TEROR

TEROR
|67| SAKIT


__ADS_3

Setelah kejadian di toilet tadi semua teman-teman Echa mempertanyakan bagaimana dia bisa terluka seperti ini? Hingga dalam 1 jam harus 3 kali ganti perban karena darah terus keluar tanpa henti.


Echa juga sudah menceritakan semua kejadian yang dia alami ditoilet kepada teman-temannya. Semua teman-temannya kaget ketika nama Riana disebut oleh Echa.


"Tapi itu gak mungkin Ca." Ucap Hanin yang masih tidak percaya.


"Caca juga awalnya gak percaya kalau itu Riana tapi setelah liat luka di tangan Caca itu mengingatkan Caca sama Riana yang jatuh dari gedung dengan darah yang banyak sedangkan kalau Kak Rara sama Silviana itu gak ada setetes pun darah yang keluar." Jelas Echa kepada teman-temannya.


"Iya juga." Ucap Hanin yang kembali mengingat deretan kejadian tentang kematian Riana dan Namira yang jauh berbeda.


"Kita harus lebih berhati-hati." Ujar Shiren.


Saat mereka sedang membicarakan tentang Riana, tiba-tiba saja Algi bersama dengan teman-temannya datang ke gedung pernikahan Mutiara.


Mutiara yang mengetahui Algi menggunakan ilmu hitam sangat kecewa sekaligus kaget, namun dia tidak menampakkannya karena Mutiara sudah mengalami hal yang seperti ini sebelumnya.


Namira dan Riana adalah pengalaman yang akan mereka terapkan untuk tidak pernah percaya pada siapapun.


"Gimana Tiara, udah sampai mana?" Tanya Algi ikut bergabung bersama dengan teman-temannya.


"Baru segini." Jawab Mutiara seadanya.


"Kenapa tiba-tiba diem? Padahal tadi lagi ngobrol asik banget." Ucap Algi sambil menatap kearah Echa. Sedangkan Bara yang melihat Algi sedang menatap calon istrinya itu langsung memeluk pinggang Echa dari samping memberitahu bahwa Echa hanya miliknya.


Algi yang melihat tangan Bara berada di pinggang Echa itu langsung mengepalkan tangan sambil memalingkan wajah tidak menerima kenyataan bahwa Echa sudah menjadi milik Bara.


"Ngobrol random aja." Ujar Alvero.


"Mama sama Papa kemana gi?" Tanya Mutiara tentang Nurmala dan Ferdinan untuk mengalihkan pembicaraan.


"Sebentar lagi kesini sama si kembar." Jawab Algi.


"Kayla sama Keyla?" Tanya Mutiara sambil menatap Algi.


"Iya." Jawab Algi.


Mutiara, Alvero, Nathan dan Azka langsung menatap kearah Gavin dan Bara secara bergantian.


Kayla dan Keyla adalah sepupu Mutiara yang menyimpan rasa begitu dalam kepada Gavin dan Bara sejak Mutiara menjadi teman mereka, namun saat menginjak kelas 3 SMP mereka berdua harus pergi ke New York karena pekerjaan kedua orang tuanya yang mengharuskan mereka untuk pindah, dengan berat hati mereka harus mengikuti kedua orang tuanya.


Bagi Bara dan Gavin itu adalah sebuah kelegaan yang mereka syukuri, terlepas dari dua orang wanita yang tergila-gila ingin mendapatkan Bara dan Gavin.


Bahkan sampai saat ini Kayla dan Keyla belum memiliki pasangan karena hatinya masih bertahtakan nama Gavin dan Bara.

__ADS_1


Echa, Hanin, Shiren dan Ivy yang melihat itu bingung sendiri, kenapa teman-temannya itu menatap kearah Bara dan Gavin? Seolah nama itu adalah nama yang mereka hindari selama ini.


Saat Hanin ingin mempertanyakan nama itu tiba-tiba saja ada suara teriakan nyaring memanggil nama Mutiara.


"Tiara!!" Teriak dua orang wanita dari arah pintu menuju ketempat mereka semua.


2 Gadis blasteran dengan paras yang cantik, rambut yang indah, senyuman yang manis, tubuh yang memiliki lekukan indah itu mampu membuat Gavin dan Bara ketakutan bukan terpesona.


"Eh, hai kau, key." sahut Mutiara ketika dua gadis dengan paras yang sama itu memanggil namanya.


"Gak kerasa banget ya udah mau wedding." ucap Kayla yang memiliki tahi lalat dibawah matanya.


"Iya, sama siapa kesini Kay?" Tanya Mutiara ketika Kayla belum menyadari keberadaan Gavin.


"Cuman berdua aja sama key." Jawab Kayla.


"Hai Tiara." Sapa Keyla, gadis cantik dengan tahi lalat dibawah bibirnya menyapa Mutiara.


"Eh Key, duduk sini." Ucap Mutiara.


"Bara!!" Teriak Keyla ketika melihat keberadaan Bara. Sedangkan Bara yang melihat Keyla melangkahkan kaki kearahnya itu hanya bisa menghela nafasnya panjang sambil mengusap wajahnya kasar.


"Mampus." Gumam Bara.


"Hai Bar, apa kabar?" Tanya Keyla yang duduk disamping Bara sambil memeluk Bara tanpa canggung sedikitpun.


"Miss you." Ujar Keyla yang tidak ingin melepaskan pelukannya.


"Key, lepas." Ucap Bara sambil mencoba untuk melepaskan tangan Keyla yang berada di pinggangnya.


"Apa kau sudah memiliki kekasih?" Tanya Keyla sambil menatap wajah Bara.


"Sudah, apa kau mau melihatnya?" Tanya Bara yang masih berusaha melepaskan tangan Keyla.


"Mana? Apa dia cantik?" Tanya Keyla sambil melepas pelukannya dari Bara.


Bara yang mendapat pertanyaan seperti itu langsung menggenggam tangan Echa yang berada di sampingnya. Sedangkan Keyla yang melihat itu langsung menatap kearah Echa dari atas sampai bawah.


"Hai Kak." Sapa Echa dengan senyuman manisnya.


"Dia tidak lebih cantik dariku sayang, apa kau yakin?" Tanya Keyla berbisik ditelinga Bara.


"Jika dia tidak cantik menurutmu tapi setidaknya pacarku ini tidak pernah membandingkan dirinya dengan orang lain sepertimu." Jawab Bara menatap tajam kearah Keyla.

__ADS_1


"Ayolah, bersama denganku saja sayang." Rengek Keyla kepada Bara. Sedangkan Echa yang mendengar Keyla memanggil Bara dengan sebutan sayang itu mencoba untuk menahan rasa sakit dihatinya, ini bukan waktu yang tepat untuk marah dihadapan Nurmala dan Ferdinan.


"Berhenti untuk memanggilku seperti itu." Ucap Bara ketus.


"Kenapa? Apa dia akan memarahimu?" Tanya Keyla menatap tidak suka kearah Echa yang sedang tersenyum manis.


"Tutup mulutmu." Jawab Bara.


"Baiklah jika itu yang kau inginkan, aku akan melakukannya demi kamu." Ucap Keyla sambil menyimpan kepalanya di bahu Bara.


"Key, Kay ikut Tante beli sesuatu." Ujar Nurmala.


"Baik Tante." Jawab Keyla dan Kayla kompak, mereka sedang bergelayut manja di bahu Bara dan Gavin.


Keyla dan Kayla melangkahkan kakinya mengikuti Nurmala keluar dari gedung untuk membeli sesuatu.


"Ca." Panggil Bara ketika Echa diam saja. Echa tidak menjawab panggilan tersebut, mulutnya masih bungkam.


"Ca, Ren, Nin, Vi, kita istirahat aja dulu, nanti malem di lanjut sekarang takut ganggu yang lagi dekorasi ruangannya." Ucap Mutiara.


"Dimana kak?" Tanya Hanin.


"Disini banyak kamar, jadi kalian bisa pilih buat istirahat." Jawab Mutiara.


"Yaudah ayo kita tidur sebelum bertempur nanti malam." Ajak Ivy kepada teman-temannya itu.


Mereka semua langsung berdiri dari duduknya untuk melangkahkan kaki menuju kamar yang ada di gedung ini.


"Ca." Panggil Bara. Echa masih membungkam mulutnya.


Echa melangkahkan kaki mengikuti Mutiara, menghiraukan Bara yang berada disampingnya.


"Ca. Jangan diem." Ucap Bara yang masih menggenggam tangan Echa.


"Ca." panggil Bara lagi.


Namun Echa masih pada pendiriannya, dia masih membungkam mulutnya untuk tidak berbicara sepatah kata pun.


"Ca, marahin kakak jangan diem kayak gini." Ujar Bara sambil menatap wajah tidak peduli yang Echa tampilkan.


...----------------...


Sedangkan disisi lain Algi melihat peluang besar untuk masuk kedalam hubungan Echa dan Bara, dia tersenyum sinis menatap Bara yang sedang membujuk Echa.

__ADS_1


"Echa hanya milikku dan itu kenyataannya." Ucap Algi.


"See, diwaktu yang tepat. Gue harus berterima kasih sama key dan mengajaknya bekerja sama." Sambung Algi dengan wajah liciknya.


__ADS_2