
Zavier mengalihakn pembicaraan dan ingin segera pergi ke kediaman Sanjaya.
“ Istriku, aku rasa kita harus segera pergi dari sini, mungkin ayah dan ibuku sedang menunggu kita di sana.”
“ Hah, apa maksudmu? apa kita akan pergi ke kediaman Sanjaya?.” Lisa tampak ketakutan mendengar kediaman Sanjaya.
“ Sayang, jangan takut aku tidak akan biarkan siapun menyakitimu, sekalipun itu ibuku sendiri. Tidak boleh ada yang menindas istriku lagi, aku berjanji padamu dengan nama Tuhan.” Zavier meyakinkan Lisa agar mau pergi bersamanya.
“ Iya baiklah, aku percaya padamu.” balas Lisa.
“ Kita akan pergi ke kediaman Sanjaya, untuk apa ayah membawa kami ke sana? bukankah dia bilang akan membawa kita pergi liburan, inikah yang di sebut liburan. Astaga ayah, apa kau mengira kalau liburan kali ini akan berjalan lancar, aku takut ibu kenapa-kenapa jika harus pergi menemui kakek nenek yang tidak menyukai ibu.” batin Darvi dengan khawatir.
“ Oo iya teman, aku akan pergi membawa istriku bersama anak-anakku, dengan berat hati kami akan meninggalkanmu di sini, tolong maafkan ketidak sopanan kami.” berpura-pura baik.
“ Ah, Anda terlalu sungkan tuan, itu salahku datang di waktu yang tidak tepat. Kalau begitu aku akan pergi ke sekolah, kebetulah aku seorang guru di School Internasional Yongsan. Kita akan bertemu lagi di lain waktu, sampai jumpa!.” Andra melambaikan tangan dan pergi.
“ Jangan lupa untuk datang ke Villa! aku akan menunggumu jadi jangan buat aku sedih Senior.” teriak Lisa.
Andra menganggukan kepalanya dan masuk ke mobil.
“ Ayah apa kita akan pergi menemui kakek nenek?.” tanya Darvi.
“ Iya Darvi, semalam nenek berkata pada ayah kalau dia merindukanmu. Jadi patuhlah dan ikut bersamaku.”
“ Ayah terlalu sinis padaku, membuatku tidak bisa menolak permintaannya.” batin Darvi dengan perasaan kecewa.
“ Puy, kamu pergi ke perusahaan saja untuk mengecek data setelah itu pulang, kamu tidak perlu bekerja terlalu keras, kau sudah bekerja dan menjaga anak-anakku.” ucap Lisa.
“ Itu bukan apa-apa nyonya, aku senang melakukannya jadi jangan cemaskan aku, Anda harus tetap sehat dan tidak boleh kerja terlalu lelah, aku khawatir akan kesehatanmu.” jawab Puy.
“ Baiklah, terima kasih Puy.”
“ Sama-sama nyonya.”
Di kediaman Sanjaya.
__ADS_1
Semua orang tampak sibuk mempersiapkan pertunangan Brian dan Mika Fhui, Brian tidak menyadari kalau dirinya akan di jodohkan dengan Mika.
Tuan Sanjaya sengaja membiarkan Brian keluar dari penjara bawah tanah, dengan adanya Brian itu akan menguntungkan bagi perusahaan Sanjaya.
“ Aku tidak menyangka kalau Brian akan jadi pion untuk perusahaan agar tetap berjaya, itu akan menyulitkanku untuk memisahkan Zavier dari Lisa, siapa yang harus aku percaya setelah Mika. Aku harus mencari wanita kaya raya untuk membuat pernikahan Zavier dan Lisa berantakan.” batin nyonya Ratih penuh dengan rencana kejam.
“ Ibu katakan padaku kenapa ayah membebaskanku tanpa sarat? apa ini ada hubungannya dengan Zavier?.” tanya Brian.
“ Itu benar, Zavier membantumu keluar dari penjara bawah tanah, bahkan ayahmu juga menjanjikanmu 40% saham perusahaan jika kamu mau mendengar perintahnya.”
“ Apa ayah sebaik itu? apa yang membuat ayah berubah pikiran sampai memberikanku sebanyak 40% saham. Apa perintahnya sangat sulit untuk di kerjakan?.”
“ Mungkin seperti itu, perintahnya tidak sesederhana yang kau pikirkan Brian, nanti kamu akan tahu saat ayahmu mengatakannya secara langsung padamu.” dengan sedih.
“ Tidak biasanya ibu bersikap seperti itu, apa yang ayah rencanakan untukku, apa itu benar akan sulit?.” batin Brian dengan gelisah.
“ Istriku, apa putramu sudah siap? cepat turun ke bawah sebentar lagi Zavier dan cucu kita akan sampai.” ujar tuan Sanjaya.
“ Iya suamiku, sebentar lagi kita keluar.” teriak nyonya Ratih dari dalam kamar.
“ Brian cepatlah pakai pakaianmu dengan rapih, ibu tidak mau melihatmu berantakan hari ini, ibu akan menunggumu di luar.”
“ Jangan membantah perintahku kalau kamu masih ingin hidup dengan baik, cepat lakukan sesuai perintahku.” memperingati.
“ Ibu, kau, kau sangat kejam padaku, kau tega memperlakukan aku seperti budak kalian.” gumam Brian.
“ Brian maafin ibu nak, ibu sungguh tidak bermaksud melakukan ini padamu, andai kamu tahu kalau semua yang aku lakukan demi kebaikanmu sendiri.” batin nyonya Ratih dengan sedih.
Nyonya Ratih turun ke bawah dan menunggu di sofa.
Tidak lama kemudian Zavier tiba di kediaman Sanjaya.
“ Ayah ibu apa kalian lama menunggu kami?.” sapa Zavier.
“ Tidak begitu, duduklah, sebentar lagi kita akan pergi sekarang.” ujar tuan Sanjaya.
__ADS_1
“ Di mana kakak, apa dia sudah siap?.”
“ Aku di sini, maafkan aku karena telah membuat kalian menunggu lama.” jawab Brian dari atas.
“ Kakak, lihatlah dirimu, betapa tampannya saat mengenakan pakaian rapih seperti ini. Kamu benar-benar keren kakak, aku sangat kagum sekali” menyanjung agar Brian tidak tegang.
“ Apa yang kau katakan Zavier, aku tahu kau sedang menjilatku, katakan padaku ada apa ini sebenarnya? apa yang sedang di rencanakan ayah untukku.” bisik Brian.
Zavier tertegun saat tahu kalau Brian belum mengetahui rencana ayahnya. “ Jadi ayah belum memberitahu kakak yang sebenarnya, ibu juga tidak memberitahunya. Aku tidak boleh mengacaukan rencana ayah, kalau Brian sampai tahu dia pasti akan kabur dan menentang perintah dari ayah.” batin Zavier.
“ Kakak apa yang kau katakan, aku sama sekali tidak mengerti maksudmu. Ayah dia juga belum memberitahuku, hahaha.” Zavier pura-pura tidak tahu apa-apa.
“ Jangan berbohong padaku Zavier, ibu memberitahuku kalau semua ini ada hubungannya denganmu.” Brian melirik ibunya.
Tatapan tuan Sanjaya sangat menakutkan sehingga Brian tidak berani bicara lagi, karena tidak mau rencananya gagal tuan Sanjaya memerintahkan pengawalnya untuk segera bersiap.
“ Pengawal, siapkan mobil untuk kami.” ujar tuan Sanjaya.
“ Baik tuan.”
“ Semuanya cepat bersiap, kita akan pergi sekarang, aku tidak punya waktu banyak untuk hari ini, jadi aku harap kalian tidak akan membuatku kecewa, kalau ada yang membuat masalah aku tidak akan segan untuk menghumnya dengan 30x cambukan. Apa kalian mengerti?!.” mengancam.
Semua orang menganggukan kepalanya dan patuh pada tuan Sanjaya.
“ Apa tuan Sanjaya sekejam ini? bahkan pada keluarganya sendiri dia bersikap tidak berperasaan seperti ini, tidak heran kalau keluarga Sanjaya terkenal dengan kesombongan dan kekejamannya.” batin Lisa dengan heran.
Nyonya Ratih meminta agar Darvi bisa duduk di mobil yang sama dengannya, tapi tidak dengan Laura, nyonya Ratih tidak sudi menatap Laura walau hanya sekejap. Lisa merasa sakit hati karena Laura di abaikan oleh nyonya Ratih, Lisa memeluk Laura di mobil yang sama dengan Zavier.
Awalnya Darvi ingin menolak permintaan nyonya Ratih, tapi Lisa membuat Darvi patuh agar tidak membuat masalah dalam acara penting keluarga Sanjaya.
“ Aku terpaksa menuruti keinginann nenek, aku tidak mau ibu di salahkan hanya karena aku tidak dekat dengan nenek ku. Ibu, sebenarnya aku tidak membenci siapapun, tapi jika ada orang yang berani membencimu bahkan sampai melukaimu aku tidak akan segan membalas perlakuan mereka padamu.” batin Darvi.
“ Ibu??.” Laura cemas karena tidak di terima di keluarga Sanjaya.
“ Tidak apa, bibi Lisa ada di sini bersamamu Laura.” Lisa menenangkan Laura.
__ADS_1
“ Aku tidak menyangka anak sekecil ini bisa merasakan kalau orang di sekitarnya tidak menerimanya, kasihan sekali kamu Laura, anak yang malang, walau dia bukan anakku tapi perasaan ini sangat dalam ketika melihat Lisa begitu menyayanginya.” batin Zavier.
BERSAMBUNG