
Saat ini Echa dan teman-temannya yang lain sangat sibuk dengan persiapan pernikahan Mutiara, ada beberapa yang belum sepenuhnya beres.
"Ca, udah beres semua kan?" Tanya Mutiara melihat kearah Echa yang sedang merapikan Souvernir.
"Udah kak." Jawab Echa yang sudah selesai menata souvernirnya agar tidak berantakan.
"Anter Tiara buat nyoba baju pengantin yuk." Ajak Mutiara ketika melihat perkejaan Echa sudah selesai.
"Iya kak." Ucap Echa yang tangannya sudah dicekal oleh Mutiara untuk mengikuti dirinya menuju kamar, mencoba baju pengantin yang sudah sampai beberapa menit yang lalu.
Mereka berdua melangkahkan kakinya menuju kamar, namun saat berada di tengah-tengah tangga ada seseorang yang berteriak histeris membuat Echa dan Mutiara terlonjak kaget.
"Kalian mati." Teriak wanita yang sedang di kerumuni oleh banyak orang.
Echa dan Mutiara melihat siapa orang yang berteriak histeris itu, mereka menuruni anak tangga untuk membantu mengeluarkan sosok yang masuk kedalam tubuh wanita itu.
Sesampainya disana Echa dan Mutiara melihat Keyla yang kembali kesurupan. Terlihat sangat mengerikan dari sebelumnya. Mata berwana putih, urat yang awalnya berwarna hijau kini terlihat sudah berwarna hitam, gigi agak runcing dan berteriak tidak jelas.
"Kalian mati. Kalian akan mati." Teriak Keyla.
Echa dan Mutiara yang mendengar teriakan itu langsung menerobos masuk kedalam kerumunan untuk membantu Keyla.
"Permisi.." ucap Echa dan Mutiara menerobos masuk kerumunan orang yang lumayan banyak.
"Key." Panggil Mutiara sambil memegang tangan Keyla. Sedangkan Keyla yang di pegang seperti itu langsung mendorong Mutiara dengan sangat keras hingga menghantam dinding.
Dugh..
"Kak Tiara." Panggil Echa sambil membantu Mutiara bangun dari jatuhnya itu.
"Tiara gak apa-apa Ca, kamu tolongin Key dulu, kasian dia." Ucap Mutiara saat Echa membantu dirinya bangkit.
Orang yang ada di sekitarnya hanya diam saja, mereka takut sangat takut terjadi yang tidak-tidak pada dirinya jika membantu orang kesurupan.
"Duh, Hanin, Vivi sama Shiren mana?" Tanya Echa dengan suara pelan namun masih bisa di dengar oleh Mutiara.
"Tiara cari mereka dulu, kamu tolong jaga key ya, jangan sampai celakain orang-orang disini apalagi kamu." Jawab Mutiara.
"Iya kak, Caca tunggu disini." Ucap Echa. Mutiara yang mendapat perkataan seperti itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban sambil berlalu pergi untuk mencari Hanin, Ivy dan Shiren.
Keyla semakin berteriak tidak jelas dan menyingkirkan orang-orang disekitarnya hingga ada beberapa orang yang terluka akibat cakaran kukunya.
"Kak.." panggil Echa dengan suara hati-hati kepada Keyla.
"Kamu.. kamu orang yang dia cari." ucap Keyla ketika mendengar ada yang memanggilnya.
"Kakak bisa denger Caca kan?" Tanya Echa perlahan mencoba untuk mendekat kearah Echa dan menenangkannya.
"Ca.." ucap Keyla lirih yang kemudian berubah menjadi kesurupan.
__ADS_1
"Siapa kamu?" Tanya Echa ketika sosok didalam tubuh Keyla terlihat tidak jelas, namun yang pasti sosok itu hampir mirip seperti kuntilanak mengerikan.
"Kenapa kamu membawa hantu itu kemari?" Tanya Keyla menatap tajam kearah Echa.
"Siapa?" Tanya Echa bingung.
"Dia sangat mengerikan, dia menyiksa tubuhku, kenapa kau menyiksa kami yang bahkan tidak memiliki kesalahan apapun." Jawab Keyla dengan suara penuh amarah dan kesedihan yang pilu.
"Aku tidak membawa siapapun." Ucap Echa yang kini sudah menggenggam tangan Keyla untuk membuatnya sadar.
"Tapi dia terus menjaga kalian, dia selalu melihat apapun yang kalian lakukan." Ujar Keyla sambil mencengkram kuat tangan Echa yang ada di genggaman tangannya, membuat tangan putih itu memerah karena cengkramannya yang kuat.
Echa meringgis kesakitan ketika kuku tajam Keyla mulai menancap pada kulitnya, sosok ini memiliki dendam yang teramat besar.
"Caca." Panggil seseorang yang baru saja datang.
"Ray, bantuin Caca pegang kak Key." Ucap Echa ketika melihat yang memanggil namanya itu adalah Rayhan, tanpa berpikir panjang lagi Rayhan langsung mendekat kearah Keyla yang tiba-tiba saja terpental Kedinding.
DUGH.. BRUGH..
"Ray." Teriak Echa ketika Rayhan terpental mengenai dinding.
Echa dapat melihat Rayhan yang meringgis kesakitan ketika punggungnya menghantam dinding dengan sangat keras.
"Kak key.." panggil Echa sambil mencoba untuk menyalurkan energi positif miliknya kepada Keyla.
"Ca.. sakit." ucap Keyla lirih dengan nafas yang tidak beraturan.
"Sakit.." lirih Keyla ketika seperkian detik berikutnya sosok itu kembali mengontrol tubuhnya.
"Dia akan membuat satu persatu orang yang kalian sayangi meninggal secara tragis." ucap Keyla dengan suara menggema.
"Key." Panggil Rayhan yang kini sedang memegang tubuh Keyla.
"Lepas!" Teriak Keyla sambil melukai bagian tangan dan wajah Rayhan. Banyak darah yang keluar dari tangan Rayhan karena cakaran dari kuku Keyla dan ada juga karena kekuatan gaib yang bisa mencelakai tubuh Rayhan.
Echa tidak tinggal diam, dia mencoba untuk mengeluarkan sosok yang ada di dalam tubuh Keyla.
"Kak key, kakak harus fokus, Caca bantu keluarin dari sini." ucap Echa sambil menggenggam kuat tangan Keyla yang berusaha untuk kembali mencengkram kuat tangannya itu.
Keyla terus meronta dalam genggaman Echa dan Rayhan, namun mereka berdua mengeluarkan semua tenaganya untuk tetap menjaga Keyla agar tidak melukai orang lain.
Tiba-tiba saja Keyla jatuh terduduk dengan nafas yang tidak beraturan.
"Ada yang sakit?" Tanya Echa sambil mensejajarkan dirinya dengan Keyla.
"Semuanya." Jawab Keyla dengan tatapan yang mulai melemah.
Echa yang melihat itu langsung memeluk tubuh Keyla untuk menyalurkan energi positif miliknya kepada Keyla.
__ADS_1
"Sakit.." ucap Keyla dengan suara lemah di pelukan Echa.
"Tahan sebentar ya kak, ini pasti sakit." ujar Echa sambil memegang punggung Keyla untuk membuang energi negatif.
"Aarghhh!!" Teriak Keyla ketika sosok yang tadi masuk kedalam tubuhnya sudah keluar keluar sepenuhnya.
"Ca." Panggil Hanin, Ivy dan Shiren bersamaan.
"Tolong keluarin Nin, Ren Caca udah gak kuat." Sahut Echa ketika Hanin, Shiren dan Ivy sudah berada disampingnya.
"Vi, tolong ambilin kotak P3K yang di kamar Caca." Sambung Echa. Ivy menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan melangkahkan kakinya untuk mengambil kotak P3K sedangkan Hanin dan Shiren mengambil alih Keyla dari pangkuan Echa.
"Kak, Om Ferdi sama Tante Mala kemana?" Tanya Echa ketika Mutiara sudah membubarkan orang yang sejak tadi menonton hal yang mengerikan.
"Gak tau, mungkin keluar." Jawab Mutiara.
"Sama kak Kay juga?" Tanya Echa.
"Mungkin, dari abis sarapan Tiara gak liat Mama, Papa sama Kay." Jawab Mutiara.
"Tadi Kay sama Algi keluar." Ucap Rayhan yang sedang menahan rasa perih di sekitar tangan dan wajahnya.
"Ray, gak apa-apa kan? Sakit?" Tanya Mutiara melihat Rayhan yang lumayan banyak mengeluarkan darah.
"Gak apa-apa, cuman luka kecil." Jawab Rayhan.
"Nih Ca." Ucap Ivy sambil memberikan kotak P3K yang dia bawa dari kamar Echa.
"Makasih Vi." Ujar Echa membawa kotak P3K dari tangan Ivy.
Echa mengobati luka kecil yang ada di pergelangan tangannya dengan hati-hati.
Setelah mengobati lukanya Echa mendekat kearah Rayhan.
"Mau diobatin sama Caca?" Tanya Echa yang melihat Rayhan sedang memejamkan mata bersandar pada dinding.
"Gak perlu, cuman luka kecil." Jawab Rayhan tanpa membuka matanya.
"Mau sekecil apapun lukanya tetep harus diobatin." Ucap Echa sambil memberikan kotak P3K miliknya kearah Rayhan.
"Gak perlu Ca." Ujar Rayhan yang sudah membuka matanya menatap kearah Echa.
Echa tidak mendengar perkataan Rayhan, dia tetap mengobati luka yang ada ditangan dan wajahnya.
"Ca, gak usah.." ucap Rayhan sambil menarik tangannya yang sedang diobati Echa.
"Diem." Ujar Echa menatap tajam kearah Rayhan, dia kembali mengobati luka yang ada ditangan Rayhan.
Sedangkan Rayhan yang mendapat tatapan tajam dari Echa langsung diam tak berkutik, ini pertama kalinya ada orang yang berani menatap tajam kearahnya.
__ADS_1
"Bara itu pacar Caca?" Tanya Rayhan.
"Iya." Jawab Echa tanpa menatap kearah Rayhan.