
" DARVI, CEPAT PERGI DARI SINI! SEBELUM MEREKA DATANG KEMARI." lisa menyuruh darvi segera pergi dan mencari bantuan.
" IBU, AKU TIDAK MAU MENINGGALKANMU SENDIRIAN DI SINI." ucap darvi.
" Hahaha. MAU LARI KEMANA KALIAN?." penjahat itu menghadang lisa dan darvi.
" KALIAN JANGAN COBA-COBA MENDEKAT, PERGI! PERGI KALIAN!." lisa menyembunyikan darvi di belakangnya.
" IBU?." darvi merenge karna takut kalau ibunya kenapa-kenapa.
Tapi lisa terus berusaha menenangkan darvi yang tengah ketakutan itu. Mereka menembakan pistolnya tepat di arah lisa, lisa sudah pasrah kalau dirinya akan mati tertembak oleh orang yang tak bertanggung jawab itu, tapi keberuntungan berpihak pada lisa, dan peluru itu hendak mengenai lisa tiba-tiba terhalang gas oksigen yang di lemparkan seseorang untuk menyelamatkan lisa.
" CEPAT TANGKAP MEREKA SEMUA!." zavier menyuruh anak buahnya untuk menangkap orang-orang yang telah menculik lisa dan darvi.
" Ahh? zavier? apa itu dia?." ucap lisa dalam hatinya.
Lisa memandangi zavier yang tengah berusaha menangkap para penjahat itu. lisa sangat tersentuh dengan apa yang di lakukan oleh zavier terhadapnya, karna baru kali ini lisa merasa terselamatkan nyawanya oleh zavier.
" IBU? KENAPA DIA DI SINI? APA DIA MAU MENYELAMATKAN KITA DARI BAHAYA INI?." tanya darvi.
" AHH? MUNGKIN SEPERTI ITU DARVI, AYAHMU MAU MENYELAMATKAN KITA." saut lisa dengan kaget.
" IBU, JANGAN KAU PANGGIL DIA AYAHKU! KARNA AKU SUDAH TIDAK PUNYA AYAH SEJAK AKU DI LAHIRKAN, APA KAU MENGERTI IBU?." darvi tidak menyukai kalau lisa memanggil zavier sebagai ayahnya.
Jleb.. perkataan darvi membuat hati lisa tertusuk dan sakit hati, karna lisa teringat kembali di mana zavier melupakannya selama 5 tahun yang lalu, bahkan zavier tidak pernah mencarinya, apa lagi berusaha untuk bersatu kembali.
" Kau benar anakku, dia tidak pernah menyayangi kita sejak ibu masuk ke keluarga sanjaya. dia selalu bersikap tak baik pada ibu, ibu yang terlalu banyak berpikir, mungkin dia datang kamari hanya mengkhawatirkan anaknya, bukan karna aku." gumam lisa dengan sedih.
" LISA, DARVI, APA KALIAN TIDAK PAPA? APAKAH ADA YANG TERLUKA? DI BAGIAN MANA BIARKAN AKU MELIHATNYA." zavier mengecek keadaan lisa dan darvi.
Dengan wajah yang cemas dan sangat mengkhawatirkan keadaan lisa dan darvi, membuat lisa tak bisa menolak ketika zavier memeluknya, lisa hanya merasakan kenyamanan dan kehangatan dari pelukan yang di berikan zavier padanya.
" SUKURLAH KALIAN TIDAK KENAPA-KENAPA, AYO KITA PULANG! KALIAN PASTI SANGAT KETAKUTAN DAN TRAUMA, KARNA DI SEKAP OLEH ORANG JAHAT." ucap zavier.
Lisa menuruti ajakan zavier karna lisa masih ketakutan dan lemas, tapi darvi merasa heran melihat ibunya yang mau menuruti zavier.
__ADS_1
" AKU SERAHKAN SEMUANYA SAMA KAMU ASISTEN LI, JANGAN MENGECEWAKAN AKU." zavier menggandeng lisa dan menggenggam tangan darvi.
Tiba-tiba lisa jatuh pingsan karna kelelahan dan tidak punya tenaga untuk berjalan lagi, zavier terkejut dan segera menggendong lisa untuk di bawa ke rumah sakit. darvi ikut berlari karna takut ibunya kenapa-kenapa.
Sesampainya di rumah sakit, zavier berteriak meminta dokter segera mengecek keadaan lisa yang tak sadarkan diri. semuanya berlarian karna tuan muda sanjaya membutuhkan pertolongan dan membawa seorang pasien yang sakit.
" DOK, DOKTER, BANTU AKU PERIKSA KEADAANNYA." zavier menyerahkan lisa untuk di tangani oleh dokter.
" BAIK." para suster segera membawa lisa ke ruangan ICU.
" Lisa, kau harus baik-baik aja, aku mohon kau harus kuat demi anak kita, darvi." gumam zavier sambil mengeluarkan air matanya.
Darvi terduduk dan berdiam diri, sambil melihat zavier yang sangat mencemaskan lisa, bahkan sampai mengeluarkan air matanya, membuat darvi terkejut, karna baru kali ini melihat ayahnya yang kuat dan arogan itu menangis demi lisa.
" Ehem.. APA KAU SANGAT MENGKHAWATIRKAN IBUKU?." tanya darvi.
" AHH? IYA, AKU SANGAT KHAWATIR KEADAAN IBUMU, DARVI." zavier kaget karna darvi menanyai akan hal itu.
" Apa ucapanmu itu benar? atau kamu hanya bermuka dua demi mendapatkan simpati dariku! aku tidak tau itu, yang jelas aku tidak akan mudah percaya dengan kata-katamu itu." gumam darvi dengan kesal.
" TUAN, PASIEN BAIK-BAIK AJA, DIA UDAH SIUMAN, TAPI DIA INGIN BERTEMU DENGAN ANAKNYA, DARVI." ucap dokter.
Darvi segera masuk ke dalam untuk mengecek keadaan lisa, sedangkan zavier menunggu di luar dan tidak masuk karna lisa tidak menyuruhnya masuk.
" Apa kau masih membenciku lisa? sampai-sampai kau tidak mau bertemu denganku, dan tidak memperbolehkan aku masuk untuk melihat keadaanmu." gumam zavier.
" IBU?." darvi.
" KEMARILAH NAK! PELUK IBU, IBU SANGAT MERINDUKANMU! APA KAU MERINDUKANKU JUGA DARVI?." ucap lisa sambil menjulurkan kedua tangannya dan hendak memeluk darvi.
" IYA IBU, AKU JUGA SANGAT MERINDUKANMU!." darvi memeluk lisa.
" APA.. DIA MASIH DI SINI?." tanya lisa dengan gugup.
" DIA? SIAPA YANG KAU MAKSUD IBU?." tanya darvi dengan bingung.
__ADS_1
" ITU.. AYAHMU, APA MASIH DI SINI? ATAU SUDAH PERGI." ucap lisa.
" IYA, DIA MASIH DI SINI, KELIHATANNYA DIA JUGA MENGKHAWATIRKANMU IBU." ujar darvi.
" APA?." lisa terkejut.
" Apa benar dia mengkhawatirkanku? tapi kenapa? aku benar-benar tidak bisa menebak isi pikirannya, karna apa yang di ucapkan dan sikapnya selalu berbeda dan tak pasti." gumam lisa dengan penuh kebingungan.
" NONA, APA KEPALAMU SUDAH BAIKAN?." tanya dokter.
" AHH, IYA DOK, UDAH MULAI TAK TERASA SAKITNYA." saut lisa.
" BAIKLAH, AKU HANYA INGIN MENYAMPAIKAN KALAU ANDA BOLEH PULANG NANTI SORE, SAYA AKN MENYIAPKAN RESEP OBAT UNTUK ANDA." ucap dokter.
" BAIK, TERIMA KASIH DOK." ucap lisa.
" IBU, APA KITA AKAN PULANG KE RUMAH KITA?." tanya darvi.
" PASTI NAK, KENAPA KAMU BERTANYA BEGITU?." lisa heran karna tak biasanya darvi bersikap gelisah sejak lisa masuk rumah sakit.
" TAPI.. BU!" ucapan darvi terhenti karna zavier memotong percakakapannya.
" TIDAK, KITA AKAN PULANG KE KEDIAMANKU, AKU AKAN MEMBAWAMU PULANG KE RUMAH BARUKU YANG TELAH KUSIAPKAN BUAT KALIAN. KHUSUSNYA BUAT KITA BERTIGA." zavier tiba-tiba masuk dan berkata demikian.
" TIDAK, AKU TIDAK MAU PERGI DENGANMU ZAVIER! AKU AKAN PULANG KE RUMAHKU SENDIRI." bantah lisa dengan tegas.
" YA, ITU TERSERAH KAMU, TAPI DI LUAR SANA MASIH BANYAK PENJAHAT YANG SEDANG MENGINCAR DARVI, DAN MEREKA BERUSAHA INGIN MEMBUNUHMU LISA." ucap zavier.
" APA? TAPI KENAPA, MEREKA MAU MEMBUNUHKU? APA SALAHKU PADA MEREKA SEMUA?." lisa ketakutan dengan keselamatan darvi.
" BUKAN KAMU YANG PUNYA MASALAH DENGAN MEREKA, TAPI AKU! MEREKA MENARGETKAN KALIAN BERDUA DEMI MENGHANCURKAN AKU DAN KELUARGA SANJAYA." zavier serius dengan ucapannya.
" APA? KAMU? JADI SEMUA INI KARNA MASALAHMU DENGAN MUSUHMU? IYA KAN?." tanya lisa dengan sangat marah.
" MAKA DARI ITU AKU HARUS MENYEMBUNYIKAN KALIAN, AGAR KALIAN BISA SELAMAT. MEREKA MAU MENYANDERA KALIAN AGAR AKU BISA MENYERAHKAN DIRI PADA MEREKA, DARI SITULAH MEREKA AKAN MENYAKITIKU DAN MENGHANCURKAN KELUARGA SANJAYA." ucap zavier dengan wajah serius.
__ADS_1
" KARNA MEREKA TAU, BAHWA AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMBIARKAN ISTRI DAN ANAKKU DI LUKAI OLEH MEREKA, JADI MEREKA MENARGETKAN KALIAN BERDUA." zavier berbalik melihat lisa dan darvi.
BERSAMBUNG