Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part97


__ADS_3

Hari berlalu.


Zavier sudah sembuh dari lukanya, tapi tetap saja luka itu akan kambuh ketika Zavier terlalu banyak gerak.


Hari H.


Di mana Zavier dan Lisa akan bersanding di pelaminan dengan bahagia. Lisa sangat bahagia mengenakan gaun pengantinnya, di padu dengan perhiasan yang khusus di rancang oleh Desainer terkenal di dunia.


“ Sebentar lagi hari bahagiaku, di mana Zavier akan mengucapkan kalimat yang akan menjadikan aku sebagai istrinya.” batin Lisa sambil melihat dirinya di pantulan cermin.


“ Ibu, apa kau sudah siap?.” tanya Darvi.


Darvi terlihat keren dan tampan, sangat mirip dengan Zavier. Berpakaian layaknya seorang pria dewasa, yang akan menikahkan putrinya dengan lelaki yang di cintainya. Dulu, yang bertanya seperti itu adalah ayah Lisa, tapi sekarang Darvi menjadi anak yang menguatkan ibunya agar tidak sedih lagi.


“ Putraku sangat tampan.” batin Lisa sambil meneteskan air matanya.


Darvi mengusap air mata Lisa. “ Jangan bersedih lagi ibu. Ini adalah hari bahagia ibu, jangan biarkan Makeup ibu luntur karena air mata, karena itu tidak bagus, ibu akan terlihat buruk jika Makeup nya luntur.” ujar Darvi.


Lisa segera menghapus air matanya dan berusaha tersenyum, walau Lisa sedih karena orang tuanya sudah tiada, tapi Lisa tahu orang tuanya pasti melihatnya dan ikut bahagia untuk Lisa.


“ Lihatlah, ibu tidak sedih lagi demi kamu. Hihihii!.” tersenyum.


“ Itu lebih baik.” Darvi memeluk Lisa dengan perasaan bahagia dan sedih.


Mua mencoba menyempurnakan Makeup Lisa karena terkena air mata. Sambil tersenyum Lisa menggenggam tangan Darvi sambil bercermin.


“ Anda terlihat cantik nyonya, semoga pernikahanmu langgeng sampai maut memisahkan.” ujar Mua.


“ Terima kasih.”


“ Wah wah! lihat siapa ini? nyonya muda Sanjaya sudah siap ke pelaminan. Hehee! kebetulan sekali, mari kita lihat apa yang kurang dengan riasannya. Karena mereka adalah Mua yang bagus, sepertinya tidak ada yang kurang ya. Ehhh! tunggu sebentar! seharusnya di sini jangan seperti ini, nantinya akan menghalangi wajah cantiknya. Nah, seperti ini baru sempurna.” Desainer profesional yang di tunjuk untuk merias wajah Lisa.


“ Siapa kau? kenapa berani sekali memegang ibuku, apa kau sudah bosan hidup?.” tanya Darvi dengan sinis.


“ Aww! siapa kamu? anak kecil beraninya memarahiku, hemm!.”


“ Sudah hentikan! jangan rubah Makeup ibuku, atau aku akan memukulmu.”

__ADS_1


“ Anak kecil dari mana dia? berani-beraninya ingin memukulku, tubuhmu saja kecil seperti itu, bagaimana cara kamu memukul dan membunuhku.” masih tidak sadar kalau Darvi adalah putra dari Zavier.


“ Sudah nak, jangan bertengkar lagi, hentikan itu.” ujar Lisa.


Tiba-tiba seorang Desainer itu sadar kalau dari tadi Darvi menyebut Lisa dengan sebutan ibu, bahkan Lisa juga memanggil Darvi dengan nak, yang artinya adalah anak kesayangan.


seorang Desainer itu melihat Darvi dan mencoba menyamakannya dengan Zavier, betapa terkejutnya dia ketika sadar kalau Darvi putra dari Zavier.


“ Hah! apa dia ibumu? dia anakmu?.” dengan terkejut dia menanyakan hal itu pada Darvi dan Lisa.


Lisa menganggukan kepalanya. “ Iya, dia putraku.”


“ Apa?!! mati aku!.” dia langsung pingsan dan mengeluarkan asap dari mulutnya.


“ Hah! kenapa dengan dia?.” tengok Lisa.


“ Sudahlah bu, biarkan saja dia mati. Mungkin dia sedang percobaan untuk mati yang pertama kalinya, setelah dia siap maka ayah akan membuat dia mati yang kedua kalinya.” Darvi bersikap dingin dan tidak peduli pada siapapun.


Lisa tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan putranya yang semakin mirip dengan Zavier.


“ Dia benar-benar sudah siap? bagaimana ini? aku sangat gugup.” batin Lisa.


“ Ibu tenang saja, aku akan mendampingimu untuk pergi ke pelaminan.” genggam tangan Lisa.


“ Hemm, benar. Darvi akan jadi saksi di pernikahanku kali ini, semoga tidak ada hal buruk yang akan datang.” batin Lisa sambil menghela nafas.


Di pelaminan.


Lisa menutupi wajahnya sebelum pernikahan, sebagai tanda kesopanan. Semua tamu yang hadir mengagumi kecantikan Lisa, mereka tidak menyangka kalau Lisa akan menikah dengan tuan muda Sanjaya.


“ Benar-benar beruntung wanita itu, lihat bahkan dia sampai membawa anak kecil ke pelaminan, bagaimana jika anak itu mengacau.” gumam seorang tamu.


Darvi meliriknya dan memberikan tatapan yang dingin pada tamu tersebut, Darvi tetap tenang agar Lisa tidak mendengar ejekan dari orang lain.


“ Orang tua tidak punya malu, sudah datang ke sini tapi malah bicara jelek tentang ibuku. Kalau saja ini bukan hari pernikahan ibuku, aku pasti akan memarahinya, bahkan aku akan mengajarkannya bagaimana jadi orang tua yang baik itu.” batin Darvi dengan kesal.


Zavier terpesona melihat kecantikan Lisa, Zavier tidak berkedip karena terus melihat Lisa yang berjalan mendekatinya.

__ADS_1


“ Aku tidak nyangka, akan ada akhirnya di mana aku begitu terpesona dengan kecantikan Lisa saat memakai gaun pengantin. Dulu aku sangat membencinya dan terpaksa menikahinya hanya karena ingin menolong keluarganya, tapi sekarang berbeda, pernikahan kali ini akan jadi yang kedua kalinya aku mengucapkan kalimat itu dengan ketulusan cintaku.” batin Zavier.


Lisa dan Zavier berdiri di depan altar dan saling mengucapkan janji.


“ Apa kalian siap?.” tanya biksu.


“ Yaa, kami siap.” jawab Lisa dan Zavier secara bersamaan.


“ Lisa, aku mengambil engkau menjadi istriku untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya.” ucap Zavier.


Kata-kata yang terucap dari mulut Zavier sangat familiar, mendengarnya terasa hangat dan enak di dengar oleh Lisa. Lisa merasakan adanya cinta yang tulus dari kata-kata Zavier, Lisa semakin yakin kalau Zavier benar-benar mencintainya.


Dengan gugup Lisa berusaha tenang agar bisa mengucapkan janji pernikahannya.


“ Zavier, aku mengambil engkau menjadi suamiku untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya.” ucap Lisa.


Lisa sangat senang karena bisa mengucapkan janji itu dengan rasa cinta yang tulus. Zavier dan Lisa saling menghadap, Zavier membuka kerudung untuk berciuman dengan Lisa. Tapi siapa sangka, seseorang datang untuk mengacau.


“ Tunggu! aku keberatan dengan pernikahan ini.”


Lisa dan Zavier menengok ke belakang dengan penasaran. Tuan Sanjaya datang bersama nyonya Ratih, dari raut wajah mereka terlihat marah dan kesal.


“ Ayah, ibu? sedang apa kalian di sini?.” tanya Zavier.


“ Selama aku masih hidup aku berhak dengan pernikahan putraku.” teriak tuan Sanjaya.


Lisa ketakutan mendengar tuan Sanjaya yang marah pada Zavier. Ketika Zavier akan membalas perkataan ayahnya, Lisa menarik tangan Zavier dan mengedipkan matanya, seolah-olah Zavier tidak boleh buat kekacauan di pernikahannya.


Zavier menghela nafas dan berusaha tenang. “ Ayah, sekarang aku akan meminta restu pada kalian. Apa kalian akan membiarkanku menikahi Lisa dan hidup bersama dengan keluarga kecilku?.”


Tuan Sanjaya terdiam beberapa saat, sampai Lisa mengira jika pernikahannya tanpa restu dari orang tua Zavier.


“ Itu tergantung pada ibumu, jika dia mengijinkannya maka aku akan terpaksa merestui kalian.” dengan dingin.


Lisa melirik nyonya Ratih dari dalam kerudung, Lisa berharap jika dirinya di berikan kesempatan untuk jadi istri Zavier, dan menantu keluarga Sanjaya yang baik.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2