bara.


"Caca pergi dulu ya kak." Ucap Echa sambil menatap kearah Alvero dan Mutiara.


Echa dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Aira bersama dengan Bara yang terus menggenggam tangannya.


Banyak perawat yang memandang kearah Bara, sedangkan Bara tidak memperdulikan tatapan itu, dia masih memasang wajah dinginnya.


Namun tiba-tiba ada seseorang yang membuat tangan Echa tergores oleh pisau bedah.


"Aww.." ringgis Echa ketika pisau bedah itu agak menancap di tangannya. Bara yang mendengar itu langsung menatap kearah tangan Echa yang terluka, membersihkannya dengan kapas yang dia bawa dari kotak P3K.


"Maaf kak." ucap salah seorang perawat yang terlalu terburu-buru hingga pisau itu menggores tangan Echa.


"Tidak apa-apa." ujar Echa merasa perih di tangannya.


"Maaf kak, saya terburu-buru." ucap perawat yang merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, pergilah, ada nyawa yang harus kamu selamatkan." ujar Echa tersenyum manis kearah perawat tersebut. Perawat tersebut menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan berlalu pergi.


"Udah kak, nanti di ruangan bunda aja, nanti kakak kesiangan." ucap Echa yang melihat bara sedang menatap punggung perawat tersebut.


"Ayo, ini cuman luka kecil." ajak Echa sambil menggenggam tangan Bara untuk pergi keruangan Bunda An.


...----------------...


Sedangkan di sisi lain, perawat yang menggores tangan Echa tadi tersenyum miring menatap kepergian Echa dan Bara.


"Kalian akan merasakan apa yang aku rasakan." ucap orang tersebut sambil melempar peralatan medis ke tempat sepi.


"Tapi kenapa dia tidak mengenaliku? Apa karena aku berpakaian seperti ini? Tapi itu hal yang bagus. Aku akan mudah melancarkan aksiku." sambung orang tersebut.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus mengesampingkan dulu mereka, ada hal yang perlu aku kerjakan sebelum membuat mereka mati satu persatu." ucap orang tersebut melangkahkan kakinya kearah ruangan yang jarang di pakai.


__ADS_2