
Di kediaman tuan Fhui.
Tuan Fhui dan nyonya Fhui sedang sarapan pagi bersama Mika fhui.
“ Tuan, di luar ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.” ujar pelayan menyampaikan dengan pelan.
“ Siapa? katakan padanya aku tidak ingin menemui siapapun, suruh dia pergi dari sini.” tuan Fhui tidak mau acara makan bersama Mika terganggu oleh siapapun
“ Baik tuan.” pelayan itu pergi.
Tidak lama kemudian pelayan kembali dengan wajah bengkak dan memerah.
“ Apa kamu tidak mendengarkanku, aku tidak mau menemui siapapun, kenapa kamu malah kembali lagi, mengganggu saja.” Prang! tuan Fhui marah besar dan melemparkan piring yang sedang dia makan.
“ Tuan tapi dia.” pelayan ketakutan dan tidak tahu harus berkata apa.
“ Tuan Fhui, lama tidak berjumpa. Aku pikir setelah terakhir kita bertemu kamu masih sehat, tapi kenapa sekarang kamu tampak sakit seperti orang kurang makan.” ucap tuan Sanjaya sambil berjalan menuju ke arah meja makan.
Tuan Fhui dan nyonya Fhui terkejut dengan kedatangan tuan Sanjaya yang tiba-tiba, tidak hanya itu Zavier dan Lisa berjalan bahkan ada Brian juga di belakangnya. Mika berhenti makan dan berdiri dengan tercengah.
“ Dia? ada apa ini, kenapa mereka semua datang menemui ayahku? apa sesuatu terjadi di antara ayah dan tuan Sanjaya?.” batin Mika.
“ Tuan Sanjaya, apa maksud kedatangan Anda kemari pagi-pagi buta begini? bahkan kamu memboyong onggota keluargamu untuk masuk ke kediamanku.” tidak senang.
“ Tenanglah tuan Fhui, tidak perlu panik seperti itu, kedatanganku kemari dengan maksud baik dan tertentu.”
“ Oh, apa itu? apa tuan Sanjaya lupa jika ada masalah bisnis kau harus menghubungiku terlebih dulu sebelum datang ke kediamanku.”
“ Ini salahku tuan Fhui, tolong jangan masukkan ke hati ketidak sopanan kami.”
“ Baiklah, kalian boleh duduk di ruang tamu, silahkan. Aku terpaksa menyambut kedatangan kalian, karena aku tidak mau di sebut orang jahat oleh kalian.” tuan Fhui membawa keluarga Sanjaya untuk duduk di sofa.
“ Terima kasih atas kebaikanmu tuan Fhui.” balas tuan Sanjaya.
“ Tua bangka ini, berani-beraniya dia bersikap sombong di hadapanku, tanganku sangat gatal ingin memukul wajah si tua bangka ini.” batin Zavier dengan kesal.
Lisa melihat amarah yang di tunjukan Zavier dari ekspresinya, Lisa langsung menggenggan tangan Zavier dan mengingatkan akan rencana ayahnya.
“ Suamiku, tenang, tahan emosimu.” bisik Lisa.
Zavier langsung sadar dan hanya bisa menggenggam tangan Lisa.
__ADS_1
“ Ada apa dengan 2 orang ini? apa dia berniat menunjukan keromantisan mereka di depanku, Cih! dasar sepasang kekasih jalang, cepat atau lambat kalian pasti akan cerai, karena wanita jalang ini sungguh tidak pantas untuk Zavier, dia lebih pantas denganku bukan denganmu.” batin Mika dengan penuh iri dengki.
“ Seperti biasa, Mika menatapku dengan tatapan seperti itu, tapi aku tidak boleh kalah darinya sekarang aku sudah sah jadi istri Zavier, tidak boleh ada orang yang ingin menghancurkan rumah tanggaku. Lihat bagaimana aku membuatmu kesal hari ini Mika Fhui.” batin Lisa dengan bangga.
“ Silahkan kalian duduk, aku akan menyuruh pelayan untuk buatkan minuman.” ujar tuan Fhui.
“ Pelayan, buatkan minuman untuk tamu hari ini.”
“ Baik tuan.”
Nyonya Fhui duduk di sebelah tuan Fhui, Mika juga tidak jauh dari orang tuanya.
“ Istriku, duduklah, hati-hati perutmu pasti tidak enak ya?.” Zavier bekerja sama dengan Lisa untuk membuat Mika marah.
“ Tidak apa, aku baik-baik saja. Kamu tidak perlu khawatirkan aku.” Lisa menyentuh tangan Zavier dan duduk di dekatnya.
“ Mereka pasti sengaja membuat Mika marah, kurang ajar berani-beraninya dia berbuat seperti itu pada calon menantuku.” nyonya Ratih tidak bisa menahan amarahnya dan hendak berdiri untuk memarahi Lisa, tapi tuan Sanjaya menepuk paha nyonya Ratih agar duduk dengan patuh.
“ Aku ceroboh sekali, bahkan aku baru saja akan memarahi Lisa di depan semua orang, suamiku pasti tidak akan memaafkan aku jika aku mengacaukan rencananya. Wanita ini benar-benar pembawa sial, lihat betapa tidak beruntungnya aku saat bertemu dengannya.” batin nyonya Ratih dengan kesal.
“ Astaga, lihat betapa merahnya mata ibu mertua karena tidak bisa memarahiku saat ini. Tapi apa peduliku, aku tidak salah dan tidak menyinggungnya kenapa dia harus marah sampai seperti itu. Benar-benar mertua aneh.” batin Lisa dengan tenang.
“ Hahaha, di lihat dari ekspresinya sepertinya bibi Ratih masih belum menyukai wanita jalang itu, karena dia berpihak padaku itu akan menguntungkanku. Cepat atau lambat Zavier akan jadi milikku, aku akan menendang wanita jalang itu dari muka bumi ini, dengan begitu aku akan hidup bahagia dengan Zavier.” batin Mika sambil menyeringai.
“ Tuan Fhui, ada yang harus saya sampaikan padamu, ini sangatlah penting.” ujar tuan Sanjaya mengisyaratkan.
“ Baik, ikuti aku ke ruangan baca.” balas tuan Fhui.
“ Nyonya Ratih, apa yang kalian inginkan dengan berkunjung ke kediamanku? apa karena perjodohan yang tempo lalu?.” tanya nyonya Fhui bersemangat.
“ Hah, iya, itu aku.”
“ Woah! Anda benar-benar hebat nyonya, aku tidak menyangka kalau tebakanmu bisa benar.” Zavier memotong kata-kata nyonya Ratih tanpa perasaan.
“ Apa? jadi tebakanku benar? astaga mimpi apa aku semalam sampai ada kabar bahagia datang pada putriku.” nyonya Fhui masih tidak percaya dengan ucapannya.
“ Apa-apaan ini? apa Zavier akan di jodohkan dengan wanita jalang ini, apa dia tidak sadar kalau dia sudah punya istri?.” batin Brian dengan kesal.
“ Zavier, apa yang kau lakukan? dia wanita murahan wanita jalang, dia tidak pantas untukmu kenapa kamu mau dengannya?.” bentak Brian.
“ Hei! perhatikan kata-katamu, siapa yang kau sebut wanita jalang? apa kau pikir kalau wanita yang ada di sampingnya itu wanita suci, dialah yang jalang, bukan aku.” Mika emosi karena di singgung oleh Brian.
__ADS_1
“ Dasar kamu nenek lampir, kamu menghina ibuku, kamu jahat! aku tidak akan memaafkanmu. Aku benci kalian semua, kalian sudah menyakiti hati ibuku.” Darvi berdiri tegak dan menunjuk ke arah Mika dan nyonya Fhui.
“ Darvi sudah, jangan ikut campur masalah orang dewasa, lebih baik kamu diam saja. Ini tidak baik untukmu.” nyonya Ratih menarik Darvi tanpa perasaan.
“ Diam! aku sudah besar, siapapun yang berani menyakiti ibuku aku tidak akan membiarkan kalian hidup dengan tenang.” kata-kata Darvi sangat menakutkan di telinga.
“ Darvi, kamu tidak apa nak? bangunlah ibu di sini bersamamu.” Lisa merebut Darvi dari genggaman nyonya Ratih.
“ Dasar kamu bocah kecil, berani sekali mengatakan kalau aku nenek lampir, kamu sama saja dengan ibumu wanita jalang, bahkan lebih rendah dari seorang pelayan.” teriak Mika dengan murka.
“ Huaahh, hiks hiks hiks! kalian jangan bertengkar lagi aku takut.” Laura menangis histeris dan tidak sanggup mendengar pertengkaran orang dewasa.
Lisa menyingkirkan Darvi ke hadapan Zavier, Lisa maju ke depan dengan penuh keberanian.
“ Apa yang baru saja kamu katakan Mika? apa kamu sengaja menghina putraku di depan mata kepalaku sendiri? apa kamu tahu akibat dari mengganggu keluargaku? hahaha, aku pikir kamu akan berubah setelah musibah yang menimpamu, tapi tidak di sangka kamu begitu tidak tahu malu dan berkulit muka tebal.” Lisa menggertak Mika, Mode iblis aktip.
“ Apa? apa yang baru saja kamu katakan, kamu sengaja menghinaku! jelas-jelas itu semua ulah kamu, karena kamu aku terjebak dan melakukan hal kotor dengan bajingan itu.” Mika menunjuk ke arah Brian.
“ Wanita kurang ajar! jelas-jelas kamu yang menjebakku dan membuatku mabuk sampai tidak sadarkan diri, bahkan kamu sengaja memasukan obat perangsang di minumanku. Kamu'lah wanita jalang yang sesungguhnya. Plak!.” Brian sudah menyimpan dendam pada Mika selama 2 minggu lamanya, bahkan satu pukulan saja tidak cukup baginya untuk meluapkan kekesalannya.
Zavier menarik Lisa dan membawa Darvi keluar bersama Laura, Zavier tidak ingin anak-anaknya mendapatkan pengaruh buruk dari orang gila seperti mereka.
“ Li, antar Darvi dan Laura pulang.”
“ Baik tuan.”
“ Tidak, aku tidak mau pulang jika ibu tidak ikut bersamaku, aku menolak untuk pulang.”
“ Darvi ayah tahu kamu khawatir pada ibumu, tapi ayah ada di sini tidak akan ada orang yang berani menyakiti ibumu.”
“ Kau bohong, tadi kamu membiarkan nenek lampir itu menghina ibuku sampai mencaci-makinya. Kamu tidak bisa melindungi ibu, kamu tidak berguna.” teriak Darvi dengan kesal.
“ Tidak, kamu salah lihat, itu tidak benar, ayah ingin melindungi ibu tapi kamu tahu sendiri kalau ibumu sudah kuat dan berani sekarang, jadi ayah akan melihat kehebatan ibumu saja, jika ibumu tersakiti maka ayah akan bergerak dengan cepat.”
“ Untuk apa? untuk apa kamu menunggu sampai ibuku di hina orang lain, apa kamu tidak mengerti perasaan ibuku?.” Darvi pura-pura kuat dan marah pada Zavier, tapi Darvi tidak bisa berbohong kalau dirinya ingin menangis untuk ibunya.
“ Bocah nakal! sudah tahu cengeng masih saja bersikap berani ingin melindungi ibumu, begitu saja sudah nangis. Sudahlah, jangan pura-pura kuat di depan ayah, ayah tahu kamu menyayangi ibu begitupun denganku, jadi ayah harap Darvi bisa patuh dan mendengarkan perintah ayah. Ok?.” Zavier memeluk Darvi.
“ Hiks hiks, kau harus berjanji padaku jangan buat ibu sedih, kalau tidak aku tidak akan pernah memaafkanmu.” Darvi menangis setelah di peluk ayahnya.
“ Iya, ayah berjanji padamu.” Zavier dan Darvi saling berjanji dengan jari kelingking.
__ADS_1
BERSAMBUNG