
Di dalam kamar yang sama.
" Kamu jangan gugup seperti itu Lisa, kamu cukup menutup matamu dan Nikmatilah dengan baik." Ujar Zavier sambil memegang wajah Lisa.
Lisa menutup matanya dan Menikmati Bercintanya dengan Zavier. Zavier berusaha keras dan melakukan yang terbaik agar Lisa merasa nyaman dan puas.
1 jam kemudian Percintaan pun selesai sudah.
Lisa sangat tersiksa karena Zavier terlalu kuat, membuat Lisa kelelahan dan kakinya pun kaku tidak bisa di gerakan, Lisa berusaha berdiri untuk pergi ke kamar mandi, kakinya pun semakin gemetar dan tidak bisa berjalan, sampai-sampai Lisa terjatuh di pangkuan Zavier.
" Apa kau baik-baik aja?." Tanya Zavier.
" Iya, aku mau ke kamar mandi, tapi kaki ku gemetar dan lemas." Lisa memelas.
Zavier langsung menggendong Lisa dan membawanya ke kamar mandi. Lisa Canggung karena dirinya masih belum memakai pakaian apapun, Zavier membantu Lisa mandi, mulai dari membasahi rambut di kasih sampo lalu di bilas hingga bersih.
" Sudah selesai. Apa kau mau aku membantumu membersihkan bagian istimewamu?." Tanya Zavier.
" Tidak perlu, itu sudah cukup. Terima kasih." Lisa sangat Panik karena Zavier selalu membuat Jantungnya berdebar kencang dengan tatapannya.
" Aku keluar dulu, kau bisa lanjutkan mandinya jika kau tak butuh bantuanku lagi." Zavier.
" Iya." Lisa mengangguk.
Lisa merasa lega karena Zavier keluar dari kamar mandi, tapi Lisa tak bisa berjalan karena lemas. Lisa pun berusaha agar dirinya bisa berjalan dan tidak menyusahkan Zavier lagi.
Bruukk!
Lisa terjatuh lagi di kamar mandi karena licin, Zavier mendengar teriakan Lisa langsung pergi ke kamar mandi dan membawa Lisa keluar.
Zavier menidurkan Lisa di ranjang tanpa pakaian, tak di sangka, ternyata Zavier sudah memesan pakaian buat di pakai Lisa selama nginap di Kediaman Sanjaya. Lisa tersentuh dengan apa yang di lakukan Zavier padanya, sangat hangat dan membuat Lisa merasa nyaman.
" Pakailah baju ini, besok aku akan beli buat kamu. Jadi ini untuk sementara aja." Ujar Zavier.
" Bukankah ini juga kamu yang memebelikannya?." Tanya Lisa dengan bingung.
" Tidak, itu bukan untukmu, tapi untuk Mika Fhui. Ibu yang membelikannya, jadi aku sengaja meminjamnya untukmu." Ucap Zavier.
__ADS_1
" Kalau gitu, tidak perlu. Aku masih bisa memakai pakaianku sendiri, kau bisa menyimpannya kembali." Lisa sangat kecewa karena salah paham pada Zavier, dan mengira Zavier lah yang sengaja membelikan untuknya.
" Tapi bajumu kotor, bahkan kau tidak mengganti pakaianmu selama seharian." Zavier bingung dengan sikap Lisa yang berubah.
" Aku bilang, aku tidak mau memakainya. Apa kau ngerti?." Lisa marah karena Zavier tidak peka padanya.
" Kau?." Zavier.
" Sekarang kau bisa keluar dari sini, aku mau tidur sekarang juga. Ingat! jangan ganggu aku." Lisa menunjuk ke arah pintu dan mempersilahkan Zavier keluar dari kamarnya.
Karena tidak mau berdebat dan akan membuat Darvi bangun, Zavier mengambil pakaiannya dan keluar dengan cepat. Zavier menyandar di pintu kamar Lisa, dan berpikir apa yang terjadi pada Lisa.
" Ada apa dengannya? kenapa dia berubah seperti membenciku lagi, padahal tadi dia baik-baik aja. Yah, sudahlah, mungkin Mood cewek emang seperti itu, selalu berubah dengan cepat." Zavier kembali ke kamarnya.
Hari telah pagi.
Darvi terbangun dan membangunkan Lisa.
" Ibu, ibu? bangun bu! ini sudah pagi." Darvi membangunkan ibunya dengan penuh kasih sayang.
" Iya bu. Ibu, ayah menyuruhmu untuk segera bersiap-siap karena calon Tunangan ayah akan datang pagi ini." Darvi ragu ketika mengatakan hal seperti itu pada ibunya.
" Tunangan?." Lisa terkejut.
" Jadi tuan Sanjaya sudah mempersiapkan segalanya dengan matang, di mana Zavier akan bertemu dengan Tunangannya. Sedangkan Darvi akan di Nobatkan sebagai cucu kandung Sanjaya." Gumam Lisa.
" Baiklah, ibu akan bersiap sekarang, kau tunggu ibu di bawah ya!." Ujar Lisa.
Darvi turun ke bawah dan duduk sendirian di ruang makan, Semua orang sibuk mempersiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan Keluarga Fhui.
" Apa ini? siapa yang menyimpan gaun di sini? pasti ini milik Mika Fhui yang sengaja di pinjam Zavier untukku." Lisa melihat gaun yang tersimpan di meja rias.
" Maaf Zavier, aku tidak akan memakainya, aku tidak sudi memakai pakaian yang bukan milikku." Lisa melemparkan gaunnya ke atas ranjang.
Lisa berdandan seadanya dan Natural. Tak lama kemudian Keluarga Fhui datang. Tuan Sanjaya dan Nyonya Sanjaya menyambutnya dengan hangat, Mika Fhui tampil Elegant dan polos, membuat Nyonya Sanjaya kagum dan terus memujinya.
" Putri Anda sangat Cantik Nyonya. Aku sangat kagum padanya." Nyonya Sanjaya memegang tangan Nyonya Fhui.
__ADS_1
" Terima kasih atas pujiannya. Oh iya, mana putramu Nyonya?." Tanya Nyonya Fhui.
" Dia menunggu kedatangan kalian di dalam. Ayo, silahkan masuk!." Saut Nyonya Sanjaya.
" Terima kasih atas sambutanmu Nyonya." Ujar Nyonya Fhui.
" Zavier, perkenalkan, ini putri tertua Fhui. Ayo berjabatan tangan." Ucap Nyonya Sanjaya.
" Hallo, namaku Mika Fhui."
" Zavier." Sikap Zavier sangat dingin pada Mika Fhui.
" Ayo, duduklah. Kita akan berbincang sambil makan." Ujar tuan Sanjaya.
" Siapa wanita yang di sana? dan kenapa ada seorang anak kecil di sini? apakah kau sudah memiliki seorang cucu Nyonya?." Tanya nyonya Fhui dengan heran.
" Dia cucuku, dia baru datang dari kota M kemarin lusa!." Saut nyonya Sanjaya.
" Apakah wanita di sampingnya.. Ibunya?." Tanya nyonya Fhui.
" Iya." Nyonya Sanjaya tersenyum pahit.
" Gara-gara ulah Zavier yang membawa Lisa kemari, aku jadi malu begini sama nyonya Fhui. Dia harus menyaksikan pemandangan yang tak enak di pertemuan pertama kita." Nyonya Sanjaya kesal karena menurutnya Lisa akan menghancurkan hubungan antara dua Keluarga Konglomerat.
" Hallo, namamu siapa ganteng?." Tanya Mika Fhui.
Darvi tak menjawab pertanyaan Mika Fhui karena kesal dan tidak menyukainya. Darvi bersikap dingin yang mirip sekali seperti Zavier. Mika Fhui merasa Canggung karena di cuekin Darvi, niat Mika Fhui hanya ingin mengambil hati Darvi, karena menurutnya sangat penting apa lagi kalau Darvi lengket padanya.
" Sabar ya sayang, kau harus berusaha agar putra Zavier bisa mau sama kamu, jadi kesempatan untukmu buat mendekati Zavier semakin mudah." Nyonya Fhui berbisik di telinga Mika Fhui.
" Iya, ibu." Mika Fhui melirik Lisa dengan tatapan yang penuh kebencian.
" Kenapa tiba-tiba aku merinding begini ya? Oh.. Aku baru tahu, di sinikan ada orang yang pastinya memusuhiku setelah tahu aku adalah Ibu dari anak Zavier." Gumam Lisa dengan gelisah.
" Aku akan buat kamu di benci oleh anakmu sendiri, bahkan Zavier akan benci padamu. Jadi, apa yang kau miliki akan aku ambil satu persatu. Ingat itu Lisa, sejak aku ada di Daftar perjodohan yang di buat Keluarga Sanjaya, aku sudah membencimu dan masa lalumu." Gumam Mika Fhui sambil menggertakkan gigi.
BERSAMBUNG
__ADS_1