Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part85


__ADS_3

Hari telah malam.


Lisa tengah asik bermain handphone di kamar, Darvi kesepian di kamar menghampiri ibunya dan ingin tidur dengan ibunya.


“ Ibu? bolehkah aku tidur denganmu?.” Ujar Darvi.


Lisa terdiam beberapa detik. “ Boleh sayang.”


Lisa menyimpan handphone nya di meja dekat ranjang. Kemudian Lisa memeluk Darvi dan berkata. “ Ada apa Darvi? kenapa kamu gemetar seperti ini?.


Perlahan-lahan Darvi menangis tersedu-sedu sebelum mengatakan kalau dirinya bermimpi buruk. “ Ibu aku takut! aku takut kalau nanti ibu akan menikah dengan pria lain, dan Zavier juga akan memiliki keluarganya sendiri yang bahagia.”


Lisa menangis mendengar kata-kata Darvi yang punya pikiran seperti itu. “ Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu sayang?.” Tanya Lisa sambil menatap Darvi.


“ Ibu, aku sering melihat orang lain yang bercerai kemudian mereka menikah lagi dan melupakan anaknya, karena mereka sudah memiliki anak baru bersama pasangannya yang baru. Aku,, aku, aku tidak mau di lupakan olehmu ibu! Hiks hiks.” Darvi menangis dan memeluk ibunya.


“ Tidak sayang, itu tidak akan pernah terjadi. Kamu adalah putraku satu-satunya dan tidak akan pernah terganti.”


“ Apa itu benar ibu?.”


“ Iya sayang.”


Tak lama kemudian Darvi tertidur di pelukan ibunya. Pukul 02:30 malam, Zavier pulang dengan keadaan mabuk parah.


Brak! Suara pintu terbuka begitu keras hingga terdengar di telinga Lisa. “ Hah! apa itu?.” Lisa beranjak dan segera melihatnya.


Ketika Lisa menyalakan lampu, Zavier terjatuh dan memeluk Lisa. Lisa terkejut dan mencoba membangunkan Zavier dengan menepuk pipi nya.


“ Bau alkohol! dia mabuk?.” Gumam Lisa.


Lisa membawa Zavier ke toilet agar tersadar dari mabuknya, walaupun Lisa kesusahan tapi tetap memaksakan diri agar Zavier bisa masuk ke toilet.


“ Sadarlah, Zavier, sadar!.” Lisa menyiram Zavier dengan air sedikit demi sedikit.


Sudah beberapa menit Zavier tak kunjung sadar, padahal Lisa sengaja merendam Zavier di bak mandi dengan air hangat.


“ Mungkin dia mabuk parah, sudah ku coba pakai air dingin tapi dia tidak sadar. Menyebalkan.” Karena kasihan Lisa nyandar di depan bak dan tertidur.


Di pagi hari Zavier terbangun dan terkejut karena dirinya berada di bak yang berisi air hangat. “ Lisa?.” Zavier mengusap kepala Lisa dengan lembut.


Zavier mengingat kejadian semalam. “ Maafin aku Lisa, aku sudah menyusahkanmu semalam.”


Air menetes ke mata Lisa yang tertidur, Lisa terbangun dan melihat Zavier sedang menatapnya. “ Kau! kau sudah bangun?.” Lisa mundur karena kaget.


“ Jika kau sudah baik-baik saja, aku akan keluar sekarang.”


“ Tunggu!.” Zavier meraih tangan Lisa dan membuatnya terjatuh di pelukan Zavier.


“ Hah! kamu? kenapa kamu menariku?.” Dengan wajah polos.


“ Diamlah di sini, dan mandi bersamaku.”

__ADS_1


Lisa malu mendengar kata-kata Zavier barusan. Lisa membantu membersihkan rambut Zavier dengan perlahan.


“ Lisa?.”


“ Iya.”


“ Bantu aku membuka pakaianku.”


“ Tidak, aku tidak bisa. Kau bisa membukanya sendiri ketika aku sudah keluar.”


“ Aku tidak bertenaga, aku sangat lemas. Dari kemarin aku tidak makan seharian, hanya menghabiskan minuman saja di bar.”


Lisa mendekat dan mencoba membuka kancing baju satu persatu. Setelah selesai lanjut membuka sabuk celana. Grep! Zavier menyentuh tangan Lisa yang sedang membuka sabuk.


“ Hemmzt! apa aku salah lagi?.” Tanya Lisa.


“ Tidak sayang! kau membuatku marah kali ini, aku akan menghukum mu dengan ini.” Zavier mencium Lisa dengan sangat agresif.


Ketika Lisa merasakan kenyaman saat berciuman sama Zavier, Darvi mendobrak pintu toilet hingga mengagetkan mereka yang sedang berciuman.


“ Ibu, apa kau di dalam?.”


“ Iya, ibu akan selesai sebentar lagi.” Teriak Lisa dengan gugup.


“ Baiklah. Aku akan menunggumu di bawah, jangan lama-lama, kita akan sarapan bersama pagi ini.” Teriak Darvi.


Lisa terlihat canggung berdekatan sama Zavier. “ Aku akan pergi sekarang!.”


Ketika Lisa dan Darvi sarapan pagi, Zavier turun dari lantai atas dan duduk di meja makan. “ Aku pikir kau tidak pulang semalam!.” Ujar Darvi.


“ Hemm, apa kau merindukanku?.” Tanya Zavier sambil mengambil makanan.


Darvi terdiam dan melanjutkan makannya.


“ Bibi Ann, tolong ambilkan aku sup iga sapi. Aku mau makan itu pagi ini.” Ujar Zavier.


“ Baik tuan.”


“ Emm, biar aku saja.” Lisa segera mengambil sup itu dan memberikannya pada Zavier.


“ Terima kasih.”


Lisa menganggukan kepalanya dan lanjut makan. “ Darvi, bersiaplah, aku akan membawamu liburan hari ini.” Ujar Zavier.


“ Hemm, apa itu benar?.”


“ Kemanapun yang kau mau.”


“ Aku mau pergi ke kebun binatang, apa boleh?.”


“ Tentu.”

__ADS_1


Setelah percakakapan mereka selesai, Darvi segera pergi ke kamarnya untuk mengemas barang kebutuhannya.


“ Aku sudah siap! ayo kita pergi sekarang.” Darvi terlihat senang di ajak liburan sama ayahnya.


Darvi melihat ibunya yang masih duduk di sofa, bertanya padanya. “ Kenapa ibu belum bersiap? apa ibu tidak akan ikut bersama kami?.” Dengan wajah menyedihkan.


“ Tidak, ahh! maksudku, ibu akan pergi menemani kamu Darvi.” Jawab Lisa dengan gugup.


“ Kalau begitu, ayo kita berangkat.”


“ Aduh! kenapa aku harus ikut bersama mereka, aku tidak mau kemana-mana hari ini, aku sangat lelah. Tapi jika aku tidak ikut, siapa yang akan jagain Darvi di sana?.” Batin Lisa dengan penuh keraguan.


“ Bagus Darvi, kau sudah membuat Lisa menyetujui untuk ikut liburan bersama kita.” Batin Zavier dengan senang.


Setelah sampai di kebun binatang, Darvi melihat seekor Singa jantan yang menyeramkan. “ Ibu, aku takut sama Singa itu.”


“ Tidak apa-apa Darvi, dia tidak akan datang ke sini. Dia sangat aman berada di tempat itu bersama pawangnya.”


“ Apa itu benar ibu?.” Darvi merasa tidak nyaman karena Singa itu terus menatapnya.


Darvi sangat menyukai dengan binatang yang di sana, semua hewan ada dan sangat indah di pandang. Mereka berpoto dengan hewan yang jinak dan aman bagi pengunjungnya.


“ Ibu, aku sangat lelah. Kita cari tempat dulu yuk,, untuk istirahat.” Darvi kelelahan.


“ Iya, ibu juga cape dari tadi jalan terus melihat semua hewan yang ada di sini. Melelahkan sekali.”


“ Di sana! ayo kita duduk di sana.” Zavier menunjuk ke arah dimana banyak kemah untuk pengunjung.


Koki andalan di tempat wisata itu menyajikan makanan yang mewah untuk tamu terhormatnya. “ Tuan, nyonya. Saya sudah menyiapkan makanan untuk kalian. Ayo! ikuti aku ke tempat yang paling istimewa.” Ujar pemilik kebun binatang.


“ Baiklah.”


Sesampainya di sana, Darvi kaget melihat Singa yang ia lihat tadi ada di depannya. Darvi ketakutan dan memeluk ibunya dengan erat, tapi Zavier mengatakan kalau hewan itu tidak akan berbuat jahat, karena semua binatang sudah jinak dan aman.


Duduklah Lisa sama Darvi di depan Singa itu, Lisa berusaha tenang agar Singa itu bersikap baik padanya. “ Ayo Darvi, makan dulu.”


Lisa menyuapi Darvi sambil melihat ke arah Singa. Beberapa saat kemudian Singa itu berdiri dan dengan sekejap Singa itu menggigit kaki Lisa. “ Ahh! sakit! sakit!!.” Lisa teriak kesakitan sambil menangis.


“ Apa ini? Li bawa Darvi dari sini sekarang juga, cepat!.”


“ Kalian! dasar pegawai tidak bisa di andalkan! cepat lepaskan gigitan itu dan segera bawa Singa itu dari sini!.” Teriak Zavier.


Melihat Lisa yang menangis karena ketakutan, Zavier semakin geram, karena Singa itu tidak mau melepaskan gigitannya.


“ Kurang ajar! kau menyakiti istriku!.” Zavier memukul Singa itu sampai terjatuh pingsan.


“ Lisa apa kau tidak apa-apa? pengawal! cepat panggilkan Ambulance sekarang.” Zavier menggendong Lisa untuk di bawa ke Rs.


Tiba-tiba Lisa pingsan dan tak berdaya. “ Lisa, bangun Lisa. Kau tidak boleh kenapa-napa. Aku akan membawamu ke Rs sekarang! sadarlah Lisa, sadar!.” Dengan penuh keringat Zavier berlari membawa Lisa ke dalam Ambulance.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2