
Saat ini Echa merasakan tubuhnya berada di dalam ruangan gelap minim cahaya, dia berada di tengah-tengah ruangan gelap itu.
Tiba-tiba saja muncul sebuah api yang berlambang segitiga di dinding, Echa menatap lekat lambang itu, bukannya lambang segitiga sudah musnah? Tapi kenapa kembali lagi dengan api yang membara.
"Api, lambang segitiga." ucap Echa saat melihat gambar yang ada didinding. Gambar itu langsung lenyap digantikan dengan 11 boneka yang dikelilingi oleh lilin berada dalam naungan segitiga bermata satu.
Echa dibuat kaget oleh lambang tersebut, itu lambang yang ada di tangan William pada saat bulan purnama merah. Apa William kembali bangkit? Dan kesalahan terbesar yang Echa lewatkan adalah Evelyn dan Bagas hanya pengikut William bukan bagian dari 3 orang berlambang segitiga.
Echa dan teman-temannya hanya memusnahkan 1 orang berlambang segitiga dan 2 orang lainnya mungkin masih berkeliaran bebas, itu sebabnya masih banyak yang menggunakan ilmu hitam.
Kenapa Echa baru mengingatnya sekarang? Dia tidak melihat ada lambang segitiga di tangan Evelyn ataupun Bagas. Itu artinya mereka bukanlah bagian dari 3 orang berlambang segitiga. Mereka hanya orang kepercayaan.
Semuanya semakin terlihat jelas di pikiran Echa tentang beberapa kejadian yang sering menimpanya. Apa mungkin Willian kembali bangkit dengan kekuatan saudara-saudara nya itu?
Gambar yang ada didinding kembali diganti oleh orang yang sangat Echa kenali, orang itu mengeluarkan cahaya biru dari tubuhnya selama beberapa detik.
"Kak Bara." ucap Echa yang melihat orang itu adalah Bara jika dilihat lebih jelas lagi.
"Kenapa Kak Bara ada diantara gambaran lambang segitiga?" Tanya Echa dengan hati yang kacau melihat Bara berada diantara visual mereka.
Gambaran itu kembali digantikan oleh bayangan yang Echa lihat di mimpi, melangkahkan kaki kearah Echa dan mengulurkan tangannya.
Echa seolah dihipnotis oleh bayangan itu, dia membalas uluran tangan bayangan tersebut.
"Hai, aku kembali lagi, membuka semua yang belum kau ketahui sepenuhnya." ucap bayangan tersebut ketika Echa menerima uluran tangannya.
"Jangan pernah percaya pada siapapun." sambung bayangan tersebut.
Dan tiba-tiba saja semuanya gelap, Echa kembali masuk kedalam tubuhnya dan bangun dari tidurnya itu.
Nafasnya tidak teratur, itu terlihat seperti nyata, apa maksud dari visual itu? Siapa bayangan hitam? Apa itu William? Dan kenapa Kak Bara ada diantara mereka? Apa maksud dari sebelas boneka?
Semuanya masih terlihat tidak jelas, Echa hanya diberi sepotong kisahnya, selebihnya dia yang harus mencari tahu sendiri.
Echa harus memberitahu teman-temannya tentang apa yang dia lihat, tapi jika Bara bagian dari mereka, apa yang harus Echa lakukan?
__ADS_1
Hatinya terasa sesak ketika melihat ada Bara disana dan bayangan itu memberitahu Echa untuk tidak percaya pada siapapun.
Apa maksudnya? Perkataan itu seolah menguatkan bahwa Bara bagian dari mereka. Echa tidak bisa berpikir jernih saat ini, hatinya terasa sesak jika harus menerima kenyataan pahit seperti tadi.
Jika saja benar Bara bagian dari orang berlambang segitiga itu apa Echa harus membunuhnya? Dengan tangannya sendiri? Apa itu tidak terlalu kejam?
Visual Itu membuat air mata Echa turun tanpa diminta, hatinya sangat sakit ketika melihat gambaran seperti itu, dia tidak peduli jika harus membunuh 100 orang berlambang segitiga dengan tangannya sendiri, lalu bagaimana dia harus membunuh 1 orang yang sangat berarti dalam hidupnya? Hal itu belum terjadi tapi tangan dan hatinya bergetar sangat hebat.
Echa melihat kearah jam dinding, ini sudah pukul 06.10, dia harus menjaga bunda An sebelum Roslyn pergi kekantor.
Dia melihat Bara, Gavin dan Devan yang sedang tertidur pulas di karpet, wajah Bara seolah terngiang ketika bersatu dengan mereka.
Echa tidak bisa berpikir buruk tentang Bara, bisa saja Bara yang menjadi tawanan mereka atau bahkan penghancur bagi orang berlambang segitiga.
Echa harus berpikir positif, dia belum tau sepenuhnya tentang visual yang Echa lihat.
Dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum yang lain bangun dan mengantri untuk mandi.
...----------------...
15 menit telah berlalu Echa sudah selesai membersihkan tubuhnya dengan baju yang sudah melekat ditubuhnya.
"Kak.." panggil Echa sambil membangunkan Bara.
"Hm.." gumam Bara tanpa membuka matanya.
"Bangun, kita harus jaga bunda, ayah sama Aira, ibu gak bisa lama dirumah sakit." ucap Echa.
"Iya.." gumam Bara tanpa membuka matanya.
"Kakak ada kelas?" Tanya Echa sambil mengelus rambut Bara, dia menyingkirkan pikiran negatif tentang kekasihnya itu, jika saja benar Bara adalah orang diantara berlambang segitiga itu, biarkan saja semuanya tertutup rapat. Biarkan semua terlihat baik-baik saja seperti saat ini.
"Ada." Jawab Bara yang kini membuka matanya, merasakan sentuhan tangan Echa dirambutnya.
"Jam berapa?" Tanya Echa sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Jam 10." Jawab Bara kembali memejamkan matanya.
"Bangun." Ucap Echa yang sudah tidak mengelus rambut Bara lagi. Bara yang tidak merasakan tangan Echa dirambutnya itu langsung menggenggam tangan Echa.
"Kenapa berhenti?" Tanya Bara sambil membuka matanya secara perlahan karena sinar matahari membuat matanya silau.
Echa melihat mata indah coklat milik Bara yang terkena sinar matahari. Mata coklat itu. Echa tertegun ketika melihat mata Bara, mata itu sama persis seperti orang yang membantunya dari sekapan Algi.
Kemana saja Echa selama bertahun-tahun ini? Kenapa dia baru menyadari bahwa Bara memiliki mata coklat indah yang dia cari untuk mengucapkan terimakasih yang belum sempat terucap.
Apa Bara yang menolongnya dari Algi? Echa yang melihat mata coklat itu langsung mengelus wajah Bara dengan lembut. Membuat si pemilik wajah itu tersenyum dan memejamkan matanya.
Tapi kenapa Bara tidak ingat sama sekali pada Algi? Entah sengaja melupakan atau memang terlupakan.
Semua yang Echa dapatkan pagi hari ini membuat kepalanya pusing, membuat dirinya semakin bimbang.
"Makasih." ucap Echa yang kini sudah tidak mengelus lembut wajah Bara.
"Buat?" Tanya Bara bingung. Echa yang mendapat pertanyaan seperti itu hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Bangun. Bentar lagi ibu berangkat kerja nanti gak ada yang jagain dirumah sakit." ucap Echa mengalihkan pembicaraan.
"Bentar lagi." ujar Bara yang masih menggenggam tangan Echa.
"Jangan bentar-bentar." ucap Echa mencoba untuk melepaskan genggaman tangannya dari Bara. namun Bara tidak membiarkan tangan Echa lepas dari genggam tangannya itu.
"5 menit." ucap Bara sambil mencium punggung tangan Echa.
"Kakak!" ujar Echa sambil menatap tajam kearah Bara. tatapan itu malah membuat Bara semakin gemas dan tidak ingin melepaskan genggaman tangannya.
"Bentar lagi." ucap Bara sambil tersenyum manis kearah Echa.
"Kakak.. bangun.." ujar Echa sambil menghela nafasnya panjang. bara yang mendengar helaan nafas itu langsung melepaskan genggaman tangannya pada Echa.
Echa yang merasakan bara sudah melepaskan genggam tangannya itu langsung melangkahkan kakinya untuk membereskan sampah yang berserakan diatas meja, sebelum perawat datang kemari melihat kekacauan yang terjadi.
__ADS_1
Sedangkan Bara sudah bangun dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Hari ini Echa mendapatkan sesuatu yang saling bersinggungan. Membuat dirinya semakin dibuat bingung dan bimbang.