
Rencana ulang tahun Darvi.
Yuri di masukan ke dalam Ambulans oleh petugas kesehatan. Tanpa di sadari Lisa menjatuhkan air matanya karena sedih, Lisa tidak menyangka kalau nasib Yuri akan mengenaskan seperti itu.
“ Maafin semua kesalahanku di masa lalu dan di masa sekarang, Yuri!.” Batin Lisa sambil mengusap air matanya.
“ Ibu, kenapa kau menangis?.” Darvi menghampiri Lisa.
“ Tidak papa.” Lisa membawa Darvi kembali masuk ke mobil.
“ Nyonya apa yang terjadi? kenapa anda menangis seperti itu?.” Tanya Puy dengan cemas.
“ Yuri,, Yuri!,, dia yang mengalami kecelakaan itu.”
“ Yuri! jadi Yuri mengalami kecelakaan setelah kami bertemu tadi. Tidak kusangka ternyata nasib Yuri akan mengenaskan seperti itu.” Batin Puy.
Lisa segera mengemudikan mobilnya dan kembali pulang. Tiba di rumah, Lisa termenung sendirian dan terus merasa bersalah, walaupun Lisa tahu kalau Yuri selalu berbuat kejam dan menyakitinya, bahkan Yuri sampai berani merencanakan pembunuhan terhadapnya.
“ Sudahlah bu, jangan terlalu di pikirkan. Wanita jahat itu sudah mati jadi ibu jangan merasa bersalah seperti itu. Dia pantas mendapatkan apa yang dia alami tadi, dia wanita jahat aku senang dia tiada, itu artinya tidak akan ada lagi orang yang akan mengganggu kita lagi.” Ujar Darvi.
“ Darvi, kau jangan bicara seperti itu. Sekarang dia sudah tiada, jadi hormati dia agar dia tenang di alam nya yang sekarang.”
“ Baik bu! maafin aku.”
“ Ibu selalu kasihan sama orang yang sudah menyakitinya. Aku tidak tahu terbuat dari apa hati ibu, hingga bisa melupakan apa yang telah wanita jahat itu lakukan pada ibu dan aku.” Batin Darvi dengan kesal.
Darvi meminta di manja sama Lisa, dengan penuh keibuan Lisa tersenyum bahagia melihat anak nya tumbuh dengan cepat.
Lisa melihat kalender yang tepat di depannya, Lisa teringat akan ulang tahun Darvi. “ Oh iya! sebentar lagi kan hari ulang tahun Darvi, aku harus menyiapkannya dengan spesial karena ini pertama kali Darvi berulang tahun di kota A.” Batin Lisa.
Lisa mengajak Darvi tidur dengannya, sambil memeluk Darvi Lisa mengingat ketika di hari ulang tahun Darvi yang ke 3 tahun, Darvi meminta sosok ayah yang bisa menemaninya ketika meniup lilin.
Lisa jadi teringat Zavier yang menurutnya bisa menjadi ayah di hari ulang tahun Darvi. Demi kebahagian Darvi Lisa rela melakukan apa saja, termasuk Lisa harus memohon sama Zavier agar mau menuruti permintaannya.
Di pagi hari. Lisa berencana pergi ke perusahaan Sanjaya, Lisa tahu Tuan besar Sanjaya tidak mungkin ada di kantor dengan kondisinya yang mulai tua dan sakit-sakitan.
Lisa memberanikan diri agar bisa bicara dengan Zavier dari hati ke hati. Lisa menghampiri resepsionis dengan gugup. “ Maaf nyonya! apa ada yang bisa saya bantu?.” Tanya wanita muda di bagian resepsionis.
__ADS_1
“ Ee,, iya! saya,, saya mau bertemu Tuan Zavier, apa dia ada di kantor sekarang?.” Dengan terbata-bata.
Lisa sangat gugup karena ini kesekian kalinya Lisa datang ke perusahaan Sanjaya setelah 5 tahun berlalu.
“ Apa sudah ada janji nyonya?.”
“ Tidak, aku datang ke sini mendadak sekali jadi tidak bisa memberitahu Tuan Zavier terlebih dulu.”
“ Maaf nyonya! Anda tidak bisa masuk! karena peraturan di perusahaan ini yang boleh masuk hanya orang yang berkepentingan saja. Silahkan Anda kembali keluar.” Wanita muda itu dengan sopannya menunjukan jalan keluar.
“ Ta,, tapi mba!.”
“ Ada apa ini? kenapa di sini berisik sekali seperti di pasar saja.” Zavier datang dengan pakaian yang rapih dan keren.
“ Maaf Tuan, nyonya ini maksa untuk masuk dan bertemu dengan Anda.” Dengan ketakutan.
“ Siapa, siapa dia? Hei! kamu! ada urusan apa kamu datang ke sini mencariku?.” Dengan sinis.
Lisa berbalik dengan perlahan sambil menatap Zavier dengan kesal. “ Lisa! istriku, itu kau yang datang mencariku?.” Zavier segera menghampiri Lisa dan sikapnya berubah drastis, menjadi pria yang imut dan lembut.
Semua karyawan yang sedang berjalan ikut menyaksikan kebucinan Zavier pada Lisa. Lisa semakin tidak nyaman karena di lihat banyak orang, Lisa menarik tangan Zavier dan membawanya keluar dari perusahaan.
“ Istriku apa yang kau lakukan? kau menarikku keluar dengan tiba-tiba, ada apa istriku? apa kau tidak nyaman karena mereka melihat kita dari tadi?.” Sikap Zavier semakin imut dan membuat Lisa kebingungan.
“ Ya ampun! kenapa dia bersikap seperti seekor anjingg yang sedang minta di manja?. Aku benar-benar tidak bisa berpikir jernih lagi dengan situasi seperti ini, rasanya aku ingin menyentuh telinganya yang terlihat seperti anjingg itu.” Batin Lisa sambil menahan tangannya yang terus bergerak karena ingin menyentuh telinga Zavier.
“ Apa kamu merasa tidak nyaman dengan tanganmu istriku?.” Zavier menggenggam tangan Lisa dengan kedua tangannya.
“ Tidak. Aku datang ke sini untuk bicara sesuatu denganmu.” Lisa melepaskan genggamannya.
“ Bicara apa? apa ada masalah?.”
“ Aku minta kamu untuk datang di hari ulang tahun Darvi, besok lusa.”
“ Jam berapa? aku terlalu sibuk jadi aku harus mengatur jadwalku dengan baik.” Zavier bersikap dingin.
“ Tepatnya pada jam 7 malam di rumahku.”
__ADS_1
“ Baiklah, aku tidak bisa janji, tapi akan aku usahakan untuk datang ke sana.”
Lisa terdiam melihat sikap Zavier yang bersikap dingin padanya, Lisa heran karena Zavier selalu berubah dengan cepat.
“ Apa ada yang lain?.” Tanya Zavier.
“ Tidak, udah itu aja.” Dengan panik.
“ Jika begituh aku akan pergi, aku banyak urusan hari ini, jadi aku tidak bisa mengantarmu pulang. Maaf!.” Zavier berbalik.
“ Tunggu! aku harap kamu bisa datang di acara ulang tahun putra kita. Terima kasih sebelumnya.”
Zavier menghentikan langkahnya dan tertegun. “ Putra kita! baru kali ini Lisa menyebutkan kalau Darvi adalah putra kita, padahal sebelumnya Lisa selalu menolak jika aku mengatakan kalau Darvi adalah anakku.” Batin Zavier sambil tersenyum.
Di perusahaan.
Lisa terlihat sibuk mengurusi perusahaannya, sudah beberapa hari di tinggal ke kota H banyak berkas-berkas yang harus di cek dan di tanda tangani.
“ Puy, apa semua berkas ini dari Manajer?.”
“ Iya nyonya, Manajer mengatakan padaku kalau dari kemarin banyak Klien yang datang ke perusahaan ini. Manajer sudah memberitahunya kalau nyonya sedang pergi karena ada urusan, tapi mereka terus datang dan minta bertemu dengan Anda.” Ujar Puy.
“ Baik. Tolong beritahu di mana aku harus tanda tangan, ini sangat banyak mungkin aku tidak sanggup mengerjakan ini semua.” Lisa merasa lelah.
“ Biar aku yang mengeceknya kembali, jadi nyonya tinggal tanda tangan saja.” Puy mengecek semua berkasnya dan meminta tanda tangan Lisa.
Tok tok!
“ Masuk!.”
“ Maaf nyonya, kemarin saya membuka lowongan untuk bagian keuangan sesuai perintah Anda. Sekarang saya mau memberikan daftar-daftar orang yang lumayan berpengalaman di bidang keuangan.” Ucap Manajer.
“ Simpan saja di meja. Nanti saya yang akan mengeceknya.”
Manajer menyimpan surat lamarannya dan kembali keluar.
BERSAMBUNG
__ADS_1