Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part148


__ADS_3

Di perusahaan Lin.


Lisa tidak begitu sibuk karena Sekertaris Puy membantunya. Melihat Sekertaris Puy yang baik dan ramah padanya Lisa mencoba memberikan hadiha untuknya.


“ Aku tidak tahu apa yang di sukai Sekertaris Puy! bagaimana kalau aku kasih dia uang saja, dengan begitu dia bisa beli apa yang dia mau.” batin Lisa berpikir.


Saat Lisa hendak menekan tombol Yes di transfer uang, tiba-tiba Lisa kepikiran sesuatu.


“ Jika aku memberikan Sekertaris Puy sejumlah uang, dia akan merasa di rendahkan, gaji dia sangat besar setiap bulan dariku. Mungkin saja dia tidak butuh uang untuk saat ini. Bagaimana kalau aku belikan barang yang bisa di pakai olehnya.” batin Lisa dengan ragu, tapi Lisa berpikir memberikan barang lebih baik dari pada memberikan sejumlah uang.


15 menit kemudian, seorang kurir paket datang menemui Lisa.


“ Nyonya, kurir berkata ada barang pesananmu. Apa itu benar?!.” tanya karyawan dari luar ruangan.


Lisa segera membuka pintu dan berlari kecil, saat di kantor Lisa menggunakan sandal jepit yang biasa ia pakai saat di Villa. Itu memudahkannya menjalani berbagai aktivitas.


“ Iya, aku memesan barang. Mana? berikan padaku.” Lisa sangat senang dan bersemangat.


“ Ini.” kurir itu memberikan barangnya.


“ Tunggu! tolong maafkan saya nyonya, maksudku Direktur, aku harus memeriksa barang ini sebelum di berikan pada Anda.” salah seorang Bodyguard yang berjaga di luar ruangan menghentikan Lisa mengambil barang untuk di periksa terlebih dulu.


“ Untuk apa di periksa? ini barang aku yang memesannya, tidak akan ada yang aneh, kamu tenang saja.” ucap Lisa.


“ Tapi Direktur, ini perintah dari Presdir Zavier.” Bodyguard itu tidak mau di salahkan karena keteledorannya.


“ Aku tahu, tapi ini barang privasi, untuk apa di periksa sama kamu! apa kamu sungguh ingin lihat pakaian dalam milikku?.” bentak Lisa, tidak suka di bantah


Seketika Bodyguard itu menciut dan malu, hanya bisa tunduk dan meminta maaf pada Lisa.


“ Maafkan saya Direktur, saya lancang dan terlalu tidak sopan pada Anda. Tolong maafkan kesalahan saya.” menunduk.


“ Tidak apa, aku memaklumi karena kamu melakukan tugasmu di sini.” Lisa tidak bisa memecat orang yang tidak bersalah.


“ Terima kasih atas kebaikan Anda Direktur.” ujar Bodyguard.


Lisa menutup pintu dengan bahagia.


“ Apa yang membuat Anda bahagia nyonya?.” melihat Lisa tersenyum sendiri Sekertaris Puy kepo padanya.


Lisa berjalan mendekat saat Sekertaris Puy sedang membereskan berkas.


“ Ini untukmu! semoga kamu menyukainya.” Lisa menunjukan barang tersebut di depan Sekertaris Puy.


“ Nyonya? ada apa ini? apa maksud nyonya?.” tanya Sekertaris Puy dengan terkejut.


“ Sebenarnya aku ingin memberikan hadiah untukmu, tapi aku tidak tahu apa yang kamu sukai. Aku hanya asal menebak saja mungkin kamu suka dengan ini.” Lisa terlihat gugup seperti sesuatu terjadi padanya.

__ADS_1


“ Tapi nyonya, ini tidak perlu, aku sedang tidak berulang tahun. Kenapa memberikan aku hadiah?.” Sekertaris Puy masih ke bingungan.


“ Aku sengaja membeli ini untukmu, sebagai rasa terima kasihku padamu karena sudah menjaga Darvi dan Laura selama ini. Bahkan kamu juga bekerja dengan baik untukku.” gumam Lisa sambil menggenggam tangan Sekertaris Puy.


Sekertaris Puy terharu dan memeluk Lisa dengan air mata berjatuhan.


“ Terima kasih nyonya, aku beruntung bisa punya bos sepertimu nyonya, bukan hanya baik tapi juga menganggapku seperti saudara nyonya. Sebuah kehormatanku bisa mendapatkan kasih sayang dari nyonya.” Sekertaris Puy tidak tahan dan menangis terharu.


“ Iya-iya, sudah kubilang anggap saja aku sebagai keluargamu yang jauh, jangan sungkan-sungkan padaku.” Lisa mengusap air mata Sekertaris Puy dengan tulus.


“ Terima kasih nyonya.” Sekertaris Puy mengusap air matanya.


Tok tok!


“ Direktur, tuan Arya datang menemuimu.” ujar Bodyguard dari luar.


“ Arya? untuk apa dia datang kemari?.” batin Lisa.


“ Nyonya biarkan aku mengusirnya, dia mengganggu Anda, tuan Zavier pasti akan marah jika tahu masalah ini.” Sekertaris Puy tidak bisa biarkan Arya terlalu sering menemui Lisa.


Lisa terdiam seperti merasakan pusing di kepala.


Krek!


“ Maaf tuan, nyonya sedang tidak enak badan. Silahkan datang di lain waktu.” ucap Sekertaris Puy bersikap ramah.


“ Eh, tidak, tidak bisa, nyonya tidak bisa menemui siapa pun saat ini.” Sekertaris Puy tidak menyangka kalau Arya tidak menyerah dan menerobos masuk.


“ Tuan, kenapa Anda memaksa untuk masuk? sudah kubilang nyonya sedang tidak enak badan.” Sekertaris Puy sangat kesal.


Arya berjalan mendekat, menyentuh jidat Lisa untuk memastikan Lisa baik-baik saja.


“ Tolong jaga tanganmu tuan, jangan sembarang menyentuhku.” Lisa menepis tangan Arya.


“ Jangan khawatir, aku hanya mengecek kening kamu saja, aku pikir kamu tidak demam. Kenapa dia bilang kamu lagi sakit?.” tidak senang.


Tiba-tiba Lisa merasakan mual dan mengharuskannya pergi ke toilet.


“ Lisa kamu kenapa?.” tanya Arya dengan terkejut saat melihat Lisa berlari ke toilet.


“ Nyonya apa yang terjadi?.” Sekertaris Puy panik dan berlari keluar untuk menelpon Zavier.


Di dalam toilet Lisa terus mual dan membuatnya lemas sampai terduduk di lantai.


Arya terus mengedor Lisa karena khawatir, Arya berpikir kalau Lisa hamil dan membuatnya muntah terus.


“ Tidak, aku tidak bisa diam saja di sini. Pasti terjadi sesuatu pada Lisa.” gumam Arya dengan panik.

__ADS_1


Arya bersiap untuk membuka pintu dengan cara menobrak.


“ Maafkan aku Lisa.” Arya menobrak pintu toilet sampai terbuka.


Saat pintu terbuka, Zavier datang dan menarik baju Arya melemparnya keluar.


“ Lisa kamu baik-baik saja?.” Zavier mendekat dan menyentuh pipi Lisa.


Lisa tidak sanggup bicara dan terus muntah air sampai bajunya basah, Zavier menggendong Lisa membawanya pergi ke rumah sakit.


“ Sial! dia memanfaatkanku menobrak pintu, tanpa memberiku kesempatan melihat Lisa terlebih dulu.” batin Arya dengan kesal.


“ Kalau tuan tidak datang tepat waktu, mungkin tuan Arya akan menggendong nyonya sekarang.” batin Sekertaris Puy dengan perasaan lega.


Di Rumah Sakit.


Dokter memeriksa Lisa dan tidak membiarkan Zavier masuk ke dalam, Sekertaris Puy dan Arya berdiri dengan cemas melihat Lisa tiba-tiba jatuh sakit.


“ Siapa suami pasien?.” tanya dokter membuka pintu.


“ Saya dok, bagaimana keadaan istri saya?.” jawab Zavier berdiri tegak.


“ Silahkan masuk, yang lainnya tunggu di luar saja.” ucap dokter sambil menarik kaca mata.


“ Sudah kuduga, Zavier sengaja menyembunyikan kehamilan Lisa. Tapi untuk apa? bukankah seharusnya dia senang akan mendapatkan anak kedua dari Lisa.” batin Arya.


Arya pergi setelah pintu ruangan pasien di tutup, Sekertaris Puy melihat Arya pergi dengan terburu-buru curiga sekaligus senang karena tidak ada yang mengganggu Lisa.


“ Sekertaris Puy, bagaimana keadaan nyonya?.” Asisten Li berlari dengan terengah-engah.


“ Kamu! nyonya baik-baik saja. Tuan bersamanya di dalam.” jawab Sekertaris Puy sambil berdiri terkejut.


Sekertaris Puy sudah lama tidak bertemu dengan Asisten Li, terakhir kali bertemu Asisten Li seperti sibuk mengerjakan tugas dari Zavier.


“ Itu, Asisten Li.” sapa Sekertaris Puy dengan gugup.


“ Iya, kenapa?.” wajah Asisten Li memerah dan takut Lisa memberitahu kejadian tadi pagi pada Sekertaris Puy.


“ Hari ini kamu tidak sibuk 'kah?.” tanya Sekertaris Puy.


“ Hah, itu, anu, sebenarnya maafkan aku, aku tidak sengaja berkata itu pada nyonya. Percayalah aku tidak memanfaatkanmu, aku hanya mendesak dan menyebut namamu.” Asisten Li panik dan mengira kalau Sekertaris Puy tahu soal kejadian tadi pagi.


Sekertaris Puy tertegun dengan wajah memerah.


“ Menyebut namaku di depan nyonya! apa maksud dari perkataan dia?.” batin Sekertaris Puy menunduk.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2