
" Ini tidak bisa di biarkan, aku harus membuat perhitungan dengannya, karena sudah menyakitimu, Mika." Tuan Sanjaya ingin agar Lisa mendapatkan hal setimpa atas perbuatannya.
" Paman, kau tidak perlu marah sama Lisa. Aku memakluminya kok, aku tahu, mungkin Lisa Cemburu karena aku calon Tunangan Zavier." Mika Fhui bersikap baik hati.
" Tapi Mika? Paman tidak bisa biarkan dia melakukan kejahatan lagi padamu nak!." Tuan Sanjaya sangat kagum karena Mika Fhui berhati Malaikat.
" Aku baik-baik aja Paman, jadi Paman jangan menyalahkan Lisa ya, aku takut suatu saat nanti Lisa akan Menindasku lagi di depan Zavier." Mika Fhui pura-pura bersedih dengan air mata palsunya itu.
" Kau tidak perlu takut Mika, akan aku pastikan kalau Lisa akan menderita karena sudah berani menyakitimu. Aku sudah menganggapmu sebagai putriku sendiri, jadi kau jangan sungkan ya, kalau Zavier menyakitimu bilang sama Paman." Tuan Sanjaya menenangkan Mika Fhui.
" Ya sudah kalau gitu, aku berikan kepercayaanku pada Anda Tuan. Aku harap kau bisa menjaga putriku dari kejahatan Mantan Istri Zavier." Tuan Fhui mempercayai tuan Sanjaya.
" Baik, aku tidak akan membuat kalian kecewa." Saut tuan Sanjaya.
" Ayo Mika, kita pergi! Tuan, kami pamit pulang dulu, nanti kita akan berbincang lagi." Ujar tuan Fhui.
" Baik. Hati-hati di jalan." Tuan Sanjaya melambaikan tangan.
" Aku tidak mengerti kenapa Lisa bisa berbuat kasar pada Mika, aku benar-benar malu karena sudah mengecewakan tuan Fhui di pertemuan pertama kita." Ucap tuan Sanjaya.
" Aku juga tidak nyangka, ternyata di balik pendiam nya Lisa, tersimpan sifat kasar dan benci sama orang lain." Ucap nyonya Sanjaya.
Hari berikutnya.
Lisa menikmati masa nyaman dan tenangnya bersama Darvi, Asisten Puy ikut senang karena akhirnya Lisa kembali setelah lama menghilang. Lisa menghabiskan waktunya selama 2 hari di rumah aja, tapi Lisa melupakan tugasnya sebagai seorang Desainer karena terlalu sibuk di Kediaman Zavier.
" Nona, di depan ada tuan Alvin mencarimu!." Ujar Asisten Puy.
" Oh, suruh masuk aja." Saut Lisa.
" Baik nona.
Asisten Puy segera menyuruh tuan Alvin masuk, Alvin sangat senang akhirnya bisa bertemu lagi dengan Lisa, dan bisa bebas bertemu dengan Lisa tanpa larangan Zavier.
" Lisa, apa kau sibuk sekarang?." Tanya Alvin.
__ADS_1
" Tidak, aku lagi bermain sama Darvi. Emangnya kenapa?." Saut Lisa.
" Aku mau ngajak kamu makan di luar, apa kau mau? kita sudah lama tidak berbincang, lagi pula di Perusahaanku lagi ada masalah akhir-akhir ini." Ajakan Alvin membuat Lisa tidak bisa menolak.
" Baiklah, aku ngambil tas dulu ya!."
" Iya."
Lisa pergi bersama Alvin, Alvin memperlakukan Lisa sangat Romantis dan bersikap manis di depan Lisa, sampai Lisa tersenyum malu melihat kelakuan Alvin yang terus menggodanya.
" Kita sudah sampai!." Mobil Alvin berhenti di depan Resto kesukaan Lisa.
" Ini?." Lisa merasa bingung karena Alvin membawamya ke Resto yang selalu di kunjunginya.
" Iya, di sini makanan kesukaanmu kan? aku sering datang kesini sendirian ketika aku Merindukanmu." Ujar Alvin.
" Aku tidak menyangka Alvin akan berlaku seperti itu, bahkan dia masih ingat apa yang aku suka. Aku tidak yakin kalau hati ini tergoyahkan dengan perlakuan Alvin padaku." Gumam Lisa.
" Alvin, Maafin aku, selama ini aku selalu menyusahkanmu, tapi aku selalu melupakan apa yang telah kau korbankan padaku selama ini. Ini salahku, aku tidak bisa menghargaimu yang telah banyak berkorban untukku." Lisa merasa bersalah karena dirinya selalu melupakan Alvin yang selama ini suka membantunya.
" Tidak papa, kau jangan pikirkan itu. Walau pun kamu tidak menghargaiku tapi aku senang bisa membantumu, dengan adanya kamu di sisiku, itu sudah cukup kok." Ucap Alvin.
" Ayo, kita masuk ke dalam, aku sudah lapar sekali." Ujar Alvin.
" Iya-iya."
Seperti biasa, Alvin memesan makanan yang di sukai Lisa, Alvin sangat senang karena bisa makan bersama Lisa lagi. Setelah makan selesai, Alvin membawa Lisa ke toko Perhiasan yang tak jauh dari Resto itu.
Alvin mengambil sebuah Gelang yang sudah di pesannya, Gelang yang Cantik dan Elegant membuat Lisa terpana melihatnya.
" Lisa, boleh aku meminjam tanganmu?." Tanya Alvin.
" Ah? iya." Lisa menjulurkan tangannya tanpa berpikir panjang.
Alvin memakaikan Gelang tersebut di tangan Lisa, Lisa terkejut karena Alvin memberikan Gelang itu padanya.
__ADS_1
" Alvin, apa yang kau lakukan?." Tanya Lisa sambil menarik tangannya dengan cepat.
" Lisa, kumohon! kau jangan menolaknya ya! aku hanya ingin memberikanmu sebuah kenangan yang tak bisa aku lupakan ketika kau memakainya." Alvin memelas di hadapn Lisa.
Lisa sangat bingung dan tidak bisa menolaknya karena Alvin terlalu baik untuknya.
" Baiklah, aku harap tidak ada Udang di balik Batu ya." Lisa memperingati Alvin agar Alvin jangan sembarangan padanya.
" Iya, tidak ada kok." Alvin sangat gugup ketika Lisa berkata begitu padanya.
" Tidak papa jika kau menolak maksudku Lisa, akan aku pastikan kau akan jadi milikku setelah ini." Gumam Alvin dengan senang.
" Sini, biar aku memakaikannya untukmu." Alvin meraih tangan Lisa.
Di saat bersamaan, Zavier melihat dengan jelas kalau Alvin memakaikan Gelang di tangan Lisa. Zavier yang sedang ada Meeting dengan Klien, langsung meninggalkan Klien nya tanpa memikirkan resikonya.
" Tuan, Anda mau ke mana?." Tanya Asisten Li dengan cemas.
" Mau ke mana tuan Zavier? kita kan sedang Meeting sekarang." Tanya Klien dengan marah.
" Aduh tuan, Anda mau ke mana? Klien kita masih di sini, aku harus berbuat apa ini?." Asisten Li sangat bingung dan tak tahu harus berbuat apa.
" Itu kan, nyonya Lisa! tuan Alvin juga di sana? ini akan jadi bahaya kalau Klien tahu, aku harus buat alasan yang tepat agar Klien tuan tidak kecewa dengan Perusahaan Sanjaya." Gumam Asisten Li.
" Tuan-tuan, Maaf ya, sekarang tuan Zavier sedang ada masalah yang mendesak dan harus pergi sekarang juga. Mohon Maaf yang sebesar-besarnya." Asisten Li meminta Maaf sama Klien nya.
" Terus, bagaimana dengan Meeting kita hari ini?." Tanya Klien.
" Mohon Maaf, tuan. Meeting nya kita tunda dulu, nanti akan saya kabari setelah tuan Zavier senggang." Ucap Asisten Li.
" Baiklah, kalau gitu. Aku harap kedepannya tuan Zavier akan mengutamakan bisnis kita dari pada masalah pribadinya." Klien sangat kecewa karena Zavier tidak bisa bekerja sama dengan Proyeknya.
" Iya tuan."
Asisten Li menghampiri Zavier karena takut kalau Zavier akan membuat keributan melihat Lisa bersama Alvin.
__ADS_1
Alvin tidak bisa berbuat apa-apa karena takut di marahi Zavier jika ikut campur dalam masalah pribadinya.
BERSAMBUNG