Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part123


__ADS_3

Lisa terkejut dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat barusan, itu terasa mimpi dan tidak nyangka bagi Lisa.


“ Selamat ulang tahun istriku, semoga menjadi istri yang lebih baik lagi untukku. Dan cinta yang kau miliki jangan pernah pudah sampai maut memisahkan.” kecup di leher Lisa.


“ Sayang? apa kamu yang sudah menyiapkan semua ini? dari mana kamu tahu ini hari ulang tahunku?.” Lisa tidak kuasa menahan air mata bahagia.


“ Dasar anak nakal! aku ini suamimu, tentu saja aku tahu, bahkan semua tentangmu aku mengetahuinya.” Zavier mencubit hidung Lisa.


Lisa tersenyum bahagia dan memeluk Zavier.


“ Ehem! uhuk uhuk! nyonya tiup dulu lilinnya, dan berdoa untuk kesehatan Anda dan keluarga Anda.” ucap kepala pelayan.


Lisa berdoa untuk keluarga kecilnya, menginginkan rumah tangga yang tetap harmonis dan terhindar dari pelakor, Lisa juga tidak lupa berdoa untuk kebahagiaan orang tuanya yang sudah tiada.


Setelah selesai berdoa, Lisa meniup lilin dengan wajah campur aduk ekspresi bahagia dan terharu semuanya menjadi satu.


“ Terima kasih suamiku.” Lisa mencium Zavier.


“ Sama-sama istriku.”


Semua pelayan bersorak agar Lisa memotong kue lalu memberikan Zavier suapan pertama. Lisa mendengar permintaan pelayan dan melakukannya sesuai keinginan mereka, Lisa menyuapi Zavier dan memakan sisa kue yang sudah di makan Zavier.


“ Jangan iri ya! jangan iri jangan iri dengki.” candaan Lisa.


Para pelayan hanya menunduk dengan malu, mereka tidak tahan melihat keromantisan kedua pasangan ini, mentang-mentang sudah sah dan tidak ada pengganggu, bisa-bisanya bercumbuan di depan pelayan yang jomblo.


“ Sayang, aku punya hadiah untukmu.”


“ Hadiah? hadiah apa sayang?.” dengan penasaran.


“ Li, bawa hadiahnya kemari.”


Li membawa sebuah kotak sedang berwarna abu-abu, kotak itu terlihat enteng dan tidak berat sama sekali, bahkan Lisa berpikir kalau isi dari kotak itu pasti hanya bunga atau coklat.


“ Sayang, ini hadiahnya, kamu boleh buka sendiri atau aku yang membukanya?.”


“ Hemm! sayang, perhatikan kata-katamu itu.” dengan dingin.


“ Memangnya kenapa sayang? apa ada yang salah?.”


“ Kata-katamu itu terdengar Formal di telinga. Seperti ada yang aneh.” bisik Lisa.


“ Oo, tidak apa-apa sayang, kita bisa melakukannya setelah sampai di Villa.” Zavier salah mengartikan maksud Lisa.


“ Hadeh! anak ini, pikirannya ke mana saja. Tidak kenal tempat dan situasi banget ya dia.” dengan kesal.


“ Sudahlah, aku sendiri yang membukanya.” ucap Lisa.


Lisa membuka kotak itu dengan semangat, tapi Lisa tertegun setelah melihat isi dari kotak itu, ternyata hadiah yang di berikan Zavier padanya adalah Sertifikat jual beli kapal Titanic.


“ Sayang, ini apa?.” tanya Lisa dengan bingung.

__ADS_1


“ Ini adalah Sertifikat kapal Titanic, jika kamu mendatanganinya di berkas ini, maka secara sah kapal Titanic ini jadi milikmu.” jawab Zavier.


“ Apa!? tapi, tapi sayang? ini berlebihan sekali, aku tidak mau menerimanya.” Lisa menyimpan kembali berkasnya ke pelayan.


“ Kenapa begitu? apa kamu tidak menyukai hadiah dariku? atau hadiah ini terlalu rendah dan masih kurang?.” dengan panik.


“ Bukan seperti itu, tapi aku tidak bisa menerimanya karena ada alasan tertentu. Ini tidak ada hubungannya dengan suka atau tidak.” mencoba menjelaskan.


“ Iya, tapi apa? istriku, tolong jangan pernah menolak pemberian atau permintaanku, apapun itu tolong istriku.” Zavier memohon agar Lisa mau menerima hadiah darinya.


Lisa tidak tega melihat Zavier sedih seperti itu, Lisa memutuskan untuk menerimanya dan mendatangani berkas itu.


“ Baiklah, aku akan mendatanganinya. Terima kasih suamiku, kau yang paling baik di dunia ini.” senyum Lisa.


Setelah Lisa mendatangani berkas itu semua pelayan dan orang yang ada di sana bertepuk tangan sembari memberi hormat pada Lisa.


“ Baiklah, mari kita buka hadiah kedua.” ujar Zavier.


Lisa masih penasaran dengan hadiah yang akan di berikan Zavier padanya, Zavier membawa Lisa naik ke atas kapal Titanic untuk menikmati udara.


“ Senang tidak?.” tanya Zavier.


“ Iya, anginnya kencang sekali.” Lisa berusaha menutupi badannya karena kedinginan.


“ Pakailah mantel ini.” Zavier memakaikan mantel pada Lisa.


“ Terima kasih suamiku.”


“ Sayang, aku akan memelukmu sekarang, aku minta kamu harus tenang jangan panik ya.”


“ Hahahaa, tidak, itu tidak mugkin sayang. Tunggu dan patuhlah, hadiah kedua akan tiba sebentar lagi.”


Lisa ketakutan dengan nada bicara Zavier yang aneh itu.


“ Kamu lihat itu tidak?.” Zavier menunjuk ke arah kapal pesiar miliknya.


“ Itu! itu kapal pesiar yang waktu itu kan? kenapa bisa ada di sini juga?.”


“ Tunggu, sebentar lagi. Dan 3 2 1, sekarang.”


Duaarrrr duaarrr!


Kapal pesiar itu meledak dengan hebat, guncangan yang begitu besar terasa sampai ke kapal Titanic. Lisa tidak sanggup mendengar ledakan itu sampai menutup telinga. Lisa panik dan memeluk Zavier dengan erat.


“ Sayang, apa kamu baik-baik saja? sayang, tenanglah, aku di sini tidak akan terjadi apa-apa padamu.” Zavier mencoba menenagkan Lisa.


Lisa terus menunduk dengan ketakutan, sampai ledakan itu selesai setelah beberapa menit kemudian.


Lisa membuka telinganya dengan perlahan untuk memastikan kalau suara ledakan itu sudah selesai.


“ Sayang, kamu baik-baik saja kan?.” tanya Zavier dengan khawatir.

__ADS_1


“ Aku, aku, kenapa kamu melakukan ini Zavier? kenapa! apa kamu sengaja karena kamu memiliki banyak uang, dengan begitu kamu merasa berkuasa di dunia ini.” teriak Lisa.


“ Bukan itu maksudku sayang, aku hanya, hanya.”


“ Hanya ingin memuaskan nafsu mu itu! atau kamu sengaja ingin menyenangkanku dengan cara seperti ini! apa kamu pantas melakukan ini. Kamu benar-benar tidak berubah dari dulu Zavier, selalu bersikap arogan dan sok kaya.” memotong tanpa perasaan.


“ Sayang, aku hanya ingin memberimu sebuah hadiah tidak lebih. Aku juga tidak berharap akan bertengkar denganmu karena hal ini, tolong maafkan aku, aku bersalah, maafkan aku.” Zavier tidak tahu harus bicara apa pada Lisa.


“ Sudahlah, aku cape jika harus berdebat denganmu.” Lisa pergi meninggalkan Zavier.


“ Sayang, jangan tinggalkan aku, tolong maafkan aku.” Zavier memeluk Lisa dan memohon.


“ Zavier Zavier, jangan mentang-mentang banyak uang terus kamu menghamburkannya dengan cara seperti itu, aku tahu kalau kamu tidak tahu cara menghabiskan uang di atm mu, tapi tidak begini juga.” batin Lisa dengan kesal.


“ Sayang, jangan marah lagi ya, aku begini karena ada alasannya. Aku tidak ada niat untuk menghamburkan uang, apa lagi kapal pesiar ini.”


“ Alasan? apa alasannya?.”


“ Sebenarnya aku melakukan ini ada sebabnya, kamu tahu kan waktu perayaan di kapal pesiar tempo hari itu. Ada kejadian yang menimpa kakak ku dan Mika, dengan ulah mereka yang kotor itu mau tidak mau aku harus memusnahkan kapal pesiar itu demi reputasi keluarga Sanjaya. Dengan begitu tidak akan ada yang berani menyebarkan rumor kakak ku.”


“ Apa kamu paham sayang??.” bertanya karena Lisa terus diam.


“ Aku, aku, maafkan aku sayang. Aku sudah salah paham padamu.” Lisa memeluk Zavier.


“ Tidak apa-apa, kamu bisa mengerti saja aku sudah senang.” balas Zavier.


“ Bukankah kamu bisa menjualnya, kenapa harus di musnahkan?.”


“ Untuk menghilangkan jejak.”


“ Hemm, baiklah, aku mengerti maksudmu. Semoga tidak terjadi hal yang buruk lagi ke depannya.”


“ Iya, aku berharap kita semua akan baik-baik saja tanpa masalah apapun. Istriku, masalah waktu itu, Brian yang menerobos masuk ke kamar apa kamu membencinya?.”


“ Aku tidak tahu, aku masih belum bisa melupakan tragedi yang hampir membuatku hancur. Tapi kamu tenang saja sayang, aku akan berusaha memaafkan kakak ipar, karena aku tahu kalau kakak ipar tidak bersalah, melainkan Mika lah yang bersalah.”


“ Terima kasih istriku, sudah mau memaafkan kakak ku.”


Lisa dan Zavier saling berciuman dan menikmati hari yang bahagia, mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan bagus saat berada di atas kapal Titanic, Zavier sangat agresif dan membuka CD milik Lisa dan melemparkannya ke belakang, sampai CD itu terbang terbawa arus air laut.


“ Sayang, CD milikku terbang! bagaimana ini?.”


“ Jangan pikirkan tentang hal itu, mari bermain sebentar untuk merayakan hari ulang tahunmu.” Zavier terus mengendus-ngendus di tubuh Lisa.


“ Ah, sayang, apa kita akan melakukannya di sini? bagaimana kalau ada orang lain yang melihatnya?.” Lisa tidak tahan dengan kecupan Zavier.


“ Tidak akan, hanya ada aku dan kamu di sini, jadi tenanglah dan patuh sedikit. Aku akan melakukannya tanpa membuka semua pakaianmu.”


“ Sayang??.”


“ Tenanglah, sesekali kita harus melakukannya di ruangan terbuka, dengan begitu kita akan merasakan nikmatnya dunia tanpa beban dan masalah.” bisik Zavier.

__ADS_1


Zavier mulai melakukan hubungan intim dengan lembut dan perlahan, sambil menikmati kencangnya angin dan arusnya air laut membuat Lisa dan Zavier merasakan kenikmatan yang tiada duanya.


BERSAMBUNG


__ADS_2