
Keluarga Fhui meminta agar Zavier dan Mika Fhui segera Tunangan, di karena kan kondisi Perusahaan yang sedang kesulitan Klien membuat Perusahaan Fhui Goyah.
" Tuan, bagaimana kalau acara Pertunangan di lakukan minggu depan, karena aku pikir, lebih cepat lebih baik. Bagaimana tuan, menurut Anda?." Tanya Tuan Fhui.
" Iya, baiklah. Emang itu yang aku inginkan, jadi setelah kita bersatu, Perusahaan kita akan makin Jaya lagi." Tuan Sanjaya.
" Bagaimana menurutmu Zavier?." Tanya tuan Sanjaya.
" Apa, minggu depan? jadi Pertunangan ini akan di laksanakan dengan begitu cepat? ternyata aku terlalu banyak berpikir." Gumam Lisa dengan kaget.
Braakk!
Lisa berhenti makan dan meninggalkan acara pertemuan antara dua Keluarga.
" Kelihatannya, Lisa kecewa dengan ucapan mereka. Apa aku harus menolak Pertunangan ini?." Gumam Zavier.
Darvi pergi mengejar Lisa dengan kesal, karena semua Keluarga Sanjaya menyakiti Hati Lisa. Darvi semakin benci sama Kakek Nenek nya, bahkan Darvi masih belum bisa Memaafkan Zavier yang tidak bisa menjaga perasaan ibunya ketika di hina dan di rendahakan orang lain.
" Maaf ayah, aku tidak bisa menjawabnya sekarang, beri aku waktu untuk memikirkannya lagi." Zavier bangun dengan marah.
" Apa maksudmu Zavier? berapa lama lagi aku harus bertahan dengan sikap Ego mu ini, kau tidak pernah berbakti pada orang tuamu sendiri." Tuan Sanjaya semakin marah dengan sikap Zavier.
" Anak ini! aku benar-benar tidak mengerti dengan pola pikirnya." Tuan Sanjaya kecewa karena Zavier selalu membantahnya.
Di depan pintu kamar Lisa.
Zavier tidak berani masuk ke dalam karena sudah mengecewakan Lisa lagi.
" Lebih baik aku biarkan Darvi yang menenangkan Lisa, aku tidak yakin kalau Lisa mau bicara denganku sekarang" Zavier kembali ke kamarnya.
" Ibu, apa kau baik-baik aja?." Tanya Darvi.
" Ibu baik-baik aja, kenapa kamu malah meninggalkan acara yang penting seperti itu Darvi?." Lisa merasa gelisah.
__ADS_1
" Ibu, aku tahu kau kecewa karena Kakek mau menjodohkan ayah dengan perempuan lain, tapi ibu, kau jangan khawatir, ayah seperti itu tidak pantas untuk ibu, aku yang akan menggantikan ayah dari dulu dan selamanya. Jadi ibu jangan nangis lagi ya." Ujar Darvi sambil mengusap air mata Lisa.
" Iya sayang." Lisa mengusap air matanya dan memeluk Darvi.
" Darvi, kita harus pergi sekarang juga, ibu tidak mau berlama-lama tinggal di sini." Ucap Lisa.
" Sekarang bu?." Tanya Darvi.
" Iya, ayo kita pergi." Lisa mengambil tasnya dan membawa Darvi keluar dari kamarnya.
Tibanya di bawah, Keluarga Fhui masih berbincang dengan senang. Lisa melihat Mika Fhui yang terduduk di samping Zavier, membuat Lisa sakit hati karena Zavier mengingkari janjinya.
" Ayo nak!." Lisa menarik tangan Darvi.
" Lisa, kau mau ke mana?." Tanya Zavier dengan Panik.
" Aku harus pulang, aku ada pertemuan nanti siang dengan Klien ku. Aku harap kau tidak akan menggangguku." Lisa bersikap dingin.
" Lisa, kumohon kau jangan pergi. Orang tuaku baru aja bertemu dengan cucu kandungnya, setidaknya biarkan Darvi di sini." Ujar Zavier.
" Maaf ayah, aku akan pergi dengan ibuku." Wajah Darvi sangat suram ketika berbicara sama Zavier.
" Darvi, apa kau tidak menyayangi ayahmu ini? kenapa kau tidak mau tinggal lebih lama lagi dengan ayah, nak?." Zavier merasa cemas karena Darvi menepis tangannya.
" Kau sudah dengar kan? kalau Darvi mau ikut denganku, jadi kau jangan memaksanya, kalau tidak, Darvi akan semakin benci padamu, Zavier." Lisa menyeringai karena Zavier di benci sama anaknya sendiri, karena ulah Zavier yang tidak bisa tegas.
Mika Fhui melihat Zavier yang terus mengemis terhadap putranya itu, membuat Mika Fhui murka dan takut kalau suatu saat nanti Lisa akan semakin merasa tinggi dan berkuasa karena Zavir terus mengejar putranya.
" Aku tidak bisa melihat mereka semakin dekat, aku harus segera memisahkan mereka, kalau tidak, kesempatanku untuk jadi Nyonya muda Sanjaya akan terganggu dengan adanya Bocah Ingusan itu." Gumam Mika Fhui dengan wajah yang geram.
" Aku yakin, kalau Tunangan ayah itu wanita tidak baik. Lihatlah cara dia menatapku dan ibu, membuatku merinding. Sepertinya dia akan berbuat sesuatu pada ibu, aku harus melindungi ibu dari wanita jahat itu." Gumam Darvi.
" Ayo Darvi, kita pergi sekarang." Ujar Lisa.
__ADS_1
" Lisa, tunggu! biar aku mengantarmu, Ok." Zavier menghampiri Lisa.
" Tidak perlu, ada orang yang menjemputku di depan." Lisa pergi meninggalkan Zavier.
" Sudahlah, Zavier. Kau tidak perlu sedih gitu, aku akan buat kamu senang dan akan memberikan anak yang banyak sesuai keinginan mu. Jadi kau jangan terus mengejar anak yang tidak menganggapmu itu." Mika Fhui bersikap manja dan memeluk Zavier dari belakang.
" Enyahlah!."
" Kamu kenapa Zavier? aku berusaha buat nyenengin kamu biar tidak sedih lagi, dan A.." Ucapan Mika Fhui terhenti karena Zavier membentaknya.
" Diam! aku bilang Enyahlah!. Sebelum aku berbuat kasar terhadapmu." Bentakan Zavier membuat Mika Fhui tertegun dan tak bisa bicara lagi.
Zavier pergi dan sengaja menyenggol bahu Mika Fhui sampai terjatuh, Mika Fhui mengeluarkan air matanya karena baru kali ini ada orang yang Menyakitinya secara pisik dan hatinya. Mika Fhui sedih karena di pertemuan pertamanya dengan Zavier harus tersakiti terlebih dulu sebelum mengambil hati Zavier.
" Kau keterlaluan Zavier. Aku bersumpah kalau aku akan membalaskan apa yang telah kau perbuat padaku hari ini." Mika Fhui menyeringai sambil air matanya berjatuhan.
Keluarga Sanjaya dan Keluarga Fhui kaget karena ada cekcok di depan rumahnya, mereka segera melihat apa yang terjadi, mereka tak menyangka Mika Fhui sedang terduduk di lantai depan rumahnya.
" Mika sayang, kau kenapa nak, apa yang terjadi sayang?." Nyonya Fhui dan nyonya Sanjaya membangunkan Mika Fhui.
Tuan Sanjaya melihat Zavier yang naik ke atas sangat curiga karena sangat kebetulan sekali, tuan Sanjaya semakin yakin kalau Zavier telah berbuat kasar pada Mika Fhui. Tuan Sanjaya segera memanggil Zavier tapi tidak menjawabnya, tuan Sanjaya murka karena Zavier sudah membuat kesalahan besar di saat acara penting seperti itu.
" Tuan, Maafkan saya! ini salah saya karena saya tidak bisa mendidik anak saya dengan benar." Tuan Sanjaya merasa malu dengan ulah Zavier.
" Anda tahu kalau putra Anda salah, itu bagus, aku peringatkan Anda tuan Sanjaya, kalau hal ini sampai terjadi lagi, Maaf. Aku tidak bisa meneruskan Perjodohan ini." Tuan Fhui kecewa dengan ulah Zavier yang telah menyakiti putrinya.
" Ayah, kau jangan bicara begitu pada calon Mertuaku. Lagi pula, ini bukan salahnya Zavier kok, tapi salah Mantan istrinya Zavier yang telah mendorongku hingga jatuh seperti ini. Jadi Zavier tidak tahu apa-apa." Ucap Mika Fhui memelas.
" Apa, jadi Lisa yang sudah buat kamu terjatuh?." Tanya tuan Sanjaya dengan kaget.
" Iya, Paman. Mungkin Lisa tidak menyukaiku karena aku calon Istri suaminya, jadi dia sengaja mendorongku dengan penuh kebencian." Mika Fhui merasa senang karena semua orang percaya kalau Lisa yang telah berbuat jahat padanya.
BERSAMBUNG
__ADS_1