Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Yang Kejam
Part127


__ADS_3

Di Markas.


Helikopter mendarat dengan selamat di Markas, Zavier bergegas masuk ke Markas dan menyuruh pengawal untuk mengepung Markas, Zavier juga membawa pistol yang di sembunyikan di belakang celananya.


“ Pastikan tidak akan ada yang bisa keluar dari sini.” ujar Zavier.


“ Siap, laksanakan.”


Pengawal itu segera mengepung Markas dan membawa senjata. Li terus mengikuti Zavier untuk keselamatan Zavier, Li menodongkan pistol ke setiap penjuru untuk memastikan tidak ada musuh yang menembak Zavier.


Begitu banyak prajurit yang tewas akibat peperangan itu, Zavier sangat murka karena musuhnya menyerang tanpa bernegosiasi dengannya.


“ Hei! keluarlah, aku tahu kau ada di sini, tempat ini sudah di kepung tiap penjuru jadi menyerahlah.” teriak Zavier.


Balin keluar dengan beberapa pengawalnya yang terlatih dan hebat, mereka memegang senjata dan waspada terhadap Zavier.


“ Balin! katakan padaku dari mana kamu punya keberanian seperti ini? bahkan kau melukai prajuritku.”


“ Itu bukan urusanmu, yang jelas aku akan menghancurkanmu dan keluargamu.”


“ Hahaha! bukan urusanku.” tertawa sinis.


Dor dorrr!


Zavier berhasil menembak Balin tepat di tangannya, Balin sangat kesusahan memegang pistol karena tangannya terluka.


“ Sial! dia curang, bahkan aku tidak sadar kalau dia membawa pistol.” batin Balin.


Pengawal Balin melindunginya dan membawa Balin pergi dari Markas, mereka juga mencuri beberapa senjata yang bernilai jutaan Yuan, senjata yang baru saja selesai di rakit malah di curi oleh Balin, Zavier belum sempat mencoba senjata itu tapi sudah di curi.


“ Bergerak lebih cepat, jangan biarkan satu orang pun keluar dari Markas.” perintah Zavier.


Zavier terus menembak musuh dengan kekuatannya, Zavier berharap kalau Balin tidak akan lolos dari genggamannya. Hampir semua musuh tertembak dan tewas di tempat, Zavier memiliki kesempatan untuk mengejar Balin yang berusaha kabur.


“ Berhenti! kau tidak akan bisa keluar dari sini Balin. Menyerahlah dan ikut denganku, aku pastikan akan bersikap lembut padamu.” dengan tatapan mengerikan.


“ Sial! sudah tidak ada waktu lagi, aku akan mati jika terus seperti ini.” batin Balin.


Balin di kepung dan berada di tengah-tengah, Balin tidak punya pilihan selain mengikuti Zavier, hidup dan mati Balin sudah ada di genggaman Zavier.


“ Tunggu! apa yang kau inginkan Zavier? kau menginginkan nyawaku? maka aku akan berikan padamu sekarang.” Balin menodongkan pistol di kepalanya.


“ Aku tidak berniat membunuhmu, tapi jika kau menginginkannya maka aku akan mengabulkannya.”


“ Jangan mendekat! kalau tidak aku akan menembak kepalaku sendiri.”


“ Baik, katakan padaku siapa yang memerintahkanmu untuk membunuhku? aku rasa aku tidak mengenalmu, di antara kita tidak ada dendam. Mengapa kamu sangat ingin menghabisiku?.”


“ Uang, karena uang. Aku mendapatkan uang jika berhasil membunuhmu.”


“ Oo, jadi kamu kekurangan uang, katakan berapa yang kau inginkan? aku akan memberikannya sesuai kemauanmu.”


Demi mengetahui dalang dari semua itu Zavier bernegosiasi dengan Balin, Zavier berharap Balin akan mengatakan siapa dalangnya dan membuatnya pergi dengan selamat.


Dorrr!


Tapi siapa sangka Balin memilih menembak kepalanya sendiri di bandingkan mendapatkan uang dari Zavier.


“ Tuan dia bunuh diri, bagaimana ini?.” tanya Li dengan panik.


“ Anjing yang begitu setia.” gumam Zavier.


“ Selidiki tubuhnya dengan benar, siapa tahu ada jejak yang dia tinggalkan di pakaiannya.” ucap Zavier.


“ Baik tuan.”


“ Dan ingat, bersihkan tempat ini dan buang mayat musuh ke laut untuk jadi makanan ikan hiu, kubur mayat prajutit yang tewas di bagian barat.”


“ Siap tuan.”


Zavier memberikan pistolnya ke pada Li dan membersihkan bercak darah yang ada di tangannya. Seseorang bersiap menyalakan Helikopter untuk mengantar Zavier ke Villa.

__ADS_1


Sesampainya di Villa, Zavier melihat jam sudah pukul 11:00 malam.


“ Oo tidak, aku terlambat, Lisa pasti memarahiku nanti.” takut.


Zavier mengendap-ngendap masuk ke kamar agar tidak ketahuan Lisa, tapi keadaan di kamar lampu sudah mati, Zavier berpikir kalau Lisa sudah tidur karena lampu sudah mati.


Zavier menutup pintunya dan duduk di ranjang untuk bersiap tidur di dekat Lisa. Lisa yang bersembunyi di balik pintu bersiap menyalakan lampu saat Zavier mau tidur.


“ Ehem! siapa yang mengijinkanmu tidur di situ?.” dengan dingin.


“ Hah! sayang? kamu belum tidur rupanya, hehehe! maafkan aku sayang aku terlambat.” saking paniknya Zavier langsung berdiri dan meminta maaf pada Lisa dengan suara lemah.


“ Kenapa bisa terlambat? apa 4 jam yang aku berikan tidak cukup untuk pergi ke Markas? masalah apa yang membuatmu sampai begitu lama di Markas?.” Lisa mengomel dan menunjuk 4 jarinya untuk mengingatkan Zavier.


“ Sayang, aku benar-benar tidak sengaja, masalahnya tidak sesederhana yang kamu pikirkan.”


“ Oo, aku tahu sekarang kamu pasti berkelahi di sana dan membunuh orang, benarkan?!.” sembarang menebak.


“ Tidak, aku tidak membunuh orang, pengawalku yang menembak mereka, karena mereka mencuri senjata yang baru saja selesai di rakit. Aku di sini sebagai korban, bukan penindas.”


“ Hemm, apa itu benar? kamu tidak sedang berbohong padaku'kan?.”


“ Itu benar sayang, mereka berusaha mencuri senjata milikku, jadi aku tidak bersalah.” dengan sedih.


Lisa terdiam beberapa saat karena merasa bersalah sudah menuduh Zavier yang tidak-tidak, Lisa mendekati Zavier dan menggenggam kedua tangan Zavier.


“ Maafkan aku Zavier, aku sudah menuduhmu yang bukan-bukan, aku pikir kamu akan menyakiti orang yang tidak bersalah, tapi dugaanku salah, kamu memang membela diri dari orang jahat.”


Zavier tersenyum karena Lisa mempercayainya.


“ Terima kasih karena sudah percaya padaku.” ucap Zavier dengan lembut, Zavier menggenggam wajah Lisa dan menciumnya.


Zavier ingin melakukan hal intim dengan Lisa, tapi Lisa menolaknya dengan alasan yang tepat.


“ Sayang, apa aku boleh??.”


“ Itu, aku, maafkan aku Zavier, perutku rasanya sakit setelah terakhir kali melakukan hal itu denganmu. Mungkin saja perutku kram, karena tadi keluar bercak darah.”


Zavier sudah menindih badan Lisa dan bersiap untuk melakukan hubungan intim dengannya.


“ Tidak, mungkin saja datang bulan.” merasa malu.


“ Apa itu datang bulan?? apa semacam darah yang keluar dari hal istimewamu?.” menebak.


“ Iya, tapi itu, aku, aku tidak punya.” Lisa tidak berani melanjutkan ucapannya karena malu.


“ Apa sayang? kamu tidak punya apa? apa kamu membutuhkan sesuatu?.” dengan perhatian.


“ Tidak, aku tidak butuh apa-apa.” balas Lisa dengan tersenyum.


Zavier tertegun dan berkata. “ Tunggu! aku akan kembali dalam 15 menit.” Zavier berlari ke luar.


“ Hei! tunggu! kamu mau ke mana?.” tanya Lisa.


Zavier tidak menjawab pertanyaan Lisa dan malah pergi begitu saja.


“ Li, bangun dan antar aku pergi.” ujar Zavier.


Li terkejut dan segera bangun setelah melihat Zavier.


“ Tuan, apa Anda membutuhkan sesuatu?.” tanya Li dengan panik.


“ Iya, aku ingin kamu menjawab pertanyaanku. Apa yang di butuhkan seorang wanita yang sedang datang bulan?.”


“ Datang bulan? seperti apa itu tuan, apa bisa bulan datang ke wanita?.” tidak tahu apa-apa dan bodoh.


“ Dasar bodoh! bukan begitu maksudnya, tapi wanita akan datang bulan setiap bulannya. Apa kamu mengerti?.” Zavier memukul kepala Li dengan kesal.


Li menggelengkan kepalanya dengan polos.


“ Dasar tidak berguna, cepat kemudikan mobilnya dan cari Super Market terdekat.”

__ADS_1


“ Baik tuan.”


“ Untuk apa tuan pergi ke Super Market? apa nyonya membutuhkan sesuatu?.” batin Li.


Setelah lama mencari Super Market yang masih buka, untungnya masih ada yang buka.


Zavier turun dan masuk ke Super Market.


“ Maaf tuan, kami akan tutup jadi tidak menerima pengunjung lagi.” ujar pelayan Super Market.


“ Aku tidak akan lama di sini, bisa kamu beritahu aku di mana tempat yang biasanya di gunakan wanita saat datang bulan? aku membutuhkannya sekarang.” Zavier bertanya pada pelayan wanita.


Pelayan wanita itu malah tercengang setelah tahu kedatangan Zavier ke Super Market.


“ Hallo! apa kamu bisa mendengarku?.”


“ Ahh, iya tuan, di sebelah sana, aku akan menunjukannya pada Anda.” pelayan itu tersipu malu melihat ketampanan Zavier.


Zavier mengikuti pelayan itu.


“ Di sini tuan, semuanya sama hanya berbeda merek dan bentuk saja. Tuan menginginkan bentuk seperti apa? ada sayap apa tanpa sayap? yang panjang atau yang sedang?.” pelayan itu melayani Zavier dengan sopan.


“ Li, kemarilah.” teriak Zavier.


“ Iya tuan.”


“ Pilihlah salah satu dari itu, aku benar-benar tidak mengerti, begitu banyak bentuk dan ukuran, aku tidak tahu apa yang di butuhkan Lisa.” Zavier menepuk jidatnya.


Li malah berdiri dengan gemetar karena tidak tahu apa-apa.


“ Kenapa malah diam? cepat pilih!.” bentak Zavier.


“ Baik tuan.”


“ Bagaimana dengan yang ini? ini sangat unik dan ada sayapnya, mungkin saja nyonya menyukainya.”


Pelayan itu tertawa melihat kelakuan kedua pria yang begitu aneh, tapi setelah melihat Li memperlakukan Zavier yang tidak biasa pelayan itu ketakutan dan menghormati Zavier karena merasa ada yang aneh.


“ Sudah, bawa setiap barang ada di sini, aku mau semuanya, biarkan Lisa yang memilihnya nanti di Villa.”


“ Baik tuan.”


Pelayan itu mengambil setiap pembalut yang berbeda merek dan ukuran.


“ Lisa pasti menyukainya, karena aku tahu apa yang dia butuhkan sekarang. Aku sudah tidak sabar ingin melihat ekspresinya akan seperti apa setelah tahu kalau suaminya sangat baik dan mengerti apa yang di butuhkannya.” batin Zavier dengan senang.


Tibanya di Villa.


Zavier membawa begitu banyak barang dan membuka pintu kamar.


“ Sayang, lihat apa yang aku bawa untukmu.” Zavier menyimpan barangnya di meja.


Lisa mengecek isinya dan terkejut. “ Ini, ini apa sayang?.” Lisa tidak bisa berkata apa-apa dengan kelakuan suaminya.


“ Aku tahu kamu pasti membutuhkan ini, aku sengaja pergi ke Super Market membelinya untukmu.” dengan bangga.


“ Tapi, ini terlalu banyak, kamu membeli ini untuk di jual lagi atau untuk di pakai aku.” Lisa tercengang.


“ Tentu saja untuk di pakai kamu. Kamu tahu tidak, aku sangat kesulitan mendapatkan ini, untung saja ada pelayan wanita yang memberitahuku.”


Lisa tertawa mendengar cerita Zavier yang lucu dan terlihat bodoh.


“ Ada apa, kenapa tertawa?.” dengan sedih.


“ Tidak, aku berterima kasih banyak padamu suamiku yang baik karena sudah membeli pembalut sebanyak ini.”


“ Sama-sama, apa rasa cintamu bertambah untukku? karena aku sudah melakukan hal yang tidak bisa di lakukan pria lain.”


“ Hahaa! iya tentu saja.”


Lisa mencium Zavier sebagai tanda terima kasih.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2