
Zavier terus menunggu Lisa membukakan pintu untuknya, sambil menyandar Zavier terus berharap agar Lisa mau bicara padanya dan menyelesaikan masalahnya secara klier.
“ Maaf Zavier! aku tidak bisa bersatu lagi denganmu. Aku takut kalau kamu tidak akan berubah dan akan bersikap buruk lagi padaku.” Batin Lisa.
Darvi keluar dari kamarnya di tengah malam. Darvi naik ke atas dan melihat Zavier sedang menyandar di pintu kamar Lisa, Darvi merasa kasihan melihat Zavier tidur seperti itu.
Kemudian Darvi kembali ke kamarnya dan mengambil selimut buat Zavier. “ Aku harap kau bisa memperjuangkan ibuku. Selama kamu berusaha mengambil hati ibuku, aku yakin ibu pasti akan mau bersatu lagi denganmu.” Batin Darvi sambil menyelimuti Zavier.
Setelah Darvi kembali ke kamarnya, Lisa terbangun dari tidurnya dan mengganti pakaiannya. Ketika Lisa sedang cuci muka, Lisa teringat Zavier yang terus mengetuk pintunya.
Lisa segera membersihkan wajahnya dan keluar untuk mengambil minum. Lisa pikir Zavier sudah pergi dari rumahnya, tapi apa yang ia lihat, Lisa terkejut ketika dirinya membuka pintu Zavier terjatuh dan masuk ke dalam kamar.
“ Zavier? apa yang kau lakukan di sini?.” Dengan kaget.
“ Hmm,, Lisa akhirnya kau mau membukakan pintu untukku.” Ujar Zavier sambil mengucek mata.
“ Apa yang kamu lakukan di sini Zavier? kenapa kamu tidak pergi dari rumahku? sekarang aku minta kamu pergi dari sini! cepat pergi! aku tidak mau melihat kamu ada di rumahku lagi.” Teriak Lisa.
Teriakan Lisa membuat Zavier tersenyum dan berdiri sambil mendekat. Lisa terkejut dan segera mundur dengan cepat, tapi Zavier malah merangkul pinggul Lisa dan mendekatkan hidungnya dengan hidung Lisa.
Mereka pun terlihat romantis di saat seperti itu. Ketika Zavier hampir mencium bibir Lisa tiba- tiba Darvi berteriak dan mengagetkan mereka berdua.
“ Apa yang kalian lakukan di sana?.”
“ Hah! tidak, tidak ada kok. Kami hanya,, kami hanya.” Kata-kata Zavier di potong Lisa.
“ Terjatuh! iya terjatuh.” Jawab Lisa dengan gugup.
“ Jatuh?!.” Darvi merasa heran dengan kata-kata ibunya.
“ Iya, tadi ibu hampir jatuh untung ada Zavier, jadi dia yang sudah nolongin ibu.” Balas Lisa sambil cengengesan karena salting.
“ Ooo,, apa kau tidak berencana untuk pulang Zavier?.” Ujar Darvi.
“ Hah! ini sudah tengah malam. Jadi aku berniat untuk nginap di sini. Boleh,,?.” Zavier bersikap manis agar Darvi mengasihaninya.
“ Terserah kau saja. Kau bisa tidur di ruang tamu jika kau mau.”
“ Tentu, aku akan tidur di ruang tamu nanti.” Balas Zavier.
Darvi pergi ke kamarnya. Darvi berharap Zavier bisa membuat ibunya tidak bersedih lagi dengan kejadian tadi.
Lisa masuk ke kamarnya dan menutup pintunya, tapi Zavier malah menahan pintunya, dan memohon sama Lisa agar mau mengizinkan dirinya masuk dan berbicara dengannya.
“ Apa yang kau lakukan Zavier? cepat lepaskan tanganmu! atau akan aku tutup pintunya dengan paksa.” Teriak Lisa sambil berusaha mendorong pintunya.
“ Lisa, kumohon. Kamu jangan seperti ini padaku ya, aku tidak bisa di giniin sama kamu.”
“ Sudahlah Zavier, sekarang kau pergi saja dari sini. Tolong jangan ganggu aku lagi, aku tidak mau ada kesalah pahaman di antara kita lagi.”
“ Apa maksudmu Lisa?.”
__ADS_1
Brak!
Lisa menutup pintunya dengan keras, Zavier berteriak karena tangannya merasa sakit terkena pintu.
“ Agrh! sakit! tanganku sakit sekali! Agrh!.” Zavier kesakitan dan berteriak.
Lisa mendengar teriakan Zavier dan segera membuka pintunya kembali. “ Hah! Zavier, kau kenapa? apa yang terjadi Zavier?.”
“ Tanganku Lisa, tanganku. Tanganku terjepit.” Zavier memperlihatkan tangannya yang terluka.
“ Bukankah sudah kubilang tadi. Jangan menghalangi pintunya, tapi kau tetap tidak mau dengar.” Lisa bersikap tidak peduli sama Zavier.
“ Tapi tanganku sakit Lisa, apa kamu tidak kasihan padaku? jadi kamu tidak mau mengobati tanganku?.” Zavier dengan wajah memelas.
“ Sudah kubilang tadi, aku tidak peduli denganmu. Sekarang pergilah, jika tidak kau bisa tidur di ruang tamu malam ini.” Ujar Lisa sambil menutup pintunya dengan keras.
Mau tidak mau Zavier turun ke bawah dan menyuruh Puy untuk mengambilkan air hangat untuknya.
Puy datang membawa air hangat sambil berkata. “ Tuan, biar kubantu.”
Zavier mengambil mangkuk yang berisi air hangat. “ Tidak perlu, kau bisa pergi sekarang untuk istirahat.”
“ Baiklah.”
“ Aku tidak tega melihat Tuan Zavier seperti itu, aku baru tahu kalau dia akan selembut tadi saat bicara sama nyonya. Semoga kalian berdua bisa bersatu lagi tanpa harus saling menyakiti ke depannya.” Batin Puy sambil berjalan menuju kamarnya.
Setelah selesai mengobati lukanya, Zavier berbaring di sofa sambil membayangkan Lisa. Karena terlalu senang Zavier sampai tersenyum sendiri dan tertidur pulas dengan ingatan mereka berdua di masa lalu.
Lisa terbangun dari tidurnya karena merasa kedinginan tidur tanpa selimut. Lisa teringat Zavier ketika mengambil selimut di lemari. Jadi Lisa berniat untuk melihat Zavier sebentar yang sedang tidur di kamar tamu.
Lisa kaget melihat Zavier yang tidur di sofa tanpa selimut, padahal cuacanya sangat dingin karena salju tiba-tiba turun di malam hari.
“ Kenapa dia tidur di sofa, bukankah tadi sudah kubilang harus tidur di kamar tamu.” Gumam Lisa.
Lisa masuk ke kamar dan tidak memperdulikan Zavier yang sedang kedinginan. Tapi hati Lisa tidak bisa di bohongi kalau dirinya sangat peduli terhadap Zavier, hanya saja Lisa bersikap acuh dan cuek terhadap Zavier agar Zavier tidak mengejarnya lagi.
“ Seharusnya aku menyelimutinya, aku tidak mau dia sakit dan malah menyusahkanku nantinya.” Lisa mengambil selimut dan menyelimuti Zavier dengan perlahan.
Zavier terlihat menggigil ketika Lisa menyelimutinya, Lisa mencoba mengecek kening nya dan ternyata Zavier demam. Lisa mengambil Termometer untuk mengecek suhu tubuhnya.
“ 38,5 derajat celcius. Ini sangat tinggi, berarti Zavier demam tinggi sekarang.” Dengan terkejut.
Lisa berusaha menghubungi dokter terdekat, tapi semuanya menolak dengan alasan sudah terlalu malam dan turun salju, jadi jalanan pun tertutup salju yang begitu tebal.
Lisa semakin bingung ketika mendapati masalah seperti itu. Mau tidak mau Lisa mengompresnya dengan air hangat. Dengan penuh hati-hati Lisa melakukannya dengan penuh suka rela, walaupun Lisa tahu kalau perbuatannya akan jadi kesalah pahaman di antaranya dengan Zavier.
Hari telah pagi.
Lisa terbangun dari tidurnya dan segera pergi ke dapur, Lisa memasak sup iga sapi dan masakan lainnya kesukaan Darvi. Di tengah-tengah Lisa sangat sibuk Zavier datang dan meneluknya dari belakang.
“ Aku tahu kamu masih mencintaiku bukan? buktinya kamu membantuku yang sedang demam tadi malam.” Sambil mengecup leher Lisa.
__ADS_1
“ Jangan berpikir yang aneh-aneh, aku berbuat seperti itu karena tidak mau kamu sakit. Kalau kamu sakit yang ada kamu bakal tetap tinggal di sini dan menyusahkan ku setiap hari.” Balas Lisa dengan ketus.
“ Oh ya,, terus kenapa tadi malam kamu terlihat khawatir dan mengecup keningku sebelum tidur?.” Zavier menggoda Lisa yang terus bersikap dingin padanya.
“ Apa?! jadi semalam kamu tidak tidur? bahkan kamu sengaja tidur di sofa agar kamu sakit dan dapat simpati dariku.” Lisa kaget dan berbalik badan mengahap Zavier.
“ Emm,, kalau iya emang kenapa? hehee.”
“ Kamu tuh ya,, kamu membohongiku dan memanpaatkanku lagi. Kamu keterlaluan, kamu tega Zavier.” Teriak Lisa sambil memukuli dada Zavier.
“ Iya iya, maafin aku ya. Aku tidak bermaksud membohongimu seperti tadi. Kamu mau kan maafin aku?.” Dengan mesranya Zavier memeluk Lisa dan tersenyum karena lucu.
Lisa terlihat cemberut di pelukan Zavier, dengan tidak sengaja Darvi masuk ke dapur dan melihat ibunya sedang berpelukan sama Zavier.
“ Ehem! apa kalian akan terus seperti itu? bagaimana kalau masakan nya gosong ketika aku mau makan nanti.” Darvi mengagetkan Lisa dan Zavier.
Lisa mendorong Zavier ketika Darvi datang. “ Kau sudah bangun nak?.”
“ Uhuk uhuk! aku akan pergi sekarang.” Ujar Zavier.
“ Kau mau kemana? mari makan terlebih dulu, aku sudah memasak makanan banyak sekali.” Ucap Lisa.
Zavier berdiam beberapa detik sebelum dirinya mengatakan iya. “ Baiklah.”
Lisa menghidangkan makanan nya di meja makan, Darvi tampak diam ketika duduk di meja makan.
“ Makanlah. Darvi ayo makan nak, ini semua makanan kesukaanmu. Ayo di cobain makanannya.” Lisa tampak sibuk melayani Darvi dan Zavier.
“ Puy, apa kamu tidak makan?.” Tanya Lisa.
“ Iya, ini juga mau makan.” Senyum Puy sambil mencicipi makanan nya.
Di tengah-tengah menikmati sarapan pagi tiba-tiba ada yang datang untuk bertamu.
Ting tong!
“ Biar aku yang membukanya, kalian makan saja duluan.” Puy berdiri dan segera pergi untuk membuka pintu.
“ Siapa?.” Sapa Puy sambil membuka pintu.
“ Apa Tuan ku ada di sini?.” Tanya Li.
“ Ada.” Puy terkejut karena Li datang dengan membawa buket bunga.
Li tampak bingung karena Puy berdiam tanpa mempersilahkan nya masuk.
“ Boleh aku masuk? aku mau menyerahkan bunga ini sama Tuan.”
“ Hah! iya, silahkan masuk. Mereka ada di meja makan. Kau bisa masuk.” Jawab Puy dengan gugup.
“ Terima kasih.” Li masuk ke dalam dengan sopan.
__ADS_1
BERSAMBUNG