Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part78


__ADS_3

Kematian Yuri yan.


Zavier datang dan menarik tangan Yuri yan, lalu Zavier memperingati Yuri agar tidak mengganggu Lisa dan Darvi.


“ Apa yang kau lakukan di sini? apa kau mencoba menjelekan namaku di depan putraku.” Bisik Zavier dengan wajah yang suram.


“ Tidak, aku tidak mengatakan apapun. Tolong ampuni aku! ampuni aku!.” Yuri bersikap seolah-olah dirinya akan di bunuh.


Zavier tertegun melihat reaksi Darvi ketika dirinya memperlakukan Yuri.


“ Tidak, aku tidak mau kalau Darvi melihatku memperlakukan Yuri dengan kejam, aku harus menahannya dan akan aku selesaikan nanti.” Batin Zavier.


“ Cukup berpura-pura Yuri, apa yang kau katakan? aku tidak akan membunuhmu, aku tidak sekejam apa yang kau katakan barusan, Yuri.” Dengan panik.


“ Siapa yang berpura-pura? apa kalian tidak lihat kalau dia menyakiti tanganku tadi?.”


“ Cukup! cukup Yuri. Kau keterlaluan! kau sengaja melakukan ini agar putraku membenciku, bukankah begitu maksudmu.” Teriak Zavier.


“ Diam! aku tidak mau melihat hal bodoh dari kalian. Sekarang selesaikan masalah yang kalian miliki. Kau!kau wanita jahat! aku tidak mau melihatmu lagi kedepannya, jangan pernah muncul di hadapanku maupun di hadapan ibuku.” Darvi angkat bicara dan memberikan kode agar Zavier bisa menyelesaikan Yuri, yang selalu menyakiti ibunya.


“ Anak pintar! aku tahu bahwa kau putraku dan darah dagingku, kau tahu apa yang aku maksud nak.” Batin Zavier sambil menyeringai.


Zavier menyuruh Li untuk membawa Yuri ke tempat yang paling aman, Yuri di masukan ke penjara bawah tanah yang terletak di Villa.


“ Semuanya sudah siap, Tuan.” Ujar Li.


Zavier pergi ke penjara bawah tanah untuk menemui Yuri yang terakhir kalinya, Li membuka pintu penjara dan mempersilahkan Zavier untuk masuk.


Dengan tangan dan kaki terikat, Yuri tidak bisa melawan Zavier. “ Apa yang mau kau lakukan Zavier? lepaskan aku, aku tidak mau mati di tanganmu.” Teriak Yuri.


“ Suutt! aku tidak suka basa basi. Karena kamu sudah melanggar janjimu, sekarang aku akan menghabisimu dengan tanganku sendiri.”


“ Tidak, tidak! aku tidak rela kau bahagia bersama Lisa, setelah aku mati kau tidak akan pernah bisa bersatu dengan Lisa dan anakmu!.” Yuri mulai berontak karena tidak mau mati.


Plak!


Zavier menampar Yuri dengan kesal. “ Diam! aku bilang diam! jika kau berkata satu patah lagi, maka aku tidak akan biarkan kamu mati dengan tenang.”


“ Li?.” Zavier mengulurkan tangannya.


“ Ini Tuan!.” Li memberikan pistolnya di telapak tangan Zavier.

__ADS_1


Zavier menodongkan pistol di kepala Yuri, dengan penuh ketakutan Yuri gemetar karena tepat di kepalanya ada pistol yang siap menembaknya.


Zavier mempermainkan pistolnya dan menembaknya sampai membuat Yuri ketakutan setengah mati, dan ternyata pistol itu belum ada pelurunya.


Zavier melemparkan pistolnya ke belakang. “ Li! isi pistolnya dengan peluru.”


Li menangkap pistolnya dengan baik. “ Baik Tuan.”


“ Ini Tuan! pelurunya sudah terisi.” Li menyerahkan pistolnya pada Zavier.


Zavier melepar-lempar pistolnya ke atas dan di buat mainan sambil menyeringai.


Zavier meleparkan pistolnya ke pada Li. “ Aku serahkan ini padamu! jangan buat aku kecewa, Li.”


“ Baik Tuan.” Li maju dan menembak Yuri dengan cepat.


Yuri sempat teriak karena kesakitan, tapi Yuri sudah di nyatakan meninggal karena tertembak tepat di jantungnya.


“ Selesaikan dengan baik, jangan sampai kamu meninggalkan jejak sedikitpun.” Zavier pergi dari penjara bawah tanah.


“ Siap Tuan.”


“ Tidak! aku tidak membutuhkan dia untuk membantuku, aku bisa mencari tahu sendiri tanpa bantuan darinya.”


“ Maafkan aku Tuan.”


Beberapa saat kemudian, di beritakan bahwa ada kecelakaan di jalan simpang yang menuju pantai indah. Puy yang sedang asik menonton di ruang tamu terkejut dan penasaran dengan kecelakaan itu, Puy memanggil Lisa karena kecelakaan itu terjadi tidak jauh dari rumah Lisa.


“ Nyonya, nyonya! tolong ke sini sebentar!.” Teriak Puy dengan panik.


“ Iya-iya. Ada apa kau teriak seperti itu Puy?.” Lisa menghampiri Puy.


“ Lihat nyonya! ada kecelakaan di dekat pantai indah!.” Puy menunjuk ke tv.


“ Apa? bukannya itu dekat rumah kita! ayo Puy kita ke sana sekarang.” Dengan panik.


“ Untuk apa nyonya?.”


“ Puy, apa kamu tidak punya perasaan dan hati nurani, sehingga kita tidak melihat mereka yang kena musibah seberat itu.”


“ Hah! maafkan aku nyonya. Aku akan pergi bersamamu.” Puy tertegun sebentar dan memutuskan akan pergi melihat kecelakaan itu.

__ADS_1


“ Ajak Darvi, dia ada di kamarnya.”


Puy dan Darvi masuk ke mobil, Lisa mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setelah sampai, Lisa turun dan berusaha melihat kecelakaan itu, dengan cemas Lisa menyelundup ke dalam kerumunan.


“ Permisi! maaf-maaf, tolong berikan aku ruang, aku mau lihat orang yang kecelakaan.” Lisa berusaha masuk ke kerumunan, bahkan Lisa sampai tersenggol orang dan hampir jatuh karenanya.


“ Maaf pak! bagaimana korban kecelakaan itu, apa masih hidup?.” Lisa bertanya ke polisi yang ada di sana.


“ Korban sudah meninggal, semua tubuhnya hampir hancur karena terjepit pembatas jalan. Sebaiknya nyonya segera pergi dari sini, di sini berbahaya untuk keselamatan Anda.” Ujar polisi.


“ Boleh saya tahu, ada berapa orang yang ada di dalam mobil?.”


“ 1 orang, jenis kelamin perempuan dan masih muda.”


Zavier melihat kejadian itu dari kejauhan, Zavier terkejut karena Lisa ada di tempat kejadian hingga menyebabkan Zavier mau turun dan mnghampiri Lisa.


“ Tuan, sebaiknya Tuan jangan keluar, di luar bahaya untuk keselamatan Anda.” Li menghentikan Zavier.


“ Apa kau tidak lihat Lisa ada di sana! aku takut terjadi apa-apa sama Lisa.” Bentak Zavier.


“ Maaf Tuan, lebih baik Tuan tunggu di sini. Aku akan pergi menemui nyonya Lisa.”


Li menarik tangan Lisa dan membawanya keluar dari kerumunan, Lisa sempat kaget karena ada orang yang menarik tangannya. Tapi Lisa mengikutinya karena Li yang membawanya.


“ Ada apa Li? kenapa kamu menarikku ke sini?.” Lisa melepaskan tangannya.


“ Mohon maaf nyonya, saya membawa nyonya keluar dari kerumunan, aku takut nyonya kenapa-napa di sana. Tolong maafkan aku nyonya.”


“ Iya tidak papa.”


Li mengantar Lisa masuk ke mobil, Puy menatap Li dari dalam mobil, walaupun Puy tidak bisa menatapnya dengan intim, tapi Puy merasa ada perasaan aneh di dalam dirinya.


“ Kenapa jantungku berdebar terlalu kencang? apa aku,, itu tidak mungkin, ini pasti hanya kebetulan saja.” Batin Puy.


“ Hati-hati di jalan nyonya!.” Li memberi hormat pada Lisa.


Ambulans datang dengan cepat dan membawa korban keluar dari mobilnya. Lisa keluar dari mobil dan berlari untuk melihat korban kecelakaan, Lisa terjejut melihat Yuri yang mati dan tubuhnya penuh dengan darah.


“ Yuri! apa itu dia? dia kecelakaan setelah kami bertemu di salon tadi.” Batin Lisa sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2