Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part84


__ADS_3

Di dalam mobil.


“ Apa kau sudah selesai bicara dengan kepala sekolah?.” Tanya Darvi.


“ Iya, sudah. Dia mengatakan padaku kalau sekolah itu tidak menerima siswa baru di tahun ini. Jadi, biarkan aku mencari sekolah yang terbaik untukmu nak.” Ujar Zavier sambil menatap Darvi.


“ Baiklah, itu tidak masalah.” Balas Darvi.


Lisa hanya terdiam dari tadi, tidak ada kata yang keluar dari mulut nya. Walaupun hati Lisa masih mencintai Zavier, tapi Lisa sangat berat untuk menerima Zavier kembali.


“ Ehh,, ini bukan jalan pulang ke rumahku! kita mau ke mana Zavier?.” Lisa kaget karena Li membawa jalan yang lurus.


“ Sudahlah, kau diam saja. Nanti kau juga akan tahu.” Jawab Zavier dengan santai.


“ Kau sengaja mau membawa kami ke Villa mu lagi? turun aku Zavier, aku mau pulang dan membawa Darvi bersamaku.” Teriak Lisa dengan kesal.


Zavier malah mengacuhkan Lisa dan menutup mata nya seperti orang tertidur. Lisa terus mengoceh dan membuat Zavier kesal padanya.


“ Berhenti!.” Teriak Zavier.


Lisa dan Darvi melongo mendengar teriakan Zavier yang membuatnya terkejut.


“ Kenapa kau masih di sini? bukankah kau mau turun di sini. Cepat, turun dengan segera karena aku akan pergi ke Villa ku. Tapi ingat, kau tidak boleh membawa Darvi keluar dari sini.” Ujar Zavier.


“ Kenapa kau melarangku? kau pikir kau siapa? berani melarangku untuk membawa putraku.” Lisa semakin kesal dengan kata-kata Zavier.


“ Apa kau tidak bisa melihatnya? di sini berbahaya, jalanan pun sangat sepi, tidak akan ada taxi yang melintas di sini.” Balas Zavier dengan kesal.


Lisa melihat kesekeliling dan tampak sepi, di pinggir jalan pun banyak pepohonan yang besar dan tanaman liar. Lisa ketakutan dan mulai bingung dengan hati nya.


“ Bagaimana ini? di sini sangat sepi, tidak ada orang yang lewat dari tadi. Aku sangat bodoh, ini kan jalan akses ke Villa Zavier. Jadi mana mungkin orang asing akan masuk ke daerah kekuasaannya.” Batin Lisa.


“ Apa kau berubah pikiran? kau tidak mau turun di sini, setelah tahu kalau ini jalan menuju ke Villa ku.” Dengan bangga.


Lisa hanya terdiam dan nunduk karena malu. Darvi yang terus menggenggam tangan Lisa dari tadi terus memberikan kode pada ibunya agar tidak membuat masalah di saat seperti itu.


Tiba-tiba saja Darvi berkata dengan nada dingin dan menyedihkan. “ Setiap kali kalian bertemu selalu saja berantem. Apa kalian tidak berpikir bagaimana perasaanku punya orang tua yang seperti ini. Tidak harmonis.”

__ADS_1


Kata-kata Darvi menusuk ke dalam hati Zavier dan Lisa. Mereka segera memeluk Darvi dan meminta maaf.


“ Tidak nak, kami tidak seperti itu. Kami hanya,, kami hanya berantem kecil saja. Kau tahu? pepatah bilang kalau sepasang kekasih yang dikit-dikit berantem itu tandanya mereka bahagia. Bahkan lebih langgeng dari pasangan yang terlihat baik-baik saja.” Ujar Lisa dengan tersenyum.


“ Ibu hanya mengada-ngada. Mana mungkin bisa seperti itu. Apa ibu tidak cape setiap bertemu dengan Zavier, ayah! selalu cekcok adu mulut seperti musuh saja.” Balas Darvi dengan dingin.


Lisa bingung harus menjelaskan apa sama Darvi. Karena yang Lisa tahu hanya ingin berpisah dari Zavier dan tidak mau bertemu lagi selamanya. Tapi dunia selalu mendukung mereka berdua untuk tetap bersama. Walau semua orang menentang hubungan mereka, tapi dunia mendukungnya agar tetap bersama dan terus di pertemukan di situasi apapun.


Tibanya di Villa, Lisa enggan turun dari mobil. Darvi yang tertidur lelap pun di gendong Li dan di bawa masuk ke dalam.


Zavier menoleh ke wajah Lisa dan mencoba mengerti apa yang sedang di pikirkan Lisa. “ Apa yang kau pikirkan Lisa? apa aku tidak pantas untuk di maafkan?.” Batin Zavier.


Lisa turun dari mobil dan berjalan menuju hutan, Lisa tidak menyadari kalau hutan itu hutan terlarang dan tidak boleh di masuki orang sembarangan.


“ Berhenti! berhenti di sana Lisa.” Teriak Zavier.


Lisa menoleh dan berusaha menyadari yang ada di sekelilingnya. “ Astaga, kenapa aku bisa ada di sini?.”


“ Apa kau tidak melihat kalau ini hutan terlarang? aku terus meneriakimu beberapa kali, tapi kau malah terus berjalan dan tidak mendengarku.” Zavier segera menghampiri Lisa.


“ Aku, aku. Tadi aku,, tidak mendengarmu.” Dengan terbata-bata.


Tibanya di kamar. “ Istirahatlah, aku akan menyuruh bibi Ann untuk membuat teh hangat untukmu.”


“ Tunggu! Darvi,, Darvi dimana? kenapa dia tidak ada di kamar ini?.”


“ Kau tenang saja, dia putraku. Aku tidak akan menyakitinya, dia sedang tidur di kamar sebelah.”


Beberapa saat kemudian, bibi Ann datang mengetuk pintu. “ Masuklah!.” Saut Lisa.


“ Nyonya, aku membawakan minuman hangat untukmu. Silahkan di minum.” Bibi Ann menyimpan minumannya di meja.


“ Bi? apa bibi baik-baik saja? sudah lama kita tidak bertemu.” Lisa beranjak dan mengahampiri bibi Ann.


“ Aku baik-baik saja nyonya. Saya sudah tua, jadi saya hampir tidak mengenal nyonya yang sangat cantik ini. Tolong maafkan saya nyonya.”


“ Tidak apa-apa, duduklah bi. Ada banyak hal yang mau aku tanyakan pada bibi.”

__ADS_1


“ Apa itu? apa nyonya mau bertanya tentang tuan muda?.”


“ Tidak, bukan itu yang mau kutanyakan.” Bantah Lisa.


“ Ohh,, baiklah.”


Bibi Ann menceritakan semua yang ia ketahui. Termasuk tetang hubungan Zavier dan Mika Fhui.


“ Apa benar yang di katakan bibi Ann, kalau pertunangan Zavier dan Mika ada hubungannya dengan Yuri. Tapi apa, apa yang mereka rencanakan dengan semua ini?.” Batin Lisa.


“ Nyonya, aku akan pergi ke bawah untuk memasak. Nyonya beristirahatlah.”


“ Iya, terima kasih karena bibi mau menceritakan semuanya.”


“ Tidak masalah.”


Lisa membuka lemari pakaian dan terkejut, saat melihat isi lemari itu pakaian wanita semua. Lisa mengambil salah satu pakaian tidur yang pernah di pakainya dulu waktu tinggal di Villa.


“ Baju ini,, ternyata dia masih menyimpannya dengan baik. Bajunya sangat harum.” Dengan senangnya Lisa berdiri di depan cermin dan menatap dirinya dengan kagum.


Krek! Zavier masuk ke kamar dan membawakan perlengkapan Lisa. “ Pakailah, jika kau tidak menyukainya aku akan menyuruh Li untuk membelikannya untukmu.”


“ Tidak perlu, aku akan memakainya.” Balas Lisa.


“ Aku tahu kau belum bisa memaafkanku dengan tulus, tapi kumohon Lisa, jangan pasang muka seperti itu di hadapanku. Karena aku sangat membencinya.” Batin Zavier.


Zavier keluar dengan kesal. “ Tuan, Anda mau pergi ke mana? aku sudah menyiapkan makanan untuk Anda.” Kata bibi Ann.


Zavier pergi dengan segera tanpa merespon bibi Ann. Bibi Ann tahu kalau tuan nya itu sedang kesal jadi tidak berani bertanya lagi.


“ Kau diam di sana, jangan coba-coba mengikutiku.” Zavier memperingati Li.


Li yang ketakutan terdiam tanpa kata, setelah Zavier pergi, Li mendadak sakit dada dan hampir terjatuh. “ Ada apa, apa kau tidak kenapa-napa?.” Bibi Ann mencoba memapah Li ke sofa.


“ Sepertinya tuan sedang marah.” Ujar bibi Ann.


Lisa mendengar percakakapan bibi Ann. “ Marah? siapa yang sudah membuatnya marah?.” Batin Lisa.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2