
Di kediaman lisa
darvi membawa lisa masuk ke dalam rumah karna hari sudah gelap.
"DARVI, KAMU TIDURLAH! IBU JUGA AKAN TIDUR KARNA UDAH SANGAT NGANTUK." ujar lisa
"BAIK, BU." saut darvi sambil pergi ke kamarnya
Di kediaman zavier
zavier terduduk di sofa dan sibuk mengerjakan berkas-berkas yang sangat penting bagi perusahaan sanjaya.
"TUAN, AKU SUDAH MENDAPATKAN DATA LENGKAP TENTANG LISA." asisten li masuk dan mendekat ke samping zavier.
"BENARKAH?." zavier sangat senang karna asisten li sudah berhasil mendapatkan informasi tentang lisa dan darvi.
" TAPI MAAFKAN AKU TUAN, AKU TIDAK BISA MELACAK DATA DARVI YANG SEBENARNYA, KARNA DI DALAM DATA LISA, LISA HANYA PERNAH MENIKAH SATU KALI AJA, DAN TIDAK MENIKAH LAGI." asisten li menyerahkan data nya dan memperlihatkan ke pada zavier.
"APA? KENAPA MASALAH SEPELE AJA KAMU TIDAK BISA, AKU HANYA MEMINTAMU MENCARIKAN DATA LENGKAP TENTANG DARVI, KARNA AKU INGIN TAU SIAPA AYAH KANDUNGNYA." zavier sangat marah karna asisten li tidak berhasil mendapatkan data darvi yang lengkap.
"MAAFKAN SAYA, TUAN." asisten li ketakutan karna zavier sangat marah padanya dan kecewa atas kinerja asisten li.
asisten li sangat takut kalau dirinya akan di pecat dan akan di binasakan oleh zavier, karna zavier tidak puas dengan tugas yang di kerjakan asisten li.
"Bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan agar kemarahan tuan bisa mereda, dan tidak meluap-luap. aku sangat takut melihat wajah tuan yang yang seram itu, bagaimana ini? hiks hiks." gumaman asisten li dalam hatinya sambil mengusap air mata ketakutan itu.
"TUAN.." asisten li mencoba untuk menenangkan hati zavier yang sedang marah dan emosi.
"ENYAHLAH!." zavier melirik asisten li dan menyuruhnya pergi.
"BAIK, TUAN." asisten li lari terbirit-birit karna takut sama zavier.
__ADS_1
Di kediaman lisa.
lisa bangun pagi-pagi sekali karna hendak ingin pergi ke makan ibu dan ayahnya.
"DARVI, KAMU MAKAN SENDIRI YA, IBU AKAN PERGI SEKARANG JUGA KARNA IBU PUNYA URUSAN YANG HARUS IBU URUS." lisa menyuruh darvi makan karna lisa ingin pergi menjenguk orang tua nya.
"BAIK, IBU." darvi menuruti perkataan lisa dan tidak bertanya lagi.
"ASISTEN PUY, TOLONG JAGA DARVI BAIK-BAIK YA!." lisa menyuruh asisten puy menjaga darvi karna lisa akan pergi sebentar.
"BAIK, NONA." saut asisten puy
lisa pergi sendiri tanpa di temani siapa pun, di perjalanan lisa terus melamun memikirkan nasib darvi yang terus di gantung karna tidak mempunyai sosok seorang ayah yang di inginkan darvi dari dulu.
tak lama kemudian sampai di makam orang tuanya, lisa berjalan sambil tersrnyum di atas luka nya dan membawa karangan bunga yang indah untuk di berikan pada orang tuanya itu.
"Ibu, apa kabar? apa ibu sama ayah bahagia melihat aku dan darvi hidup seperti ini? aku sangat merindukan mu ibu." lisa terduduk dan menangis di batu nisan orang tuanya.
"Karna zavier sangat jahat dan kejam padaku, aku takut jika zavier tidak akan menyayanginya, ibu aku sangat butuh kalian di sini untuk menjaga darvi dari orang jahat yang ingin menyakitinya." lisa terus bergumam sambil menangis.
lisa tidak mengetahui kalau zavier ada di situ juga, dan mendengar semua perkataan yang di ucapkan lisa barusan, zavier tertegun ketika mendengar kalau darvi adalah anak nya dan lisa sudah berbohong padanya dengan identitas darvi yang sebenarnya.
zavier sangat senang ketika mendengar kalau darvi adalah putranya, tapi zavier sangat marah pada lisa karna lisa sudah menutupi dan membawa darvi jauh darinya, bahkan lisa tidak memberitahunya kalau darvi adalah anaknya.
"Aku sangat senang akhirnya kau akan jujur tentang darvi, tapi aku sangat kecewa karna kamu telah memisahkan aku dari putra kandungku, lisa aku akan membuatmu membayar atas apa yang kau lakukan padaku dan putraku." gumaman zavier dalam hatinya dengan sangat marah dan hendak ingin pergi menghampiri lisa.
zavier menghampiri lisa dan berdiri di belakangnya, lisa sama sekali tidak sadar kalau di belakangnya ada zavier yang tengah marah itu.
seketika lisa bangun dari makam orang tuanya dan menyimpan bunga tersebut, lisa terus menangis sampai-sampai lisa tidak sadar kalau dirinya menabrak zavier yang tengah berdiri tegak itu, Bruk.. lisa menabrak zavier sampai lisa terjatuh.
"Hahh?!." lisa merasa heran karna di depannya ada seorang pria yang tengah berdiri.
__ADS_1
"KAU! APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI?." lisa ketakutan karna zavier melihat lisa dengan tatapan yang seram membuat lisa gemetar.
"APA? KENAPA AKU TIDAK BOLEH DI SINI HAH?." zavier berkata dengan nada yang dingin.
"AH, ANU." seketika lisa jadi gugup dan membatu karna lisa takut kalau zavier mendengar perkataannya tadi.
"KENAPA? BUKAN KAH TADI KAMU BERKATA SANGAT LANCAR, KENAPA SEKARANG SEPERTI KELINCI YANG TAK BERDAYA GITU?." zavier melirik lisa sangat dingin dan cuek.
"TI, TIDAK. AKU, AKU." ucapan lisa terbata-bata karna takut, kemudian lisa bangun dan berdiri.
"KENAPA BARU SEKARANG KAU MENGATAKAN YANG SEBENARNYA? KALAU AKU TIDAK DI SINI SEKARANG, MUNGKIN AKU TIDAK AKAN MENDENGAR APA YANG SEBENARNYA TERJADI DI ANTARA KAU DAN AKU." zavier sangat marah dan wajah nya suram.
"Apa? jadi dia sudah mendengar semua yang aku katakan tadi, berarti zavier sudah tau kalau darvi adalah anak kandungnya." lisa sangat bingung karna yang ia takutkan akan terjadi sebentar lagi.
zavier menarik tangan lisa dan membawanya pergi masuk ke dalam mobilnya, lisa berusaha berontak tapi zavier terus menghadang lisa dan memegang tangan lisa dengan sangat erat.
"KAU, LEPASKAN TANGANKU! ZAVIER, LEPASKAN." lisa berteriak dan memberontak.
zavier menarik lisa dan menahan tangannya di depan mobil, Brak.. zavier melemparkan lisa, kemudian zavier mencium lisa dengan paksaan, lisa berusaha berontak.
"UM.. AHH.." lisa berusaha melepaskan diri dari ciuman zavier, tapi zavier sangat kuat.
zavier melepaskan ciumannya dan nunduk kemudian melihat wajah lisa yang sedang menangis, zavier merasa sakit hati ketika lisa bercucuran air mata dan membasahi pipi cantiknya itu.
zavier memeluk lisa dengan sangat erat dan mengelus rambut lisa, lisa merasa sangat hangat ketika zavier mengelus rambutnya.
"Terima kasih. karna kamu sudah memberiku seorang putra yang sangat lucu dan imut sepertiku, aku percaya kalau kau tidak akan pernah menghianatiku, lisa." gumaman zavier dalam hatinya dengan hati yang senang dan bahagia.
seketika zavier teringat kalau lisa sudah berbohong padanya, dan sudah menjauhkan dirinya dari putra kandungnya, darvi.
BERSAMBUNG
__ADS_1