
“ Benar-benar sekelompok orang rendahan! berani menghina keluargaku aku tidak akan mengampuninya.” ujar tuan Sanjaya memegang kepala karena merasa pusing.
“ Ayah, apa Anda baik-baik saja?.” Zavier membantu tuan Sanjaya untuk duduk istirahat.
“ Aku tidak apa-apa. Jika aku sakit bagaimana dengan pernikahan Brian dan Mika, aku tidak boleh sakit.” memaksakan diri agar tetap sadar.
“ Ayah tenang saja, ritual pernikahan ini akan berjalan dengan lancar. Jika ayah tidak enak badan lebih baik ayah istirahat saja di kamar.” Zavier merasa berhutang budi pada tuan Sanjaya yang telah membantu Lisa.
“ Aku baik-baik saja. Istriku, tolong ambilkan obat di laci kamar.” tuan Sanjaya terlihat kesulitan bernafas.
Nyoya Ratih segera pergi untuk mengambil obat.
“ Suamiku, ini minumlah.” nyonya Ratih membantu meminumkan obat pada tuan Sanjaya.
“ Ayah, apa perlu aku panggil dokter sekarang?.” dengan cemas.
Tuan Sanjaya menggelengkan kepala dan memejamkan matanya, setelah 5 menit tuan Sanjaya membuka mata dengan perasaan lebih baik dari sebelumnya.
“ Mohon maaf mengganggu tuan, keluarga tuan Fhui baru saja sampai di depan gerbang.” ucap pengawal menunduk.
“ Biarkan mereka masuk, ingat jangan ada keributan lagi di sini.” gumam tuan Sanjaya.
“ Baik tuan.” pengawal itu segera pergi.
“ Suamiku ayo, kita sambut calon menantu kita.” nyonya Ratih memapah tuan Sanjaya berdiri.
Zavier sengaja menggandeng tuan Sanjaya dan membiarkan Lisa berada di belakang mengikutinya.
“ Tetap di belakangku istriku.” ujar Zavier melirik ke belakang.
Lisa mengangguk dan berjalan dengan perlahan, mengikuti suasana di pesta itu membuat Lisa kelelahan, tapi Lisa menguatkan diri dengan meminum segelas jus mangga asam.
“ Li, tolong berikan jus mangga yang tadi padaku.” bisik Lisa pada Asisten Li.
“ Ini nyonya.” Asisten Li memberikan jus nya dan mengambil kembali gelas itu.
“ Hemm, sekarang aku sudah merasa baikan.” batin Lisa menghela nafas.
“ Perhatian semuanya, kedua besan mempelai pengantin sudah berhadapan dan akan berjabatan, tapi sebelum itu kedua keluarga ini akan mentanda tangani berkas perjanjian yang melibatkan saham milik mereka. Mari kita tepuk tangan untuk kedua tuan tuan terhormat kami.” teriak MC dengan meriah.
Tuan Sanjaya mentanda tangani berkas itu di lanjut dengan tuan Fhui. Sesudah tanda tangan mereka sudah sah jadi keluarga.
Tuan Fhui menggandeng Mika ke pelaminan, Darvi membawa buket bunga dan berjalan di samping Mika sebagai pendamping pengantin wanita. Sedangkan Laura berjalan membawa buket bunga di samping Brian, Laura tampak cantik setelah di Makeover jadi putri bangsawan.
“ Silahkan pengantin pria dan wanita saling berhadapan.” ucap biksu.
__ADS_1
Ritual pernikahan berjalan dengan lancar, tinggal menunggu Brian membuka kerudung pengantin wanita lalu menciumnya.
Brian tanpa basa basi langsung mencium bibir Mika dengan paksa, membuat semua orang tertawa betapa agresip nya Brian terhadap pengantin wanita.
“ Apa kakak benar-benar mencium Mika?.” Lisa melongo dan tidak percaya.
“ Tidak.” bisik Zavier.
“ Hah, apa maksudmu?.” dengan penasaran.
“ Kakak menghalangi bibir Mika menggunakan jari nya, itu sebabnya ciuman itu terlihat nyata.” gumam Zavier.
“ Apa yang kamu katakan benar? tapi bahkan aku sampai tidak menyadarinya. Berarti kakak sangat hebat dalam bersandiwara.” Lisa tepuk tangan mengikuti suasana di pesta.
“ Kenapa? terbiasa di cium olehku jadi kamu tidak bisa bedakan yang asli dan palsu.” bisik Zavier meniup telinga Lisa.
“ Kamu! nakal!.” Lisa mencubit perut Zavier.
“ Ah, sakit. Aku akan buktikan senakal apa diriku.” tertawa senang.
“ Jangan buat kekacawan, orang lain akan melihat kita.” Lisa menutup mulut Zavier menggunakan tangannya.
“ Baiklah, semuanya sekarang giliran melempar bunga.” ucap MC.
“ Benar-benar menakjubkan, percintaan mereka begitu romantis.” gumam Lisa dengan terharu.
“ Jangan berpikir begitu, kita tidak tahu apa sebenarnya yang mereka alami di belakang.” bisik Zavier mengingatkan Lisa.
“ Tunggu! sudah kubilang aku tidak akan setuju dengan pernikahanmu, kenapa kamu malah berani melamar dia di depan banyak orang. Kamu ingin mempermalukan aku ya, menikahi seorang pelayan rendahan akan membuat reputasi keluargaku hancur. Aku menentang hubungan kalian, cepat bilang pada gadis rendahan itu kalau kamu tidak akan menemuinya sampai kapan pun.” seorang wanita tua datang memaki pria muda karena berhubungan dengan pelayan.
“ Benar-benar orang kaya pemilih. Mereka menentang kebahagian anak nya hanya untuk urusan bisnisnya.” Lisa menggelengkan kepala dengan heran.
“ Begitulah kehidupan dunia orang kaya, mereka mementingkan bisnis mereka dan menjadikan anak-anak nya sebagai pion.” balas Zavier dengan tangan bersedekap di dada.
“ Termasuk kamu!.” sindir Lisa.
“ Hemm, itu dulu, sekarang aku sendiri yang memilihmu sebagai istriku. Bukan orang tuaku.” mendekatkan kepala sambil tersenyum.
Pesta pernikahan berakhir dengan lancar, keluarga besar tuan Fhui pamit pulang karena hari hampir gelap.
“ Mika, ayah dan ibu harus pulang. Jaga dirimu baik-baik nak.” ucap tuan Fhui mencium kening Mika.
“ Baik ayah, jaga kesehatan dan jangan terlalu memikirkan aku, aku di sini akan baik-baik saja.” balas Mika dengan sedih.
“ Sampai jumpa di lain waktu tuan Fhui.” ujar tuan Sanjaya memeluk tuan Fhui.
__ADS_1
“ Iya, jaga putriku, anggap dia seperti putri kandungmu sendiri.” menitipkan Mika pada tuan Sanjaya.
“ Tentu saja, dia menantuku sekarang. Otomatis akan jadi putriku juga.” menepuk bahu tuan Fhui agar tenang meninggalkan Mika.
Setelah keluarga Fhui pergi, Brian pergi meninggalkan Mika bersama orang tuanya.
“ Mika, masuk ke kamarmu nak. Istirahat, kamu pasti lelah seharian melayani semua tamu di sini.” nyonya Ratih menyuruh Mika pergi menemui Brian.
“ Baik ibu mertua.” Mika pergi dengan beberapa pelayan membantu menggotong gaun pengantinnya yang panjang.
“ Kalau begitu aku dan istriku akan pulang sekarang. Sampai jumpa besok ibu ayah.” ucap Zavier memeluk sang ayahnya.
“ Hati-hati.” tuan Sanjaya mengangguk.
“ Kakek nenek aku pulang dulu.” ujar Darvi berjabatan.
“ Baiklah, cucuku lain kali kamu harus datang temui kakek ok.” tuan Sanjaya sudah merasa dekat dengan Darvi.
Darvi mengangguk dan pergi bersama ibu dan ayahnya.
“ Kakak tampan, aku melihatmu tadi memakai jas hitam, sangat keren. Kakak tampan sangat memesona dan buat Laura jatuh cinta pada kakak tampan.” mata Laura bersinar layaknya seorang gadis remaja yang jatuh cinta.
“ Ish, perhatikan kata-katamu. Jangan bicara sembarang.” Darvi dengan sengaja mengusap wajah Laura dengan telapak tangannya agar sadar.
“ Kakak tampan malu ya? hihih, aku suka lihat kakak tampan malu seperti itu.” tertawa dengan lucu.
Zavier hendak berkata tapi Lisa menutup mulutnya dengan tangannya.
“ Jangan ikut campur, mereka masih anak-anak biarkan saja mereka.” gumam Lisa mendekatkan hidungnya ke hidung Zavier.
Zavier menyingkirkan tangan Lisa dan menciumnya.
“ Hah!.” Laura melotot melihat Zavier berciuman dengan Lisa.
“ Jangan lihat, anak kecil tidak boleh tahu banyak urusan orang dewasa.” Darvi segera menutup mata Laura dan dirinya juga menutup matanya sendiri.
“ Kakak tampan lepaskan aku, biarkan aku melihatnya.” bentak Laura dengan cemberut.
“ Diam. Jika tidak aku tidak akan memberimu permen pelangi.” mengancam sangat mudah bagi Darvi, sama seperti Zavier.
“ Permen pelangi? aku mau aku mau.” dengan senang.
“ Tidak akan, kamu terlalu cerewet membuatku muak.” dengan dingin dan memalingkan wajah.
BERSAMBUNG
__ADS_1