TEROR

TEROR
|130| KUPU-KUPU


__ADS_3

"Ca, kak Bara ngajak ke pesta gak?" tanya Hanin yang sedang duduk di samping Echa bersama dengan Ivy, Shiren dan Mutiara. Sedangkan bunda An, Roslyn, Qiara dan Aira sudah pulang beberapa jam yang lalu.


Echa mengernyitkan dahinya sembari menatap kearah Hanin. "Pesta?"


"Iya, di kampus ada yang ngadain ulang tahun dan semua angkatan Tiara diundang," jawab Mutiara.


"Mungkin kak Bara gak mau kesana," ucap Echa


"Dia bilang mau. Dan di undangan itu boleh bawa pasangan," ujar Ivy yang sudah diberitahu oleh Azka bahwa dia harus ikut ke pesta tersebut bersama dengannya.


"Mungkin nanti dikasih tau, kapan pestanya?" tanya Echa.


"Nanti malam, kalau gak salah jam tujuh malam," jawab Shiren.


"Wait... Jam berapa sekarang?" tanya Mutiara sembari menatap satu persatu orang yang ada di hadapannya.


"Jam 6!" seru Hanin, Ivy dan Shiren yang langsung berdiri dari duduknya.


"Ca, kita pergi dulu ya, mau siap-siap," pamit Mutiara mengikuti ketiga teman-teman Echa yang sudah keluar.


"Iya, hati-hati, Kak." Echa menghela nafas sembari menyandarkan tubuhnya. "Kenapa kak Bara gak ngasih tau Caca ya?"


"Ca," panggil Bara sembari membuka pintu rumahnya.


"Kakak dari mana?" tanya Echa ketika melihat Bara menenteng sebuah tote bag.


"Ganti, pake ini. Kakak mau siap-siap dulu," jawab Bara sambil melangkahkan kaki masuk kedalam kamar miliknya. Meninggalkan Echa yang menatap Tote bag di hadapannya. "Jangan lama-lama, Ca."


"Mau kemana?" tanya Echa bingung.


"Pesta. Gak usah cantik-cantik."


Echa tersenyum seraya berlari kedalam kamarnya untuk bersiap-siap.


...----------------...


30 menit telah berlalu, Echa sedang menatap dirinya di depan cermin. "Ketebelan gak ya make up nya?" Dia melihat wajahnya yang sudah selesai menggunakan make up dengan baju yang baru saja Bara beli untuk dirinya.


Cklek.


"Ca, udah sele..." Bara menatap Echa yang sedang menatap cermin. Dia melangkahkan kakinya kearah Echa.

__ADS_1



Bara menatap Echa dari pantulan cermin. Wajahnya, mampu mengalihkan dunia dari mata Bara.


"Kak, Kenapa? Caca gak cantik ya?" tanya Echa ketika melihat Bara hanya diam saja menatap dirinya.


Bara masih diam. Bibirnya seolah dibungkam oleh apa yang dilihat olehnya saat ini.


Tinnnn


Suara klakson berbunyi begitu nyaring, membuat Echa dan Bara terlonjak kaget.


"Kenapa sih akhir-akhir ini banyak yang ngagetin." geram Echa sembari melangkahkan kaki keluar dari kamarnya.


"Cantik banget." Bara mengulas senyuman di bibirnya ketika Echa melangkahkan kakinya keluar.


"Kakak! Ayo cepetan!" teriak Echa dengan wajah cemberut. Bara menganggukkan kepalanya sembari menyusul Echa yang sudah berada di depan mobilnya.


"Berisik." ketus Bara ketika melihat mobil Azka.


"Kalau Lo gak lama, gue gak bakalan bunyiin klakson," ujar Azka.


"Duluan." titah Bara. Azka menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.



Bara menggenggam tangan Echa sembari melajukan mobilnya dengan kecepatan standar, menyusul yang lainnya.


...----------------...


Bara membuka pintu mobil sembari mengulurkan tangannya di hadapan Echa yang langsung di terima olehnya dengan senyuman manis.Mereka berdua sedang berada di parkiran, banyak mobil berjajar rapi.


"Bentar," ucap Echa sembari merapikan rambut Bara yang agak berantakan.


Sejak tadi Bara terus menatap lekat wajah kekasihnya. Seolah memiliki daya pikat tersendiri. Bahkan dia tidak bosan jika harus menatap wajah cantik yang berada di hadapannya selama berhari-hari.


Bara mendekatkan wajahnya dengan wajah Echa. Bahkan Bara bisa merasakan Echa sedang menahan nafasnya dengan pipi yang bersemu.


"Udah lupa caranya bernafas? Perlu di kasih nafas buatan gak?"


Pertanyaan yang keluar dari mulut Bara mampu membuat Echa menggelengkan kepalanya dan kembali bernafas seperti semula. Namun, dia sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.

__ADS_1


Bara semakin mendekatkan wajahnya, membuat Echa merasakan hembusan nafas Bara. Dia menatap mata Bara yang mampu mengunci pergerakannya. Echa memejamkan matanya ketika Bara semakin mendekatkan wajahnya.


"Bara."


Dugh


Suara panggilan itu mampu membuat Echa dan Bara kaget. Suara ringisan keluar dari mulut Bara ketika punggungnya membentur tiang yang ada di belakangnya.


Echa mengelus punggung Bara sembari menatapnya dengan tatapan khawatir.


"Sakit ya?"


Bara hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban seraya menatap kearah seseorang yang baru saja memanggil namanya.


"Vin, kenapa gak nanti aja datang nya?" tanya Bara ketika melihat orang tersebut adalah Gavin.


"Maaf, gue gak maksud mau ganggu kalian, tapi kalian udah di tungguin. Kalau tau juga gak bakalan mau ganggu," jawab Gavin sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


Sedangkan Echa merasakan panas di sekitar pipinya, banyak pertanyaan di benak nya.


"Gue pergi dulu, kalian bisa lanjut lagi yang belum kesampaian tadi," ucap Gavin yang melihat Echa sedang memerah malu.


Bara melihat ke arah Echa yang sedang mengibaskan tangan di depan wajahnya, untuk meredakan rasa panas di sekitar pipinya. Bara tersenyum tipis melihat tingkah Echa yang selalu saja menggemaskan.


"Mau lan..."


"Caca mau nyusul kak Gavin, yang lain udah pada nungguin," ucap Echa tanpa mau mendengarkan perkataan Bara. Dia melangkahkan kakinya menyusul Gavin.


Bara tertawa pelan seraya mengikuti Echa dan menggenggam tangannya.


"Kakak udah bilang kalau pake make up ja..."


Echa memberhentikan langkahnya sembari menatap Bara. "Kenapa? Make up Caca ketebalan ya? Apa perlu Caca hapus? Terus gimana dong?"


"Dengerin dulu, kakak belum selesai, main potong-potong aja," ucap Bara sambil tersenyum.


"Terus ada apa sama make up Caca? Kenapa gak bilang dari tadi kalau jelek? Kan bisa Caca hapus make up nya di rumah."


"Kalau pake make up jangan cantik-cantik banget. Kalau pun perlu gak usah pake make up. Tanpa make up aja saingan kakak nambah, apalagi kayak gini," jelas Bara.


Echa memalingkan wajahnya, lagi-lagi perkataan Bara mampu membuat dirinya merasakan sejuta kupu-kupu dalam perutnya.

__ADS_1


"Ayo, yang lain udah nungguin dari tadi," ucap Bara sambil menggenggam tangan Echa untuk masuk kedalam.


__ADS_2