Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part45


__ADS_3

Di rumah sakit.


Asisten li segera pergi mencari dokternya.


" ADA YANG BISA SAYA BANTU? TUAN." dokter mendekat ke arah zavier.


zavier menyuruh bibi ann dan asisten li keluar dari ruangannya, karna zavier mau berbicara yang penting sama dokter.


" DOK? BAGAIMANA KEADAAN ISTRI SAYA? APA DIA BAIK-BAIK AJA KAN?." dengan bingung zavier bertanya pada dokter dengan wajah yang serius.


" IYA TUAN. ISTRI ANDA BAIK-BAIK AJA, APA ADA MASALAH DENGAN ISTRI ANDA?." dokter mengatakan kalau lisa baik-baik aja dan tidak mengalami cedra serius.


zavier mengatakan kalau lisa agak berbeda dari biasanya, dan bersikap aneh seperti orang amnesia. tapi dokter membantahnya dengan alasan cedra yang di derita lisa hanya pendarahan yang serius, dan menyebabkan urat radial hampir terputus. dan untungnya lisa masih di berikan nyawa yang panjang hingga lisa tersadar dari kritisnya.


mendengar perkataan dokter, zavier merasa senang karna lisa tidak amnesia, dan yang pastinya tidak melupakan dirinya dan darvi.


Dengan suasana hati yang baik, zavier menyuruh asisten li untuk membeli karangan bunga dan sebuah kado yang istimewa karna secara khusus di pesan olehnya.


" ASISTEN LI, PERGILAH AMBIL BUNGA DI TOKO YANG BIASA AKU KUNJUNGI. DAN JANGAN BERI TAHU SIAPA PUN KECUALI KAU DAN AKU." zavier sangat senang dan grogi karna dirinya akan membuat hati lisa luluh dengan apa yang akan ia berikan pada lisa.


" BAIK TUAN." asisten li lekas pergi dengan segera.


zavier bersiap-siap dan hatinya tidak tenang karna ini pertama kalinya ia akan memberikan bunga dan bersikap romantis pada lisa. dengan wajah yang serius, zavier melihat pantulan dirinya di cermin sambil membereskan rambutnya dengan rapih.


" TUAN, INI BARANG YANG ANDA MINTA." asisten li memberikan bunganya ke pada zavier.


zavier mengambil bunganya dan sebuah kotak kecil yang imut. kemudian zavier berdiri dan ingin menemui lisa di kamar sebelah. dengan hati yang gembira di sertai gugup, zavier berusaha tenang agar tidak mempermalukan dirinya di hadapan lisa.


" TENANG TENANG, IYA AKU HARUS TENANG. JANGAN BIARKAN LISA TAU KALAU AKU SENGAJA MEMBERIKAN BUNGA INI PADANYA." zavier mengelus dadanya dan bergumam.


" LISA? AKU PUNYA SESUATU BUAT KAMU." zavier membuka pintunya dan langsung berbicara sambil menundukan kepalanya karna malu.

__ADS_1


seketika zavier kaget karna lisa tidak ada di ranjang, bahkan bibi ann yang di suruh untuk menjaga lisa pun tidak ada ruangan itu. membuat zavier berteriak dan geram karna zavier sudah bersiap dan akan memberikan kejutan pada lisa, tapi lisa malah hilang dari kamarnya.


" AHH!." zavier berteriak sampai asisten li segera datang menghampiri zavier.


" TUAN? TUAN KENAPA? APA YANG TERJADI?." asisten li kaget dan takut karna zavier berteriak dengan kencang membuat pasien yang lainnya terganggu.


"AHH? NYONYA, NYONYA LISA TIDAK ADA DI KAMARNYA." asisten li melihat ke seluruh ruangannya dan kaget ketika tahu kalau lisa hilang.


" TUAN, NYONYA, NYONYA DIA, DIA HILANG." dengan terbata-bata asisten li merasa bingung karna lisa menghilang lagi.


tak lama kemudian bibi ann datang dengan membawa sebuah makan yang di kantong pelastik, membuat zavier langsung melirik bibi ann dengan wajah yang dingin.


" TUAN, APA YANG TERJADI? KENAPA TUAN.." ucapan bibi ann terpotong oleh zavier yang menyuruhnya berhenti bicara.


" BERHENTII!." zavier melemparkan bunga dan kotak hadiahnya ke lantai.


dengan wajah yang kesal zavier bertanya pada bibi ann keberadaan lisa.


" TUAN AKU, AKU TIDAK TAHU, TADI NYONYA HANYA ME.." ucapan bibi ann terhenti karna zavier langsung pergi meninggalkan ruangannya.


bibi ann ketakutan dan mencoba bertanya pada asisten li apa yang sebenarnya terjadi pada lisa. asisten li menceritakan masalahnya, dan bibi ann merasa bersalah dan telah di bodohi oleh lisa sehingga lisa bisa kabur lagi dari zavier.


" AKU SALAH, AKU TIDAK BISA DI ANDALKAN. BISA-BISANYA AKU MENINGGALKAN NYONYA LISA SENDIRIAN DAN TANPA MEMIKIRKAN KONSEKUASINYA." bibi ann menjatuhkan makanan nya dan terduduk lemas ke bawah.


" BI? BIBI ANN? APA BIBI BAIK-BAIK AJA? AYO BANGUN DAN DUDUKLAH DI KURSI." asisten li memapah bibi ann untuk di dudukan di kursi.


" MINUMLAH BI." asisten li memberikan air mineral karna khawatir sama keadaan bibi ann.


" TERIMA KASIH, ASISTEN LI." bibi ann sangat lemas karna lisa pergi lagi dan membuat masalah besar bagi zavier.


" SAMA-SAMA." saut asisten li.

__ADS_1


" BAGAIMANA DENGAN NYONYA? APA DIA AKAN KETEMU LAGI OLEH TUAN?." bibi ann terus mencemaskan lisa karna udah meninggalkan zavier lagi.


" PASTI, ITU UDAH PASTI BIBI TENANG AJA, INI TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN BIBI, JADI TUAN TIDAK AKAN MENYALAHKAN BIBI DENGAN KEPERGIAN NYONYA LISA." asisten li berusaha menenangkan hati bibi ann yang merasa bersalah itu.


" TAPI TETAP AJA INI SALAH BIBI, KALAU BIBI TIDAK MENINGGALKAN NYONYA, NYONYA PASTI MASIH ADA DI SINI, TIDAK AKAN PERGI LAGI." bibi ann bersedih.


Tak lama kemudian tuan Sanjaya datang untuk menjenguk zavier yang terluka. dengan wajah yang dingin membuat bibi ann dan asisten li ketakutan sama mereka.


" TUAN!." dengan kaget asisten li langsung berdiri dan menundukan kepalanya.


" DIMANA ZAVIER?." dengan tegas tuan sanjaya terlihat terburu-buru sekali.


" TUAN, DIA, DIA SEDANG PERGI." dengan gugup dan ketakutan asisten li terbata-bata dan menundukan kepalanya.


" APA? PERGI! KEMANA DIA AKAN PERGI?." tanya tuan sanjaya dengan kesal.


" SAYA TIDAK TAHU, TUAN BESAR." dengan cepat asisten li menjawab pertanyaan tuan sanjaya karna takut.


" TIDAK TAHU? KAMU SEBAGAI ASISTENNYA BAHKAN TIDAK TAHU TUANMU PERGI KEMANA, KAU BENAR-BENAR TIDAK BISA DI ANDALKAN, LI." tuan besar sanjaya menggelengkan kepalanya karna kesal pada asisten li.


" TUAN, MAAFKAN SAYA, SAYA TIDAK AKAN MENGECEWAKAN ANDA LAGI KEDEPANNYA." dengan cemas asisten li ketakutan kalau tuan besar sanjaya akan memecatnya.


" SUDAHLAH, CEPAT CARI ZAVIER SEKARANG!." tuan besar sanjaya menyuruh asisten li untuk mencari zavier.


" BA, BAIK TUAN." asisten li segera pergi dengan cepat.


Tuan besar sanjaya menunggu zavier di rumah sakit. nyonya sanjaya terus berusaha menenangkan suaminya, tuan sanjaya. yang sedang marah dan emosinya meluap-luap dengan tingkah laku zavier yang ceroboh, membuat perusahaan di ancam oleh perusahaan lain karna mereka memiliki CHIP penting perusahaan sanjaya.


" SUAMIKU, TENANGLAH, JANGAN KAU MARAH DAN MENYALAHKAN PUTRA KITA. DIA MASIH MUDA DAN MEMILIKI MASALAH PRIBADINYA." nyonya sanjaya mengelus punggung tuan sanjaya dan memeluknya, agar tuan sanjaya tenang dari emosinya.


" ISTRIKU, BAGAIMANA KAU SELALU MEMBELA DIA, DIA TERLALU CEROBOH DAN TIDAK BISA MEMBEDAKAN MASALAH PRIBADI DAN PERUSAHAAN." tuan sanjaya merasa cemburu karna nyonya sanjaya membela zavier yang jelas-jelas bersalah.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2