Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part101


__ADS_3

Keesokan harinya.


Seperti biasa Lisa melakukan aktipitas dan sibuk bekerja, meninggalkan Darvi sendirian di rumah karena tidak mau tinggal bersama kakek nenek nya. Tuan Sanjaya menyuruh Zavier agar membawa Darvi ke kediman Sanjaya, tapi apa yang bisa di perbuat jika Darvi tidak mau tinggal di kediaman Sanjaya walau hanya sehari saja.


Darvi tahu kalau kakek nenek nya tidak menyukai ibunya untuk saat ini, Darvi hanya menghormati ibunya dan tidak mau membuatnya sedih. Setiap hari hanya bermain sendirian di kamar dan makan pun telah di siapkan Lisa sebelum berangkat bekerja.


Puy selalu pulang untuk menyuapi Darvi makan, Lisa tidak punya banyak waktu ketika bekerja, ia pokus bekerja demi masa depan keluarganya. Lisa tidak mau mengandalkan uang dari Zavier, karena Lisa adalah orang yang tipe mandiri tidak mau menyusahkan orang lain.


Tiba saatnya di mana Lisa merasa pusing karena kelelahan, pekerjaan membuat Lisa sibuk dan lupa untuk makan.


“ Nyonya, nyonya apa Anda baik-baik saja?.” Puy sangat panik melihat Lisa terjatuh dari kursi dan tergeletak di lantai.


Puy memanggil ambulance dan menghubungi Zavier kalau Lisa pingsan pada saat bekerja. Zavier panik dan bergegas pergi ke RS untuk melihat keadaan Lisa.


“ Semoga kamu baik-baik saja sayang.” Zavier membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


Zavier terburu-buru turun dari mobil dan berlari masuk RS, pintu mobil pun sampai tidak di tutup saking paniknya. Bayangan Zavier kemana-mana dan menabrak setiap orang yang menghalangi jalannya.


“ Minggir, minggir! aku harus cepat-cepat menemui Lisa sekarang, jangan sampai terjadi sesuatu padanya.” batin Zavier.


Banyak pasien yang di tabrak Zavier dan mereka pun mengalami kesakitan yang cukup serius, tadinya pasien sudah mulai membaik tiba-tiba jadi koma karena terjatuh dengan ulah Zavier.


“ Tuan, tolong perhatikan jalanmu.” ujar suster.


“ Maaf, maafkan aku.” balas Zavier.


Brak!


Pintu kamar pasien terbuka. Lisa sudah sadar dan sedang duduk sambil mengupas jeruk untuk di makan. “ Sayang? apa kamu baik-baik saja?.” Zavier memeluk Lisa.


“ Sayang, kenapa kamu bisa ada di sini?.” Lisa tidak mengetahui jika Puy memberitahu Zavier dengan kejadiannya.


“ Kamu kenapa? hemm! kenapa bisa pingsan di kantor, mungkin kamu kelelahan karena bekerja ya?.” Zavier terlihat menangis sambil menggenggam wajah Lisa.


“ Aku tidak apa-apa, kamu lihat sendiri bukan, aku lagi makan jeruk, tapi kamu tiba-tiba memelukku dan membuat jeruknya jatuh.” Lisa mengusap air mata Zavier.


“ Hiks hiks! aku tidak bisa melihat sepasang suami istri ini saling menangis. Aku tidak tahan, terharu banget sama tuan, tuan hanya bisa menangis untuk nyonya.” batin Puy sambil menggigit jari.


Li menarik Puy keluar dari ruangan itu dan menutupnya.


“ Kenapa kamu menarikku keluar? apa kamu tahu aku lagi menikmati pemandangan yang indah, tuan dan nyonya sangat romantis, saling menangis dan diiringi melodi yang sedih, itu akan membuat suasana yang indah untuk melakukan sesuatu yang intim.” Puy marah karena Li mengganggunya.


“ Diam! jangan bersuara.”


“ Kamu!! hemm!.” Puy membuang muka.

__ADS_1


Suasana menjadi canggung setelah Puy tersadar dari bayang-bayar semu.


“ Aku?.” Li ingin mengatakan sesuatu pada Puy.


“ Diam!! jangan bicara padaku.” tiba-tiba Puy marah pada Li.


“ Ada apa dengannya? kenapa dia marah padaku? dasar wanita aneh!.” celetuk batin Li.


Hachi!


Puy terkena flu karena Li memarahinya di hatinya.


“ Hah! kenapa aku terkena flu, tadi aku baik-baik saja. Apa jangan-jangan kamu! ini ulah kamu? kamu sengaja mengutukku tadi!.” Puy menunjuk ke arah Li.


“ Tidak, aku tidak mengutukmu, jika aku mengutukmu bukankah seharusnya kau mendengarnya.” bantah Li.


“ Siapa tahu hatimu busuk! mengutuk orang sembarangan.” ngeles Puy.


“ Apa wanita ini sudah gila? beraninya menyebut hatiku busuk, kalau saja dia bukan orang terdekat nyonya, sudah kuhabisi dia sekarang juga.” Li tampak kesal karena Puy.


Zavier keluar dari kamar pasien untuk menyuruh Li membelikan makanan, Zavier juga menyuruh Puy untuk pulang dan menjaga Darvi.


“ Mereka sudah pergi! apa boleh melakukannya sekarang?.” tanya Zavier.


Zavier segera menindih Lisa dan menciuminya, tanpa sadar seorang dokter membuka pintu pada saat Zavier berada di badan Lisa.


“ Hah! aku tidak melihat apapun, sungguh! kalian bisa lanjutkan.” dokter itu segera menutup pintunya dan pergi berlari.


“ Memalukan! sungguh memalukan!.” gumam Lisa sambil menutup mulut Zavier.


“ Tidak apa-apa sayang, dia sudah pergi, mari kita lanjutkan, aku sudah tidak bisa menahannya.”


“ Dasar cabul! apa kau tidak lihat tadi? kita hampir ketahuan sama dokter, itu sangat memalukan.” Lisa memukul dada Zavier.


“ Dokter itu sembrono, tidak mengetuk pintu ketika masuk, main masuk aja.” gumam Zavier dengan kesal.


Lisa tidak bisa menolak ajakan Zavier, Lisa melayaninya dengan senang hati, walau dalam keadaan sakit. Lisa tahu kalau Zavier tidak akan menyusahkannya, Lisa hanya diam dan menikmatinya, biarkan Zavier yang melakukan tugasnya sebagai seorang suami.


1 jam berlalu.


Di luar kamar pasien terdengar berisik dan sangat ribut, Li mencoba menahan Mika yang terus memaksa ingin bertemu dengan Zavier, entah apa yang sedang di rencanakan Mika sampai berani datang ke RS dan mengacau.


“ Siapa kamu? beraninya menghalangi jalanku, cepat minggir dari sana, kalau tidak aku akan membuatmu menyesal dalam seumur hidup.” dengan teriakan.


“ Maaf nona, saya hanya bertugas untuk melindungi majikan saya, jika nona datang ke sini hanya untuk membuat keributan, lebih baik nona segera pergi sebelum kesabaranku habis.” dengan tatapan mematikan.

__ADS_1


Mika sempat ketakutan dengan tatapan Li padanya, tapi itu tidak membuat Mika menyerah dan mendorong Li sampai terjungkal.


Brak!


“ Zavier, ada yang harus aku bicarakan denganmu?.”


Mika melihat Zavier sedang memakai sabuk celana dan memakai bajunya, Lisa juga memakai bajunya di bantu Zavier dan merapihkannya.


“ Ada apa? cepat katakan!.” Zavier tampak sibuk merapihkan rambut Lisa.


“ Aku, aku, bibi Ratih menyuruh kita untuk makan malam bersama di kediaman Sanjaya.” sambil menunduk karena kesal.


“ Oo! kapan?.”


“ Nanti malam jam 7. Kita tidak boleh terlambat.”


“ Benarkah? hanya kita berdua saja, bagaimana dengan anak dan istriku, apa mereka tidak boleh ikut?.”


“ Jika aku melarang Zavier membawa wanita jalang itu, Zavier tidak akan mau pergi ke kediaman Sanjaya. Aku terpaksa harus mengizinkannya, yang terpenting sekarang adalah, rencanaku kali ini harus berhasil.” batin Mika Fhui dengan tipu muslihat.


“ Iya, bibi Ratih juga menyuruh Lisa dan Darvi datang untuk merayakan hari pernikahan kalian.” Mika terpaksa berbohong agar Zavier mau pulang ke kediaman Sanjaya.


“ Baiklah, kau boleh pergi sekarang.” Zavier mengusir Mika dengan terang-terangan.


Mika pergi dengan kesal, cara menutup pintu sangat keras dan tidak tahu sopan santun.


“ Hahaha!.” Lisa tertawa dengan lepas.


“ Ada apa sayang? sedang menertawakan apa?.”


“ Tidak sayang, tidak ada, aku hanya merasa kasihan pada Mika, dia terlihat kesal tapi dia menahan amarahnya hanya demi kamu, dia berpura-pura baik agar kamu bisa pergi ke kediaman Sanjaya dan makan malam bersama. Aku sungguh tidak bisa menahan untuk tertawa.” Lisa terus tertawa dan merasa puas dengan Mika.


“ Apa kau senang jika dia seperti itu? aku akan melakukan itu sesering mungkin untuk menghiburmu.”


“ Tidak perlu sayang, aku sungguh puas untuk hari ini.”


“ Baiklah, aku menurutimu.”


Mika Fhui mendengar percakakapan Lisa dan Zavier dari luar. “ Kurang ajar, dia sengaja mempermainkanku demi wanita jalang itu, awas saja kau Zavier, kau pasti akan menyesal pada saatnya karena sudah menyakiti hatiku berulang kali.” batin Mika.


“ Mohon nona segera pergi dari sini.” suruh Li.


“ Tidak perlu kau suruh aku akan pergi dari sini.” dengan kesal.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2