
Di perusahaan.
Lisa tampak terburu-buru masuk ke kantor. Semua karyawan menunduk dan mengucapkan Happy Wedding pada Lisa. Lisa hanya membalas dengan senyuman dan rasa terima kasih karena sudah mendoakan pernikahannya.
Setelah sampai di ruangannya, Lisa duduk di kursinya dan mengecek semua data perusahaan, Lisa tampak sibuk seharian sampai lupa waktunya makan siang.
“ Nyonya, sebaiknya Anda makan siang terlebih dulu, ini sudah waktunya makan siang. Biarkan aku yang urus semua pekerjaannya.” ujar Puy dengan khawatir.
“ Tidak Puy, aku harus menyelesaikan ini sendiri, kamu terlalu sibuk beberapa hari belakangan ini.” balas Lisa.
Puy sangat khawatir karena jam sudah menunjuk pukul 2 siang, tapi Lisa masih bekerja dan tidak mau makan siang. Kekhawatiran Puy berlalu karena Zavier datang ke kantor.
“ Sayang, apa kamu sudah makan?.” tanya Zavier.
“ Sayang, kau datang kemari?.” Lisa berhenti bekerja dan tersenyum pada Zavier.
“ Iya, aku sengaja datang ke sini karena rindu padamu, apa kamu juga rindu padaku, istriku?.”
“ Hemm, iya.”
Puy seperti nyamuk pengganggu di dalam ruangan itu, jadi Puy permisi keluar agar tidak mengganggu Lisa dan Zavier.
“ Nyonya, saya permisi untuk makan siang.” ujar Puy.
“ Yaa, baiklah.” jawab Lisa.
“ Sayang apa kamu sudah makan?.”
“ Belum.”
“ Kenapa?! kenapa jam segini belum makan sayang? aku pikir kamu sibuk kerja sudah makan siang, tapi kamu malah melupakan kesehatanmu sendiri, bagaimana jika kamu sakit, siapa yang akan mengurus perusahaan, hemm?.” Zavier mencoba menakut-nakuti Lisa.
“ Jangan dong, aku tidak boleh sakit.” merenge ketakutan.
“ Kalau tidak mau sakit harus makan, dengar tidak?.”
Lisa menganggukan kepalanya dan memeluk Zavier.
“ Oo, sayang-sayang. Mari kita makan terlebih dulu.” Zavier memanjakan Lisa seperti anak kecil.
Zavier membawa Lisa pergi ke resto mewah dan menyewa tempat itu selama 1 jam, tidak ada yang berani masuk ke resto itu karena Zavier sudah Membooking satu resto.
Lisa tampak menikmati makanannya, Lisa terlihat rakus sampai habis 3 porsi dalam beberapa menit.
Setelah kenyang Lisa melirik ke seluruh ruangan. “ Sepertinya resto ini sepi pengunjung, dari tadi tidak ada orang yang makan di sini, aku hampir menghabiskan semua makanannya tapi tidak ada pengunjung satupun yang datang.”
Zavier tertawa kecil mendengar pembicaraan Lisa.
“ Kenapa tertawa? apa ada yang salah?.”
“ Tidak, tidak ada. Cepat habiskan makanannya sayang, kita harus segera pergi ke kantor.” Zavier mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
“ Baik.”
Setelah Lisa dan Zavier keluar dari resto, banyak orang yang berdiri untuk bisa makan di resto itu. Terlihat banyak orang yang segera masuk ke resto karena mau makan siang.
“ Sayang? apa kamu sengaja Membooking resto, untuk makan siang kita.”
“ Tidak.”
“ Tapi mereka?!.”
“ Mungkin mereka tidak ingin mengganggu makan siang kita, jadi mereka sengaja bertahan sebentar.”
“ Benarkah?.”
“ Yaa.”
Hari telah malam.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Lisa menunggu Zavier di depan kantor. Zavier terlambat menjemput Lisa, sampai Lisa di ganggu sama sekelompok brandalan.
“ Hei! nona cantik, mau pergi kemana malam-malam begini? biarkan abang mengantarmu nona. Benar gak kawan-kawan?.”
“ Iya benar, biarkan kami mengantarmu nona.”
“ Tidak perlu, sebentar lagi suamiku menjemputku.” balas Lisa dengan dingin.
“ Aku tidak tahu jika nona sudah menikah, itu lebih menarik, kawan-kawan apa kalian tertarik dengan wanita yang sudah bersuami?.”
“ Hehe! aku lebih menyukai keributan sebelum mencicipimu nona.” penjahat itu mencubit dagu Lisa.
“ Jangan macam-macam kalian, aku akan melaporkan kalian ke polisi atas pelecehan seksual.” Lisa menepiskan tangan penjahat itu dan mundur secara perlahan.
“ Nona, jangan galak-galak. Tapi bos dia lebih menantang jika galak seperti itu, aku tidak sabar bagaimana dia akan berontak setelah kita mencicipinya.” obrolan para penjahat.
“ Bagaimana ini? aku takut sekali, Zavier tolong aku! tolong!.” rintihan hari Lisa.
Saat penjahat itu mau memeluk Lisa untuk di ciumnya, tiba-tiba penjahat itu terlempar dengan tendangan Zavier yang begitu kuat.
Penjahat itu langsung menengok Zavier dan melawannya. “ Berani sekali kamu memukul bos kami. Rasakan ini!.” bersiap untuk memukul.
Zavier sangat pintar dan menangkap tangan penjahat itu dan mematahkannya tanpa ampun. “ Woah!! sakit, sakit, tanganku sakit!.” penjahat itu malah menangis karena kesakitan.
Satu persatu penjahat itu di kalahkan oleh Zavier sampai terluka parah, ada yang patah tulang ada juga yang terkena pukulan di wajah, sampai ada yang harus kehilangan keturunan karena Zavier menendang burungnya sampai ancur.
Zavier menunjuk ke arah dalang di balik pelecehan itu. “ Kamu! kemari, mendekatlah. Jangan takut, mendekatlah sebelum kuhabisi kalian semua.”
“ Ba, baik tuan. Tolong maafkan kami tuan.”
“ Memaafkanmu? lalu bagaimana dengan tangan kotormu itu yang telah menyentuh istriku? jika aku memotong tanganmu dan merobek mulutmu, mungkin aku bisa memaafkanmu. Bagaimana, apa ini termasuk adil bukan.” dengan tatapan mematikan.
Penjahat itu terkejut dan tidak sadarkan diri, karena ucapan Zavier jadi kenyataan. Dengan mudahnya Zavier menghabisi semua penjahat itu dengan tangan kosong.
__ADS_1
Lisa terkejut melihat kejadian yang begitu buruk di depan mata kepalanya sendiri. Lisa terjatuh duduk dan lemas melihat mulut seorang penjahat menjadi dua bagian.
Zavier berlari menghampiri Lisa karena khawatir. “ Sayang, apa kamu baik-baik saja?.”
“ Aku,, a, aku takut, aku tidak bisa melihat semua itu.” tubuhnya gemetar karena ketakutan.
“ Sayang-sayang, dengarkan aku, tutup matamu dan tidurlah di pangkuanku, maka semuanya apa yang telah kamu lihat tadi akan hilang dari ingatanmu.” ujar Zavier sambil memeluk Lisa.
Tanpa waktu lama Lisa pun tertidur.
“ Tuan maafkan saya, saya terlambat menolong Anda dan nyonya.” Li berlari menghampiri Zavier.
“ Bereskan semuanya, jangan tinggalkan jejak jika ada pembunuhan di sini. Aku mau kamu melakukannya dengan baik dan sempurna.”
“ Baik tuan.”
Zavier pergi membawa Lisa ke Villa.
Sudah 3 jam Lisa pingsan, Zavier meminta dokter Luciana untuk menyuntikan penghilang ingatan.
“ Tuan, ini sangat berbahaya dan beresiko bagi nyonya, saya tidak mau melakukan itu, tolong maafkan saya tuan.” Luciana menolak perintah dari Zavier.
“ Jika kamu tidak mau melakukannya, maka aku sendiri yang akan melakukan itu pada Lisa.” keras kepala.
“ Tuan, apa Anda lupa jika kita menyuntikan SK absorpsi lambat karena vasokontriksi, resikonya yaitu gangguan neurologis dan anemia. Itu berbahaya bagi nyonya.” Luciana mengingatkan Zavier.
Zavier tertegun. “ Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? Lisa ketakutan melihat aku berbuat kejam pada penjahat itu, apa aku akan membiarkan ingatan itu ada di kepala Lisa?.” batin Zavier.
“ Kalian keluarlah.” ujar Zavier sambil menatap Lisa.
Luciana dan Li keluar dari kamar dan membawa peralatan medis. Walau Lisa tidak terluka tapi Zavier menyuruh dokter Luciana untuk memeriksa Lisa.
“ Aku harap kamu bisa melupakan apa yang telah terjadi tadi, aku tidak mau kamu hidup dalam bayang-bayang menakutkan.” gumam Zavier.
“ Hemm, uhuk uhuk!.” Lisa tersadar dan batuk.
Zavier mengambil minum dan meminumkannya pada Lisa. “ Sayang, minum dulu.”
Glek!
“ Terima kasih, aku di mana?.”
“ Di Villa, sayang. Apa kamu baik-baik saja?.”
“ Yaa, sayang, kepalaku sakit.”
“ Sakit? di bagian mana? aku bantu kamu memijatnya.”
Zavier memijat kepala Lisa sampai tertidur pulas.
BERSAMBUNG
__ADS_1